
Demi menyelamatkan Tsabina dari cengkraman Sekartaji, Tissa, dan Tasya akhirnya terpaksa menghadapi Sekartaji dan salah satu abdi Banaspati namun ditengah pertarungan Chika datang di hadapan Tasya...
"Hai Tasya! Udah siap ke markas dark walker?" Tanya Chika yang menancapkan sayapnya ke siluman itu
"Gak bakal!" Jawab Tasya yang membuat Chika geram dan mencabut pedangnya lalu berlari kearahnya bersiap menebas Tasya yang berteriak dan langsung menahan tebasan Chika
"Gue bakal bawa lu kembali ke markas dark walker dengan paksa!" Ucap Chika yang terus menebas Tasya yang menangkis semua serangan itu dan langsung menendangnya
"Gue gak bakal pergi kesana, ada yang harus gue selesaikan disini!" Jawab Tasya yang memghindari tiap serangan Chika dan langsung menebas Chika yang nyaris mengenai lehernya jika Tasya tidak menghentikan laju serangannya
"Tasya!!!" Marah Chika namun puluhan bulu gagak nyaris mengenai mereka jika tidak menghindar
"Penggangu!" marah Chika yang menatap siluman gagak itu dengan tatapan penuh kebencian
"Dia harus segera dikalahkan," Gumam Tasya yang melirik sekitar mencari sesuatu yang bisa ia manfaatkan untuk mengalahkan sang siluman tanpa harus menghabiskan kekuatan batinnya
Sementara di dalam ruangan persembahan nampak Tissa yang masuk dihadapkan dengan Tsabina yang berdiri diatas sebuah mimbar dengan 7 siswa yang menatapnya penuh amarah
"Tsabina!!!" Panggil Tissa cemas sementara Tsabina hanya tertawa
"Kenapa Tis? Mau bantu gue upacara persembahan ini?" Tanya Tsabina yang dibalas gelengan oleh Tissa
"Ini gak sesuai dengan rencana kita, kita harusnya bubarin hal yang gk bener ini!" Kata Tissa yang dibalas tawa oleh Tsabina
"gak bener? Hahaha Jangan bercanda deh lu! Selama ini yang berada di jalan yang salah itu elu!" Ucap Tsabina yang membuat Tissa terkejut dan seketika seekor angsa hitam raksasa muncul dan menyerang Tissa yang panik disusul 7 siswa tadi yang berlari bersiap menyerah Tissa
"Ini benar benar menyenangkan!" Tawa Tsabina sembari memasang topeng sekartaji yang diselimuti aura jahat itu
***********
Beberapa menit sebelumnya nampak Ade bersama seorang gadis berjalan masuk ke uks dan bertemu dengan Julian
"Akhirnya lu dateng ju... wow hello girl," Ucap Julian ke Ade sembari tersenyum menggoda gadis disamping Ade
"Dia Rebecca, dia yang mengetahui asal usul soal Heredis," Ucap Ade menjelaskan sedangkan Rebecca hanya diam dan mendekati Laura dan memeriksa tanda Heredis yang terlihat di pundaknya
"Heredis jelata," gumam Rebecca yang berdiri dan menatap mereka berdua
"Sorry? Heredis jelata?" Tanya Julian yang dijawab anggukan oleh Rebecca yang menatap pria itu
"Baru denger? Apa jangan jangan lu juga gak tau soal ini De?" Tanya Rebecca yang dibalas anggukan oleh Ade yang membuat Rebecca menarik nafas panjang dan menggelengkan kepala
Jadi Heredis adalah semacam kutukan atau keistimewaan yang dimiliki seseorang ini hanya akan terlahir atau dimiliki oleh seseorang berumur 16 tahun keatas saat heredis sebelumnya meninggal dan hanya didapatkan oleh seseorang yang berusia muda , seperti jika ada 2 anak yang satu berusia 16 dan satunya lagi berusia 17 maka kemampuan itu akan diturunkan pada sang anak yang berusia 16 tahun itu," Jelas Joel ke Ade yang mendengar penjelasan itu serius
"Pantas saja kakak gue gak dapet kemampuan itu," Gumam Ade sembari menatap Laura
"Dan ini hanya berlaku pada orang orang dengan kemampuan khusus makanya kekuatan Heredis itu tidak mudah terwariskan kecuali ada seseorang yang memang memiliki energi batin yang kuat," Tambah rebecca lagi yang membuat Ade paham namun Julian sepertinya hanya ingin lebih lama menatap gadis itu
__ADS_1
"Itu menjelaskan kenapa gue jarang ketemu sama Heredis lainnya jadi mereka harus memiliki energi batin yang kuat, tapi apa semua orang bisa memiliki kekuatan itu?" Tanya Ade lagi ke Rebecca yang menggelengkan kepalanya
