Dark Walker

Dark Walker
episode 3


__ADS_3

"Gak akan gue biar.." Ucap Rico terhenti saat tiba-tiba Ia terbanting oleh Rizki yang berada di belakangnya.


"Dark Walker palsu tidak berhak bicara," Jawab Rizki dengan tatapan rendahnya sambil melirik Tasya yang terkejut dengan hal itu.


"Rico!!!" teriak Tasya saat melihat hal itu dan langsung berlari menuju Rico. Namun, ditahan oleh Chika.


"Ingat satu hal ini... Aku diberi kebebasan untuk membunuhmu jika melawan jadi...," Ucap Rizki sambil mengangkat pedangnya dan akan menebas Tasya namun secara tiba-tiba pukulan api berhasil melempar Rizki yang terkejut.


"Master!" Kata Chika yang akan menyerang Tasya namun dihadang oleh Rico dengan menahan pedangnya dan langsung Ia hempaskan ke atas hingga terlempar dan dengan cepat Ia langsung berlari dan membawa Tasya menjauh.


"Seal world deactivated!" Teriak Tasya yang berlari bersama Rico menjauh dari mereka dan saat mereka mengejar tiba-tiba lorong yang tadinya sepi mendadak ramai oleh para murid yang sedang menikmati jam istirahat.


"Rico, Tasya kalian kemana aja?" Tanya Eric yang muncul di depan mereka.


"Baju Rico juga kotor," Kata Febrina sambil menunjuk baju Rico yang berdebu.


"Ada insiden kecil tadi," Kata Rico ke Erick lalu mereka segera berjalan masuk ke kelas meninggalkan seorang pria yang melihat mereka dari jauh yang ternyata adalah Jefri.


"Tasya dengan Dark Walker itu... Kelihatannya ada sesuatu yang aneh," Gumam Jefri sembari berjalan menjauh.


"Status Dewi aneh banget," Gumam para murid di kelas yang membuat Rico yang baru datang bingung dan membuka hpnya.


"Emang statusnya apa?" Bisik Tasya heran ke Rico yang membuka hpnya dan nampak terkejut lalu menunjukkan status Dewi yang memperlihatkan gambar makhluk yang mereka hadapi tadi.


"Gak salah lagi... Dia adalah monster yang kita hadapi barusan," Bisik Rico ke Tasya yang mengangguk dan menarik tangan Rico menjauh dari teman-temannya.


"Tasya.. Liat tuh aksi lu tadi bikin murid-murid sini cemburu loh," Goda Rico ke Tasya yang sadar lalu menatap Rico kesal dan melepas tangannya sembari tetap berjalan menuju lorong sepi tempat guru guru lewat.


"Ok jadi gini, yang kita hadapi adalah Contrentiti, mereka adalah makhluk level rendah yang merupakan wujud pertama dari Jin maupun Iblis, biasanya mereka mengambil wujud yang ditakuti orang-orang untuk menghisap energi mereka," Kata Tasya menjelaskan ke Rico.


"Jadi dari kemarin yang kita hadapi adalah Contriti?" Tanya Rico yang dijawab tatapan malas karena Rico tidak mampu mengeja nama makhluk yang mereka hadapi lalu ia mengangguk membenarkan.


"Except si Reog yang merupakan bangsawan Contrentiti," Jawab Tasya ke Rico yang menatapnya datar.


"Tetep aja namanya Conten apalah itu," Kata Rico sambil berjalan naik menuju kelas.


"Lu bisa panggil dia Jin kok, ah ya pertama-tama lu harus belajar teknik pedang," Tasya ke Rico yang berhenti dan berbalik menatapnya.


"Ngapain? Kan gue udah jago?" Jawab Rico ke Tasya yang menatapnya gak percaya lalu menggelengkan kepala.


"Kalau lu jago... Gk mungkin dong lu tumbang semudah itu sama si Rizky," Jawab Tasya meremehkan Rico yang tersenyum dan menatap gadis itu.


"Kan itu karena gue gak siap," Jawab Rico memberi alasan. Namun, Tasya hanya tertawa kecil dan mendekati Rico.


"Kalau udah kalah ya kalah aja gak usah banyak alasan... Dah ah pokoknya lu harus latihan," Ucap Tasya ke Rico yang berpikir sejenak lalu menatapnya lagi.


"Ok gue bakal ikut mau lo, tapi gak sekarang karena gue bakal buat video bareng Sigit, Rafli, Alfin, dan Hisyam.


"Bener nih? Yah sebenernya gue punya rencana..." Gumam Tasya yang tersenyum misterius menatap Rico yang menatapnya bingung.


