Dark Walker

Dark Walker
Episode 24


__ADS_3

"Dark gravity!" Ucapnya dan sebuah lambang sihir hitam terlihat di atas kepala Julian dan mengeluarkan tekanan yang kuat pada Julian hingga membuatnya tidak mampu bergerak


"Ini!!! Sihir terlarang!" Ucap Julian yang mencoba melepaskan diri namun Sekartaji hanya bisa tertawa sembari menghancurkan es yang menahannya dengan kekuatan gravitasi miliknya


"Bosaaan ternyata orang orang yang ngalahin Prabu cupu semua," Ejek Sekartaji ke Julian yang mencoba melawan efek gravitasi Sekartaji


"Low gravity," Ucap Sekartaji yang membuat Julian melayang dan dengan cepat sebuah tendangan mengenai tubuh Julian hingga terhempas ke belakang namun Julian segera membuat kedua kakinya membeku di lantai dan segera menormalkan posisinya


"Kekuatan ini? Darimana lu pelajarin?" Tanya Julian dengan ekspresi serius ke Sekartaji yang tertawa dan langsung berlari kearahnya


"Lu gak perlu tau, toh bentar lagi lu juga bakal mati!!!" Sekartaji menyerang dengan pukulan dan tendangan yang terus ditangkis dan dihindari oleh Julian yang mencoba menyapu kedua kakinya


"Percuma!"


"Einfrieren fegen!" Sebelum Sekartaji menyerang Julian lebih dulu mengerahkan sapuan pembekunya yang mengarah ke tubuh Sekartaji namun akar akar muncul melindungi tubuhnya


"Kekuatan ini?!" Julian benar benar menunjukan ekspresi terkejut melihat kemampuan asli Sekartaji


"Terkejut? ini belum seberapa, aloe vera!" Terlihat dari dalam tanah tanaman lidah buaya yang tajam menyerang Julian yang langsung menghempaskan sapuan pembeku kearah tumbuhan tersebut hingga membeku dan saat Julian keluar terlihat sebuah tongkat menghantam pingganggnya dan terlihat sekartaji memainkan tongkat tersebut


"Tongkat damar... Ini merupakan tongkat dengan kayu terkuat," Ucap Sekartaji yang tertawa dan menatap Julian


"Gue benar benar gak menduga kekuatan lu sehebat ini," Ucap Julian yang perlahan bangkit dan mengeluarkan hawa dinginnya


"SCHNEEZONE!" Ucap Julian yang membekukan tanah disekitarnya lalu pria itu segera berlari menuju Sekartaji yang siap menyambut dengan tongkat damarnya namun saat sudah hampir dekat Julian menginjak tanah didepannya


"POLARE EISFÜSSE!" dinding dinding es mulai naik dan menyerang Sekartaji yang mengarahkan tangan kanannya ke depan dan seketika muncul akar akar raksasa yang menghancurkan dinding es Julian namun saat dinding itu hancur tidak terlihat Julian dihadapan Sekartaji


"Kemana dia?!" Heran Sekartaji yang melihat sekeliling tanpa ia sadari Julian sudah melayang di atas bersiap dengan serangan akhir


"HAGELSCHWERTER!" Puluhan pedang pedang es menghujani Sekartaji namun tidak mengenai titik vitalnya hanya menancap di jubahnya yang langsung membeku dan menjebak Sekartaji hingga tidak mampu bergerak


"Tidak mungkin!" Kaget Sekartaji yang sudah membeku hingga hanya menyisakan kepala saja sementara Julian dengan senyum penuh kemenangan mendarat dan tersenyum ke hadapan Sekartaji


"Gue yang menang," Ucapnya seraya menarik topeng itu dan betapa terkejutnya Julian melihat gadis yang ada didepannya


"Mustahil orang ini?!" Kaget Julian yang menonaktifkan kekuatan es nya dan menangis tubuh gadis itu sedangkan topeng Sekartaji melayang dan ditangkap oleh gadis yang menyaksikan mereka dari balik dinding lantai 2


"Orang ini memang harus gue waspadai," Ucap Ersya yang menyimpan topengnya lalu berjalan menuju ke kelas meninggalkan Julian yang sibuk menghubungi seseorang


"Ade?! Tanda itu... Tanda heredis sudahgue temukan dan dimiliki oleh Sekartaji!" Ucap Julian yang menggendong tubuh gadis itu menuju uks meninggalkan tubuh Rio yang pingsan dan masih tidak sadarkan diri.


