
Sebelumnya nampak Julian berdiri dihadapan Ersya yang dipenuhi dendam setelah menyelamatkan Rico dan Tasya dari serangan pamungkas Ersya yang mematikan...
"Gue siap bertanggung jawab jika ini menyangkut Larissa darkness," Ucap Julian datar yang membuat Ersya terdiam mendengar hal itu dan tiba tiba air mata mengalir di pipinya
"Hal itu gak merubah apapun!" Teriak Ersya dan dari bawah tanah puluhan bunga sakura muncul dan kembali berkumpul di sekitar Ersya
"Sudah terlambat buat bertanggung jawab!" Ucap Ersya pada Julian yang mengangguk membenarkan kata kata gadis itu dan menatapnya datar
"Tasya, segera sembuhin Rico biar Sekartaji ini gue dan Sakunta yang hadapin," Ucap Tissa seraya berjalan menjauhi Tasya yang mengangguk dan mengeluarkan sihir yang dapat menyembuhkan Rico walau gak cepat dan butuh waktu yang lumayan panjang untuk menyembuhkan lukanya
"Gue tau!, tapi saat itu gak ada jalan lain," Ucap Julian pada Ersya yang menatapnya tajam dan menyerang dengan bunga sakuranya yang berkumpul mengitari mereka berdua
"Selalu ada jalan lain Julian, lu dan temen temen brengsek lu aja yang malas buat mencari jalan itu! CHERRY BLOSSOM second judgment!" Bentak Ersya yang membentuk bunga sakuranya menjadi sebuah sangkar yang menutupi sekitar mereka dan sisa bunga sakura yang berputar disana menyerang Julian layaknya jarum yang menghujani tubuhnya
"SCHNEEZONE!" Ucap Julian dan area sekitar sangkar itu membeku termasuk sangkar bunga sakura Ersya yang matanya mental kembali hingga membuat Julian terhenyak
"Cherry blossom zone!" Ucap Ersya yang mengubah seluruh tempat sekitar mereka yang membeku kembali menjadi ratusan bahkan ribuan bunga sakura
"Ini buat bokap gue dan juga kakak gue!" Ucap Ersya yang melayang karena bantuan bunga sakura yang berkumpul di sekitar tubuhnya sementara Julian hanya tersenyum melihat kekuatan Ersya
"Lu menguasai mata Raja rupanya, seandainya aja kedua pangeran itu tau kalau Larissa punya adik sekuat dan secantik lu pasti mereka gak bakal kaya gitu," Ucap Julian ke Ersya yang emosinya makin meluap dan mengarahkan tangannya ke arah Julian yang bersiap menahan serangan itu
Sementara Tissa nampak menghindari tiap serangan petir hijau Sekartaji sementara Sakunta nampak menendang Sekartaji yang disibukkan oleh batu batu akiknya hingga membuatnya kewalahan
"Sakunta! Kita pakai kombinasi serangan kita!" Ucap Tissa yang berlari mendekati Sekartaji bersama Sakunta dan mereka saling melambung ke kiri dan kanan Sekartaji seraya bersikap menyerang Sekartaji yang mengarahkan listrik dari kedua tangannya kearah mereka berdua
"Merah delima!" Ucap Tissa yang melempar 5 buah batu merah delima yang meledak menjadi api yang membakar tangan kiri Sekartaji sementara Sakunta mengerahkan banyak buku bulu hitam yang menancap di tubuh Sekartaji namun percuma saja serangan itu hanya jatuh ke tanah karena tubuh Sekartaji yang transparan tidak berefek padanya
"Sakunta wujud pusaka!" Teriak Tissa dan tiba - tiba Sakunta mengeluarkan cahaya yang bergerak menuju Tissa dan saat Sekartaji menoleh ke arah gadis itu sebuah tebasan telak membelah topeng Sekartaji menjadi 2 dan seketika tubuh transparan itu terbakar dan hancur menjadi debu sementara Tissa nampak memegang sebuah pedang dengan corak hitam dan bulu bulu gagak di pegangannya
"Sekarang tinggal kak Ersya," Ucap Tissa yang segera berjalan ke tempat Ersya.
