Dark Walker

Dark Walker
episode 8


__ADS_3

Teks: terjebak dalam tubuh arwah


"Mati kita..," Ucap Alfin putus asa. Namun, Edwin masih tenang dan melihat sekitar.


"Pasti ada jalan keluarnya," Kata Edwin menguatkan hati teman-temannya yang panik dan nampak Rico melihat sekitar.


"Kita keluar dari kelas ini segera!" Kata Rico yang berjalan ke depan pintu dan melihat keluar.


"L gila! Ini satu-satunya tempat kita yabg aman tau! Kita gk tau apa yang menunggu kita di luar sana," Bantah Asa ke Rico.


"Bener co, kalau di game tempat ini adalah check point kita," Kata Sigit ke Rico menjelaskan. Namun, Rico menggelengkan kepala menolak hal itu.


"Jika kita tetap berada di sini, kita malah bakal jadi sasaran empuk dia," Jawab Rico yang nampak telah berjalan keluar dari dalam kelas itu. Kemudian terlihat sosok tangan  menembus dinding yang membuat teman-temannya ketakutan dan mengejar Rico.


**********


Sementara di luar nampak Tasya mencoba mencari celah untuk melepaskan Rico dan yang lainnya yang berada di tubuh hantu Amanda yang menjadi besar dan menutupi hantu itu.


"Cih, ternyata makhluk ini sudah berbuat terlalu jauh," Kata Jefri yang muncul di samping Tasya yang terkejut dan akan menghindar. Namun, tangannya ditahan oleh Pria itu.


"Kita harus bisa bebasin mereka," Kata Jefri ke Tasya yang melepaskan pegangan tangan Pria itu.


"Ta.. Tapi," Kata Tasya mencoba menolak. Namun, pundaknya dipegang oleh Jefri.


"Tolong lupakan masa lalu kita untuk sementara dan biarkan gue bantu lepasin si Dark Walker pengganti itu!" Ucap Jefri meyakinkan Tasya yang mengangguk dan menatap pria itu tajam.


"Hanya untuk kali ini," Ucap Tasya ke Jefri yang tersenyum dan menatap Amanda yang tersenyum sombong melihat kedua siswa dan siswi SMA itu.


"Hanya ada satu cara untuk melepaskan mereka," Kata Joel yang muncul di belakang mereka berdua.


"Siapa?" Tanya Tasya ke Joel yang tersenyum dan menatap mereka berdua dengan tatapan penuh arti.


Kembali ke tempat Rico nampak hpnya berbunyi dan diangkat oleh Rico.


"Apaan?" Tanya Rico ke Tasya sembari mengintip sekitar dan bersembunyi.


"Gue mau lu cari tubuh asli Amanda di dalam sana, gue dan Jefri bakal mencoba mengalihkan perhatiannya," Kata Tasya dari balik telpon ke Rico yang mengangguk dan mematikan hpnya.


"Ok, semua cepat ambil sapu yang ada di dalam kelas," Kata Rico ke Edwin yang mengangguk dan mengambil 3 sapu yang diberikan ke Wisnu dan Sigit.


"Kita bakal berpencar disini, gue bakal cari Amanda dan kalian semua segera pergi dari sini," Kata Rico yang menatap mereka.


"Gue ikut lu," Kata Ditha ke Rico yang berjalan menuju pria itu dan menatapnya tajam.


"Gue sahabat dia, jadi sudah seharusnya seorang sahabat menyelamatkan sahabatnya yang kesusahan kan?" Ucap Ditha ke Rico yang terdiam sejenak lalu tersenyum pada gadis itu.


"Gue juga ikut," Ucap Edwin ke Rico yang menatapnya heran.


"Lebih baik lu lindungin mereka aja," Kata Rico ke Edwin yang terlihat kecewa atas perkataan lalu menepuk pundak Rico.


"Gue wakil ketua kelas lu, jadi jika ketua kelas bergerak maka gue sebagai wakil juga bakal ngelindungin lu, toh dibanding lu gue juga lebih jago," Jawab Edwin yang membuat Rico kesal. Namun, juga senang dan akhirnya Ia berbalik menghadap ke depan.


