Dark Walker

Dark Walker
episode 22


__ADS_3

DARK WALKER


Episode 22


"Kita buktikan saja sekarang Reno," Ucap Rico yang membuat Reno tertawa lalu berlari seraya menyeret tongkatnya, hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan. namun, Rico hanya tersenyum dan menurunkan pedangnya.


"Mati kau Rico!!!"


"Kalahkan dia Rico!!!" Teriak Reno, Tasya, dan Jefri nyaris bersamaan dan terlihat Reno makin dekat dengan Rico yang menghembuskan nafas panjang lalu sedetik kemudian tubuh Reno tertebas di perut dan anehnya bangunan tempat mereka bertarung ikut terpotong menjadi dua.


"Mustahil..." Ucap Reno yang tidak percaya dengan apa yang terjadi.


"Game over Reno dan sesuai kata kataku tadi lu udah gue kalahin dalam 20 menit" Ucap Rico datar lalu menyarungkan pedangnya dan terlihat Reno memuntahkan darah dan jatuh tersungkur.


"Ini belum selesai!" Geram Reno namun kembali tebasan panjang yang mengiris dari pinggang kiri hingga bahu kanannya membuat Reno kembali tersungkur dan tidak mampu melawan lagi.


"Sembuhkan dia Tasya," Ucap Rico yang berjalan menjauh tanpa menoleh ke Reno yang terkejut namun ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk bangun, sedangkan Tasya sudah mengeluarkan mantra penyembuh pada Reno, disusul langkah gontai Jefri yang memaksa dirinya bangkit lalu berjalan mendekati Rico.


"Kenapa kalian melakukan hal ini?" Heran Reno pada Rico yang meliriknya tajam lalu tersenyum ke pria itu.


"Anggap aja bayaran karena sudah membantu kita dalam misi pemusnahan Kalarau," Jawab Rico singkat yang membuat Reno terdiam sementara Jefri dan Tasya cuma bisa diam melihat tindakan Rico yang tidak terduga itu namun semenit kemudian sebuah ledakan api membuat mereka terkejut dan terlihat seorang pria berjalan perlahan masuk ke dalam tempat mereka bertarung.


"Kali ini tidak ada ampun, kau akan kami tangkap Tasya," Ucap Rizky yang mencabut pedangnya dan menatap mereka tajam.


"Gak akan gue biarin!" Teriak Jefri yang memaksa menyerang dengan serangan apinya, walau dihindari dengan mudah oleh pria itu yang langsung menghantam perut pria itu dengan pegangan pedangnya hingga membuat Jefri mundur namun dengan cepat Rizky menempelkan telapak tangannya kembali pada perut Jefri.


"Sihir serangan bola api pemusnah!" Ucap Rizky yang melempar Jefri dengan bola api yang menyeretnya hingga menabrak dinding dan menghasilkan ledakan besar tanpa memberi kesempatan Rico segera menebas Rizky yang dengan mudah menangkis serangan itu lalu menendangnya walau dengan mudah dihindari oleh pria itu.


"Tebasan cahaya vertikal!"


"Tebasan api phoenix!" kedua serangan itu saling beradu dan menghasilkan ledakan yang besar dan menghasilkan asap.


"Kekuatanmu tidak ada apa apanya dibanding denganku, jadi menyerahlah dan jangan ganggu misiku menangkap Tasya!" Ancam Rizky ke Rico yang menancapkan pedangnya dan berdiri menatap pria itu tajam.


"Gue gak bakal biarin Tasya tertangkap, gue bakal lindungin dia apapun yang terjadi! Jadi jangan harap orang kaya lu bisa sepuasnya ngerebut Tasya!!!" Jawab Rico sembari menodongkan pedangnya ke Rizky yang tersenyum licik dan berjalan perlahan mendekat.


"Sial!" Geram Rico yang menatap tajam Rizky sementara Reno secara mengejutkan berdiri dan menepuk pundak Rico.


"Bawa Jefri dan Tasya pergi dari sini, biar aku yang hadapin dia," Bisik Reno yang berjalan kedepan mereka dan menatap tajam Rizky.


"Kita pergi dari sini!" Kata Rico yang menarik tangan Tasya.


