
DARK WALKER
Episode 35
"Hua!" Teriak para geng motor setelah banyak orang orang yang mati dibunuh oleh sosok pria dengan penampilan punk rock yang berjalan kearah ketua geng motor itu
"Ba*****!!" Teriak ketua geng motor yang mengeluarkan clurit dan langsung menyerang pria yang dengan mudah menendang clurit itu dan langsung menusuk perut sang ketua geng motor tadi
"Jiwa jiwa sesat seperti ini memang cocok menjadi makanan untukku," tawa pria itu yabg berubah menjadi berkepala anjing dan langsung memakan roh yang keluar dari tubuh mayat mayat itu, namun terdapat satu pria yang bersembunyi di balik tong sampah yang membuat makhluk itu terkejut
"Tolong ampuni saya! Ampuni saya!!" Ucap pria itu memohon ampun
"Woy bocah, siapa namamu?" Tanya makhluk itu ke pria itu yang ketakutan
"Zul! Nama gue Zul!," Ucap pria itu ketakutan lalu makhluk itu segera mendekati sang pria
"Kuampuni nyawamu jika kau mau mengikat kontrak denganku asum si anjing dengan mengumpulkan orang orang sesat seperti mereka," Perintah sang siluman anjing ke Zul yang mengangguk dengan ketakutan
**********
Disisi lain nampak sebuah band mulai manggil di acara tv
"Ini band favorit gue," Ucap Julian ke Rico dan Ersya yang menatap pria itu sinis
"Iya favorit, karena anggotanya cewek dan cakep cakep semua kan?" Jawab Rico mengintimidasi Julian yang tampak tak peduli dengan hal itu lalu mendengar lagu yang dimainkan grup musik itu
"Band serpent ya? Baru naik daun sih emang band itu," Ucap Ersya ke Rico dan Julian yang mengangguk dan menyaksikan aksi vokalis band itu yang bernama Indah
"Mereka berempat benar benar jago ya? Bisa tukeran posisi loh," Ucap Rico takjub dan nampak Julian melakukan tepuk tangan setelah selesai
"Kalo dapet yang paling jelek dari mereka berempat gue juga gak bakal nolak," Gumam Julian yang membuat Rico menatapnya sinis
"Mereka juga gak bakal mau sama playboy cap kutil unggas kek lu Julian," Ejek Rico yang membuat Julian tersenyum sinis
"Ngelunjak ya lu lama lama," Ucap Julian yang membuat Rico bangkit
"Apa? Mau kelahi? Gue Jabanin sekarang," Ucap Rico menanggapi serius kata Julian barusan
"Guys! Please lah," Ucap Ersya melerai mereka berdua yang duduk kembali dan saling buang muka
"Gila ya lu berdua, masa gara - gara pemikiran halu kek gitu kalian malah mau baku hantam sih!" Marah Ersya yang membuat Rico terdiam dan melirik pria itu datar
"Guys?" Panggil Rebeca dari luar dan langsung dipersilahkan masuk oleh Ersya dan nampak Gadis itu menatap kikuk kedua pria disamping Ersya
"Gue gak tepat ya masuknya?" Tanya Rebeca ke Ersya yang tersenyum dan menggelengkan kepalanya
"Abaikan aja mereka berdua," Jawab Ersya ke Rebeca yang berjalan ke dekat mereka dan duduk di salah satu kursi
"Gue mau nanya... Selama lu jadi anggota kliwon 8 apa lu tau identitas tiap petinggi Kliwon 8?" Tanya Rebecca ke Ersya yang menatap gadis itu dan terdiam
Sementara di acara tv tempat band the serpent tampil nampak mereka telah turun panggung dan kembali ke back stage mereka
__ADS_1
"Sukses lagi ya?" Tanya Karna yang duduk di kursi sana pada Indah yang tersenyum dan menaruh gitar yang ia pegang
"Yah, bersyukurlah dengan lagu itu kita dapat menekan beberapa Heredis untuk keluar," Ucap Indah pada Karna yang mengangguk dan bangkit dari duduknya seraya berjalan keluar
"Kanda Bapang berharap besar padamu Blorong," Ucap Karna sebelum berjalan keluar dan menghilang
"Calon arang apa kau mendengarnya?" Tanya Indah pada gadis lain yang duduk mendengarkan dari balik tenda dan tersenyum