"Gue serahin Asa dan Eka ke kalian Git, Nu, carilah jalan keluarnya selagi kami menghadapi Amanda," Ucap Rico ke Sigit dan Wisnu yang menunjukan ibu jari.


"Ok!" Jawab mereka serempak dan akhirnya mereka berpencar dengan tujuan yang berbeda satu mencari hantu Amanda dan satu lagi mencari jalan keluar sementara di luar nampak Jefri dan Tasya mulai berlari mencari titik kelemahan hantu Amanda yang menyerang dengan rambut-rambutnya yang panjang dan langsung dipotong oleh Tasya dan dibakar oleh Jefri.


Namun, rambut-rambut itu terus memanjang dan menyerang  mereka berdua dan langsung ditahan oleh barrier transparan yang berasal dari Joel.

__ADS_1


"Fokus saja serang dia biar pertahanan aku yang urus," Ucap Joel yang dibalas anggukan oleh Tasya dan Jefri yang berlari menerjang rambut-rambut yang tertahan oleh barrier tembus pandang Joel.


Namun, makin lama rambut-rambut itu mulai hilang malah muncul banyak arwah berwujud Amanda yang menyerang Tasya dan Jefri yang terus menebas dan memukul klon itu yang berubah menjadi rambut saat hancur.


"Makin merepotkan saja tiap kita berhasil beberapa langkah mendekatinya," Kesal Jefri yang terus menghantam makhluk-makhluk itu.


"Kekuatan itu makin kuat aja ya," Puji Tasya ke Jefri yang tersenyum dan memasang kuda-kuda.


"Sorry dibanding pertemuan saat di laboratorium waktu itu, gue jauh lebih kuat sekarang," Jawab Jefri yang membuat Tasya tersenyum.


Namun, tanpa mereka sadari, terdapat hantu yang mulai mendekat dan akan menerjang mereka tapi dengan cepat Ia hancur oleh paku yang menancap di kepalanya dan mengubahnya menjadi rambut yang menempel di paku itu.


"sip, sekarang waktunya senjata andalan gue beraksi!" Ucap Dandi yang muncul secara tiba tiba dan langsung menghujani klon Amanda dengan tembakan dari pistolnya yang ternyata mempan


"Mantap! gak kaya yang kemarin sudah banget mau kena ke hantunya," Ucap Dandi senang sementara Tasya, Jefri, dan Joel mengabaikan Dandi


"Gue rasa dari tadi kita cuman berjalan di sekitar sini aja deh," Gumam Ditha yang dihiraukan oleh Rico dan tetap berjalan hingga di suatu titik Ia berhenti dan langsung menendang pintu kelas yang ada disampingnya.


"Akhirnya lu keluar juga Amanda!" Kata Rico yang menatap seorang gadis cantik dengan seragam SMA yang berdiri memegang buku dan menatap mereka bertiga.


"Cakep ****," Gumam Edwin terpesona. Namun, Ditha nampak ketakutan menatap wujud Amanda.


"Maaf aja ya... Tapi kalian semua gk akan bisa keluar dari sini," Ucap Amanda yang tersenyum manis ke mereka yang membuat Rico geram dan mengeluarkan kalungnya.


"Amanda! Kenapa lu sampai ngelakuin ini semua?!" Tanya Ditha ke Amanda yang tertawa mendengar hal itu dan akhirnya wujud aslinya perlahan terlihat dengan darah mengalir di kepala, mata yang menghitam dan banyak luka di tubuhnya yang membuat Edwin ngeri.


"Semuanya harus mati! Gue gak terima kalau hanya gue si korban bully yang mati disini!!!" Geram Amanda yang mengeluarkan aura yang membuat mereka bertiga gemetar, tiba-tiba sebuah bola hitam melayang dan masuk ke dalam tubuh Amanda. Kemudian sebuah kekuatan yang besar mengalir di tubuhnya dan banyak rambut menyerang mereka bertiga yang langsung dipotong oleh Rico.


"Pedang? Rico lu?!" Kaget Edwin dan Ditha yang menodongkan pedangnya ke Amanda.


"Sial! Dia menangkap teman-teman kita!" Kata Edwin yang berlari mencoba menolong teman- temannya. Namun, rambut-rambut itu kembali menyerangnya dan langsung dipotong oleh Rico.


