
Hari demi hari berlalu tim Rico mulai mendapat banyak pekerjaan baik dari intern sekolah maupun dari luar sekolah semua masalah yg berhubungan dengan dunia lain berhasil mereka selesaikan dengan mudah.
Malam itu nampak Rico dan Tasya sedang duduk di sebuah taman.
"Jagung bakar yang lu pesen," Ucap Rico ke Tasya yang tersenyum dan nampak mereka duduk di salah satu bangku.
"Gue gak pernah tau ada taman sebagus ini," Ucap Tasya yang dibalas tawa oleh Rico sembari memakan jagung bakarnya.
"Wajarlah kalau lu gak tau, habisnya sibuk lawan jin mulu," Jawab Rico yang dibalas senyum oleh Tasya sembari memakan jagung bakarnya.
"Itu kan tugas gue Co," Jawab Tasya yang dibalas anggukan oleh Rico sembari menatap Tasya yang terlihat cantik malam itu dengan kaus hitam dan celana legging merah, rambut diikat ponytail dan membawa tas hitam.
"Mumpung malam ini lagi free, kenapa gak kita pakai buat keliling kota aja, sekalian refreshing gitu," Tawar Rico ke Tasya yang mengusap sisa makanan di bibir Rico degan tisu yang membuat Pria itu terdiam lalu tersenyum canggung.
"Jadi lu mau ajak gue kencan nih?" Tanya Tasya yang membuat Rico makin salah tingkah hingga membuat wajahnya merah padam.
"Ge..ge..geer banget lu! Gue cuma mau ajak lu refreshing doang gk lebih, kan selama ini lu gk tau tempat tempat yang keren disini," Ucap Rico ke Tasya yang tertawa lalu berdiri.
"Yaudah yuk, ntar kemalaman bisa diomelin kita," Jawab Tasya ke Rico yang tersenyum dan berdiri lalu segera berjalan menuju motor scoopynya dan berangkat mengelilingi Kota Mataram, memang selama satu bulan mereka bersama, mereka tidak pernah berada dalam situasi yang normal seperti ini jadi wajar saja hal itu membuat Rico sedikit bahagia dan mulai nyaman dengan adanya Tasya dalam hidupnya, apalagi Tasya sebenarnya cukup banyak membantu dalam hidupnya baik dalam akademik di sekolah maupun hal hal sampingan seperti latihan bertarung dan juga mencari informasi soal hal hal yg tidak penting termasuk gadis yang Rico sukai.
"Btw progress lu sama si Bella gimana?" Tanya Tasya ke Rico yang terkejut dengan pertanyaan Tasya lalu segera tersenyum.
"Progress gimana? Gue sama Bella itu cuma temen sekelas gak lebih," Kata Rico ke Tasya yang mendekat dan menatap pria itu dalam hingga membuat Rico salah tingkah
"Tapi kan lu suka sama dia?" Tanya Tasya ke Rico yang pipinya memerah lalu menatap ke arah lain
"Rasa suka itu wajar lah, tapi buat hal kaya jadiin pacar sih gak, gue gak mau ngerusak pertemanan dengan hal kek gitu," Kata Rico yang dijawab tawa oleh Tasya hingga membuat Rico heran dan menatapnya sinis
"Pantesan aja lu Jomblo, lu terlalu takut buat ngambil keputusan," Ucap Tasya ke Rico yang bingung dan mendekati gadis itu
"Maksud lu?" Tanya Rico ke Tasya yang menatap gadis itu yang ikut menatapnya sambil tersenyum
"Kalau lu emang suka sama dia, bilang aja lu suka jangan pedulikan apa yang terjadi setelahnya yang penting kan lu udah tau perasaan dia ke lu itu apa, dia suka sama lu apa gak? Daripada ntar lu baru nyadar kalo dia suka sama lu pas doi dah punya pacar kan dobel sakitnya," Saran Tasya ke Rico yang tersenyum dan mengangguk
"Gue pikir pikir dulu deh," Jawab Rico ke Tasya yang tersenyum dan melihat ke langit
"Udah mau jam 10 malam nih, pulang yuk" Ajak Tasya ke Rico yang melihat jam di tangannya lalu mengangguk.
"Iya, lebih baik kita segera pulang," Jawab Rico dan akhirnya mereka berjalan pulang menuju rumah dengan mengendarai motor Rico.