"Tenang aja ndah, selama ada Ratih disini, semua permasalahan beres," Ucap Ratih pada Indah yang tersenyum senang
**********
"Edwin?!" panggil daniel ke edwin yang sedang duduk di kantin bersama pacarnya dan melirik Daniel
"Paan?" Tanya edwin malas karena merasa waktu berduaannya terganggu sembari berdiri dan menatap daniel yang berjalan mendekatinya
"Mungkin lu udah tau berita ini?" Daniel segera memberikan kertas koran itu ke Edwin yang berisi artikel pembantaian geng motor secara misterius
"Lu kira siluman itu udah mulai bergerak gitu?" Tanya Edwin sembari melirik Daniel yang mengangguk
"Bisa jadi aja kan? Yaelah lagipula kita paling enak nih dapet siluman yang paling kuat sekaligus jaraknya paling deket," Jawab Daniel ke Edwin yang tersenyum lalu berjalan meninggalkan pria itu bersama ceweknya
"kalau dia dateng info aja ke gue " Ucap edwin ke Daniel yang menatapnya kesal dan iri karena dia jomblo
"Sianying enak bener dah pasangan baru," Kesal Daniel sembari menatap Edwin yang pergi bersama pasangannya
**********
Disisi lain nampak Ade yang berhak di rumah sakit bertemu dengan Raden Wijaya yang membuat pria itu segera mengeluarkan senjatanya
"Apa maksudmu?" Tanya Ade yang tidak dijawab oleh Raden wijaya yang memilih menyerang dengan berubah menjadi phoenix dan langsung menyerang Ade yang melimpah menjauh dari rumah sakit namun phoenix kecil menabrak tubuhnya hingga terjatuh dari lantai 2 rumah sakit itu
"Terlalu berbahaya jika bertarung disini," Ucap Ade seraya menatap pria itu tajam dan nampak bukunya terbuka
"Seharusnya aku tidak perlu bertarung disini," Ucap Joel dan nampak dari bukunya keluar seorang perempuan dengan kebaya hijau berdiri di samping Joel dan pria lain dengan mandau dan perisai dari kalimantan
"Nyi roro kidul, Datu banua lima, hancurkan pria itu," Ucap Joel yang dibalas senyum oleh Datu banua lima yang langsung menyerang Ade dengan mandaunya namun tertahan oleh benang Ade yang langsung menyerang dengan melepas benang benang yang menjerat tubuh Datu banua lima
"Sungguh kekuatan yang luar biasa," Puji nyi roro kidul yang menyerang dengan mengumpulkan air dan menggunakannya sebagai bola - bola air
"Gak semudah itu," Ade mengerahkan benang benang tajam yang bergerak menusuk Nyi roro kidul namun ditahan oleh perisai Datu banua lima
"Siapa bilang?" Tanya Sang ratu yang langsung mengerahkan semburan air yang menghantam tubuh Ade yang terlempar dan seketika Joel mengarahkan tangannya ke kepala Ade dan sebuah sinar putih membuat pria itu kejang kejang dan akhirnya terjatuh pingsan
"Waktunya memasuki tahap kedua skenario," Gumam Joel yang melihat Ade yang pingsan dan nampak Nyi roro kidul serta Datu banua lima menghilang dan energi mereka masuk ke dalam buku Joel
**********
"Zul? Lu ngapain?" Tanya sekelompok berandalan sekolah ke Zul yang tersenyum lalu merapal sebuah mantra dan seketika muncul sosok manusia berkepala anjing yang menyerang para berandalan itu yang berteriak ketakutan namun secara mengejutkan sebuah rantai api menghantam siluman itu
"Jefri?" Tanya salah satu berandalan sekolah ke Jefri yang membuang jaket jeansnya
__ADS_1
"Gak usah sok akrab lu, padahal gue kesini cuman mau ngambil topi doang," Ucap Jefri galak ke berandalan itu sementara Zul menatapnya geram
"Asum habisi dia," Perintah Zul ke manusia berkepala anjing tadi yang berubah ke wujud manusia
"Jangan perintah gue sialan!" Ucap Asum yang langsung menatap Jefru tajam