"Gak akan ku biarkan!" Teriak Rizky namun sebuah angin membentuk dinding menghadang Rizky dan perlahan dingin angin tersebut meluas membentuk kubah.


"Reno? Kenapa lu sampai lakuin hal ini?" Heran Tasya ke Reno yang berdiri gagah menatap Rizky yang geram melihat mereka yang bersiap pergi.


"Jangan geer aku hanya tidak mau memiliki hutang budi dengan kalian!" Jawab Reno ke Tasya.


"Tapi tindakan lu bisa membahayakan..." Ucap Tasya ke Reno yang menatap dengan tatapan jahat.


"Pergi! Sebelum aku berubah pikiran!" Jawab Reno ke Rico yang mengangguk lalu berlari menuju Jefri dan menggendongnya keluar dari sana.


"Benar kata mereka, tindakanmu sudah keterlaluan," Ucap Rizky yang menatap Reno tajam sementara pria itu hanya tertawa sembari memasang topeng Prabu asmoro bangunnya


"Sihir angin kubah kematian, kubah ini akan hancur jika salah satu dari kita mati," Ucap Reno seraya mengeluarkan tongkatnya.

__ADS_1


"Menarik, kalau begitu akan kutunjukkan padamu kematian yang sebenarnya," Ucap Rizky yang mengeluarkan aura apinya.


********


Kembali ke tempat Edwin cs nampak Daniel terkapar kelelahan melihat Edwin dan Julian yang mendekatinya.


"Ternyata gue masih lemah... Brengsek!!!" Teriak Daniel kesal meratapi kekalahannya sementara Edwin hanya menatapnya datar.


"Percuma aja lu punya kekuatan yang besar, kalau ujung ujungnya itu buat diri lu buta akan orang orang yang selama ini mendukung lu," Ucap Edwin yang mengulurkan tangannya ke Daniel.


"Kalau yang lu cari adalah kekuatan untuk merusak pertemanan dan semuanya gue adalah orang pertama yang berdiri ngelawan lu, tapi jika kekuatan yang lu cari adalah kekuatan untuk untuk melindungi semuanya maka gue adalah orang yang pertama membantu lu sekarang lu bisa pilih jalan yang bakal lu ambil untuk menjadi kuat," Ucap Edwin yang mengulurkan tangannya ke Daniel yang terdiam menatap pria itu lalu tersenyum.


"Bacot lu win," Jawab Daniel yang menjabat tangan pria itu lalu berdiri sementara Sekartaji dibantu berdiri oleh Sabdoh Palon lalu mereka segera menghilang dari sana.


"Sekarang gimana?" Tanya Tsabina ke mereka bertiga.


"Gue bakal bawa korban korban Sekartaji ke rumah sakit, kalian segera bantu Rico dan Jefri, lokasinya ada di sini," Jawab Ade ke Tsabina yang menerima kertas itu lalu mengangguk ke pria itu.


"Gue pergi aja, dan gue bakal jelasin ke Rico tentang semuanya besok," Kata Daniel ke Edwin yang mengangguk dan menatap pria itu yang nampak berjalan pergi meninggalkan mereka.


"Terimakasih atas bantuannya," Tissa berterima kasih kepada Julian dan Ade yang tersenyum dan memegang kepala adiknya.


"Jaga diri lu baek baek, suka banget buat gue cemas," Omel Julian ke Tissa yang menatapnya datar lalu menepis tangannya.


"Udah deh kak, gue udah 17 tahun, jadi gak perlu cemas cemas berlebihan kaya gitu, adekmu ini udah gede," Jawab Tissa yang membuat Julian tersenyum dan berbalik.


"Ya wajar dong, kan lu satu satunya keluarga gue yang tersisa," Jawab Julian sembari berjalan meninggalkan Tissa dan Tsabina yang tersenyum pada pria itu.


"Gue gak yakin dia pergi dari sini," gumam Tsabina ke Tissa yang menggelengkan kepala lalu tersenyum ke gadis itu.


*********


"Bersiaplah!" Teriak Reno yang menyerang dengan tongkatnya dari berbagai sisi namun dengan mudahnya dihindari dan ditangkis oleh Rizky.


"Sihir serangan bola api!"