"Para Heredis musnah karena pembantaian yang dilakukan Dark walker 35 tahun yang lalu, dan hanya mereka yang memiliki hubungan darah dengan para Heredis terdahulu yang mampu menguasai kekuatan itu, jika mereka tidak punya hubungan darah otomatis mereka gak punya kekuatan itu makanya banyak kita temui orang orang dengan energi batin yang kuat namun tidak memiliki kekuatan Heredis," Jawab Rebecca yang menatap Ade serius sedang pria itu terkejut dengan rahasia yang baru ia ketahui itu
"Pantas saja para Dark walker memiliki kebencian besar terhadap kita," Ucap Ade yang dibalas anggukan oleh Rebecca dan membuat Julian menepuk pundak temannya itu
"Pantesan aja begitu dateng kesini beberapa orang misteri itu nyerang kita, ternyata lu yang mereka incar," Kata Julian yang membuat Ade mengangguk
"Lu juga incaran mereka Julian Natha, lu adalah orang yang dengan harga kepala paling besar dalam seluruh organisasi rahasia di dunia ini," Ucap Rebecca yang dibalas senyum oleh Julian sementara Ade terkejut akan hal itu
"Kok bisa?" Tanya Ade ke Rebecca yang tersenyum misterius dan tiba tiba terdengar suara langkah kaki banyak orang yang berjalan didepan uks
"Mereka sudah bergerak," Ucap Rebecca yang membuat Julian dan Ade heran
"Siapa?" Tanya Ade dan Julian ke Rebecca yang tersenyum dan memegang pintu yang terhadang sebuah dinding transparan dan langsung hancur begitu dipegang oleh Rebecca
"PENIADAAN SIHIR," Ucap Rebecca dan nampak sinar menyala di tangan kanannya lalu ia segera menatap Julian dan Ade
"Setelah ini lu pergi ke rumah kosong belakang sekolah," Ucap Rebecca yang membuat mereka berdua terkejut bercampur heran namun mereka berdua iyakan dan langsung berlari keluar uks
"Tolong jaga uks atau pergi ke ruangan ipa 1 dan 6," Ucap Julian ke Rebecca yang mengangguk dan tersenyum ke mereka berdua yang terlihat berlari mengikuti arah yang diberikan pada gadis itu
"Baiklah kalau begitu tinggal menyaksikan aksi mereka saja," Ucap Rebecca dan nampak kelelawar hitam terbang mendekati Rebecca lalu hinggap di jari telunjuknya dan tiba tiba terserap ke dalam tubuh Rebecca
***********
"Teknik pedang purba Chika memang gak bisa diremehkan," gumam Tasya yang mengarahkan tangan kirinya ke depan
"SIHIR SERANGAN BULU BULU PHOENIX!" Puluhan bulu bulu api mengarah ke Siluman gagak yang mengeluarkan bulu bulunya dan menciptakan tabrakan kekuatan yang besar namun Chika dengan cepat berlari dan melompat ke hadapan makhluk itu seraya menebas pundaknya dengan tebasan berbentuk ekor t. Rex
"CAMBUKAN T.REX!" Ucap Chika yang tersenyum dan menatap siluman gagak yang nampak kesal dan akan menyerangnya nun bola api raksasa mengenai tubuh siluman itu hingga membuatnya terhempas dan menancap ke sebuah tiang
"Sip, selesai," Ucap Chika yang berbalik menatap Tasya yang sudah bersiap menghadapi dark walker itu namun teriakan sang siluman yang mulai meleleh membuat mereka berdua menatap makhluk itu ngeri
"Apa apaan dia," Ucap Chika ngeri bercanda kesal
"Waspada Chika dia gak bakalan segampang tadi," Tasya memperingati kawannya namun diabaikan oleh Chika yang berlari seraya menebas makhluk itu dan ternyata tidak membuat siluman itu kesakitan dan malah membuatnya tertawa
"Mustahil?!" Kaget Chika yang dihempaskan dengan mudah oleh sayap tengkoraknya hingga menabrak dinding
"Siluman ini makin bertambah kuat aja," Geram Tasya yang menarik nafas panjang dan menatap siluman itu tajam sebelum sebuah suara gemuruh membuat pandangan mereka teralihkan
"Tissa?!" Cemas Tasya namun hal itu membuat tatapannya pada siluman itu makin tajam seakan akan ingin segera menghabisinya saja
Di dalam terlihat Tissa kewalahan dengan serangan 7 siswa sekaligus ditambah angsa hitam raksasa yang tanpa henti.
