Dark Walker

Dark Walker
episode 4


__ADS_3

"Kamu orang yang dicari para Dark Walker!" Kaget Pria itu yang menodong Tasya dengan pistolnya. Namun, Rico segera berdiri di depan Tasya.


"Apa apaan lu!" Marah Rico lalu menghadang Pria itu dengan pedang yang Ia pegang kuat di tangannya, sementara Pria itu hanya terdiam dan akhirnya menurunkan senjatanya.


"Yah, itu masalah mereka bukan masalahku jadi aku gak mau ikut campur," Balas Pria itu yang berjalan ke dekat mereka dan mengulurkan tangannya ke Rico dan Tasya.


"Aku Dandi," Ucap Pria itu memperkenalkan dirinya.


"Gue Rico dan dia Tasya," Balas Rico yang menjabat tangan Pria itu.


"Sepertinya saya butuh bantuan kalian buat habisin makhluk itu," Terang Pria itu ke Rico dan Tasya.


"Makhluk itu mengambil wujud Manguni, dalam mitosnya makhluk itu baik, Ia selalu memberi tanda jika ada bahaya. Namun, sepertinya saat ini Ia akan menuntun seseorang menuju bahaya dengan tanda yang Ia berikan," Jelas Dandi ke Rico dan Tasya yang nampak mendengarkan dengan seksama, sementara Dandi segera berjalan menjauh dari mereka.


"Akan kuhubungi kalian jika makhluk itu tiba," Ucap Dandi berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


*******


Keesokan harinya di sekolah nampak Rico tengah duduk diam di kursinya sembari browsing di hpnya mencari tau asal usul makhluk mitologi bernama Manguni.


"Halo guys," Sapa Dewi yang baru masuk dan duduk di kursinya sementara Tasya sudah pindah di kursi belakang Ditha dan nampak Edwin serta Daniel berebut duduk di samping Tasya sebelum akhirnya Sigit yang duduk disana karena Rafli gak masuk


"loh? pak tua gak masuk?" Tanya Rico ke Sigit yang mengangguk membenarkan sementara Edwin menghampiri Dewi yang baru duduk di kursinya.


"Wik, ada yang mau gue tanyain ke lu," Ucap Edwin ke Dewi yang menatapnya heran.


"mau tanya apa nih win?" Tanya Dewi ke Edwin yang menunjukkan gambar yang ia terima dari Ditha kemarin.


"ini gambar yang lu kirim ke Ditha kan?" Tanya Edwin ke Dewi yang memperhatikan gambar itu dan memegang kepalanya.


"gue gak pernah deh buat gambar kaya gitu," Jawab Dewi yang membuat Edwin heran dan bingung, sementara Rico juga menghampiri Bella yang tersenyum menyapanya.


"Lu sehat Bel? rumah lu gak kenapa napa kan?" Tanya Rico ke Bella yang menatapnya bingung.


"Emangnya kenapa?" Tanya Bella heran ke Rico yang bingung dengan jawaban Bella.


"Jangan - jangan Tasya," Gumam Rico yang menggelengkan kepalanya dan tersenyum ke Bella.


"Tasya jadi ke rumah lu? kemarin?" Tanya Rico ke Bella yang menggelengkan kepalanya lalu tersenyum ke Rico.


"Gak dateng, lu kok tau kalo gue ngajak Tasya ke rumah?" Tanya Balik Bella ke Rico yang tersenyum dan berjalan kembali ke tempat duduknya.


"Kemarin dia kasih tau gue," Jawab Rico singkat ke Bella yang manggut - manggut paham sementara Rico segera membuka hp nya buat browsing segala sesuatu yang berkaitan dengan Manguni sembari ia mengingat kekalahan telaknya melawan Rizky.


"Tumben banget buka hp gk buat nonton film atau main hp," Ejek Wisnu yang tersenyum dan mematikan hpnya lalu menatap Wisnu.


"Gue punya pertanyaan nih, kalau lu punya karakter ranknya rendah banget dan tiba-tiba lu ketemu sama boss yang levelnya tinggi banget, apa yang lu lakuin?" Tanya Rico ke Wisnu yang nampak diam dan berpikir.