"Heredis ya? Kudengar bangsa kalian sudah terpecah belah setelah pembantaian itu," Ucap Asum ke Jefri yang tertawa dan memasang kuda kuda
"Gue gak peduli," Jawab Jefri singkat sembari memukul tangan kirinya ke tangan kanan dan tangan itu berubah menjadi tangan besi yang siap digunakan untuk membantai Asum
"Nyari mati rupanya," Ucap Asum yang langsung berlari menyerang Jefri yang mencoba menghantamnya dengan tangan besinya namun dapat ia hindari dan langsung dibalas dengan tendangan yang dapat ditangkis olehnya
"Endaru steel staf!" Teriak Jefri dan nampak sebuah tiang besi menyerang sang siluman dan pukulan tadi berhasil mengenai tubuh Asum yang terlempar dan menabrak dinding
"Hahaha menarik!" Ucap Asum yang langsung mengeluarkan celuritnya dan langsung menyerang jefru walau dengan mudah dapat ia hindari dan akan memukul dengan tangannya namun secara cepat makhluk itu berubah menjadi monster anjing dan langsung menyerang Jefri yang tidak sempat menghindar
"Sial," Kaget Jefri yang melihat serangan Asum makin dekat
"****** lu!"Teriak Zul senang melihat Jefri terkena serangan itu dan tidak mampu bangkit lagi
*************
Kembali ke sekolah nampak Daniel dan Edwin yang mendapat kabar bahwa Jefri masuk rumah sakit dari Tasya segera berangkat menuju rumah sakit.
Sesampainya disana nampak Edwin, Febby, Daniel, dan beberapa siswa ipa 1 nampak membesuk Jefri yang terbaring dengan luka di beberapa bagian tubuhnya
"Tercabik cabik, udah jelas ini ulah siluman itu," Ucap Tasya ke Daniel dan Edwin yang terdiam mendengarkan hal itu sementara Tasya nampak kesal dan mendekati mereka
"Bukannya kita sudah diberi tugas buat ngalahin siluman itu, kenapa kalian belum ngalahin mereka?," Kesal Febby sembari berjalan masuk ke dalam ruangan Jefri
"Monster!" Teriak orang orang dari luar yang membuat Daniel dan Edwin segera berlari menuju lokasi kemunculan makhluk yang orang - orang sebut monster ith
"Rumah sakit?" Tanya Asum yang sudah berkepala anjing ke Zul yang mengangguk ketakutan
"Gue bilang tempat orang orang berdosa!!" Hardik Asum yang mencekik Zul namun terlihat Edwin dan Daniel sudah tiba disana
"Cukup sampai disana!" Hardik Edwin yang bersiap dengan rantai apinya sama halnya dengan Daniel
"Hou, baiklah!" Ucap Asum yang langsung membunuh Zul dan melempar jasadnya disusul nampak jiwa Zul mendekat ke Asum dan mengubah wajah anjingnya menjadi wajah Zul
"Bersiaplah!" Teriak Edwin dan Daniel yang menyerang Asum namun nampak Edwin terhenti dan terlihat Ade dan Raden Wijaya telah tiba dan menatap kedua pria itu dengan senyum jahat mereka
"Ade? Apa yang terjadi?" Tanya Edwin sembari melihat Ade yang menatap mereka kosong dan mengerahkan tanganya ke arah Daniel dan tiba - tiba Edwin menyerang dengan rantai apinya
"Edwin... Kalahkan Daniel sekarang!" Perintah Ade yang membuat Edwin memainkan rantai rantai apinya dan mencambuk Daniel yang menangkis serta menghindari serangan itu namun salah satu serangannya membuat Daniel terhempas dan menabrak dinding
"Sialan.. Gue dikendalikan!" Geram Edwin seraya menatap Daniel yang mencoba bangkit dan melihat Raden wijaya
"Kita dijebak!" Kata Edwin panik sembari dibalas tawa oleh Asum dan Raden wijaya
"Kerja bagus Abdiku," Ucap Asum ke Joel yang tersenyum licik ke mereka
__ADS_1
"Skenario milikku tidak akan pernah gagal," Ucap Joel ke Edwin yang menatapnya geram serah mencoba melepaskan diri dari kendali pikiran Ade
TO BE CONTINUED