Dark Walker

Dark Walker
EPISODE 41


__ADS_3

Bapang berniat mengambil kekuatan Tissa yang merupakan Gate namun Joel yang ternyata melibatkan Dark Walker mulai membuat kesalahan pada kesuksesan rencana Bapang terlihat kini di tempat yang agak jauh nampak Rizky dan Rezky berdiri menatap kastil itu


"Tasya ada disana bukan?" Tanya Rezky pada Rizky yang mengangguk dan nampak ia mengangkat tangannya ke atas dan


"caelum gladio!" Teriak Rizky dan sebuah pedang raksasa menancap di kastil itu hingga menghasilkan ledakan dan runtuhan besar yang membuat semuanya terkejut dan menjauh dari sana kecuali Ersya, Tasya, Jefri, Tsabina, Rico, Julian, Tissa, Bapang, serta Ken Arok yang masih ada di dalam sana


"Apa - apaan ini!" Marah Bapang dan nampak kedua dark Walker berjalan mendekati tempat itu


"Eksekusi Tasya sekarang," Ucap Rezky dan nampak Chika, Dandi, Daniel, serta Edwin menghadang langkah pria itu yang tersenyum dan dari langit muncul banyak pedang yang terbang menancap ke arah mereka berempat yang berusaha menepis dan menghindari pedang pedang itu dan ternyata Rezky sudah berjalan melewati mereka hingga sebuah tebasan tercipta di tubuh mereka berempat yang memuntahkan darah tersungkur


"Sampah, jangan menghadang," Ucap Rezky yang langsung berjalan mendekati kastil


Disisi lain nampak Tissa yang terikat masih terkejut melihat pedang raksasa yang menancap ke tubuh Dewi Krasih dan nampak Rico dan Julian sudah berada di dekatnya akibat terjatuh oleh runtuhan kastil yang hancur bersama Ken Arok


"Tissa!" Teriak Julian dan Rico yang langsung membebaskan gadis itu yang segera memeluk kedua pria tadi


"Rico! Julian!" Panggil Tasya yang tersadar bersama Ersya, Jefri, serta Tsabina


"Kalian gak apa?" Tanya Jefri namun terlihat Ken Arok dan Bapang mendarat di dekat mereka


"Sayang sekali gak semudah itu," Ucap Bapang yang langsung ditodong oleh pedang Rico


"Gak bakal gue biarin!" Ucap Rico dan nampak Ken Arok berdiri didepan Bapang yang langsung bersiap dengan senjatanya tapi sebuah tepuk tangan mengagetkan mereka dan terlihat Rezky berdiri diatas kastil yang sudah hancur itu


"Dark Walker palsu, Ganendra, serta Kliwon 8 menumpaskan kalian sepertinya sangat berarti untuk kami dark Walker," Ucap Rezky yang melompat turun diikuti oleh Rizky yang langsung menyerang Jefri yang menghantam tubuh pria itu diikuti Ersya dan Tsabina yang mengepungnya sementara Ken Arok segera berlari menyerang Rezky yang mencabut katana miliknya dan menebas perut anggota Kliwon 8 hingga tersungkur dan tumbang sementara ia kembali berjalan mendekati Bapang yang terdiam dan berjalan mendekati Ken Arok


"Kita pergi Kliwon 8," Ucap Bapang yang mengetahui kekuatan Rezky yang tersenyum menatapnya dan nampak ia menghilang


Ditempat lain Michelle nampak terduduk dengan kekuatan api yang mulai memudar berbeda dengan Raden Wijaya yang tertawa dengan kekuatan api yang sangat besar


"Kekuatan yang luar biasa, sebagai gantinya kukembalikan partner kalian," Ucap Raden Wijaya dan nampak Ade terjatuh saat akan menyerang Anwar


"Kita harus pergi," Ucap Calon arang pada Raden Wijaya yang menghilang dari hadapan para Ganendra


Kembali ke tempat Rezky nampak Julian lebih dulu maju menyerang sang dark Walker yang langsung menebasnya namun dengan sigap dihindari oleh pria itu yang langsung menginjak tanah didekat Rezky