"Pukulan angin!" Kedua serang tersebut saling beradu namun serang Rizky lebih kuat hingga melemparnya dan menabrak kubah tadi hingga menciptakan ledakan api namun kubah itu tidak hancur.


"Sihir tingkat tinggi memang tidak bisa diremehkan," Gumam Rizky sembari menghindari tongkat tongkat Reno yang muncul tiba tiba dibelakang pria itu dan langsung menghantam dengan tongkatnya namun dapat ditangkis dengan mudah dan diakhiri dengan tendangan yang melempar Rizky.


"Tidak mungkin, aku lebih lemah dari si brengsek ini," Geram Reno dan nampak gambaran masa lalunya saat bertemu dengan Bapang dan direkrut olehnya.


Awalnya Reno hanya pria sma biasa namun akhirnya ia bertemu dengan seorang gadis cantik, seorang model yang terpilih menjadi dedare mataram dibutakan oleh cinta, Reno akhirnya mencari jalan pintas untuk mendapatkan hati gadis yang ia puja dan akhirnya bertemu dengan pria tua yang menawarkan jalan iblis dengan menjual jiwanya pada iblis molokh, dan memang cinta itu buta akhirnya Reno menerima tawaran sang iblis dan akhirnya keesokan harinya gadis itu pun jatuh cinta pada Reno dan merekapun jadian.


"Akhirnya hidupku berjalan dengan indah seperti yang kuharapkan," Ucap Reno yang nampak makan malam bersama gadis yang ia cinta namun keanehan terjadi wajah gadis iti setiap saat berubah menjadi menyeramkan.


Awalnya hal itu biasa dan mungkin hanya halusinasi baginya namun perlahan Reno menyadari bermain main dengan iblis hanya dapat merugikan dirinya sendiri.


Perlahan keluarganya meninggal secara tidak wajar, hartanya menghilang dan akhirnya gadis yang ia cinta menjadi gila dan mati gantung diri ditengah tengah keputusaasaan Bapang akhirnya muncul dan memberikan cahaya semu pada pria itu merekrutnya untuk bergabung dalam kliwon 8 dan mengabdi pada iblis molokh.


"Kenapa kau memilih topeng prabu asmoro bangun?" Tanya Bapang pada Reno yang tersenyum dan menatap Bapang.


"Karena kisah cintanya cukup menarik sama denganku menjual semua keluarga bahkan hartaku hanya untuk mendapatkan gadis yang kucinta, dan mungkin dengan menjadi dirinya aku akan menemukan dewi sekartaji untuk diriku sendiri," Jawab Reno ke Bapang yang tertawa mendengar hal itu


"Dan akhirnya aku menemukan dewi sekartajiku sendiri," gumam Reno seraya mengingat Tasya yang tersenyum padanya namun dibutakan oleh kecemburuan pada Rico serta Jefri membuatnya melakukan tindakan itu

__ADS_1


"Setidaknya aku dapat melihatnya hidup bahagia walau bukan denganku," Gumam Reno yang berteriak dan langsung menyerah Rizky secara membabi buta namun hal itu tidak berarti apa - apa pada pria itu


"Tarian elang jawa!"


"Tarian phoenix!" kedua serangan itu saling beradu namun lebih kuat Rizky yang berhasil melukai tubuh Reno


"Dengan kekuatan selemah itu berani juga kau menantangku," Ucap Rizky yang berjalan mendekati Reno yang tertunduk sembari menatap pria itu dan nampak pedangnya telah diayunkan kearah Reno namun menghantam sesuatu


"Dinding angin!" Teriak Reno dan nampak Rizky terhempas karena tekanan angin yang kuat tadi


"Kau tidak akan bisa membanggakan kekuatanmu lagi possessed!" Teriak Reno dan tiba tiba tubuhnya membesar dan tubuh serta tongkatnya diselimuti angin membentuk otot otot yang besar serta tongkatnya membentuk tombak


"Kemampuan rendahan seperti itu bisa bisanya kau bangga..," Belum selesai ia bicara Reno sudah muncul dan menghantam Rizky dari belakang walau dengan mudahnya ia tahan dengan pedang yang mengeluarkan api dan bersiap membakar Reno namun percuma saja Reno lebih dulu menjadi angin


