Dark Walker

Dark Walker
episode 9


__ADS_3

"Edwin dan Ditha berarti mereka berdua punya kekuatan batin juga sama kaya lu," Ucap Tasya ke Rico yang mengangguk.


"Sepertinya begitu, tapi anehnya kok dia gak bisa keluarin kekuatan kek gue sama lu?" Tanya Rico ke Tasya yang menghela nafas saat mendapat pertanyaan seperti itu.


"Jelaslah, kan mereka bukan anggota dari Walker kaya gue dan lu, mereka juga bukan Heredis atau anggota kepolisian Ganendra," Jawab Tasya ke Rico yang akhirnya paham dan menatap gadis itu.


"lah, berarti mereka gak bisa bertarung dong?" Tanya Rico ke Tasya yang dengan berat hati mengangguk membenarkan kata kata Rico tadi.


"Makanya gue peringatin ke lu, jangan asal Nerima anggota," Ucap Tasya ke Rico yang menggelengkan kepalanya.


"Mereka pasti punya kok, gue yakin soalnya gue pernah liat petir petir gitu pas Edwin lawan hantu Amanda," Gumam Rico seraya menulis pr fisikanya.


"Lu bilang petir?!" Tanya Tasya ke Rico yang mengangguk membenarkan sembari menatap gadis itu heran.


"emangnya ada apa sama hal itu?" Tanya Rico yang dijawab gelengan kepala oleh Tasya yang mengambil bukunya dan ikut mengerjakan pr.


"pendekar pedang petir adalah ilmu pedang langka yang ada di kelompok dark walker, dan bakal berbahaya kalau ternyata itu adalah salah satu dari mereka berdua, bisa bisa lawan kita gak cuma si Prabu Asmoro bangun, tapi para Dark Walker yang lebih kuat dari Rizky," Jelas Tasya ke Rico yang tertawa mendengar hal itu.


"Tenang aja kalau mereka datang tinggal kita kalahkan aja kaya biasanya," Ucap Rico pede ke Tasya yang menepuk kepala pria itu.


"Dasar, enteng aja lu ngomong padahal lawan yang biasa aja udah antara hidup dan mati." Ejek Tasya ke Rico yang tertawa mendengar hal itu.


"Tenang aja demi keselamatan sahabat - sahabat gue, mereka itu bukan apa apa," Jelas Rico ke Tasya yang menatap pria itu sembari tersenyum sendiri karena mengingat gurunya sedangkan Rico yang ditatap kaya gitu mulai salah tingkah dan saat tersadar Tasya malah lebih salah tingkah dan pindah tempat duduk sedikit menjauh dari Rico.


Pagi harinya di kelas nampak terjadi kegaduhan karena suatu hal yang disampaikan oleh guru mereka.


"IPA 6 dapet pertukaran pelajar?!" Kaget Rico dan Edwin yang saling lirik dan kembali menatap ke guru itu yang mengangguk.


"Bu? Ini serius? Kelas kita kan bukan kelas unggulan?" Tanya Edwin ke Bu Nyoman selaku wali kelas mereka namun guru lainnya bernama Bu Chery datang dan membawa murid pertukaran tadi.


"2 murid yang ditukar sama mereka ya?" Tanya Rico dan nampak kedua murid tadi membuat mereka berdua serta para murid lainnya tercengang.


"Bu guru tinggal dulu, kalian Berdua silahkan perkenalkan mereka," Ucap kedua guru tadi yang nampak pergi meninggalkan kelas karena dipanggil ke ruang guru, sementara mereka berdua segera menjaga image dan memperkenalkan kedua murid baru itu.


"Ok, silahkan perkenalkan diri," Kata Rico mempersilahkan dua murid baru itu yang berjalan selangkah di depan mereka.


"Salam kenal gue Ersya Lala Chantika pertukaran pelajar dari SMA TUGU MALANG," Ucap Ersya memperkenalkan diri.


"Aku Rio Salim dari Sma 4 Yogyakarta salam kenal," Ucap Rio memperkenalkan dirinya namun kembali setelah itu terjadi keributan karena banyaknya Para siswa dan siswi yang memberi pertanyaan kepada dua murid pertukaran pelajar itu.