**********
6 tahun yang lalu sebuah perang besar terjadi antara Julian bersama puluhan orang lainnya yang mencoba menghentikan sebuah perang saudara antar 2 pangeran mereka menyerang sekelompok orang misterius dengan jubah warna - warni yang dipimpin oleh seorang pangeran jahat dan saat itu setelah perjuangan besar antara sang pangeran baik yang dibantu oleh Julian dan banyak orang nampak peperangan tersebut akan berakhir, hingga tersisa sebuah pertarungan sengit antara sepasang putri dari bangsa yang berbeda
"Ini pertarungan yang sudah ditakdirkan," Ucap seorang pria tua yang menahan langkah Julian dan pangeran tersebut yang mencoba menghentikan pertarungan itu
Dan sebuah pedang tajam berhasil menusuk sang putri bernama Larissa darkness kakak dari Aurelia darkness sang pangeran yang ternyata masih mencintai sang putri tersebut akhirnya turun tangan dan mencoba mengakhiri hal itu namun disaat hal yang harusnya mengharukan diubah menjadi kelam oleh kedatangan sang pangeran jahat yang tidak segan segan membunuh kakak dari Aurelia darkness hingga dadanya berlubang
__ADS_1
"Mereka berdua adalah Mozra dan Mizra shifter, mereka berdua mencintai kakak lu," Ucap Julian sebelum terkena telak serangan Ersya yang tersenyum penuh kemenangan
"GEFRIERZEIT!" Teriak Julian dan sekeliling tempat itu menjadi warna biru tua dan nampak Julian tengah berlari mendekati Ersya dan mengaliri tangan kanannya dengan energi api dan waktu kembali normal saat Julian sudah cukup dekat dengan gadis itu
"GEFRIERZEIT adalah teknik terlarang yang dapat membekukan waktu selama 3 detik namun punya konsekuensi daoat membekukan darah maupun organ dalam tubuh," Ucap Julian serah mengerahkan pukulan api kearah Ersya yang langsung menendang Julian yang tidak siap dengan hal itu
"Teknik bela diri macan langit terkaman tanpa wujud!" Ucap Ersya dan sebuah tendangan cepat mengenai tubuh Julian hingga terhempas ke belakang
"Gue udah terpisah dari kakak gue semenjak tragedi bangsa Karmelia melawan bangsa Darkness," Ucap Ersya pada Julian yang mencoba bangkit dengan kepayahan dan nampak ia memuntahkan darah karena organ dalamnya membeku
"In..i ba..t..as ke..kuat... gue," Gumam Julian seraya menatap Ersya yang perlahan mendekat dengan bunga sakura terkumpul kembali di sekitar tubuhnya
*************
Kembali ke masa kecil Ersya atau Aurelia darkness nampak ia bersama kakaknya hidup damai di sebuah kastil bersama banyak prajurit yang melindungi mereka
Larissa adalah kakak yang baik pada sang adik, ia selalu mengalah dalam tiap hal, mereka berdua punya sebuah kebiasaan yaitu sang kakak yang selalu mengusap kepala sang adik jika ia berhasil melakukan suatu hal yang baru sambil berkata
"Kau berhasil mengerjakan hal yang baru adikku!" Puji sang kakak yang membuat Aurelia darkness tersenyum bangga
Sementara sang adik akan memeluk tubuh sang kakak jika ia merasa sedih maupun ketakutan sambil berkata
Sang kakak sempat berkata ia akan membuatkan sebuah puisi pada adiknya namun tragedi malam itu mengubah semuanya serangan prajurit karmelia yang dipimpin sang raja Edelweis karmelia membuat ayah mereka Loscious darkness memerintahkan untuk segera mengevakuasi kedua anak mereka walau akhirnya mereka terpisah Aurelia darkness dibesarkan oleh seorang pasangan paruh baya yang membesarkan Aurelia darkness dengan penuh cinta dan mengubah namanya menjadi Ersya Lala Cantika namun kutukan nasib buruk kembali melanda Ersya saat ia berusia 12 tahun Ersya yang pulang sekolah menemukan kedua ortunya dibunuh secara misterius oleh seseorang
"Ersya kuharap anda masih mengingatku," Ucap seorang gadis bernama Mona yang merupakan mantan abdi kerajaan Darkness ia mengajari Ersya muda cara menggunakan kekuatan dan potensi yang ia miliki hingga akhirnya ia direkrut oleh Bapang atas rujukan dari pelayanan Mona
"Apa yang bisa lu berikan ke gue sebagai bayaran atas perekrutan ini?" Tanya Ersya ke Bapang yang tertawa dan menatap gadis itu
"Aku akan menawarkanmu sebuah kebenaran tentang keluarga Darkness yang tersisa," Jawab Bapang yang langsung diterima oleh gadis itu
