
Episode 10
"Puncaknya? Seperti apa puncak rencanamu?" Tanya Dewi sekartaji ke Prabu asmoro bangun yang mengambil sebuah kalung dan menggengamnya.
"Kali ini gue gak bakal main arwah... Tapi gue bakal main manusia... Keluarga manusia serta seorang iblis dan para abdinya!" Ucap Prabu Asmoro Bangun disusul sebuah kilat yang menyambar membuat Sekartaji makin tertarik untuk memfotonya dan mengarahkan kamera ke Rico yang terhempas oleh tendangan Yaca namun segera menormalkan posisinya.
"Rico?!" Panik Tasya namun tidak digubris oleh Rico yang menggelengkan kepalanya karena perlahan pandangannya mulai kabur.
"Racunnya mulai menyebar ya," Ucap Jengki yang memanjangkan ekornya dan kembali menusuk Rico walau berhasil ia tangkis dan langsung berlari kearah makhluk itu yang juga berlari dan langsung menendang Rico.
"Tebasan cahaya... Sinar matahari terbit!" Ucap Rico dan nampak salah satu kaki Jengki terpotong sementara pundak Yaca tertebas dan membuat kedua makhluk itu terkejut.
"Bagaimana mungkin kekuatannya bertambah?" Tanya Yaca yang melihat Rico telah memasang kuda-kuda.
Namun, kedua makhluk itu segera terhisap oleh Laura yang tersadar dan melihat Tasya dan Rico panik.
"Apa yang terjadi?!" Tanya Laura panik yang menatap Rico yang telah mengembalikan wujud pedangnya kembali ke wujud semula dan akhirnya jatuh pingsan.
"Rico?!" Ucap mereka berdua yang berlari menghampiri Rico yang pingsan.
"Heaa!" Nampak Daniel menyerang Bintang yang dapat menangkisnya dengan mudah dan mencari kemana Laler berada.
Namun, itu membuatnya lengah hingga salah satu pukulan Daniel nyaris mengenainya jika Ia tidak melompat menjauh.
"Jangan menghindar terus jing!" Marah Daniel yang diabaikan oleh Bintang yang berjalan mundur dan berlari pergi meninggalkan Daniel setelah ada seseorang yang memanggilnya.
"Loh Daniel? Liat Rio gak?" Tanya Alfin ke Daniel yang segera melrmpar katananya ke kelas kosong lalu segera menatap pria itu geram.
"Mana gue tau," Jawab Daniel tak acuh sembari berjalan pergi meninggalkan Alfin yang mencari Rio bersama Julio, Sigit, serta Erick.
"Sial! Padahal tadi hampir aja makhluk itu gue musnahin!" Geram seorang Pria yang menghantam dinding dan kembali berjalan menuju kelas.
"Jadi selama ini rumor itu benar ya..," Ucap Laura sedih saat melihat Rico yang masih pingsan di uks sementara Tasya hanya duduk sembari menghilangkan darah yang ada di tubuh Rico.
"Gue bakal bantu lu buat lepasin kutukan itu," Ucap Tasya ke Laura dengan percaya diri. Namun, gadis itu hanya tersenyum dan air mata mengalir di pipinya lalu menggelengkan kepalanya.
"Ini emang udah takdir gue, jadi please kalian berdua jangan dekatin gue lagi, gue gak mau kalian kenapa kenapa cuma gara-gara gue," Ucap Laura yang berjalan pergi keluar dari uks meninggalkan Tasya yang berusaha menghentikannya dan nampak Ia terdiam sambil menatap Rico yang tidak sadarkan diri.
"Tidak ada cara untuk melepas kutukan banaspati selain nyawa," Ucap Joel yang tiba tiba berada di kursi dekat Rico yang membuat Tasya terkejut dan menatap Pria itu tajam.
"Lu... Sejak kapan?," Tanya Tasya yang membuat Joel tersenyum dan menutup bukunya dan berdiri menatap gadis itu.
"Kecuali lu menghabisi para abdi yang Banaspati pasang di tubuh Laura," Ucap Joel yang membuat Tasya terdiam dan menunduk karena pesimis apakah Ia dan Rico mampu.
