
DARK WALKER
Episode 33
Ersya, Julian, serta Rico dibawa ke rumah sakit khusus kota dan diperlakukan sangat rahasia disana hingga tidak ada yang tau mereka dirawat
"Hardinata enterprise sudah menyiapkan semua ini dengan matang ya," Gumam Ade pada Anwar yang mengangguk sementara Daniel, Edwin, Tissa, Tasya, serta Jefri berada di sebuah penjara khusus dan terlihat Dandi, Al dan seorang gadis berdiri didepan mereka
"Salah kita apaan woi!" Marah Daniel pada Dandi yang berdiri dihadapan mereka
"Kalian itu sudah membuka gerbang menuju dunia lain, apa kalian gak tau efeknya berbahaya bagi dunia manusia?" Tanya Dandi pada Daniel yang menatapnya geram
"Ya mana gue tau!" Jawab Daniel dengan penuh emosi hingga membuat Dandi naik pitam namun dihadang oleh Al
"Apakah jika gerbang dunia lain terbuka akan menimbulkan terbukanya gerbang gerbang lain?" Tanya Edwin pada Al yang mengangguk dan nampak gadis tadi menunjukan beberapa foto pada Edwin
"Ini adalah laporan agen agen kami yang bekerja mengamankan gerbang - gerbang tersebut dan sepertinya semuanya terkontrol seperti dikomandoi oleh seseorang," Ucap gadis itu pada Edwin yang terkejut dan saling menatap mereka
"Apa jangan jangan?" Tanya Tasya hang menyadari sesuatu hal
"Joel," Tissa mengambil kesimpulan pada mereka yang menatapnya heran
"Kenapa Joel?" Tanya Tasya pada Tissa yang tersenyum dan melihat sekitar
"Kemana perginya dia saat kita berhasil keluar dari gerbang dimensi? Bahkan ia sendiri juga tidak ada disini bukan? Apa itu tidak menjadi tanda tanya besar buat kalian?" Tissa menjawab dengan berbagai pertanyaan yang membuat mereka terdiam dan berpikir
***********
Beberapa jam sebelum hal itu nampak Joel berjalan menuju Rizky yang berhasil menutup gerbang dimensi bersama beberapa dark walker level rendah yang datang membantu
"Dark walker rank S Rizky," Ucap Joel pada Rizky yang menodongkan pedangnya pada Joel yang terdiam dan tersenyum pada pria itu
"Ternyata ada Heredis yang menyerahkan diri ya?" Ucap Rizky sombong pada Joel yang mendekati pria itu perlahan
"Sayangnya aku kesini dengan sebuah informasi penting," Ucap Joel pada Rizky yang menatap pria itu heran
"Informasi penting?" Tanya Rizky bingung pada Joel yang tertawa dan memberikan foto Chika yang bekerja sama pada dengan Rico cs
"Chika?!" Kaget Rizky pada Joel yang tersenyum dan memberikan sebuah foto lagi pada Rizky yang memperlihatkan Tasya memberikan kekuatannya pada Julian, Ersya, dan Rico
"Sepertinya tugas ini tidak bisa kau lakukan sendiri," Ucap Joel yang membuat Rizky geram dan menghantam dinding didekatnya
"Saranku mereka bukan lawan yang bisa kau hadapi sendirian lagi," Ucap Joel seraya berjalan meninggalkan Rizky yang terdiam dan mencerna kata kata Joel
__ADS_1
Di rumah sakit nampak Rico yang tertidur tiba - tiba merasakan dirinya berada di ruangan yang gelap dengan sinar dari lilin yang menyala disekitarnya membentuk jalan lurus pada seseorang yang duduk di singgasana pada ujung jalan itu
"Ternyata kau bisa menembus dimensi ini ya?" Ucap pria itu yang masih duduk di singgasananya lalu menunjuk ke belakang dan saat ia berbalik terlihat sebuah sinar terang menerangi tempat itu dan nampak sebuah singgasana yang dilapisi emas terdapat di ujung ruangan itu dan dari sana tengah duduk seorang pria yang tertawa mendengar suara dari pria di kegelapan itu
"Siapa kalian berdua?" Tanya Rico yang menatap mereka berdua namun tiba tiba sebuah kerangkeng menutupi mereka berdua
"Belum waktunya bagimu untuk bertemu mereka," Ucap seorang dark walker yang berjalan di antara cahaya dan kegelapan itu seraya tersenyum
