Dark Walker

Dark Walker
Episode 31


__ADS_3

Episode 31


Beberapa saat sebelum kedatangan Ken Arok nampak Karna masih bertarung sendiri melawan Edwin dan Daniel yang mulai kelelahan dan kewalahan dengan kecepatan musuhnya


"Gara - gara lu nih! Kenapa lu kasih dia ngambil kekuatan lu sih!" Omel Edwin ke Daniel yang emosi mendengar hal itu


"Lu sendiri gak ada bantuan sama sekali!" Ucap Daniel emosi sementara Karna yang melihat hal itu segera bergerak secepat kilat mendekati mereka berdua yang terkejut dan akan menyerang namun tendangan pria itu berhasil melempar mereka berdua dan tanpa ampun Karna bersikap memanah mereka


"Endaru steel staf!" Teriak sebuah suara dan sebuah tiang menghantam tubuh Karna dan melemparnya cukup jauh ke belakang


"Jefri?!" Ucap Edwin dan Daniel dan terlihat Jefri berjalan dengan gagah mendekati mereka berdua dengan tangan Banaspati serta naga Endaru dan ia menatap Karna yang menepuk perutnya lalu mencabut anak panahnya


"Dia kayaknya bukan lawan yang mudah kita kalahkan, jadi Edwin lu pikirin sebuah rencana untuk mengalahkannya biar gue dan Daniel yang nyari celah buat ngalahin dia," Ucap Jefri yang berlari menerjang Karna yang kini bersiap memanah Jefri namun dengan cepat Daniel bergerak ke depannya dan langsung menebas Pria itu yang dengan cepat menahan tebasan itu


"Endaru staf attack!" Teriak Jefri yang memperkuat tenaga tebasan Daniel dengan belinya yang membuat Jefri berputar menghindari serangan itu dan akan memanah mereka berdua namun hembusan api dari tangan kanan Jefri membuatnya mengurungkan niat untuk menyerang dan langsung melompat ke belakang namun rantai rantai api menyerangnya dari sana hingga membuat Karna segera melompat menghindari serangan itu


"Terus sibukkan dia!" Ucap Edwin ke Jefri dan Daniel yang berbalik lalu menyerang Karna yang segera memanah Daniel yang berhasil menangkis laju panah itu dan terlihat tangan besi Jefri yang memanjang berbentuk besi kembali menyerang Karna yang langsung bergerak secepat kilat menghindari serangan itu


"Belum selesai!!!" Teriak Jefri yang menggerakan tangan besinya untuk menyapu Karna yang langsung melompat diatas tangan Jefri dan tanpa jeda ia berlari menuju Jefri namun Daniel ikut naik ke atas tangan besi itu dan langsung menebas Karna


"Kampret kuat juga mereka berdua," Gumam Edwin takjub sementara ia terus mensupport dengan menggangu konsentrasi Karna dengan mengeluarkan rantai - rantai api dari bawah tanah


**********


"Memangnya bisa apa seorang dark walker yang babak belur melawan ku anggota terkuat keempat kliwon 8 ini!!!" Sombong Ken Arok yang membuat Rico tertawa mendengar hal itu dan menatap pria itu sombong


"Terserah lu mau anggota apa kek yang pasti dalam 20 gerakan lu bakal gue kalahin!" Ucap Rico penuh semangat namun Ken Arok hanya tertawa mendengar hal itu


"Bersyukurlah karena aku tidak membawa keris mpu gandring andalanku, melainkan aku membawa keris Taksaka ciptaan Sabdoh palon," Ucap Ken Arok yang menunjukkan kerisnya yang mengeluarkan aura hijau yang besar namun tidak membuat Rico gentar dan malah langsung menyerangnya namun dengan mudah dihindari seraya pria bertopeng itu menghitung serangan demi seranga Rico


"1,2,3,4,5," Ucap Ken Arok yang langsung menebas Rico dan menusuk nusuknya walau dengan susah payah dapat ditahan oleh Rico seraya melompat dan menebas pria bertopeng itu namun cahaya hijau membuat Rico mundur beberapa langkah


"6," Ucap Ken Arok yang menebas tanah di dekat Rico lalu menebas dan terus menebas Rico yang melompat ke atas


"TEBASAN CAHAYA VERTIKAL!" Teriak Rico yang menebas Ken Arok yang menusuk tebasan energi cahaya Rico hingga membuatmu terpotong dan langsung membuat Rico terkejut dan bersiaga


"7, Tebasan taksaka!" Ucap Ken Arok yang mengerahkan tebasan energi hijau ke arah Rico yang menahan serangan itu tapi percuma saja Rico akhirnya terhempas oleh Serangan yang tidak mampu ia tahan hingga membuatnya terhempas dan tumbang