"Eissäule!" Sebuah pilar es keluar dari sana bersiap menancap di perut Rezky yang langsung menebasnya


"Lumayan," Ucap Rezky yang mengarahkan kedua tangannya keatas dan nampak pedang tercipta di kedua tangannya dan langsung ia gunakan untuk menyerang Julian yang berhasil menghindar dan kembali menyerang namun kembali ditahan olehnya


"Kali ini lu bakal berak..." Belum selesai Jefri bicara sebuah tebasan api menyerangnya hingga terhempas dan nampak Tsabina dicekik oleh Rizky dan langsung ia lemparkan ke sudut ruangan


"Apa?!" Kaget Ersya yang menyerang dengan bunga sakura miliknya namun semua terbakar dan dengan mudah Rizky meninju perut Ersya dan membuka tangannya


"Sihir serangan ledakan api!" Ucap Rizky dan nampak Ersya terhempas dan menabrak dinding


"Kenapa kekuatannya meningkat!" Kaget Julian hingga membuatnya terkena tebasan dari Rezky yang tertawa


"Kami tidak menahan diri seperti saat di alam nyata, jadi ini adalah wujud kekuatan kami yang sebenarnya," Ucap Rizky menjelaskan dan nampak Rico yang geram langsung melompat dan menebas Rezky secara brutal namun semuanya dapat dihindari oleh sang rank S dark Walker yang tersenyum dan menangkis salah satu tebasan dari Rico


"Ini hanya 15% kemampuan kami dan ternyata kekuatanmu cuma segini," Ucap Rezky yang langsung memotong pedang Rico menjadi 2 bersamaan dengan lehernya yang teriris dan membuat Rico tumbang


"Gak mungkin!" Kaget Rico yang terjatuh dan hanya melihat Rezky berjalan melewatinya dan mendekati Tasya yang terdiam melihat hal itu


"Melawan hanya bakal ngebuat hukuman lu makin berat," Ancam Rezky pada Tasya yang tidak bisa berkata atau berbuat apa - apa namun sebuah ledakan api nyaris mengenainya jika tidak menjauh dan terlihat Jefri berjalan ke depan Rezky


"Tasya bakal gue lindungi!" Teriak Jefri yang membuat Rezky terdiam disusul Julian yang berhenti di samping Jefri

__ADS_1


"G..gue ga..k bakal biarin!" Teriak Julian yang berdiri dengan pedang yang telah terpotong dan membuat Rezky tertawa


"Terkadang kalian harus menyadari batas antara tekad dengan fisik kalian," Ucap Rezky dan terlihat beberapa pedang transparan muncul disekitarnya


"Demi Tasya!!!" Teriak Jefri, Julian, dan Rico yang berlari menyerang Rezky yang dengan mudah menghindari serangan mereka lalu menendang Jefri


"Ansturm!" Julian menciptakan ledakan es dari pijakan kakinya namun dapat dihancurkan oleh Rezky dan sebuah pedang kecil ia tancapkan di pundak Julian dan diakhiri tendangan Spartan yang melemparnya menjauh


"Heaaa!" Jefri tanpa ampun menghujani musuhnya dengan pukulan api Kala rahu yang terus dihindari oleh Rezky yang akan membalas namun tanpa ia sadari beberapa bola api berbentuk matahari telah tersebar disekitarnya


"Rahu hand murka Surya!" Teriak Jefri dan bola bola matahari tadi mendekati Rezky yang menggerakkan pedang pedang transparannya ke arah bola matahari tadi dan menghancurkannya lalu menatap Jefri yang terkejut lalu memuntahkan darah karena pedang pedang itu menancap di tubuhnya dan membuatnya tumbang


"Tidak akan semudah itu!" Teriak Rico yang menebas Rezky yang tidak menyadari serangan itu namun sayangnya hanya mengiris kecil pipi Rezky yang tersenyum menatap Rico


"Keputusan gue memotong pedang itu benar juga ya," Gumam Rezky yang langsung menebas Rico hingga terduduk dan dihadiahi tendangan oleh sang dark Walker hingga terhempas ke dekat Tasya