"Ya gak mungkin lah lu bisa menang selain upgrade rank lu jadi se-level sama si boss itu, tapi setidaknya lu kasih perlawanan dengan kasih dia damage, yah hitung-hitung biar dia nilai kita bukan sekedar kacang di tengah-tengah daging gitu," Jawab Wisnu ke Rico yang nampak mengangguk paham lalu berdiri dan berjalan keluar kelas.


"Mau kemana lu?" Tanya Wisnu ke Rico yang meliriknya lalu menunjuk keluar.


"Kantin bentar," Jawab Rico yang kembali melanjutkan jalannya keluar dari kelas.


"Rico?" Tanya Tasya yang bertemu dengannya setelah berbicara dengan teman yang lain dan terlihat Rico memegang tangan gadis itu dan membawanya.


"Ikut gue sebentar," Ucap Rico ke Tasya yang berjalan mengikuti Rico menuju suatu tempat.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Tasya saat mereka berada di depan kantin namun Rico belum menjawab karena masih memesan 2 buah sari roti sandwich coklat yang Ia berikan ke Tasya.


"Gue rasa keju aja," Jawab Tasya yang dibalas anggukan oleh Rico yang menukar roti sandwich tadi dengan rasa keju dan memberikannya ke Tasya lalu mereka mencari tempat duduk yang agak jauh dari para murid yang sedang sarapan di sana.


"Tumben banget mau traktir gue.. Yah walau cuman roti ini sih," Gumam Tasya yang dibalas lirikan sinis Rico yang memakan rotinya.


"Jangan lebay dah, lu aja baru 3 hari sekolah disini," Jawab Rico yang dibalas senyum konyol Tasya sembari memakan rotinya juga.


"Yaudah ada apaan?" Tanya Tasya ke Rico yang menelan rotinya dan menatap Tasya tajam.


"Apa yang sebenernya terjadi pada lu dan Dark Walker itu?" Tanya Rico ke Tasya yang ekspresinya berubah saat mendengar pertanyaan itu.


"Kenapa lu tanya hal itu?" Tanya Tasya ke Rico yang mengangkat kedua bahunya.


"Yah, gue cuma penasaran aja, terserah sih lu mau kasih tau apa gak tapi itu bakal pengaruh ke hubungan kita buat kedepannya," Jawab Rico ke Tasya yang nampak mengerti tentang kondisi yang terjadi namun Ia masih tidak ingin Rico tau tentang apa yang terjadi sebenarnya.


"Yah, setiap orang punya masa lalu yang kelam bukan?" Ucap Tasya ke Rico yang menatap Rico lalu memegang kedua tangan Pria itu.


"Gue mencuri barang berharga punya keluarga gue yang dirampas oleh mereka, tapi gue sama sekali gk nyangka kalau hasilnya bakal begini," Jelas Tasya ke Rico yang nampak memerah karena tangannya dipegang oleh Tasya dan nampak suara seseorang mengagetkan mereka.


"Malah mesra-mesraan disini," Ejek Sigit ke Rico dan Tasya yang langsung berjauhan dan bangkit lalu kembali ke kelas.


Di tempat yang berbeda nampak Sang Manguni sudah mulai melancarkan aksinya dengan menculik pengendara motor yang melewati sebuah jembatan dengan cara terbang mengitari pengendara dan menjatuhkan bulu-bulunya hingga membuat si pengendara motor mulai kehilangan fokus dan mengikuti jalan yang diarahkan oleh Si Manguni dan menghilang.


"Sudah 5 orang yang kudapatkan hari ini," Gumam Manguni sembari bertengger di atas jembatan itu.


"Kerja bagus, terus sebar terror pada orang-orang tidak berguna itu," Kata Prabu Asmoro bangun ke Manguni yang melirik ke arah Pria itu datar dan mendarat di dekatnya.


"Tapi dengan kekuatan ini aku masih belum bisa menghadapi orang-orang sekelas Dark Walker itu," Ucap Manguni yang dibalas tawa oleh Prabu Asmoro bangun yang mengeluarkan sebuah kristal hijau yang Ia mainkan.