"Ok, tanya-tanyanya nanti aja sekarang silahkan duduk di kursi yang kosong," Ucap Edwin ke Ersya dan Rio yang tersenyum dan berjalan ke tempat duduk mereka.


"Lu Tasya kan?" Tanya Ersya yang berdiri di depan Tasya yang menatapnya bingung sementara Ersya hanya tersenyum misterius ke gadis itu dan berjalan meninggalkannya lalu duduk di kursinya sedangkan Tasya hanya bisa menatapnya bingung sekaligus curiga siapa sebenarnya orang ini.


"Ada kabar burung yang beredar di SMA kita soal kakak kelas bernama Kak Laura yang dikelilingi nasib buruk," Terang Ditha ke Rico dan Edwin yang mulai mendekat dan mendengarkan dengan seksama.


"Iya namanya Kak Laura, kalo ada orang yang bermasalah sama dia sesuatu yang buruk bakal terjadi sama mereka," Ucap Ditha menjelaskan kepada dua temannya yang mengangguk dan menatap balik Ditha.


"Kita harus pastikan dulu kebenarannya," Jelas Edwin ke Ditha yang mengangguk dan memberikan foto ke mereka berdua.


"Itu foto kak Laura jadi kalian gk perlu lagi tanya-tanya siapa itu kak Laura lagi karena udah tau orangnya," Jelas Ditha ke Rico dan Edwin yang menyimpan foto itu.


"Tugas kita adalah mengintai kak Laura ini serta orang yang punya masalah sama dia... Kita harus meminimalisir adanya korban," Jelas Rico ke mereka berdua yang mengangguk paham dan kembali mengikuti pelajaran karena guru sudah datang.


"Rio ya... Gue Alfin," Ucap Alfin memperkenalkan diri ke Rio yang menjabat tangan pria itu lalu tersenyum ramah.

__ADS_1


"Panggil Aja men, gak usah formal formal pakai Alfin segala," Jawab Julio ke Rio yang tersenyum ramah ke mereka.


"Bagus... Gue bakal menggali informasi disini di kelas ini," Gumam Rio dalam hati sementara  Ersya sedang berkenalan dengan Dini Murad dan Dini Maulida.


"Lu main aplikasi itu juga ya?" Tanya Ersya ke Dini Murad yang mengangguk dan tersenyum ke gadis itu.


"Lu main juga?" Tanya Dini Murad yang dijawab anggukan gadis itu yang dibalas teriakan senang dari Murad yang menjabat tangan gadis itu.


"Kapan-kapan bisa nih kita collab," Tawar Dini Murad yang dibalas anggukan oleh Ersya.


"Santai aja kali, pasti banyak lah collab kita besok," Ucap Ersya yang membuat Dini Murad berteriak senang.


"Rio masuk geng Alfin, Ersya masuk geng Murad pusingkeli," Ucap Wisnu sambil menatap Rico yang melihat situasi lalu mengangguk dan tersenyum.


Saat jam istirahat mulai Rico dan Edwin berjalan mencari Laura yang lewat agak jauh di depan mereka dan benar-benar membuat Rico dan Edwin terkejut.


"3 makhluk aneh di sekitar dia," Ucap Edwin yang dibalas anggukan oleh Rico yang melihat dengan tajam sosok menyerupai manusia berkepala lalat yang berlendir menjijikan, humanoid aneh berbentuk campuran kalajengking dan manusia, serta manusia dengan tangan dan kaki harimau, berjalan disekitar gadis itu yang nampak sedih karena dijauhi orang orang.


"lihat itu Laura si gadis kutukan," Gumam orang-orang disekitar kantin yang membuat Laura malu dan menatap salah satu dari mereka yang sedang memegang roti bakar dan saat itu juga makhluk berwujud manusia berkepala lalat itu mendekat dan menjilati roti bakar itu yang membuat Edwin dan Rico menatapnya jijik, yang tidak disadari oleh makhluk itu, sementara gadis uang memegang roti bakar itu bersiap memakannya. Namun, seorang gadis lewat dan menabrak gadis itu hingga membuat roti bakarnya jatuh.