"Lu? Dark walker yang kemarin?!" Kata Rico pada pria itu yang berjalan mendekatinya seraya menusuk perut Rico
"Maaf tapi keselamatan Tasya benar benar jadi prioritas utama kita, maaf ya yang mulia Allwiner, ketua Rico," Ucap sang dark walker seraya tersenyum pada mereka berdua dan tiba tiba lantai tempatnya berpijak terbelah dan hancur membuat Rico terlempar kebawah dan terjatuh di sebuah ruangan serba putih dan disana telah berdiri sang Dark walker dengan memegang pedangnya dan dibelakang terlihat gerbang raksasa yang membuat Rico tercengang
"Gerbang apa itu?" Tanya Rico pada sang dark walker yang tersenyum dan menodongnya pada Rico
"Kenapa lu gak coba cari tahu?" Tawar sang dark walker dengan sombong pada Rico yang geram dan mencabut pedang yang menancap di perutnya lalu berlari menyerangnya walau dengan mudah ditangkis oleh sang dark walker yang menendang Rico menjauh
"Maaf memaksamu mengembangkan potensi secepat ini tapi.... Tarian taring cahaya!" Teriak Dark walker itu uang mengeluarkan puluhan tebasan cahaya yang mengarah ke Rico yang menahan semua serangan itu dengan pedangnya hingga menghasilkan asap yang mengepul di tempat Rico
"Brengsek! Kalau gitu majulah!" Ucap Rico yang menantang sang Dark walker seraya bersiap menyerang
*******
"Tissa dipindahin?" Tanya Julian ke Ade dan Rebecca yang berkumpul di kamar rumah sakit ditemani Anwar setelah mendapat penjelasan tentang aksi mereka
"Mungkin saat ini mereka mengincar kemampuan Tasya, tapi setelah itu dia pasti ngincar Tissa," Ucap Ade menjelaskan pada Julian yang menatap mereka
"Tapi Tissa adalah anggota mereka, sampai anggota Kliwon 8 kita kalahkan gak mungkin gue jauhin Tissa dari temen temennya dengan pindah seko...," Belum selesai Julian bicara Rebecca lebih dulu duduk didepan Julian dan menatapnya dalam
"Lu tau kan potensi kekuatan Tissa?" Tanya Rebecca pada Julian yang menatapnya bingung
"Tissa itu adalah seorang summoner, ia punya energi yang besar untuk memanggil berbagai jin yang disegel dalam beberapa tempat seperti Sakunta yang disegel dalam cincin, secara gak langsung kekuatan Tissa yang besar dapat membuka gerbang iblis jika mereka sudah mengetahui hal itu setelah Tasya pastinya Tissa bakal menjadi sasaran mereka," Jelas Rebecca pada Julian yang terdiam cukup lama sebelum akhirnya menatap mereka
"Gue bakal bicarain ini dulu pada Tissa," Julian akhirnya berbicara pada Rebecca, Ade, dan Anwar yang mengangguk menyetujuinya sementara Anwar nampak menelfon Al
"Lepaskan mereka semua, mereka tidak bersalah," Perintah Anwar pada Dandi cs yang ada di tempat Tissa cs lalu pria itu berjalan ke tempat Ersya yang siuman dan menatapnya
"Sekartaji masih memulai pergerakannya," Ucap Anwar pada gadis itu yang mengangguk mendengarkan hal itu dan menatapnya
"Dia Sekartaji terakhir dan merupakan antek antek Calon Arang," Jelas Ersya pada Anwar yang duduk di depan kasur gadis itu dan mengeluarkan sebuah kertas
"Berikan penjelasan rinci tentangnya," Jelas Anwar pada Ersya yang mengangguk dan menatapnya serius
*************
__ADS_1
Kembali ke dalam pikiran Rico nampak ia terhempas oleh serangan Dark walker itu dan nampak darah mengalir di kepala dan sebagian tubuhnya
"Cuma segini?" Tanya Rico pada Harris yang menutup matanya lalu menarik nafas dalam sebelum akhirnya kembali membuka matanya dan melesatkan tebasan cahaya berwujud taring yang panjang mengarah ke Rico yang menahan serangan itu dan berteriak keras