Di sisi lain nampak Tissa sibuk mencari orang - orang yang ditahan oleh Ersya dan disaat itu sebuah suara muncul dari dalam lorong dan terlihat Joel berdiri dengan banyak orang dibelakang

__ADS_1


"Apa yang lu rencanain kali ini Joel!" Ucap Tissa geram namun Joel hanya tersenyum mendengar pertanyaan dan ekspresi intimidasi dari Tissa


"Tenang saja, aku di pihak kalian, lebih baik segera infokan hal ini pada Rico dan bersiaplah kembali karena waktu akan berakhir dalam 30 menit," Ucap Joel memberi info pada Tissa yang berlari bersama orang - orang itu


"Gue bakal tetap awasin lu," Ucap Tissa pada Joel yang tersenyum seraya membuka bukunya dan berlari menyusul di belakang mereka


Kembali ke lokasi Rico terlihat kini ia bangkit dan memegang pedang miliknya dengan kuat seraya tersenyum menantang Ken Arok yang berlari dan menebas Rico walau terus ia tangkis dan tahan dengan sekuat tenaga hingga membuat pria bertopeng itu mundur dan tertawa melihat aksi Rico


"Tebasan cahaya horizontal!" Ucap Rico yang mengeluarkan tebasan energi cahayanya kearah Ken Arok yang segera melompat


"Tebasan bulan sabit!" Teriak Rico lagi yang menyerang dengan tebasan cahaya bentuk bulan sabit namun dengan mudah ditahan oleh Ken Arok namun dengan cepat Rico berlari dan menyerangnya lagi walau kembali dapat dihindari oleh sang pria bertopeng


"8,9,10, membosankan tebasan Taksaka!" Teriak Ken Arok yang menyerang Rico kembali walau dengan susah payah dapat dihindari oleh Rico namun serangan lainnya sudah menunggu Rico tapi dengan cepat ia menahan serangan tadi serah mengeluarkan energi cahaya


"Gue kembalikan serangan lu!" Teriak Rico yang membalikkan serangan Ken Arok tadi walau percuma dengan mudah serangan itu ia hancurkan


"11, percuma aja gue ngitung, toh lu mati bentar lagi! Haaa!" Teriak Ken Arok yang berlari dan terus menusuk nusuk Rico hang dapat menangkis semua serangannya lalu kembali menebas Ken Arok sebanyak 3 kali namun dapat ditangkis oleh pria itu


"Tarian Taksaka!" Ucap Ken Arok dan nampak pedang tadi mengeluarkan aura berbentuk ular yang bergerak menyerang Rico yang dengan susah payah menahan serangan itu walau ternyata sang energi ular langsung bergerak dan mengigit pinggang kiri Rico


"Uargh!" Teriak Rico yang terkena serangan itu dan terlilit oleh proyeksi ular tersebut dan tanpa ampun ia dilempar oleh Ken Arok


"Sepertinya lu gagal ya," Ejek Ken Arok yang menancapkan pedangnya pada punggung Rico yang berteriak kesakitan


"Lu fokus aja sembuhin si Ersya, biar gue yang urus musuhnya Rico," Jelas Julian yang berjalan mendekati sang musuh namun ditahan oleh Ersya yang mencoba berdiri


"Sete...lah semuanya, kenapa k-k-k.. Kali an masih peduli?" Tanya Ersya pada Julian yang berbalik dan menatap gadis itu lalu tersenyum


"Udah jelas karena lu adalah temen kami," Ucap Julian yang berbalik menatap Ken Arok dan langsung menginjak tanah didepannya hingga sebuah dinding es muncul di depan pria bertopeng yang akan menyerang Rico dan tidak ingin menyia tanyakan kesempatan Rico langsung melepaskan 5 tebasan cahaya yang menghancurkan dinding es itu dan mengarah ke Ken Arok yang langsung menghindari serangan itu disusul Julian yang menyerang dengan menendang sang pria bertopeng yang menebas Julian yang berhasil menghindar lalu menghembuskan nafasnya yang dingin


"Eissäule!" Teriak Julian dan sebuah pilar es nyaris mengenai punggung pria itu jika tidak cepat berbalik dan memotong pilar es itu sementara Julian terlihat berlari dan bersiap menyerang lagi dan saat Ken Arok akan menebasnya


"POLARE EISFÜSSE!" Teriak Julian dan tiba tiba tubuh Ken Arok membeku hingga membuatmu tidak dapat bergerak lalu dengan cepat pria itu menendang kepala Ken Arok hingga melempar tubuh pria itu namun ia segera bangkit dan berlari menyerang Julian yang menantang pria itu namun sepertinya ia kembali sampai pada batas


"Menunduk!" Teriak Rico yang melesatkan sebuah tebasan cahaya horizontal ke arah Ken Arok namun kembali ditepis oleh sang pria bertopeng seraya berteriak


"17!"


