Dark Walker

Dark Walker
Episode 29


__ADS_3

Beberapa menit sebelum datangnya Rico cs nampak Ersya sedang naik keatas dan bertemu dengan Karna


"Sekartaji? Kau tidak diperbolehkan untuk naik keatas," Larang Karna ke Ersya yang menatap pria itu tajam


"Gue udah lakuin apa yang dilakuin oleh Bapang! Dan gue minta dia buat kabulin permintaan gue sekarang!" Ucap Ersya ke Karna yang menghalangi gadis itu


"Kanda Bapang sedang sibuk alangkah lebih baik anda kembali dan membahas itu nanti, dan harusnya kau lebih sopan terhadap Beliau," Ucap Karna ke Ersya yang memukul dinding disamping mereka


"Gak bisa! Mau sampai kapan Bapang mendustai janjinya ke gue!," Amarah Ersya mulai memuncak namun Karna tidak bergeming dan menatap gadis itu datar di balik topengnya


"Perintah adalah perintah," Ucap Karna singkat yang membuat Ersya emosi dan akan memukulnya namun Bapang secara mengeluarkan muncul dibelakang Karna dan membuatnya berbalik lalu menunduk memberi salam tapi tidak dengan Ersya


"Ada apa Sekartaji?" Tanya Bapang ke Ersya yang berjalan mendekati Bapak yang mempersilahkannya naik dan duduk di sofa ruangan atas tadi


"Gue udah bawa orang orang dengan energi batin yang lumayan tinggi kesini, gue juga udah laksanakan semua rencana yang lu berikan ke gue dan hari ini gue minta permohonan gue dikabulkan!" Ucap Ersya ke Bapang yang tersenyum dan menatap gadis itu


"Aku akan mengabulkan permintaanmu tapi aku ingin memberimu satu tugas terakhir," Ucap Bapang yang membuat Ersya geram dan berjalan mendekati ketua Kliwon 8 yang duduk dengan santainya menatap Ersya yang emosinya sudah tersulut itu


"Gue udah muak ya... Sama semua omong kosong lu itu! Gue cuma minta...!" Belum selesai Ersya bicara secara tiba tiba - tiba Bapang bangkit dan memegang kepala gadis itu dan sebuah ingatan mulai terlihat


Sebuah gambaran Ersya kecil bersama keluarganya dan saat - saat ibunya menyisir rambut dan perlahan semuanya pecah berganti dengan kematian seluruh anggota keluarganya tepat dihadapannya terbunuh oleh seorang raja dan ratu serta saat kakaknya terbunuh oleh sepasang pangeran kembar


"Kak Larissa!" Ucapnya yang terduduk melihat pemandangan itu saat dimana Larissa terbunuh dengan tusukan dan lubang di dadanya disaat itulah Bapang berdiri dibelakang Ersya


"Kau adalah anak dari keturunan bangsawan yang luar biasa namun keberuntungan sama sekali tidak berpihak pada kalian," Ucap Bapang yang menangis melihat kenyataan yang baru ia ketahui


"18 tahun! 18 tahun gue ditelantarkan oleh mereka tanpa tau bahwa ternyata mereka terbunuh oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab!" Ucapnya sembari menatap pemandangan menyedihkan itu dan terlihat 2 pria yang berdiri diantara banyak orang yang mengelilingi mendiang kakaknya ya dia adalah Julian dan pria yang terlihat mirip dengan Rico


"Jadi ini permintaan yang kau minta bukan? Kenyataan tentang mengapa keluargamu meninggalkan dirimu, Aurelia darkness," Ucap Bapang dengan seringai dibalik topengnya yang membuat Ersya menyeka air matanya lalu menatap tajam ke depan dengan emosi yang benar benar tersulut


"Apa tugas terakhir gue?" Tanya Ersya ke Bapang yang berbalik dan perlahan terlihat pemandangan sekitar berubah menjadi normal