"Percuma saja, aku adalah angin yang berada diseluruh kubah ini jadi kau tidak akan bisa melukaiku! Riwayatmu berakhir dark walker!!!" Teriak Reno yang membentuk tangan raksasa diatas tubuh Rizky yang tersenyum dan menggores tanah didekatnya mengelilinginya membentuk lingkaran yang perlahan mengeluarkan tornado api yang membakar tangan angin raksasa itu


"Phoenix tornado," Ucap Rizky dan saat tornado api itu menghilang terlihat Reno berdiri dihadapannya


"Serangan tapak angin!!!" Puluhan tapak anvin menyerang Rizky yang tidak sempat menghindar hingga terhempas ke sudut kubah angin itu


"Tidak akan kubiarkan kau lari! Tarian elang jawa! Serangan puyuh!" Kedua serangan itu mengarah ke Rizky yang berada di sudut kubah angin itu


"Serangan akhir sambaran elang jawa!!!" Serangan akhir Reno menghasilkan angin puyuh yang cukup besar dan akhirnya membuat tubuh Reno kembali ke wujud semula dan terduduk sembari memuntahkan darah


"Selesai," Ucap Reno yang tersenyum dan mengingat kembali Tasya, Rico, serta Jefri


"Kuharap mereka sudah cukup jauh dari tempat ini," Gumam Reno sbari tersenyum dan menatap nanar sekitar namun keanehan terjadi kubah angin itu tidak menghilang dan belum selesai keheranannya pada sesuatu yang terjadi sebuah pedang mengiris pipinya dari belakang


"Serangan itu bahkan cuma menggores bajuku saja," Ucap Rizky sembari menatap Reno yang terkejut dan langsung mengeluarkan serangan anginnya num dengan cepat Rizky memotong tangan kirinya hingga membuat Reno Berteriak kesakitan


"Kau sudah kalah prabu asmoro bangun," Ucap Rizky yang menatap Reno tajam sementara diluar akhirnya Jefri, Tasya, dan Rico bertemu dengan Tissa dan yang lainnya


"Kalian tidak apa?" Heran Rico yang melihat Edwin dan Julian babak belur sementara Tissa dan Tsabina hanya memar


"Kami baik baik saja, apa yang terjadi sama kak Jefri?!" Panik Tissa ke Rico yang menggelengkan kepalanya


"Ia baik baik saja, kita harus segera ke basecamp, sebelum Rizky mengejar kita lagi," Ucap Rico ke yang lainnya


"Rizky?! Kalau begitu kita harus cepat," Kata Tsabina pada teman temannya yang berlari pergi


Kembali ke tempat Rizky nampak Reno yang tanganmu terpotong masih mencoba melawan dengan memaksa wujud terkuatnya tadi namun sebuah tebasan di perutnya membuat Reno bungkam dan memuntahkan darah


"Ini tidak mungkin," Ucap Reno yang akan menyerang Rizky dengan pukulan anginnya yang dengan mudah dihindari dan dibalas pukulan dengan telapak tangannya ke dada Reno


"Sihir serangan bola api!" Serangan bola api Rizky melempar Reno ke sudut kubah itu


"Sudah berakhir, matikan sihir ini," Ucap Rizky yang dibalas tawa oleh Reno yang merangkak mendekati Rizky yang menghilang dan muncul dibelakang Rizky lalu sebuah tebasan mengenai kedua bahunya


"Matikan atau kau yang akan kubuat mati," Rizky nampak memberikan peringatan terakhir pad Reno yang berbalik dan bersiap menyerang namun akhirnya pedang Reno menancap di dadanya


"Aku sudah memperingatkanmu," Ucap Rizky yang membuat Reno memuntahkan darah dan tumbang lalu menatap langit kubah anginnya


"Semoga kau selalu bahagia Tasya, aku mencintaimu," Gumamnya sebelum akhirnya menutup mata dan tidak bernafas lagi dan akhirnya kubah angin itu perlahan menghilang memberi akses bagi Rizky untuk keluar


"Aku Dark walker Rizky melaporkan Tasya berhasil lolos, namun aku berhasil membunuh sang Kliwon 8 Prabu asmoro bangun,"

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2