"Acara ulang tahun Dini bentar lagi btw," Kata Rico ke Tasya yang terkejut mendengar kata Rico dan menepuk pundaknya pelan.
"Bisa kita ke toko baju bentar gak? Gue mau beli baju buat acara itu," Kata Tasya ke Rico yang mengangguk.
"Gue juga mau cari baju yang pas buat acara itu," Kata Rico ke Tasya lalu ia segera membelokkan kendaraannya menuju salah satu toko baju dan mereka mulai membeli baju yang pas dan nampak Rico lebih dulu mengambil baju yang sesuai dengannya dan saat Tasya melihat baju itu Ia terdiam dan melihat Rico serta baju itu beberapa saat sebelum akhirnya menggelengkan kepala dan tersenyum.
"Biar gue yang pilihin baju buat lu," Ucap Tasya ke Rico yang heran dengan kata kata gadis itu.
"Itu udah bagus kan?" Tanya Rico ke Tasya yang mengangguk sembari mendorong Rico.
"Tapi gak sesuai sama lu pantesan aja selama ini lu jomblo ternyata dari style aja udah gitu," Kata Tasya yang sukses menusuk di hati Rico dan membuatnya tersenyum kecut.
"Ok, terserah lu aja," Ucap Rico ke Tasya dan nampak Ia memilih beberapa baju ke Rico dan memberikan 3 stel baju dan celana ke pria itu.
"Lu coba dulu deh ntar gue yang nilai mana yang bagus dan yang gk," Kata Tasya ke Rico lalu menyuruhnya masuk ke ruang ganti dan setelah 2 baju yang Rico tunjukan ke gadis itu mendapat penilaian buruk dari Tasya akhirnya di baju terakhir yang Rico pakai yaitu sebuah jas hitam serta celana sewarna nampak membuat Tasya tersenyum dan memberi jempol ke Rico yang ikut tersenyum.
"Baju lu? Gak gue nilai juga?" Tanya Rico ke Tasya yang menggeleng dan membayar baju itu.
"Besok aja liat pas hari H," Jawab Tasya ke Rico yang menggelengkan kepala lalu berjalan menuju motornya untuk pulang ke rumah.
"Thanks buat malam ini," Ucap Tasya yang turun dari motor Rico dan akan membuka gerbang.
"Tas?" Panggil Rico yang turun dari motornya dan mendekati Tasya yang bingung dengan tingkah Rico yang tiba-tiba memegang kedua tangan gadis itu.
"Gue janji gue bakal jadi lebih kuat untuk bantu lu menghadapi para jin itu serta mengalahkan Rizky agar dia gak berusaha nangkep lu lagi!" Kata Rico ke Tasya yang terkejut dan nampak matanya berkaca kaca dan membuat Rico terkejut.
__ADS_1
"Sorry gue salah ngomong ya?" Tanya Rico ke Tasya yang menggelengkan kepala dan tersenyum ke Rico.
"Makasih, gue berharap banyak sama lu," Kata Tasya ke Rico yang tersenyum dan melepas pegangan tangannya.
*******
Ditempat lain nampak Joel berdiri di depan Sekartaji dan Prabu asmoro bangun.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Prabu asmoro bangun ke Joel yang tersenyum dan menunduk memberi hormat.
"Kedatanganku kesini tentu saja memberi rencana yang bagus untuk kalian berdua tapi izinkan aku bertemu denganmu," Ucap Joel ke Prabu Asmoro Bangun dan Sekartaji.
**********
Di rumah sakit nampak Tsabina berkunjung melihat Dandi yang masih kritis karena mendapat luka yang parah saat menghadapi Kalarau.
"Gue gak nyangka dia bisa luka separah ini," Ucap seorang pria yang mengejutkan Tsabina yang menoleh kebelakang dan melihat pria itu.
"Julian?" Kaget Tsabina yang mengenali pria yang tersenyum dan memegang dinding yang ada dibelakang Tsabina.
"Gue tinggal setahun ternyata lu makin cantik aja ya Tsabina," Puji Julian yang membuat Tsabina memerah karena malu namun ia segera menggelengkan kepalanya dan berjalan menjauh dari Julian.
"Sorry ya, gue gak tertarik sama rayuan orang tua," Kata Tsabina yang dibalas tawa oleh Julian.
"Kita cuma beda 5 tahun loh," Jawab Julian yang membuat Tsabina menatapnya tajam.