"Tapi ada satu syarat, tangkap 2 orang ini," Ucap Manguni yang memberikan foto Sigit dan Edwin yang diterima oleh Manguni.


"Mungkin saat ini mereka masih belum tau kekuatan mereka, tapi jika dibiarkan bakal berbahaya bagi kelangsungan rencana tuan Bapang," Gumam Prabu Asmoro bangun yang menyimpan foto itu lalu berbalik dan menghilang.


********


Sepulang sekolah nampak Sigit dan Rico tengah berjalan bersama dan mereka tengah membahas sesuatu...


"Gue ada ide nih," Kata Sigit ke Rico yang menatapnya penasaran.


"Apa nih, buat konten selanjutnya kan?" Jawab Rico yang dibalas anggukan oleh Sigit yang memasang tampang kerennya dan menunjuk Rico.


"Gimana kalau kita buat konten prediksi laga sepak bola? Mumpung besok lusa ada laga antara Indonesia lawan Malaysia?" Usul Sigit ke Rico yang berpikir lalu tersenyum dan mengangguk.


"Ide lu bagus juga, kapan kita mulai nih?" Tanya Rico ke Sigit yang berpikir sejenak dan mengangguk.


"Besok gimana?" Tanya Sigit yang dibalas anggukan setuju oleh Rico namun secara mengejutkan sesosok Humanoid berkepala burung hantu berdiri dihadapan mereka yang baru pulang sekolah dan nampak murid lain panik namun mereka langsung terjatuh pingsan kecuali Sigit dan Rico.


"Memang benar kau punya tenang batin yang besar," Ucap makhluk itu yang mengepakkan sayapnya dan mulai melayang.


"Git, hitungan tiga lu lari masuk ke dalam sekolah," Ucap Rico memperingatkan Sigit yang mengangguk, sementara makhluk itu mulai menggengam tangannya dan menatap mereka tajam.


"Satu.. Dua..," Ucap Rico dan terlihat makhluk itu berteriak sangat kencang dan Sigit langsung berlari masuk sementara Rico mengeluarkan pedangnya yang langsung Ia genggam erat dan Ia gunakan untuk menebas makhluk itu yang langsung menggengam pedang Rico dan membawanya terbang lalu melemparnya sementara makhluk itu langsung terbang mencari Sigit.


"Mau pinjem buku juga?" Tanya Saras yang bertemu dengan Tasya di perpustakaan.


"Iya nih, buat kerjain pr yang dikasih tadi," Jawab Tasya ke Saras ramah dan membuat gadis itu teringat dengan rencananya.

__ADS_1


"Nah pas nih, gimana kalau kita kerjain tugasnya bareng aja ya," Ajak Saras ke Tasya yang terdiam sejenak sambil berpikir.


"Gimana yaa," Ucap Tasya yang langsung tanganmu dipegang oleh Saras.


"Ayolah.. Plis plis plis plis," Mohon Saras ke Tasya yang mengangguk dan gadis itu kegirangan walau akhirnya mendapat peringatan dari penjaga perpustakaan.


"Lu emang sahabat terbaik gue," Ucap Saras ke Tasya yang mengangguk dan melirik ke jendela yang memperlihatkan sesosok Manguni yang terbang mengejar Sigit yang bersembunyi.


"Gue duluan ya," Kata Tasya yang pamit ke Saras yang terkejut mendengar hal itu.


"Lu mau kemana?" Tanya Saras ke Tasya yang berlari meninggalkan gadis itu menuju ke arah Manguni yang terbang kesana-kemari.


"Sihir pertahanan rantai pengikat!" Nampak sebuah rantai mengarah ke Manguni dan mengikat kakinya.


"Penggangu lagi ya..." Ucap Manguni yang menatap Tasya yang terkejut karena Ia salah sasaran.


"Oh shit, gue mau incer sayapnya tadi," Kata Tasya yang berlari menjauh dari Manguni yang menghempaskan bulu-bulunya yang tajam ke arah Tasya yang berlari namun sebuah tembakan mengenai bulu burung itu hingga terjatuh.