"Larilah! Biar dia gue yang hadapin," Kata Rico sembari berlari memotong rambut-rambut Amanda.


"Dia sudah mendekati kuntilanak," Ucap Prabu Asmoro bangun. Namun, seseorang dengan topeng putih dan titik emas di dahinya tertawa mendengar hal itu.


"Terlalu cepat buat bilang dia mendekati kuntilanak," Ejeknya sembari menatap Prabu Asmoro bangun.


"Dewi Sekartaji, apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Prabu yang dibalas tawa olehnya.


"Jelaslah karena gue tau seperti apa kuntilanak itu," Jawabnya yang berdiri dan mengambil kamera.


"Sialan! Kenapa makin sulit sih!" Geram Jefri yang menggengam tangan kanannya dan langsung menghantam perut kuntilanak itu yang langsung meledak dan hancur hingga membuat Tasya terkejut.


"Kekuatan itu?!" Kaget Tasya sama halnya dengan Jefri yang melihat tangannya berubah dengan ekspresi tidak percaya.


"Bravo! Sepertinya kekuatan kala Rahu sudah bisa kau kuasai," Ucap Joel yang membuat mereka berdua menatapnya heran.


"Kenapa lu bisa tau soal ini?" Tanya Jefri ke Joel yang menunjuk ke depan dan terlihat Para Amanda berkumpul dan bergabung menjadi besar.


"Bagus, sekarang makin repot kita," Kata Jefri yang memasang kuda-kuda, sementara Tasya sudah bersiap dengan pedangnya.


"Sial makin banyak aja rambutnya!" Ucap Rico yang tentu menebas rambut rambut itu dan disatu titik akhirnya rambut itu berhasil menghantam Rico yang terhempas ke pojok kelas dan terjatuh, sementara Edwin dan Ditha terikat oleh rambut-rambut itu.


"Mati! Kalian, semua harus mati!" Kata Amanda yang mendekat ke Ditha yang berteriak dan dengan sekuat tenaga Ia mencoba melepaskan diri dari Amanda yang mencoba mencekiknya.


"Ditha!" Teriak Edwin yang meronta mencoba melepaskan diri. Namun, tangan Amanda mulai mencekik Ditha yang sudah putus asa, sementara Rico perlahan mulai sadar. Namun, kembali rambut itu mengikat leher Rico dan mengangkatnya ke atas dan membuatnya tercekik yang disaat itu, Amanda mulai tertawa penuh kemenangan.

__ADS_1


"Hantu raksasa ini makin merepotkan aja!" Kata Jefri yang terus menghindar.


"Sihir serangan bola-bola api!" Ucap Tasya yang menyerang dengan sihir bola apinya.


Namun, percuma saja hantu itu malah makin mengamuk dan memukul Tasya yang dilindungi barrier Joel yang retak dan hancur, tepat saat Tasya berhasil melompat menjauh.


Namun, tiba-tiba hantu itu berteriak sama halnya dengan hantu Amanda asli yang kesakitan dan ternyata pedang Rico telah menancap di punggungnya dan akhirnya ikatannya mulai renggang dan Rico pun terjatuh dengan terbatuk-batuk.


"Akh sakit!" Nampak hantu Amanda berteriak kesakitan dan melepas cekikannya. Namun, secepat kilat Ditha memeluk hantu itu dan cahaya terang mulai terlihat dikelas itu dan sebuah gambaran masa lalu terlihat.


"Dasar cewek aneh!"


"Cewek sok pinter!"


"Diem aja lu di gudang biar dimakan setan! Hahahaha!" Nampak para pembullying Amanda menguncinya di gudang dan meninggalkannya begitu saja. Namun, beberapa menit kemudian datang Sigit, Ditha, dan Eka yang membuka pintu gudang itu.


"Untung aja kita tepat waktu," Ucap Sigit yang dipeluk oleh Amanda yang ketakutan.


"Tenang aja selama ada kita disini, lu bakal baik baik aja," Kata Ditha yang menepuk pundak Amanda.