"Lu apa apaan sih?!" Marah gadis itu ke pelaku yang menabraknya.


"Sorry sorry kak, aku bakal ganti," Kata pelaku yang ternyata seorang gadis.


"Co, cakep juga tuh cewek," Ucap Edwin yang menunjuk gadis penabrak roti bakar itu.


"Win, fokus," Ucap Rico yang menatap Laura yang berjalan menuju kerumunan orang yang membeli makan di kantin dan otomatis semua yang di sana langsung menjauh membiarkan Laura belanja.


"Keknya kabar itu bener-bener buat Kak Laura jadi dijauhin," Gumam Rico sembari menatap Laura iba.


"Mau gimana lagi? Lu liat aja 3 makhluk yang kelilingin dia, itu setan semua loh!" Ucap Edwin ke Rico yang berjalan menuju kantin tempat Laura tadi.


"Belanja lah, masa minjem buku," Jawab Rico sembari berjalan dan berhenti di samping Laura.


"Roti sandwich coklatnya 1," Ucap Rico ke pegawai kantin yang membuat gk hanya Laura tapi semua orang disana terkejut.


"Kenapa lu gk jauhin gue juga?" Tanya Laura bingung ke Rico yang berdiri dan melirik Laura.


"Buat apa? Emang lu gk mau bersosialisasi sama orang-orang?" Tanya Rico ke Laura uang menggelengkan kepalanya.


"Bukan, maksudnya lu gk denger kabar apapun soal gue?" Tanya Laura yang dibalas gelengan kepala oleh Rico yang menerima Roti sandwich coklatnya bersamaan dengan pesanan Laura.


"Makan bareng yuk," Ajak Rico ke Laura yang tersenyum lalu mengangguk dan berjalan menjauh dari sana dengan meninggalkan tatapan cemas orang orang disana.


"Waduh, nekat banget tuh anak," Gumam salah satu siswa.


"Gak takut jadi tumbal apa," Balas yang lainnya menanggapi sementara Edwin hanya menepuk kepalanya pelan lalu berjalan menjauh. Namun, sebuah jepretan kamera mengejutkannya.


"Ersya?" Tanya Edwin yang dibalas senyum oleh Ersya.


"Kaget ya? Lagi ngintai apaan sih? Kaya detektif aja," Tanya Ersya ke Edwin yang mencari alasan agar aksinya dan Rico gak ketahuan.


"Eh lu tau apa makanan yang enak di kantin gak?" Tanya Ersya ke Edwin yang tersenyum dan mengangguk.


"Tau dong, yuk bareng gue," Ajak Edwin yang dibalas anggukan oleh Ersya yang langsung berjalan bersama Edwin menuju kantin tadi walau tanpa keduanya sadari sejak tadi ada yang mengawasi sembari berbaur bersama para siswa dan siswi itu.

__ADS_1


"Ternyata dia yang bernama Laura, dia mungkin bisa menuntunku pada makhluk itu," Ucap pria itu sembari memegang nasi bungkusnya.


"Rio! Yuk ke kelas," Ajak Alfin ke Rio yang mengangguk dan berjalan kembali.


"lu liat apa Yo?" Tanya Julio ke Rio yang terkejut lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Hei guys," Sapa Ersya ke Dara dan Feby yang berada di kantin.


"Wah halo Ersya, Sapa balik Dara yang tersenyum ke gadis itu yang langsung mengambil foto mereka berdua.


"Sorry kalau gue bikin kalian gak nyaman, ini kebiasaan gue sih kalau ketemu sama orang orang baru biar gampang gue inget," Ucap Ersya ke Dara dan Febby yang tersenyum dan mengangguk.


"Kita paham kok, kenapa gak selfie aja nih pakai hp gue? biar nanti fotonya gue share ke lu pake wassap," Tawar Febby yang dibalas anggukan oleh Ersya yang tersenyum dan mulai mengambil foto selfie bersama mereka.


"Thanks ya," Ucap Laura yang berterimakasih ke Rico yang makan roti sandwichnya dan melirik Laura.