*****


"Ok kita mulai aja ya," Kata Sigit yang merekam Rico, Rafli, Alfin, dan Hisyam yang berlatih teknik pedang dengan pedang kayu mereka masing-masing.


"Keren... Udah cantik bisa bela diri lagi," Puji Alfin ke tasya yang nampak serius mengajar mereka teknik bela diri pedang.


"Ok, sekarang cari lawan kalian masing masing," Kata tasya dan nampak semuanya berdiri didekat gadis itu yang tersenyum kikuk mendapat respon seperti itu.


"Ok Alfin lawan Rafli, Hisyam lawan Sigit dan Rico lawan gue," Kata Tasya yang akhirnya membagi kelompok tadi.


"Lu sengaja kan?" Tanya Rico ke Tasya yang tersenyum sambil menodong pedangnya ke Rico yang langsung menepisnya dan nampak mereka saling beradu pedang.


"Anjay Rico diserang terus...," Gumam Alfin sambil menatap pertarungan tadi.

__ADS_1


"Gue juga bisa.." Jawab Hisyam gak mau kalah sambil menyerang Sigit yang melepas pedangnya sambil memegang tangannya yang sakit karena pukulan pedang kayu Hisyam.


"Fokus liat semua serangan," Ucap Tasya ke Rico yang terus menepis tiap tebasan tadi walau endingnya juga kena dan saat Rico mendapat giliran membalas terlihat Tasya dengan gampang menepis semua serangan itu sembari menyapu kaki Rico yang langsung melompat dan mencoba menebas walau dapat dibaca oleh gadis itu yang langsung menyerang dan berhenti saat ayunan pedangnya tepat mendarat di leher Rico.


"Stamina,energi,fokus lu masih kurang," Kata Tasya ke Rico lalu ia segera berjalan menuju tempatnya menaruh tas dan mengambil satu botol air minum.


"Kalau kurang lu bisa ambil air gue kok Tas," Tawar Alfin ke Tasya.


"Gue minta ya men," Kata Rafli yang mengambil air Alfin lalu meminumnya.


"Kalau lu gak boleh sebenernya," Jawab Alfin ke Rafli yang tidak perduli dan nampak tetap meminumnya dan menaruh air tadi saat sudah setengah.


"Alah.. Gitu aja pelit," Balas Rafli ke Alfin sambil memberikan pedang kayu tadi ke Rico.


"Biarin.. Dasar pak tua," Ejek Alfin ke Rafli sambil melempar pedang kayunya ke Rico diikuti yang lainnya.


"Kalian kira gue pembawa pedang kayu hah?!!" Kesal Rico yang membuang pedang-pedang kayu itu disusul tawa yang lainnya.


Dari jauh nampak Jefri menyaksikan pertandingan tadi sambil menaiki motor ninja merahnya.


"Apa yang membuatnya bisa mendapatkan kekuatan itu... Padahal dia cuman orang lemah yang cuma punya sedikit kekuatan batin," Gimana Jefri sembari menyalakan motornya dan pergi namun saat itu ia berpapasan dengan seorang pria yang memegang buku dan nampak mengawasi Tasya dan Rico.


"Yang terpilih.... Masa depan seperti apa yang akan kau dapatkan..," Gumam pria itu yang tersenyum lalu berjalan menuju balik pohon.


sementara di rumah Bella nampak gadis itu tengah membasuh wajahnya dan tanpa ia sadari dari belakang muncul sosok gadis SMA dengan wajah tertutup oleh rambutnya berdiri di belakang Bella, dan saat gadis itu selesai membasuh wajah. betapa terkejutnya gadis itu melihat makhluk tadi dan langsung melihat ke belakang namun anehnya tidak ada siapapun dan begitu Bella menatap ke cermin hantu itu sudah berada di hadapannya seraya berkata...


"Kuberi kau satu permintaan!" Ucapnya yang membuat Bella berteriak ketakutan dan berlari keluar sementara hantu itu mulai keluar dari dalam cermin.


"Lu tau rumah Bella gak?" Tanya Tasya ke Rico yang menyalakan motornya dan berpikir sejenak.


"gue sama Rafli udah pernah sih lewat depan rumahnya walau gak mampir, kenapa emangnya?" Tanya Rico heran ke Tasya yang menunjukan pesan ajakan dari Bella ke rumahnya.


"Lu langsung jadi cewek populer ya? keren keren," Puji Rico yang memberikan helmnya ke Tasya yang mengambil helm itu dan memasangnya.