"Itu kumis, jenggot, sama brewok buat lu 15 tahun lebih tua dari gue tau gak! Habisnya lu udah ngilang setaun dan tiba tiba datang kesini dan jumpain gue itu dengan tujuan apa hah? Lu mau bikin gue tambah susah?!" Jawab Tsabina ke Julian yang tersenyum dan duduk di kursi pengunjung disana.
"Gak juga, gue cuman mau mastiin kalian bertiga gak apa dan yah sebenarnya ada satu tujuan lagi kenapa gue dateng kesini," Kata Julian yang mendapat tatapan tajam dari Tsabina.
"Jelasin ke gue sekarang!" Kata Tsabina ke Julian yang tersenyum dan menatap Tsabina dalam.
"Gue mau ngebentuk tim khusus buat menggulingkan dark walker," Ucap Julian ke Tsabina yang terkejut mendengar jawaban Pria itu.
"Tapi gak dalam waktu dekat kok, karena gue tau temen lu dua orang kan dari sana," Kata Julian yang berdiri dan berjalan pergi membuat Tsabina terkejut dan mengejarnya.
"Menggulingkan dark walker?"
**************
Keesokan harinya di sekolah tepatnya di kantin sekolah....
"Gue baru inget deh, selama ini kita gak punya nama klub sendiri loh," Kata Tissa ke Rico, Tasya, Edwin, Jefri, dan Tsabina di kantin sekolah pagi itu.
"Gimana kalau protego?"
"Nirvana?"
"Avenger?"
"Patriot?" Berbagai macam usulan nama kelompok mulai diberikan oleh masing masing anggota namun semua tidak membuat Tissa puas dan beberapa siswa dan siswi nampak berdiri dihadapan mereka.
"Jeremy? Ruth? Hugo? Ada perlu apa?" Tanya Rico ke mereka yang tersenyum dan menunjukkan sebuah selebaran bertuliskan lomba musik antar sekolah.
"Kita denger dari Reno, anggota geng kalian bisa main gitar jadi kita butuh bantuan buat lomba ini dengan rekrut temen kalian itu," Kata Jeremy mengusulkan yang dibalas anggukan oleh Rico yang bersiap berdiri.
Namun, Tissa berdiri lebih dulu dan tersenyum ke mereka.
"Gue bisa kak, kak Reno yang pernah denger permainan gitar gue juga bisa jadi bukti, kalau kakak gak percaya." Kata Tissa ke Jeremy yang mengangguk dan tersenyum.
"Boleh kalau gitu ntar sore kita tunggu ya," Kata Jeremy ke Tissa yang mengangguk lalu mereka bertiga segera pergi dari situ.
*********
"Kerja bagus" Puji Joel ke Reno yang tersenyum dan melakukan toss.
__ADS_1
"Sekarang apa?" Tanya Reno ke Joel yang dibalas tawa oleh Sekartaji yang mengeluarkan sosok hantu berbentuk 3 orang Berwujud gadis penari, pria berjas rapi, serta satu lagi seorang rocker.
"Sambutlah boneka bonekaku," Ucap Sekartaji ke Joel dan Reno yang tersenyum dan tertawa.
"Kali ini mereka pasti kalah," Kata Reno sembari melempar topeng emas ke Joel yang langsung menangkap dan memasangnya.
"Selamat datang di team, raden wijaya," Ucap Reno ke Joel yang tertawa.
***********
Sepulang sekolah Daniel yang mengendarai motornya dicegat oleh 2 orang yang ternyata adalah Rizky dan Chika.
"Kalian berdua?" Kaget Daniel, sementara Rizky mulai mendekat dan memberikan foto orang orang yang ia sangat kenal.
"Kau butuh lawan bukan? Mereka semua adalah orang yang kuat. Jadi, harusnya mereka bisa jadi tolak ukur kekuatanmu," Ucap Rizky ke Daniel yang tersenyum dan berjalan pergi namun pundaknya ditepuk oleh Rizky.
"Tapi jangan sentuh Tasya," Ucapnya memperhatikan Daniel yang tertawa lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
"Jadi dia orang yang Tsabina maksud," Gimana seorang pria dengan kumis dan brewok tebal yang mengawasi motor Rico yang membonceng Tasya.