"Kalau begitu tidak masalah," Ucap Rico yang telah sadar dan tersenyum ke Joel dan Tasya.
"Gak! Lu gak liat kondisi lu apa? Mereka itu jauh lebih kuat dari lu! Dan mereka bertiga kita gak ada apa-apanya di mata mereka,!" Ucap Tasya ke Rico yang bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju Tasya dan Joel.
Namun, nyeri di tubuhnya membuatmu terjatuh dan dengan sigap ditangkap oleh Tasya.
"Liat sendiri kan? Lu sekarang aja udah kek gini, gue gak mau lu kenapa napa Co!" Ucap Tasya yang membuat Rico tersenyum dan mencoba menguatkan dirinya untuk berdiri, sementara dari luar kelas suara tawa mengejek terdengar dan seseorang masuk ke dalam.
"Gimana kalau masalah itu kalian berikan ke gue aja," Ucap seorang pria yang membuat mereka berdua terkejut kecuali Joel yang tersenyum menyambut Pria itu.
"Jefri?!" Kaget Rico dan Tasya yang melihat Jefri berdiri dihadapannya.
"Itu ide yang bagus sih, melihat Jefri adalah seorang pria yang lumayan saat kejadian yang lalu kalian bisa saja menyerahkan kasus Laura padanya," Ucap Joel ke Jefri yang menatapnya sombong.
"Gue udah janji masalah ini bakal gue selesaikan, jadi gak perlu bantuan segala, apalagi dari lu" Jawab Rico yang menatap Jefri tajam hingga membuat Pria itu tersenyum licik dan berjalan mendekati Rico dan menarik kerah bajunya.
"Gimana kalau kita berlomba... Siapa yang bisa mengalahkan Para Abdi Banaspati yang paling banyak, maka dialah pemenangnya," Ucap Jefri ke Rico yang dibalas tatapan tajam Rico dan senyum sombongnya.
__ADS_1
"Gue terima tantangan lu," Ucap Rico ke Jefri yang berbalik dan berjalan meninggalkan mereka bertiga kembali menuju ke kelas.
"Menarik," Ucap Joel yang memegang pundak Rico yang luka karena tusukan Jengki tadi dan sebuah phoenix kecil terbang mengitari Rico dan masuk ke dalam luka tadi dan perlahan luka itupun sembuh.
"Mustahil! Bukannya itu sihir tingkat tinggi," Kaget Tasya yang dibalas senyum oleh Joel yang berjalan keluar dari uks.
"Semoga berhasil," Ucap Joel sebelum akhirnya pergi dari sana sebelum Rico dan Tasya bergegas kembali ke ruang kelas.
*************
"Thanks ya udah temenin gue jalan-jalan keliling sekolah ini," Ucap Ersya ke Edwin yang mengangguk dan tersenyum lalu kembali ke tempat duduknya.
"Rico mana?" Tanya Ditha ke Edwin yang terkejut dan sadar saat itu dan berlari ke depan kelas namun Rico dan Tasya sudah ada di sana.
"Rico?! Lu gapapa?" Tanya Edwin ke Rico yang mengangguk dan tersenyum ke Edwin lalu berjalan masuk ke dalam kelas dan kembali diikuti olehnya.
"Gimana? Apa ada sesuatu yang aneh padanya?" Tanya Edwin ke Rico yang menggelengkan kepalanya.
"Rumor doang," Jawab Rico bohong lalu duduk di kursinya.
"Sya pr hari ini mau dikerjain bareng kita gak? Nanti sore kita kumpul di mana gitu?" Ucap Dara ke Ersya yang mengangguk dan tersenyum.
"Boleh, emang mau dimana? Dan siapa aja?" Tanya Ersya balik ke Dara.
"Ya bareng gue, Eby, Evel, Saras, Mia, juga. kalau tempat sih belum tau juga gue," Jawab Dara dan nampak Saras pura pura batuk dan menunjukan sebuah foto.
"Di mcd lagi ada promo tuh kenapa gk ke sana aja?" Tawar Saras ke Dara yang tersenyum dan mengangguk lalu menatap Ersya.
"16.00 ok?" Ucap Dara ke Ersya yang mengangguk dan tersenyum menyetujui tawaran Dara.