Sementara di rumah Bella nampak gadis itu berlari dari makhluk tadi yang berjalan mengejar Bella yang terus mencari jalan keluar namun semua pintu tiba tiba terkunci dan tidak bisa dibuka oleh gadis itu.


"Tolong!" Teriak Bella ketakutan dan bersamaan saat Rico dan Tasya tiba di rumah tadi dan terkejut dengan suara minta tolong Bella yang sayup sayup dan hp Tasya kembali mendapat notifikasi.


"Bella dalam bahaya!" Ucap gadis itu yang membuat Rico terkejut dan langsung turun dari motor seraya mencoba membuka gerbang yang tidak dikunci.


"Bella!" Panggil Rico dan Tasya yang mencoba membuka pintu depan namun ternyata terkunci


"Rico! Tolong!" Ucap gadis itu meminta pertolongan sementara Rico mencoba mencari akal bersama Tasya yang melirik sekitar


"gak ada jalan lain kita harus dobrak!" Ucap Rico ke Bella yang panik karena hantu itu sudah mendekatinya dan beberapa langkah lagi tiba di hadapannya


"Rico! dia udah Deket gue!" Teriak Bella panik sementara Rico mencoba tenang seraya mundur beberapa langkah


"Bella ikutin kata kata gue ya, Saat gue bilang lompat lu harus melompat ke sisi kiri atau kanan pintu ini ngerti?" Ucap Tasya ke Bella yang mulai pucat karena hantu itu sudah dekat dengannya dan saat benar benar dekat Tasya berteriak


"Lompat Bella!," Teriak Gadis itu dan Bella segera melompat ke kiri menjauh dari makhluk tadi yang saat menoleh ke arah Bella langsung terhempas oleh pintu yang didobrak oleh Rico yang tiba dengan pedang ditangan kanannya


"Lu gak apa Bel?" Tanya Rico yang dibalas anggukan oleh Bella sementara Tasya nampak memeluk gadis itu mencoba menenangkan dirinya


"woy makhluk! riwayatmu bakal berakhir!" Ancam Rico seraya menodongnya dengan pedang sementara hantu itu hanya tertawa cekikikan dan mulai melayang


"hantu sekolah lagi," Ucap Tasya ke Rico yang tersenyum dan menantang hantu tadi yang melayang layang lalu melesat menyerang pria itu yang dengan sigap memotong sang hantu hingga terbelah menjadi 2 membuat Tasya dan Bella tercengang melihat aksi Rico yang menghabisi sang hantu dengan mudah dan cepat


"wow!" Gumam Rico takjub dengan kehebatannya tadi," sementara Tasya segera mengajak Rico keluar dari motor meninggalkan Bella yang masih tidak bisa berkata apa apa dan saat tersadar ia bingung dengan apa yang terjadi apalagi saat melihat kondisi pintu depan yang rusak.


******


Malam itu disinilah neraka bagi Rico dimulai....

__ADS_1


"Lari-lari ayo Rico lu harus nambah stamina lu," Teriak Tasya pada Rico yang sudah berlari 7 kali keliling komplek rumahnya.


"Ini udah 7 kali Tas.." Keluh Rico dengan nafas tersengal akibat lari tadi.


"Semangat!! 3 putaran lagi!!" Kata Tasya menyemangati Rico yang berteriak keras sambil kembali berlari.


"Kunci dari para Dark Walker adalah... Mereka mampu bertarung dan menang walau tenaganya sudah terkuras," Ucap Tasya menjelaskan sembari menyerang Rico dengan pedang kayunya.


"Hosh Hosh ukh akh!" Rico nampak terkena tebasan dari Tasya karena sangat kelelahan hingga membuatnya tidak fokus.


"Fokus! Ayo Rico lu harus fokus!" Kata Tasya memperingati Rico yang memasang kuda-kuda sambil menghela nafas Panjang.


"100 tebasan arah depan, mulai!" Ucap Tasya ke Rico yang mulai menebas angin yang ada di depannya sambil berteriak keras.


"Push up, sit up masing masing 50 kali dulu," Tambah Tasya ke Rico yang sudah merasa dirinya sekarat karena metode olahraga ekstrim gadis itu.


"Lu monster ya Tas?" Tanya Rico kesal ke Tasya yang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dan melempar pedang kayu tadi.


"Ayo ini sesi terakhir!" Jawab Tasya ke Rico yang menatapnya dengan ekspresi tidak percaya.


Beberapa menit kemudian...


"Akhirnya selesai.." Kata Rico yang tiduran di jalan komplek tempat mereka berlatih tadi.


"Lumayan ya..," Kata Tasya ke Rico yang menatapnya kesal.