***********


Disisi lain nampak Tissa berjalan keluar mencari tahu keberadaan Tsabina dan tanpa sengaja bertemu guru


"Tissa? Kenapa masih diluar?" Tanya guru tersebut yang bernama pak Bambang

__ADS_1


"Hehe saya... Saya..." Tissa mencoba mencari alasan namun otaknya buntu tertutup oleh kecemasannya pada Tsabina dan saat itu


"Kita ada dispensasi pak," Jawab Tasya tepat waktu layaknya malaikat penyelamat bagi Tissa dengan berdiri dibelakang pak Bambang yang menoleh lalu mengangguk paham setelah beberapa detik berpikir


"Ya, sudah bapak ke kelas dulu," Kata Pak Bambang tanpa curiga pada kedua murid tersebut sementara Tissa segera menghampiri Tasya


"Thanks kak, kalau gak ada lu, gue gak tau lagi mau bilang apa ke pak Bambang," Ungkap Tissa yang dijawab senyum oleh Tasya disertai anggukan olehnya


"Pasti ada alasan bukan kenapa lu sampai tinggalin kelas?" Tanya Tasya ke Tissa yang mengangguk dan menatapnya dengan ekspresi sedih


"Gue salah rencana, gue sama Tsabina sengaja buat rencana berdua untuk ngungkap salah satu perkumpulan rahasia merpati langit, tapi gue malah nyuruh Tsabina buat mata matain kelompok itu sendirian... Ini salah gue," Ucap Tissa namun ditenangkan oleh Tasya


"Yang udah kita lakuin gak usah disesalin, kalau emang apa yang kita lakuin itu salah tinggal kita perbaiki," Ucap Tasya ke Tidak yang terdiam dan menatap gadis itu dengan senyumnya, senyum yang tegar dan kuat membuat Tissa mulai tenang dari kepanikannya dan menatap Tasya serius


"Ayo, kita selamatkan Tsabina," Ucap Tasya yang dibalas anggukan oleh Tissa dan kedua gadis itu segera berlari menuju lokasi Tsabina yang sudah dirasuki oleh Sekartaji dan kini sudah memakai gaun hitam


"Aku tidak menyangka dia benar benar pemilik kekuatan langka black swan," Ucap pria bertubuh merpati itu pada Sekartaji


"Baguslah dengan ini kekuatan gue makin bertambah dan bakalan sangat kuat," Ucap Sekartaji bahagia dan nampak beberapa murid masih berada disana


"Para pengikut setiaku, menyebarlah dan lindungi tempat ini dari orang orang yang mencurigakan, 30 menit lagi kita akan memulai upacara penyembahannya," Ucap Sekartaji yang dibalas sorakan oleh murid murid itu seraya langsung berjalan keluar dari ruangan itu


"Itu tempatnya?" Tanya Tasya ke Tissa yang mengangguk sembari melihat sebuah gubuk dekat sekolah yang dikelilingi oleh siswa siswa itu


"Memang kelihatan mencurigakan sih, tapi gue rasa sekarang bukan waktu yang tepat buat kita kesana," Ucap Tasya ke Tissa yang setuju dengan analisa kakak kelasnya itu, memang kondisinya yang saat ini kurang menguntungkan, disamping harus menghadapi para siswa siswa yang terlihat seperti berandalan itu ia juga tidak tau apa yang menunggu mereka berdua di dalam.