"Tebasan bulan sabit!" Teriak Rico yang kembali melesatkan tebasan energi berbentuk bulan sabit ke arah Ken Arok yang menahan serangan itu hingga membuatnya mundur cukup jauh ke belakang bersamaan dengan Tissa dan para rombongan siswa, siswi, serta guru yang diculik

__ADS_1


"Mereka sudah kita bawa, waktu kita tinggal 20 menit lagi!" Ucap Tissa pada Tasya dan Ersya yang menatap Rico dan Julian yang masih kewalahan menghadapi Ken Arok


"Julian!" Teriak Tasya yang melempar pedangnya hingga menancap ke tanah dekat Julian yang langsung mengambil pedang itu dan tiba tiba kekuatannya serasa bertambah


"Jadi ini kekuatan pemberi milik Tasya yang diincar oleh banyak orang?" Gumam Julian seraya menatap Ken Arok yang berjalan mendekati mereka berdua


"Satu hal yang buat gue gak mau gunain pedang lagi, karena kalau gue pakai, gue gak bisa ngendalikan kekuatan gue garuda ice slash!!!" Teriak Julian yang melesatkan tebasan es yang membentuk garuda es raksasa yang menyerang Ken Arok yang mengerahkan energi dari kerisnya yang membentuk ular raksasa yang beradu dengan garuda es Julian namun garuda es Julian lebih kuat dan menghancurkan ular itu serta Ken Arok yang dengan susah payah menghancurkan serangan itu tanpa menimbulkan luka serius pada tubuhnya


"sialan! Kenapa mereka masih punya kekuatan sebesar itu?!" Heran Ken Arok yang berlari menyerang mereka lagi


"Rico?!" Ucap Tasya dan Julian pada Rico yang berlari bersiap menyerah Ken Arok


"Tebasan Cahaya modifikasi! Tebasan bulan bungkuk!" Ucap Rico yang langsung melesatkan tebasan cahaya berbentuk bulan bungkuk yang dapat dihindari oleh Ken Arok yang makin mendekati Rico yang membuat gambar bulan purnama dari pedangnya


"19!!!" Teriak Ken Arok yang bersiap menyerangnya namun Rico berteriak cukup keras


"Tebasan cahaya modifikasi! Tebasan bulan purnama!!!" Teriak Rico yang menebas Ken Arok yang menahan serangan itu hingga terhempas cukup jauh ke belakang dan menabrak dinding bangunan itu dan akhirnya kalah


"Sial!" Geram Ken Arok sementara Rico hanya berdiri menatap pria itu datar lalu tersenyum dan mengangkat tangannya ke atas disusul teriakan senang Tasya dan Tissa


"20 gerakan bukan? Sesuai yang gue bilang," Ucap Rico sombong seraya berbalik menatap Ersya yang dibantu berdiri oleh Tasya namun tubuhnya terlalu lemah hingga akhirnya ia terjatuh dan langsung ditangkap oleh Julian yang sigap menggendong tubuh gadis itu


"Kita harus segera pergi dari sini!" Ucap Julian yang melompat pergi bersama orang - orang yang masih tidak sadarkan diri


"Baiklah kali ini gue butuh bantuan lu Purbasari!" Teriak Tissa yang mengusap mata kalungnya dan terlihat sosok putri berdiri didepan mereka


"Ada perlu apa memanggilku nona Tissa?" Tanya Purbasari yang menatap Tissa yang kini tersenyum lalu mengangguk


"Tolong bawa mereka semua keluar dari sini," Ucap Tissa memberi perintah pada jin panggilan miliknya yang menunduk tanda menyetujui perintah itu lalu dari dalam tanah nampak Purbasari membentuk akar - akar tubuhnya menjadi sesosok harimau raksasa yang bertubuh besar lalu akar akar yang lebih kecil mengikat tubuh orang - orang tadi


"Perhentian selanjutnya dimensi nyata," Ucap Purbasari yang menatap Tissa yang mengangguk lalu tersenyum


"Guys, Waktu kita 18 menit lagi, kita harus segera pergi dari si...," Ucapan Tasya terhenti saat ledakan besar terjadi di dinding dekat Ken Arok tumbang tadi dan nampak 5 orang bertopeng berdiri di sekitar mereka


"Kenapa cepat sekali kalian pergi? Kami bahkan belum menyambut kalian," Ucap pria bertopeng yang sangat dikenal oleh Tasya dan Ersya


"Dia?!" Ucap Ersya yang sadar dan melihat pria itu panik sementara Julian segera menurunkan gadis itu dan bersiaga menghadapi mereka


"Bapang!!!" Ucap Tasya yang tatapannya berubah menjadi dipenuhi dendam pada Bapak yang berjalan perlahan diikuti oleh 4 orang anggotanya

__ADS_1


"Pestanya baru aja dimulai," Ucap Bapang pada mereka yang ada disana


To be continued


__ADS_2