"Bunuh Rico dan yang lainnya," Ucap Bapang yang membuat Ersya berdiri lalu berbalik dan menatap Karna yang tanpa ekspresi


"Kupastikan kepala mereka semua akan ada dihadapan anda tuan Bapang," Ucap Ersya memberi hormat ke Bapang lalu pergi sembari memasang topeng Sekartaji dan turun menuju tempatnya meninggalkan Karna dan Bapang yang saling bertatapan


"Apa yang kau lakukan padanya?" Tanya Karna pada Bapang yang berjalan meninggalkan tempat itu


"Tentu saja menunjukan kebenaran versiku," Ucap Bapang ke Karna yang berbalik dan akan pergi


"Pastikan misimu berhasil, sama halnya denganmu Ken arok," Pesan Bapang pada Karna dan Ken Arok yang baru tiba dan menunduk memberi hormat


**************

__ADS_1


"Ersya, kami datang buat nyelametin lu," Ucap Julian dengan mantap dibalas anggukan oleh Tasya dan Tissa


"Dark gravity!" Teriak Ersya dan secara mengejutkan sebuah simbol kegelapan muncul di atas tubuh mereka dan memberikan mereka tekanan gravitasi yang kuat pada mereka.


"Tidak perlu banyak bicara lagi dan matilah kalian bertiga!" Ucap Ersya yang menguatkan tekanan gravitasinya hingga membuat tanah disana retak sementara dengan sekuat tenaga Tissa mengarahkan cincinnya ke depan


"Sakunta!!!" Teriak Tissa dan cincin tersebut mengeluarkan cahaya dan terlihat Sakunta muncul dengan hoodie hitam dan celana jeansnya berlari menuju Ersya yang melempar topeng Sekartaji miliknya lalu memasang kuda kuda dan menendang Sakunta yang menahan serangan itu


"Kalian semua tidak akan bisa menang melawan gue! Aurelia darkness!" Ucap Ersya dan nampak mata kirinya bercahaya dan membuat mereka bertiga terkejut


"Apa yang terjadi?!" Kaget Rico yang menatap Ersya yang matanya berubah


"Mata raja?! Itu adalah kemampuan mata langka yang hanya orang orang tertentu yang bisa mengaktifkannya," Ucap Tissa menjelaskan sementara Sakunta terus menyerang Ersya yang terus menangkis serangan demi serangan Sakunta


"Low gravity!" Ucap Ersya dan tiba tiba tubuh Sakunta melayang hingga tidak bisa ia kendalikan dan akhirnya terkena tendangan Ersya


"Kekuatan gravitasinya melemah!" Ucap Tasya yang menyadari hal itu lalu memaksa dirinya berlari disusul Rico dan Tissa yang mendekati Ersya yang tersenyum lalu tanpa ampun menendang Tissa yang dapat menangkisnya dan saat Rico dan Tasya akan menyerang dengan pedang mereka


"Cherry blossom!" Teriak Ersya dan tiba tiba ratusan bunga sakura bergerak menangkis serangan mereka berdua lalu melempar Rico dan Tasya kebelakang lalu tanpa ampun Ersya menggerakan bunga bunga itu menyerang Rico dan Tasya yang terus menangkis semua serangan itu


"Tebasan cahaya vertikal!" Teriak Rico yang mengeluarkan tebasan cahaya yang menghancurkan formasi bunga sakura tadi namun dengan cepat ia menyatu kembali dan terlihat Ersya mengambil sebuah tongkat dan tersenyum ke Rico serah mengayunkan tongkat itu secara vertikal


"Tebasan vertikal!" Teriak Ersya yang mengarahkan serangan bunga sakura berpola vertikal kearah Rico yang tidak sempat menghindar dan telak terkena serangan itu


"Itu untuk mendiang Kakak gue," Ucap Ersya seraya menatap Tasya dan Tissa yang menahan serangan itu dengan batu khalikmaya milik Tissa yang berbalik menyerangnya namun diarahkan ke atas oleh Ersya yang berjalan dengan menyeret tongkat besi yang ia pegang sedari tadi dan langsung ia gunakan untuk menyerang Tasya yang terus menahan serangan Ersya