"Sip tepat waktu," Kata Dandi yang muncul dengan sebuah replika kaki belalang di kaki dan tangannya.


"Hopper aktif," Ucap sebuah suara yang ada di tangan Dandi.


"Keren ya, kek satria baja hitam ae," Ucap Dandi yang langsung bersiap menghadapi Manguni yang geram dan langsung mengepakkan sayapnya hingga mengeluarkan banyak bulu tajam yang mengarah ke Dandi yang melompat.


Namun, dengan bantuan kaki belalang tadi lompatannya menjadi sangat tinggi hingga membuatnya berada dekat dengan Manguni.


"Apa?!" Kaget Manguni yang telat menyadari hal itu sedang Dandi yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung menghantam makhluk itu walau dapat Ia tahan dengan tangan kirinya namun tiba-tiba kaki belalang yang terpasang di tangan kanan Dandi bergerak melontar seperti kaki yang melompat dan membuat Manguni terhempas masuk ke dalam kelas yang kosong.


"Kampret.. Keren juga nih," Ucap Dandi senang namun Ia baru menyadari bahwa Ia sudah terjatuh ke tanah dan akhirnya tidak sadarkan diri.


"Hei sadar!" Ucap Tasya yang berlari ke arah Dandi dan mencoba membangunkannya namun dari kelas yang kosong tadi nampak Manguni telah keluar dari kelas dan berteriak keras hingga membuat Tasya terkejut.


"Tasya!" Panggil seseorang dibelakangnya yang ternyata adalah Saras.


"Saras!" Kaget Tasya yang menatap Saras yang panik sementara Manguni mulai melebarkan sayapnya dan langsung terbang kembali menuju kedua gadis itu dan saat sudah dekat dan Manguni bersiap menangkap salah satu dari mereka, seorang Pria akhirnya muncul dan menabrak makhluk itu hingga kembali terjatuh dan saat itu menghasilkan getaran yang cukup besar.


"Gempa Tas! Rico, lu ngapain kaya orang gila lompat-lompat segala?" Ejek Saras ke Rico yang mengusap tanah di tubuhnya dan menatap Saras kesal.


"Lu gak liat itu makhluk mau nyelakain lu!" Marah Rico ke Saras yang nampak bingung dengan ucapan Rico.


"Ish makhluk apaan? Jangan halu deh," Jawab Saras ke Rico yang nampak kesal namun tersadar akan makhluk yang mulai bangun.


"Sekarang gimana Tas?" Tanya Rico sembari menatap makhluk itu tajam walau mendapat tatapan kesal Saras.


"Halo? Kalian ngapain sih?!" Heran Saras yang tangannya ditarik oleh Sigit yang berlari menjauh dari Rico dan Tasya.


"Kita balik duluan ya co! Dah!" Pamit Sigit sembari makin cepat berlari meninggalkan mereka yang kembali siaga dengan makhluk itu.


"Serahin dia ke gue," Ucap Tasya ke Rico yang mengeluarkan kalung berbentuk seperti uang yang menyala lalu menjadi pedang dan nampak Ia berjalan beberapa langkah di depan Rico.


"Jangan konyol Tasya!" Kata Rico yang mendapat jawaban dari Tasya dengan banyaknya lemparan kertas di sekitar sekolah itu.


"Gila lemparannya kuat banget! Apa memang kertas itu aja yang bisa bergerak sendiri?" Gumam Rico sementara Manguni hanya tertawa mendengar ucapan Tasya tadi.


"Gadis lemah sepertimu jangan ha...," Belum selesai Ia bicara, tiba-tiba terbentuk goresan di pipi kanannya yang mengeluarkan darah dan terlihat Tasya berada di belakang makhluk itu dan nampak Manguni mengepakkan sayapnya dan mulai melayang lalu mengeluarkan bulu-bulu tajam yang mengarah ke Tasya namun tidak ada yang mengenainya.


"Yang lu hadapin ini bukan gadis SMA biasa tapi dia adalah seorang Dark Walker," Ucap Tasya yang menatap makhluk itu tajam.

__ADS_1


                     TO BE CONTINUED


__ADS_2