"Sabar ya Amanda," Ucap Eka menenangkan gadis itu. Namun, makin hari pembullyian yang dialami oleh Amanda makin menjadi-jadi hingga akhirnya gadis itu tidak sanggup lagi dan akhirnya bunuh diri dengan lompat dari sekolah setelah mengiris pergelangan tangannya.


"Arwah yang malang... Apakah kau ingin balas dendam?" Tanya seorang pria bertopeng yang ternyata adalah Prabu Asmoro Bangun yang memberikan sebuah batu berwarna putih yang diberikan ke Amanda dan diterima oleh arwah Amanda yang akhirnya berubah menjadi hantu SMA yang mulai menculik orang-orang yang dahulu membully dirinya dan mayatnya ditemukan 7 hari kemudian dengan kondisi mengenaskan.


"Hahaha semua harus mati! Semua harus menjadi abdiku di neraka!" Ucap hantu Amanda yang ditutupi rasa dendam dan mulai meneror sahabat-sahabatnya dulu hingga sekarang Ia dikondisi saat ini.


"Sudah cukup Amanda, lu gk harus melakukan ini," Kata Ditha yang memeluk Amanda dan wajahnya yang menyeramkan perlahan kembali ke wujud aslinya yang cantik dan air mata mulai mengalir dikedua matanya dan cahaya itu perlahan memudar dan terlihat semuanya kembali normal dan hantu raksasa tadi mulai menghilang hingga membuat Jefri, Joel, dan Tasya bingung.


"Maafin gue," Ucap hantu Amanda yang menangis dan membalas pelukan Ditha disusul Sigit dan Eka yang mendekat dan juga memeluk hantu itu hingga perlahan menghilang sementara Rico dan Edwin hanya melihatnya dari jauh.


"Gue juga pengen dipeluk Amanda," Gumam Edwin yang dibalas lirikan Rico yang tersenyum dan kelas kembali seperti semula.


"Apa yang terjadi?!" Heran Jefri dan terlihat Rico, Edwin, Ditha, Sigit, Eka, Asa, dan Wisnu berjalan keluar dan menyapa mereka berdua.


"Mengejutkan, kalian bisa ngalahin arwah Amanda tanpa bantuan dari mereka," Puji Joel ke Rico yang tersenyum sementara Tasya mulai memberikan serbuk penghilang ingatan pada Sigit, Wisnu, Eka, dan Asa. Namun, saat ia akan memberikannya ke Ditha, Rico menahannya.


"Mereka berdua pengecualian," Kata Rico ke Tasya yang menatapnya heran.


"Tapi kan mereka?" Tasya mencoba menolak. Namun, Rico menggelengkan kepala.


"Tanpa bantuan mereka, gue gak bakal bisa ngalahin Amanda, jadi biarin Ditha, dan Edwin yang mengingat hal ini, gue yang bakal tanggung jawab," Kata Rico ke Tasya sementara Ditha dan Edwin menatap Rico penuh haru dan akhirnya Tasya mengangguk dan mundur.


"Ok, kalau itu mau lu," Kata Tasya ke Rico yang menatap kedua temannya dan memegang pundak mereka berdua.


"Keknya si ketua kelas punya side kick sekarang," Ucap Rico yang membuat mereka berdua tertawa.


"Yah, memang perlu lah, sebagai ketua kelas aja lu masih gk becus apa lagi sekarang yang notabene ngurusin hal hal gk masuk akal kek gini," Jawab Ditha ke Rico.


"Layaknya Buck dan Roger kita akan selalu bareng sampai garis akhir bukan?" Jawab Edwin yang membuat Rico tersenyum sementara Tasya mulai kagum dengan mereka dan menatap Jefri yang sudah menghilang dari sana.


"Jef?" Tanya Tasya yang melihat sekitar. Namun, Ia tidak ditemukan


                      TO BE CONTINUED


"Masih gagal ya? Kalau gitu giliran gu..,"Ucap gadis bertopeng putih ke Prabu Asmoro Bangun.


"Siapa bilang?! Ini juga bagian dari rencanaku asal kau tahu saja, dan kali ini akan mendekati puncaknya!" Ucap Prabu Asmoro Bangun sombong, sementara Sekartaji hanya tersenyum dan memainkan kameranya dan memfoto Prabu Asmoro Bangun.

__ADS_1


__ADS_2