"Lumayan apanya?! Gue udah mau mati nih!" Geram Rico kesal ke Tasya yang melempar botol berisi air ke pria itu.


"Minum gih... Lu pasti lelah kan? Gue yang ngajarin aja lelah apalagi lu," Kata Tasya ke Rico yang langsung mengambil botol itu dan meneguk airnya hingga habis.


"Pelan-pelan co... Latihannya udah kelar kok," Ucap Tasya geli ke Rico yang menghela nafas lega.


"Kecuali.. Lu mau belajar teknik sihir," Tawar Tasya ke Rico dengan penuh semangat namun Rico hanya menggeleng menolak tawaran itu.


"Gue gak tertarik sama sihir-sihiran," Jawab Rico tegas sembari berjalan meninggalkan Tasya  menuju rumah sementara sang gadis segera menyusul dengan berjalan dibelakangnya.


Sementara di tempat lain nampak seorang pria bertopeng hijau dan memiliki hidung mancung, kumis dan memiliki titik emas diantara alis serta memegang tongkat berwarna hitam yang mengeluarkan sebuah bola yang ia lemparkan ke tanah dan seketika berubah menjadi sosok manusia.


"Apa yang terjadi?" Kaget orang itu yang menatap sekitar namun pria bertopeng itu segera menancapkan sebuah batu berwarna putih ke tubuh pria itu yang perlahan merubah tangannya menjadi berwarna putih dan tumbuh sayap yang menjalar hingga ke seluruh badannya.


"Jin rendahan sepertimu berbanggalah karena bisa menjadi pionku, Prabu Asmoro bangun!!" Ucap pria bertopeng itu dan akhirnya pria tadi berubah menjadi seekor Humanoid burung hantu dan langsung terbang pergi meninggalkan Prabu Asmoro bangun yang berjalan pergi sementara saat itu tiba-tiba hp Tasya berdering dan saat Ia membuka hpnya.


"Co, tahan bentar," Ucap Tasya yang menahan tangan Rico dan membawanya keluar.


"Gue masih capek," Ucap Rico yang mengejar Tasya dengan nafas tersengal dan nampak beberapa meter di depan terlihat seorang pria tengah diserang oleh makhluk astral berwujud  burung hantu.


"Hawa keberadaannya terlihat jelas seperti ini? Aneh," Gumam Tasya dan nampak Rico berlari sembari mengeluarkan kalung bermata pedang yang mengeluarkan cahaya dan berubah menjadi pedang sungguhan.


"Makan nih! Tebasan king art..," Belum selesai Rico bicara hantu itu lebih dulu terbang dan mendarat dibelakang Rico dan langsung menendangnya walau dapat dihindari Rico yang nampak kelelahan.


"Kampret, tenaga gue udah habis duluan," Gumam Rico yang mencoba menghindari tendangan makhluk itu tapi ia segera mencekik Rico dan melemparnya menuju Tasya yang langsung menghindar dan mengarahkan tangannya ke depan.


"Hahaha," Tawa sang makhluk namun sebuah tembakan mengenai tubuhnya hingga mundur beberapa langkah dan membuat Rico serta Tasya menoleh mencari pelakunya dan ternyata adalah seorang pria yang memegang sebuah pistol aneh dan tersenyum ke arah mereka.


"Gadis yang cantik, lebih baik kau menjauh dari sini dan biarkan Sang Pahlawan menghadapi Si brengsek itu," Ucap Pria itu yang langsung berlari dan menghujani makhluk itu dengan tembakan hingga membuatnya akan melompat namun Rico lebih dulu melemparkan pedangnya ke makhluk itu yang langsung terbang. Sementara pria itu segera mengambil pedang Rico namun keanehan terjadi.


"Apa-apaan pedang ini," Kaget pria itu yang langsung melepasnya dan kembali menembaki siluman tadi hingga menghilang dari sana dan nampak pria itu terdiam dan menatap Rico dan Tasya.


"Kalian... Pembasmi hantu juga?" Tanya pria itu ke Rico dan Tasya yang menatapnya datar dan mengangguk namun nampaknya pria itu mengenal Tasya terbukti dari langkah selanjutnya yang ia lakukan.


"Kamu orang yang dicari para Dark Walker!" Ucap Pria itu yang menodong Tasya dengan pistolnya. Namun, Rico segera berdiri di depan Tasya.


"Apa-apaan lu!" Ucap Rico yang menghadang Pria itu dengan pedang yang terpegang kuat di tangannya.

__ADS_1


                    TO BE CONTINUED


__ADS_2