"Ersya?! Apa yang Bapang lakuin ke lu sampai jadi gini?" Ucap Tasya yang membuat Ersya tertawa lalu menendangnya serah mengarahkan Tangan kanannya ke Tissa yang bersiap dengan batu - batunya


"Black petunia!" Ucap Ersya dan terlihat di kedua sisi tubuhnya tumbuh bunga terompet hitam raksasa yang mengeluarkan sebuah energi hitam yang menyerang Tissa yang berteriak kesakitan dan nampak Ersya mengangkat tangannya dan matanya menyala


"Black swan curse! Sleeping beauty!" Teriak Ersya dan nampak energi hitam berbentuk angsa hitam yang terbang menyerang Tissa yang melempar beberapa batu yang mengeluarkan energi angin yang besar dan mendorong Tissa menjauh dari sana dan nampak serangan Ersya meledak dan saling menghancurkan


"Ersya!!!" Teriak Tasya yang mendapat tendangan oleh Ersya yang menatap gadis itu tajam


"Bapang menunjukan ke gue sebuah kebenaran! Maka dari itu gue bakal membalaskan kebaikannya sekaligus kebaikan bagi gue dengan membalaskan kematian keluarga gue! Gue Aurelia darkness keturunan Darkness terakhir akan mengakhiri nasib buruk keluarga gue!!! Cherry blossom tears of despair!" Ucap Ersya penuh kepercayaan diri dan dari langit bunga bunga sakura mulai berjatuhan dan membuat Tasya mencoba menahannya namun bunga sakura itu benar benar setajam silet dan melukai tubuh Tasya sebelum sebuah sinar putih melompat keatas Tasya dan melindungi gadis itu dari hujan bunga sakura yang menangis di tubuh pria dibalik sinar itu


"Rico!!!" Ucap Tasya ke Rico yang tersenyum dengan darah mengalir di tubuh bagian belakangnya


**********


Beberapa menit sebelumnya di lokasi pertarungannya Karna melawan Edwin, Daniel, serta Julian


"Ersya akan segera mati," Ucap Karna di sela pertarungannya melawan Edwin, Julian, Serta Daniel

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya Edwin yang menyerang dari segala arah dengan rantai apinya yang dengan mudah dihindari oleh Karna yang menarik anak panahnya dan memanah Edwin yang menancap di pundak kanannya


"Uakh!" Teriak Edwin dan nampak Daniel menyerang dari sisi kiri dengan katana miliknya yang ditangkis oleh anak panah Karna dan langsung ia gunakan untuk memanah Daniel yang berhasil menghindar lalu menendangnya walau kembali ditahan oleh Karna


"Panah garuda!" Ucap Karna dan nampak panah tadi berubah menjadi burung garuda yang berbalik dan melesat menyerang Daniel yang menangkisnya dengan mudah


"Bapang sudah merencanakan jika Ersya mengetahui identitasnya yang sebenarnya maka ia akan menerima konsekuensi untuk dibunuh," Ucap Karna yang diserang oleh dinding es yang nyaris mengenainya jika tidak menghindar namun dari balik dinding es itu nampak Daniel melompat dan menebas Karna yang kembali menangkisnya dengan anak panah miliknya dan dengan cepat Karna menunduk dan menancapkan busurnya ke perut Daniel


"Apa?!" Kaget Daniel dan saat Julian akan membantu dengan cepat Karna melempar anak panahnya yang menancap di pinggang kiri Julian yang terkejut dan menahan sakit lalu terduduk


"Kemampuan mu kuambil," Ucap Karna seraya menarik tali busurnya dan tiba tiba energi listrik terserap ke busur tadi dan saat ia lepas energi listrik melempar Daniel ke bawah dan nyaris menabrak Edwin