"Sekartaji bukanlah topeng biasa, dia adalah tooeng hidup yang bersifat parasit dan akan selalu mencari inang yang cocok baginya untuk mengambil potensi dan energi kehidupan mereka," Ucap Barang menjelaskan pada Ersya yang tersenyum dan mengambil topeng itu
"Kita memiliki satu persamaan, selalu mendapatkan nasib buruk, Sekartaji selalu mendapatkan nasib buruk bukan?" Ucap Ersya yang tersenyum pada Bapang
************
Kembali ke masa kini nampak Rico perlahan tersadar dan melihat Julian yang akan dihabisi oleh Ersya
"Gue ha..," Rico nampak memaksakan tubuhnya namun tetap ditahan oleh Tasya yang menyembuhkan tubuhnya
__ADS_1
"Gak Rico! Lu harus pulih dulu! Kenapa sih lu gak bisa sabar sebentar aja!" Omel Tasya ke Rico yang terus memaksa
"Kalau gini terus Julian bisa mati! Gue gak mau temen temen gue mati cuma karena masalah kaya gini!" Ucap Rico yang membuat Ersya terkejut mendengar hal itu dan menatap pria itu
"Kenapa ia begitu memaksa dirinya? Dan kenapa ia masih nganggap gue temannya walaupun gue udah ngelakuin hal jahat kaya gitu ke dia?" Heran Ersya yang menyerang dengan ratusan bunganya kearah Rico yang langsung melesatkan tebasan cahaya horizontal yang menghancurkan formasi bunga sakura Ersya dan langsung menghilang saat nyaris mengenai gadis itu hingga membuatnya heran dan langsung menyerang Rico yang berlari mendekati Ersya
"Kenapa lu nahan serangan tadi?" Tanya Ersya pada Rico yang menatapnya tajam
"Gue paham apa yang lu rasain selama ini, dan gue gak mau lu makin menderita dan berada di jalan yang salah," Ucap Rico yang menancapkan pedangnya ke tanah dan berdiri tegak menatap Ersya
"Apa yang lu lakuin?" Tanya Ersya pada Rico yang berjalan ke dekatnya dan tersenyum
"Lu bisa bunuh gue sekarang Sya, tapi gue minta lu janji satu hal, jangan makin tenggelam pada kebencian dan dendam ini, gue gak mau lu berada di jalan gelap ini," Ucap Rico yang membuat gadis itu terdiam dan menatapnya kesal lalu mengerjakan ratusan bunga sakura itu untuk menyerang pria itu hingga terhempas kembali
"Berisik!!!" Teriak Ersya sembari air mata mulai menetes di pipinya namun secara mengejutkan kedua kaki Ersya membeku dan saat ia menatap ke belakang terlihat Julian berjalan tertatih menatap Ersya
"Merah membawa amarah, hijau membawa kesegaran.
Hitam membawa kegelapan, putih membawa cahaya.
Warna warni dalam hidupku, akan selalu bersinar terang.
Karena kaulah, yang membuat hidupku berwarna. Kupu - Kupu terakhirku..." Sebuah puisi yang membuat Ersya terkejut mendengar hal itu tanpa terasa air matanya menetes dan membuat Ersya menangis sangat kencang hingga membuat Tasya dan Rico tercengang melihat hal itu
"Sejak awal kupu kupu terakhir yang ada sebelum Mozra shifter ataupun Mizra shifter adalah engkau Aurelia darkness..." Ucap Julian yang terduduk lemas karena kehabisan tenang sementara Ersya juga sama terduduk dan semua kekuatan yang ia miliki perlahan menghilang
"Kenapa lu ngelakuin semua ini?" Tanya Ersya disela tangisnya pada Julian yang tersenyum pada gadis itu namun tiba - tiba mereka berdua memuntahkan darah akibat sebuah pedang yang menancap di punggung Ersya dan dada kiri Julian dan terlihat Ken Arok berdiri dibelakang Ersya setelah melempar sepasang belati tadi seraya mengeluarkan keris miliknya dan tertawa melihat rencananya berhasil
"Waktunya menyelesaikan mi...," Ucapan Ken Arok terhenti saat sebuah tebasan cahaya nyaris memotong tubuhnya
"Tissa! Cari orang orang yang diculik Sekartaji dan lepaskan mereka, Tasya! sembuhkan Julian dan Ersya!," Nampak Rico memberi perintah pada kedua temannya seraya berjalan mendekati Ken arok
"Lu gimana?" Tanya Tissa dan Tasya bersamaan
"Biar gue habisin si brengsek ini!" Ucap Rico yang menodongkan pedangnya pada Ken Arok yang tertawa dan menodongkan keris miliknya
"Memangnya bisa apa seorang dark walker yang babak belur melawan ku anggota terkuat keempat kliwon 8 ini!!!" Sombong Ken Arok yang membuat Rico tertawa mendengar hal itu dan menatap pria itu sombong
"Terserah lu mau anggota apa kek yang pasti dalam 20 gerakan lu bakal gue kalahin!" Ucap Rico penuh semangat
__ADS_1
TO BE CONTINUED