"Dari ciri cirinya memang dia orang yang Tsabina maksud," Jawab pria lainnya sembari mengawasi Rico dari atas gedung lantai dua.
"Sekuat apa sih orang itu sampai bisa menarik perhatian Tsabina dan gadis yang dibonceng itu?" Heran Pria brewok tersebut sembari berlari mencoba lompat dari gedung namun ditahan oleh temannya.
"Julian! Jangan bertingkah liar ingat tugas kita bukan?" Teman Pria brewok tersebut mencoba mengingatkan Julian yang terdiam lalu mengangguk malas.
"Padahal gue mau kenalan tadi sama ceweknya," Kata Julian ke pria tadi yang terdiam dan melihat Rico dan Tasya yang pergi menjauh dari pandangan mereka berdua.
"Tugas kita lebih penting," Kata pria itu seraya memberikan teropong ke Julian.
"Ok, ok," Ucap Julian yang meneropong Ersya, Sigit dan Rio yang baru keluar dari sebuah warung bakso.
"Ok thanks buat traktiran makannya," Kata Edy serah pamit dan masuk ke mobilnya meninggalkan Rio dan Sigit yang menaiki motornya masing-masing.
"Ngerasa aneh gk sih?" Tanya Rio ke Sigit yang menatap sekitar dan melihat Rio.
"Aneh apaan?" Tanya Sigit balik ke Rio ya g menggelengkan kepala lalu menekan gas motornya pergi dan saat cukup jauh Ia bersiap mengeluarkan sesuatu.
"Kak Rio? Lu ada apa disini?" Tanya Tissa yang baru selesai membeli es teh dan melihat Rio yang mengurungkan niatnya dan menutup jok motornya lagi.
"Tissa mau latihan musik ya?" Tanya Rio ke Tissa yang mengangguk dan beberapa saat setelahnya motor Rico dan Tsabina tiba.
"Tasya mana kak?" Tanya Tissa ke Rico yang menggelengkan kepala.
"Dia bilang mau cepet cepet selesaikan prnya jadi gue disuruh duluan dateng," Jawab Rico ke Tissa yang mengangguk lalu mengendarai motornya menuju sekolah diikuti oleh Tissa dan Tsabina
**********
"Mau sampai kapan lu menghindar?" Tanya Rizky yang berdiri di depan Tasya yang berdiri di depan gerbang rumah Rico.
"Ini demi kebaikan lu," Ucap Rizky ke Tasya yang menggelengkan kepalanya dan memasang kuda-kuda. Namun, Rizky sudah berada di belakang Tasya dan menodongnya dengan pedang.
"Ini demi keselamatan anak itu juga Sya!" Kata Chika memperingati Tasya yang terdiam dan menunduk.
"Kekuatan sebenarnya yg lu punya adalah meningkatkan kekuatan orang yang punya ikatan dengan lu, itulah sebabnya kekuatan supranatural anak-anak itu makin meningkat dan membuat para jin makin bebas berkeliaran" Jelas Chika ke Tasya yang memegang kepalanya.
"Kau sudah terlalu banyak memberi kekuatan pada Rico apalagi saat insiden Kalarau kemarin, kau sudah meningkatkan kekuatan Rico, ditambah kau membuka kekuatan Heredis Edwin Dinata, kejahatanmu sudah melebihi batas" Kata Tasya ke Rizky yang memegang tangan Tasya namun segera Ia tepis.
"Tasya! Please sebelum ini makin panjang serahin diri lu ke kita!" Kata Chika memperingati Tasya yang menggelengkan kepalanya.
"Masih ada hal yang harus gue lakuin," Kata Tasya ke Rizky dan Chika yang terdiam dan menatap gadis itu tajam.
"Ini peringatan terakhir dari kita Tasya, setelah ini kita bakal keras sama lu," Kata Rizky yanh berjalan meninggalkan Tasya yang terdiam dan menunduk.
"Gue masih belum bisa ningkatin kekuatan gue, dan kayaknya bikin temen temen yang lain mulai terlibat sama masalah ini," Gumam Tasya dan nampak Alfin, Bella, Sigit serta Dara memiliki simbol di pundak, lengan, atas lutut, serta leher.
__ADS_1
"Sejak kapan gue punya tato?" Heran Bella yang memegang simbol di pundaknya sama halnya dengan Alfin dan Dara yang mencoba menutupi tanda di tubuh mereka.
TO BE CONTINUED