"Kau sedari tadi menyebut - nyebut Ersya seolah kau sangat mengenalnya, tapi apa kau tau bahwa kalian sudah membunuh kakak Ersya serta seluruh keluarganya?" Tanya Karna pada Julian yang terdiam sembari mencabut anak panahnya dan menatap Karna dengan ekspresi bingung


"Apa maksudmu?" Tanya Julian pada Karna yang berjalan mendekati pria itu dan menoleh nafasnya pelan


"Bukannya kau yang membunuh kakak dari gadis itu? Nama aslinya adalah Aurelia darkness, anak dari bangsawan bermarga darkness yang seluruh keluarganya telah musnah," Ucap Karna yang membuat Julian terkejut dan menatap pria bertopeng yang langsung menendangnya ke sisi yang berjauhan dari Edwin dan Daniel lalu benar saja puluhan rantai menyerangnya kembali dari bawah tanah dan membuat Karna melompat dan mencabut anak panah lalu memang ke tengah - tengah rantai api yang mengejarnya


"Panah Taksaka!" Ucap Karna dan terlihat dari panah itu muncul ular raksasa yang menggigit rantai api milik Edwin


"Apa maksudmu?!" Tanya Julian ke Karna yang meliriknya dan memberi kode bagi pria itu untuk segera pergi dari sana


"Aurelia darkness ternyata lu orang yang dicari oleh Toni selama 5 tahun itu," Ucap Julian yang berlari sembari menahan sakit di pinggangnya


*********


Kembali di tempat Ersya nampak ia berjalan penuh kemenangan mendekati Rico yang sudah tidak berdaya dengan luka berat di belakang tubuhnya dan Tasya yang langsung menodongkan pedangnya mencoba melindungi Rico


"Cherry blossom first judgment!" Ucap Ersya dan nampak ratusan bunga sakura itu membentuk pedang yang besar dan tajam yang diarahkan ke Rico dan Tasya namun beruntung Sakunta terbang dan menyelamatkan mereka berdua dan Tissa segera melempar beberapa batu kearah gadis itu yang menghela nafas dan secara mengejutkan batu itu dihancurkan oleh sosok putri bertopeng yang menyerang dengan selendangnya


"Bereskan dia Sekartaji," Ucap Ersya pada sosok transparan bertopeng Sekartaji yang langsung menyerah Tissa yang terhenyak dan menghindari serangan makhluk itu namun percuma saja pukulan Sekartaji melempar Tissa ke arah Tasya dan Rico yang langsung ditangkap oleh Tissa


"Waktunya mengakhiri ini!" Ucap Ersya yang kembali membentuk bunga bunga sakuranya menjadi pedang dan langsung ia arahkan ke Tasya dan Tissa namun Rico segera berdiri di depan dan mencoba melindungi mereka dari serangan Ersya tadi sementara Sakunta tengah sibuk melawan Sekartaji


"Rico?!" Teriak kedua gadis itu panik sementara Rico hanya berteriak putus asa sebelum


"GEFRIERZEIT!" Teriak seseorang dan tiba - tiba waktu membeku lalu nampak Julian telah berdiri didepan Rico dan yang lainnya seraya berteriak dan energi es membuat suhu udara disana makin dingin


"EISGEBRÜLL!!!" Teriak Julian yang menendang kearah serangan Ersya yang mengeluarkan badai es dan dari dalam es itu mengeluarkan angin kencang dengan hawa dingin yang besar membuat ratusan bunga sakura itu membeku dan jatuh


"Aurelia darkness akhirnya lu gue temukan," Ucap Julian yang membuat Ersya terkejut namun tetap membuatnya geram dan mengeluarkan kekuatan gravitasinya namun tiba - tiba Julian sudah berada di belakang Ersya yang langsung menjauh dan bersiaga


"Gue siap bertanggung jawab jika ini menyangkut Larissa darkness," Ucap Julian datar yang membuat Ersya terdiam mendengar hal itu

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2