"Apa yang terjadi?" Tanya Rico cs yang menyadari kejadian itu namun saat mereka mencoba keluar dari kelas mereka tidak bisa karena di pintu tersebut terdapat penghalang transparan anehnya yang menyadari kejadian itu hanya Rico, Edwin, Daniel, dan Jefri sementara yang lainnya bersikap normal seolah tidak terjadi apa apa


"Rencana tahap 1 selesai," Ucap Raden wijaya yang berdiri menyaksikan kejadian itu sembari melihat Rico cs dan ia segera turun dari sana


"Sial, kita gak bisa ngelakuin apapun," Geram Rico yang dimarahi oleh gurunya dan diperintahkan untuk kembali duduk di kursinya


"Tenang Co, Julian masih ada diluar, Tasya juga percaya sama mereka," Ucap Edwin yang membuat Rico terkejut dan menyadari tidak adanya kedua orang itu


"Tasya dalam bahaya!" Ucap Rico namun Daniel dan Edwin dengan sigap menenangkan Rico dan tiba tiba waktu dipandang Rico terhenti dan terlihat seorang pria berpakaian dark walker keluar dari dinding


"Siapa?!" Kaget Rico yang menatap dark walker itu dan nampak pria itu segera memendam Rico hingga terhempas menembus dinding dibelakangnya


"Tarik pedangmu dan hadapi aku," Ucap dark walker tersebut pada Julian yang menunjukkan kalungnya hingga menghasilkan cahaya yang membentuk pedang namun tebasan beruntun dark walker itu membuat Rico terhempas dan menembus lantai 2 tadi


"Gue berubah jadi roh? Siapa sebenarnya orang ini, apa yang dia inginkan?" Heran Rico yang terus menahan tebasan dark walker misterius itu


"Ok, cukup! Gue rasa ini waktunya," Kata Tasya yang menatap Tissa dan langsung berlari masuk menuju gubuk yang tidak dijaga karena didalam telah dimulai upacara penyembahan namun saat mereka menembus gubuk tersebut nampak Tsabina mengarahkan tangan kanannya dan sesosok angsa hitam raksasa muncul dan menyerang mereka berdua


"Tsabina!!!" Teriak Tissa namun siluman merpati itu segera terbang dan langsung menyerang Tissa yang dengan sigap melempar batu batu berwarna hijau


"Serangan Topaz Ledakan Angin!" batu batu tersebut menciptakan ledakan angin yang mendorong siluman merpati hingga terhempas kebelakang

__ADS_1


"Mari kita pergi ke ruang persembahan," Ajak salah satu murid ke Tsabina


"Tsabina!" Teriak Tissa yang disibukkan dengan serangan siluman merpati yang akan menendangnya namun tiba tiba akar akar api mengikat tubuhnya


"SIHIR SERANGAN AKAR API!" Ucap Tasya merapal mantranya dan langsung melempar siluman tersebut menjauh dari Tissa yang berhasil melepas sebuah batu berwarna coklat yang menempel di tubuh siluman itu


"KALSEDON, KAYU PENGIKAT!" dari batu tadi keluar batang kayu yang mengikat tubuh siluman itu dan perlahan mengubahnya menjadi pohon saat jasadnya mendarat di tanah


"Bagus! Sekarang kita harus tolong Tsabina!" Ucap Tasya yang dibalas anggukan oleh Tissa dan mereka berdua segera mengejar menuju pintu di depan mereka namun saat itu dsri pohon yang dibentuk oleh Tissa tadi sang siluman merpati langsung menghancurkan pohon itu lalu menyerang Tasya yang berhasil menahan serangan siluman itu


"Tasya!" Tissa yang panik langsung berbalik namun ditahan oleh Tasya


"Lu duluan selamatkan Tsabina! biar gue yang hadepin siluman ini!" Ucap Tasya ke Tissa yanh mengangguk dan menatap sang kakak kelas dengan ekspresi cemas