"Haaaaaa taring cahaya!" Teriak Rico yang membalikkan tebasan itu kearah sang Dark walker yang menahan tebasan itu dengan mudah meninggalkan Rico yang terduduk kelelahan namun senyum tetap mengembang di wajahnya dan ia menunjuk sang Dark walker sambil tertawa
"Harris! Nama lu adalah Harris! Sang dark walker yang memiliki kekuatan cahaya dan sangat perduli pada wakilnya Tasya!" Ucap Rico penuh percaya diri pada sang Dark walker yang tersenyum dan menatap pria itu bangga
"Semua kekuatan dasar sudah kuajarkan padamu, sisanya kuserahkan padamu, apa kau bisa membuka gerbang ini atau tidak," Ucap Harris pada Rico dan tiba - tiba tanah tempatnya berdiri runtuh dan hancur membuat Rico terjatuh kedalamnya dan kesadaran Rico kembali dan dihadapannya terlihat semua teman kelas Rico menatapnya cemas
"Akhirnya lu sadar juga!!!" Ucap semua teman teman Rico yang senang melihat sadarnya Rico dan terlihat mereka bercanda dan tertawa di kamar Rico
"Bukannya anda menyuruh merahasiakan semua ini? pada orang orang sekolah?" Tanya Ade ke Anwar yang tersenyum dan menatap pria itu
"Aku hanya membongkar soal Rico, sebagai wujud apresiasi atas aksi nekadnya itu," Ucap Anwar pada Ade seraya berjalan meninggalkan Ade yang menatap kepergian Anwar dari lokasi mereka sementara di kamar Julian nampak seorang gadis dengan membawa parcel buah datang ke tempat Julian
"Honey! Lu gapapa?" Tanya sang gadis pada Julian yang disuapi makanan oleh seorang suster yang pamit saat itu sementara Julian mengedipkan matanya dan tersenyum menggoda suster itu
"Gue baik baik aja kok beib," Ucap Julian pada sang gadis yang duduk di samping pria itu setelah menaruh parcel itu
"Badan lu sakit dimananya? Kok bisa jatuh dari motor sih? Dan kenapa gak naik mobil?" Tanya gadis itu pada Julian yang tersenyum
"Lu tau gak, persentase cantik lu itu makin bertambah kalau lagi cemas tau gak," Goda Julian pada gadis itu yang nampak salah tingkah dengan godaan Julian
************
Kembali ke penjara nampak Tissa cs yang telah dibebaskan bertemu dengan Anwar yang memegang 4 ilustrasi gambar yang ia tunjukkan pada mereka
"Keempat orang ini adalah Calon arang beserta 3 abdinya yang dibentuk olehnya saat gerbang dimensi terbuka, tugas kalian semua adalah menghabisi mereka agar tidak membuat onar di situ dan juga kalian harus segera menutup gerbang dimensi di tempat itu," Jelas Anwar pada mereka yang melihat keempat foto itu dengan rinci dan mulai berpikir
"Kelompok kalian akan saya bagi diantaranya Tasya dengan Jefri, Daniel dengan Edwin, lalu Tissa dengan mereka," Ucap Anwar yang menunjuk Yaiba dan Dandi lalu nampak Anwar memberikan sebuah map berisi lokasi yang mereka harus tuju
"Berikut adalah lokasi yang harus kalian tuju, silahkan pulang dan bersiap untuk operasi besok" Ucap Anwar yang dibalas anggukan oleh mereka dan nampak bersiap untuk pulang namun Tissa berdiri dihadapan pria itu seraya bertanya
"Gimana dengan Tsabina?" Tanya Tissa pada Anwar karena ia merasa cemas tentang keadaan sahabatnya
"Dia baik baik saja, hanya perlu sedikit pemulihan fisik akibat penggunaan kekuatan yang mengkonsumsi energi berlebih pada tubuhnya," Ucap Anwar memberi penjelasan yang dibalas anggukan oleh Tissa yang tersenyum lalu pamit meninggalkan pria itu
"Misi terakhirmu semoga sukses Tissa," Ucap Anwar pelan seraya berdiri menatap Al yang fokus membuka laptopnya
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Anwar penasaran sementara Al hanya menunjukan layar laptopnya seraya berkata
"Armor knight siap!" Ucap Al yang tersenyum bangga akan hasil pekerjaannya
__ADS_1
TO BE CONTINUED