"Kita juga boleh dong ikut?" Ucap Alfin ke Dara yang menatapnya tajam lalu menggelengkan kepala.
"Gak terima cowok," Jawab Dara singkat, padat, dan jelas ke Alfin.
"Yaelah Niel, kalah di game itu udah biasa kali, gak usah dimasukin ke dalam hati," Jawab Edwin ke Daniel yang masih geram. Namun, tidak mau memberitahukannya ke mereka.
Sepulang sekolah nampak Jefri bertemu kembali dengan Rico yang menatapnya tajam.
"Gue cuman mau ngasih info kalau Laura tiap sore selalu berolahraga di udayana," Ucap Jefri ke Rico lalu berjalan pergi meninggalkannya.
"Apa tujuan lu ngasih tau hal ini ke gue?" Tanya balik Rico ke Jefri yang terdiam. Namun, tidak berbalik.
"Gak ada, gue cuman mau persaingan kita fair," Jawab Jefri yang berjalan pergi.
***********
Sore harinya di udayana, benar saja Laura ternyata sedang berolahraga dan Rico yang melihat hal itu segera berlari di sampingnya.
”Kenapa lu masih ngikutin gue?" Tanya Laura ke Rico yang melirik Laura dan kembali fokus berlari.
"Siapa yang ngikutin? Gue aja gak tau lu disini," Jawab Rico enteng sementara Laura hanya tersenyum dan berhenti membuat Rico kaget dan ikut berhenti.
"Lu ini keras kepala apa emang gak ngerti situasinya? Gue gak mau lu kenapa-napa," Ucap Laura ke Rico yang meliriknya dengan ekspresi datar.
"Jadi lu lebih percaya sama rumor itu?" Tanya Rico ke Laura yang terdiam lalu menggelengkan kepalanya dan berlari lagi meninggalkan Rico.
"Mantap, kita lebih cepat jawab ya sekarang karena tambahan bantuan dari Ersya," Ucap Dara ke Ersya yang tersenyum tersanjung.
"Gk kok, kalau gak karena bantuan Eby sama Evel juga pasti lebih lama kita jawabnya," Jawab Ersya merendah padahal dalam hatinya Ia terus memuji dirinya.
"Ersya terlalu ngerendah nih," Jawab Evel ke Ersya yang tertawa dan mereka saling bertukar jokes dan tertawa bareng. Namun, tiba-tiba suasana di ruangan itu mulai berbeda.
__ADS_1
"Ukh," Laura nampak terdiam dan memegang kepalanya dan hampir terjatuh jika Rico tidak menangkapnya.
"Sudah dimulai," Ucap Jefri yang ternyata sudah mengawasi Rico dan Laura sejak tadi.
"Loh? Riconya mana?," Tanya Tasya ke Edwin dan Ditha yang baru tiba di depan sekolah.
"Bukannya biasanya kalian barengan terus?" Tanya Edwin ke Tasya dan nampak sebuah tawa mengejutkan mereka bertiga dan sesosok pria yang sangat dikenal oleh Tasya perlahan berjalan mendekati mereka.
"Prabu Asmoro Bangun!" Ucap Tasya ke Prabu yang berjalan cepat mendekati mereka bertiga. Namun, tiba-tiba sesosok wanita seram dengan menggunakan kebaya muncul dibelakang mereka dan mencekik Ditha yang terkejut sekaligus ketakutan dengan wujud makhluk itu yang tertawa keras hingga membuat Edwin gemetar akan tetapi, Ia menguatkan dirinya dan berlari mencoba menyelamatkan Ditha.
Namun, disaat makhluk itu mengarahkan pandangannya ke Edwin tiba-tiba tubuhnya terhenti dan membuat hantu kebaya itu tersenyum.
"Dia adalah abdi pertama Banaspati Dewi Krasih," Ucap Prabu Asmoro Bangun yang membuat Tasya geram dan menunjuk Prabu dengan telunjuk tangan kanannya.
"Sihir serangan tali api!" Ucap Tasya yang dihancurkan dengan mudah oleh angin yang dipadatkan beberapa meter di depan Prabu Asmoro Bangun.