"Sakunta!" Teriak Tissa yang mengeluarkan pria dengan hoodie hitam yang langsung menendang siswa siswa sma itu
__ADS_1
"Bantuan ya, haha nampaknya percuma aja deh black swan bergabung denganku," Teriak Sekartaji yang membuat angsa hitam itu berteriak dan berubah menjadi cahaya yang menyatu dengan Sekartaji
"Sakunta tolong sibukan ketujuh siswa itu biar gue tanganin Tsabina," Komandi Tissa memberi perintah pada Sakunta yabg mengangguk dan memasang kuda kuda pada 7 siswa itu
"Kekuatan 7 siswa itu sudah kutingkatkan jadi gak bakal semudah itu buat mengalahkan mereka," Ucap Sekartaji licik yang membuat Tissa tersenyum
"Kita lihat aja nanti," Ucap Tissa yang mengeluarkan batu batu akik miliknya dan bersiap menghadapi Sekartaji yang kini mengeluarkan sayap hitam di punggungnya
"Bersiaplah Tissa!" Sekartaji mengarahkan kedua tangannya ke depan dan menciptakan petir hijau yang menyambar Tissa yang melempar batu batu akiknya
"SERANGAN KALSEDON!" akar akar kayu muncul dari batu akik yang mengarah ke tangan Sekartaji namun dibakar dengan mudah oleh Sekartaji
"Belum selesai! SERANGAN TOPAZ LEDAKAN ANGIN!" Dari sekitar Sekartaji telah tertanam batu batu topaz yang menghempaskan Sekartaji
"Sial!" Geram Sekartaji yang mengarahkan petir hijaunya namun kembali dihindari oleh Tissa yang mengeluarkan 3 batu akik yang dilemparkan oleh gadis itu ke arah Sekartaji
"Percuma aja!!!" Teriak Sekartaji yang mengeluarkan petirnya yang mengapa ke batu batu tadi namun secara ajaib batu batu itu terserap dan kembali kearahnya yang langsung melayang menghindari serangan itu
"REFLEKSI SERANGAN KALI MAYA!" Ucap Tissa sebelum kembali mengeluarkan batu batunya
"Cukup sudah! Kau benar benar membuatku muak!" Murka Sekartaji yang mengangkat tangan kanannya hingga membuat sebuah energi hitam yang kini berkumpul membentuk replika angsa hitam
"TARIAN 4 BATU, KALI MAYA, TOPAZ, KALSEDON, MERAH DELIMA!!!" Teriak Tissa yang langsung melempar keempat batu itu bersamaan dengan Sekartaji yang mengarahkan angsa hitam tadi kearah Tissa dan menciptakan tabrakan energi yang besar sementara gadis itu memegang tangan kanannya lalu berteriak keras hingga melempar 3 batu tadi meninggalkan batu kali maya yang menghisap serangan Sekartaji dan membalikkan serangan itu pada Sekartaji
"Percuma saj....," Belum selesai Sekartaji bicara sebuah akar sudah mengikat tubuhnya hingga membuatnya terkejut
"KALSEDON! Sekarang! MERAH DELIMA, TOPAZ KOMBINASI FIRE TORNADO!" Ucap Tissa lagi dan dari samping kiri dan kanan Sekartaji muncul hembusan angin dan api yang membentuk tornado api yang menghalangi pandangan gadis hingga tidak menyadari serangan balik angsa hitam sudah mendekatinya dan langsung menyerang Sekartaji
"Skak ma...," Ucapan Tissa terhenti begitu melihat angsa hitam tadi menyatu kembali ke tubuh Sekartaji yang tertawa dan terbang melayang menggunakan sayap hitamnya sementara nampak siswa siswa tadi mendekati Sekartaji dan nampak energi batin mereka tertarik dan berkumpul di tubuh Sekartaji yang membentuk sebuah bola petir hitam yang langsung dikerahkan olehnya untuk menyerang Tissa yang mencoba menangkis serangan itu lagi namun Sakunta berdiri di depan gadis itu
"Ini terlalu berbahaya nona!" Ucap Sakunta memperingati gadis itu
"Terima ini black curse!" Teriak Sekartaji yang melemparkan bola hitam tadi kearah Sakunta yang terbang dan langsung menghujani serangan itu dengan pukulan namun percuma Sakunta tidak mampu menahannya dan meledak lalu terbaring tidak berdaya sementara Sekartaji kembali terbang dan bersiap dengan serang keduanya
Kembali ke tempat Tasya nampak serang Tasya dan Chika gak berefek apapun pada siluman itu yang terus melempar mereka berdua dan mencoba kembali menyerang Chika yang terus berjaga harak sementara Tasya sibuk menghujaninya dengan bola bola api
"Percuma aja!" Geram Chika sementara siluman itu segera terjun bersiap mencekik Chika yang membuat Tasya panik
"Chika!!!" Tasya mencoba memperingati namun terlambat disadari oleh Chika yang tidak mampu menghindar dan...
"SCHNEEZONE!" Ucap sebuah suara dan tiba tiba tubuh makhluk itu membeku begitu juga tanah disekitar Tasya dan Chika
"JARING PENGIKAT!" jaring transparan mengikat tubuh Sekartaji dan terlihat Julian yang berdiri dihadapan siluman itu sama halnya dengan Ade yang berdiri didepan Tissa lalu menatap Sekartaji
"Gue gak telat kan?" Tanya Julian dan Ade bersamaan ke Tissa dan Tasya yang mengangguk dan tersenyum
"Baiklah waktunya memusnahkan kalian Kliwon 8!!!" Teriak Julian dan Ade bersamaan yang membuat Sekartaji dan siluman itu tertawa mengejek
__ADS_1
TO BE CONTINUED