"Tetap waspada kak, aku bakal segera nyelametin Tsabina dan bantu kakak disini!," Janji Tissa sebelum berlari masuk menunu ruangan yang dikatakan ruang penyembahan itu meninggalkan Tasya yang menunjukkan kalungnya yang perlahan berubah menjadi pedang


"Jangan kira gue cewek lemah ya, gini gini gie dark walker elit," Ucap Tasya yang langsung diterjang oleh siluman merpati yang berniat mencabik tubuhnya dengan kaki kakinya yang tajam walau dapat dihindari dengan mudah oleh Tasya yang mengeluarkan sebuah tongkat


"SIHIR PERTAHANAN BAYONET PENGIKAT JIWA!" Ucap Tasya yang memperbanyak bayonet itu saat dilempar dengan media sihir apinya yang terus mengarah ke siluman merpati itu yang berhasil menghempaskan semuanya dengan kibasan sayapnya namun salah satu berhasil menancap di sayapnya


"Kena lu," Ucap Tasya yang tersenyum dan tiba tiba bayonet itu mengeluarkan rantai api yang mengarah ke kepala, kedua tangan, serta kaki siluman itu


"Dark walker Tasya, kemampuan khusus penciptaan sihir dengan observasi..." Ucap Tasya sombong seraya mengarahkan tangan kirinya kearah siluman yang sibuk menghancurkan rantai rantai api yang mencoba mengikatnya hingga tidak menyadari serangan selanjutnya dari Tasya


"SIHIR SERANGAN, HANTAMAN BESI PANJANG ENDARU!" Ucap Tasya yang menciptakan sebuah besi panjang yang keluar dari tangannya dan menghantam tubuh siluman itu ke dinding hingga membuat siluman itu berteriak kesakitan serta terikat rantai apinya


"Baiklah,serangan akhir!" Ucap Tasya yang berlari menuju siluman yang mencoba bangkit lalu menyerah dengan kibasan sayapnya yang tidak terikat walau dengan mudah dihindari oleh Tasya yang terus melompat ke samping dan kembali berlari seraya mengaliri pedang miliknya dengan sihir api


"Makan nih pedang! Sihir serangan kombinasi tebasan surya!" Nampak sebuah tebasan berkekuatan matahari membakar tubuh siluman itu dan membakarnya hinggaembuat tubuhnya menjadi gosong dan akhirnya tumbang


"Wow! Gue gak nyangka kalau punya kekuatan sehebat ini," Ucap Tasya senang namun ia masih memiliki satu pr lagi yaitu membantu Tissa menyelamatkan Tsabina


"Hehehahahaha," Suara tawa dari mayat siluman itu membuat Tasya terkejut dan berbalik menghadap sang siluman merpati yang bangkit dan wujudnya berubah menjadi hitam dan bersuara seperti gagak


"Gak mungkin?!" Kaget Tasya yang diserang dengan bulu bulu tajamnya walau dapat ia tangkis dengan pedang namun beberapa bulu berhasil menggores pundak dan pinggang kirinya


"Dia jadi lebih kuat," Kata Tasya yang menatap siluman itu dengan tajam dan terlihat ia sudah menyerang Tasya kembali dengan bulu bulunya yang tajam


"SIHIR SERANGAN DINDING ANGIN!" Terbentuk dinding transparan dari angin yang menahan bulu bulu tersebut dan nampak Tasya tersenyum dan menebas dinding angin itu dan secara cepat bulu bulu itu berbalik menyerang sang siluman yang terbang tinggi


"CAMBUKAN T REX!" sebuah tebasan dengan sisi tumpul pedang menghantam punggung sang siluman hingga terjatuh ke lantai dan nampak seseorang mendarat diatas tubuh siluman itu


"Sebuah kebetulan ya... Bisa bertemu denganmu disini," Ucap seorang gadis berpakaian dark walker yang berdiri menatap Tasya


"Lu... Chika?!" Tasya terkejut melihat Chika yang berdiri dan menancapkan pedangnya di salah satu sayap siluman itu


TO BE CONTINUED

__ADS_1


__ADS_2