"Santai aja kak, gue cuma gak suka aja liat lu diginiin sama mereka," Ucap Rico ke Laura yang tersenyum dan nampak tiba-tiba nyeri melanda kepalanya yang seketika itu Ia langsung pingsan dan di lokasi saat itu terlihat oleh Rico hanya 2 makhluk yang mendekati Laura.


Laura seakan-akan terhisap jiwanya yang membuat Rico geram dan langsung menendang kedua makhluk itu hingga menjauh dan tertawa...


"Kalian..." Geram Rico yang memasang kuda-kuda bersiap menghadapi makhluk itu yang berbentuk manusia dengan tangan dan kaki harimau, serta Humanoid kalajengking yang langsung menyerang Rico.


Disisi lain tepatnya di kamar mandi wanita nampak gadis yang tadi memegang roti bakar itu tengah berjalan masuk ke kamar mandi wanita. Namun, Ia tidak menyadari bahwa Ia diikuti oleh sosok manusia berkepala lalat yang akan masuk ke dalam toilet wanita tadi.


"Kalau aku jadi kau, aku tidak akan masuk kesana," Ucap seorang pria dengan topeng satria dengan mata berwarna ungu.


"Siapa kau?!" Tanya makhluk itu ke Pria bertopeng yang tertawa.


"Satria Angkasa Bintang, riwayatmu akan berakhir disini," Ucap Bintang sembari memasang kuda-kuda sementara makhluk itu tertawa dan mengeluarkan lendir lendirnya.


"Abdi Banaspati Ketujuh Laler," Ucap Makhluk itu yang langsung menyerang Bintang.


Kembali ke tempat Rico yang nampak kombinasi kedua makhluk tadi membuat Rico kesulitan dan akhirnya cakaran mengenai pundak kanannya dan saat itu sebuah ekor menusuk punda kiri Rico hingga membuat orang-orang yang ada di sekitar terkejut melihat Rico yang tiba-tiba terluka oleh sesuatu yang tak mereka bisa lihat.


"Serbuk penghilang ingatan," Ucap Tasya yang memberikan bubuk ke mereka yang berada di sekitar dan nampak semuanya ling-lung, sedangkan Tasya terus berjalan dan tiba-tiba Rico, Laura, serta semua yang terlibat pertarungan menghilang..


"Rico!," Panik Tasya yang melihat kedua makhluk lawan Rico yang Ia kenal.


"Mereka Abdi Banaspati Yaca, Sang Manusia Harimau, serta Jengki si Kalajengking!" Ucap Tasya ke Rico yang membuat Pria itu tertawa.


"Kalau mereka Abdi Banaspati terus kenapa?! Gue gak takut!" Ucap Rico yang mengeraskan pegangannya pada pedang itu.


**********


Kembali ke tempat Laler yang nampak makhluk itu terlempar cukup jauh dan berniat kabur namun Bintang sepertinya gak memberinya kesempatan untuk lari.


"Ilmu bela diri Angkasa Langkah Bulan!" Ucap Bintang yang berlari tanpa menyentuh tanah hingga membuat Laler terkejut. Namun, sudah terlambat baginya.


"Semua sudah berakhir!" Ucap Bintang yang melompat setelah berada di atas Laler.


"Ilmu bela diri Angkasa Teknik Pertama Pukulan Merkurius!" Ucap Bintang yang menghantam punggung Laler hingga membuatnya tumbang. Namun, Ia segera memberontak dan menendang Bintang yang melompat dan memasang kuda-kuda.


"Beraninya kau!!!" Geram Laler yang akan menyerang. Namun, sebuah kilat menabraknya hingga terlempar jauh sementara Bintang yang melihat hal itu hanya terdiam sembari memasang kuda-kuda.


"Akhirnya keluar juga lu, sekarang gue bakal pastikan siapa yang terkuat di SMA ini!" Ucap Pria dibalik kilat tadi yang ternyata adalah Daniel.

__ADS_1


"Kau murid IPA 6 itu," Gumam Bintang yang memasang kuda-kuda sama halnya dengan Rico yang memasang kuda-kuda bersiap menghadapi kedua Abdi Banaspati tadi.


                        TO BE CONTINUED


__ADS_2