"Sekarang para abdi ditubuh Laura akan memulai aksinya," Ucap Prabu asmoro bangun ke Tasya yang mengeluarkan mata kalungnya yang berubah menjadi pedang dan langsung Ia gunakan untuk menyerang Prabu Asmoro Bangun yang menangkisnya dengan mudah.
"Makan mereka!" Perintah Prabu Asmoro Bangun ke Dewi Krasih yang mencekik Ditha dan mulai menghisap jiwa gadis itu. Namun, sebuah batu mengarah ke kepala makhluk itu yang menatap Edwin yang memasang kuda-kuda bersiap menyerang makhluk itu yang melepaskan Ditha dan langsung melayang cepat menuju Edwin yang langsung menendangnya.
Namun, tidak mengenainya yang langsung mencekik Edwin dan langsung menghisap jiwanya.
"Edwin!" Panik Tasya. Namun, Prabu makin mempercepat tempo serangannya yang membuat gadis itu makin kewalahan.
***********
"Muncul juga lu," Ucap Rico ke Jengki yang muncul dan langsung menyerang Rico dengan ekornya.
Namun, sebuah pukulan api mengenai perut makhluk itu yang langsung terlempar kebelakang.
"Jefri?!" Kaget Rico ke Jefri yang tangan kanannya ditutupi oleh sesuatu.
"Jagain aja tuh cewek, biar gue yang tangani kedua makhluk ini," Ucap Jefri yang melirik sekitar dan langsung mengeluarkan hembusan api dari tangannya ke sebuah pohon dan terlihat sesuatu yang melompat jauh dan mendarat di belakang Jengki.
"Sial, dia mengetahui keberadaanku," Ucap Yaca gusar dan nampak Jefri berjalan menuju kedua abdi iblis itu dengan senyuman sombong.
Sementara di tempat Ersya nampak tiba-tiba semua orang pingsan kecuali dirinya dan terlihat seorang makhluk berwujud manusia berkepala lalat muncul dan mencari seseorang.
"Kemana perginya gadis yang tadi pagi gagal kucelakai ya?" ucap makhluk itu yang berjalan mencari korbannya.
Namun, pandangannya teralihkan oleh sosok Ersya yang terlihat tidak pingsan karena adanya makhluk itu.
"Ternyata ada gadis menarik lainnya ya," Ucap makhluk itu yang berjalan menuju Ersya yang tersenyum.
Tapi, tanpa terduga sebuah tembakan mengenai tubuh makhluk itu yang mundur dan memegang tubuhnya yang terkena tembakan.
"Peluru suci?!" Kaget makhluk itu yang terkejut dengan apa yang mengenainya sebuah peluru yang hilang selama ini mengenai tubuhnya, sementara seorang pria berjalan perlahan melihat situasi sekitarnya.
"Baru saja aku datang kesini sudah ada keributan," Gumam pria itu yang disusul kedatangan Pria lain yang berhenti di sampingnya.
"Lu baru aja balik, kenapa gak serahin aja ke gue," Ucap Pria lainnya yang ternyata adalah Dandi.
"Kalau cuma lu doang, paling kasusnya sama kek kemarin," Jawab Tsabina yang berada di belakang mereka dan mulai melihat sekeliling.
"Serahkan ini ke gue dan Al, lu lanjut aja belanja di bawah," Ucap Dandi yang dibalas tawa oleh Tsabina.
Kembali ke sekolah tiba-tiba tangan Edwin bercahaya dan sebuah rantai api keluar dan mengikat Dewi Krasih yang terkejut bersamaan dengan bola api yang menabrak tubuh makhluk itu yang juga orang Asmoro Bangun dan berhenti di tengah tengah mereka.
"Pendekar angkasa Bintang... Telah tiba," Ucap Bintang yang datang dan menatap Prabu Asmoro Bangun serta dewi Krasih lalu akhirnya memasang kuda-kuda.
"akhirnya udah gue temukan," Gumam Daniel yang mengintai Bintang dari jauh namun ia masih belum bergerak melainkan hanya memegang katananya karena melihat adanya Edwin, Tasya, serta Ditha disana
__ADS_1
"Sial, gue gak bisa muncul sekarang, bisa bisa masalahnya makin rumit kalau gue muncul sekarang," Gumam Daniel sembari menyaksikan dari balik tembok
TO BE CONTINUED