"Cukup..." Ucap Tasya yang menangis namun Ersya dengan cepat mengerahkan bunga bunga sakuranya menyerang Rezky


"Cherry blossom!" Ucap Ersya namun pedang pedang transparan Rezky kini berbaris membentuk perisai yang menahan serangan Ersya tadi dan pria itu segera berlari menuju Ersya namun dengan mudah dihalang oleh dinding es Julian


"Belum selesai low gravity!" Teriak Ersya yang membuat pria itu terkejut dan sebuah tekanan angin membuatnya terlempar dan dari sisi dinding es yang rubuh terlihat Ersya dengan mata bercahaya berjalan mendekatinya


"Mata raja menarik," Tawa Rezky yang langsung bangkit dan berlari menyerang Ersya yang melayang dan mengarahkan tangannya ke Rezky dan tiba - tiba tekanan gravitasi di tubuhnya mulai berat dan membuat Rezky tidak mampu bergerak


"Gak bakal gue biarin lu bawa Tasya!" Teriak Ersya namun ekspresinya berubah karena sebuah pedang menancap di punggungnya


"Lu pikir cuma lu yang bisa pakai teknik tangan kaya gitu?!" Ucap Rezky yang membuat Ersya terjatuh dan tumbang


"Ersya! Semuanya please! Jangan ngelawan lagi!" Teriak Tasya namun Rico kembali berdiri dan berteriak lalu menyerang Rezky dengan pedangnya yang dengan mudah dihindari dan dibalas tebasan di perutnya dan membuat Rico tumbang


"Cukup! Jangan ngelawan lagi," Tasya nampak menangis melihat seluruh temannya terluka parah sementara nampak Rezky berjalan mendekati Tasya lalu berdiri didekatnya


"Masih belum," Ucap Rico yang membuat Rezky geram dan akan menyerang namun


"Gefrierzeit," Ucap Julian dan nampak waktu membeku dan dengan sisa tenaga ia berlari dan membawa Rico serta Tasya menjauh dari sana dengan menggunakan kekuatan apinya membentuk Sayap api namun kekuatannya habis saat ia berada di luar dan waktu kembali normal


"Julian!!!" Teriak Tasya dan Rico yang tersadar telah berada di luar namun tubuh Julian kembali berada dalam kondisi yang buruk dengan suhu tubuh dingin seperti es


"Sial, jurus itu terlalu kuat gue cuman bisa Makai selama 7 detik," gumam Julian yang akhirnya tidak sadarkan diri


"Usaha yang bagus," Ucap Rezky yang berjalan bersama Rizky dibelakangnya namun kembali Rico berdiri didepan Tasya


"Cukup Rico! Gue gak mau liat lu terluka lagi!" Ucap Tasya yang memeluk tubuh Rico yang terdiam dan teringat saat saat mereka bersama


Malam itu nampak Rico dan Tasya sedang duduk di sebuah taman


"Jagung bakar yang lu pesen," Ucap Rico ke Tasya yang tersenyum dan nampak mereka duduk di salah satu bangku disana


"Gue gak pernah tau ada taman sebagus ini," Ucap Tasya yang dibalas tawa oleh Rico sembari memakan jagung bakarnya


"Wajarlah kalau lu gak tau, habisnya sibuk lawan jin mulu," Jawab Rico yang dibalas senyum oleh Tasya sembari memakan jagung bakarnya


"Itu kan tugas gue Co," Jawab Tasya yang dibalas anggukan oleh Rico sembari menatap Tasya


"Mumpung malam ini lagi free, kenapa gak kita pakai buat keliling kota aja, sekalian refreshing gitu," Tawar Rico ke Tasya yang mengusap sisa makanan di bibir Rico degan tisu yang membuat pria itu terdiam lalu tersenyum canggung


"Jadi lu mau ajak gue kencan nih?" Tanya Tasya yag membuat Rico makin salah tingkah hingga membuat wajahmu merah padam

__ADS_1


"Ge..ge..geer baget lu! Gue cuma mau ajak lu refreshing doang gk lebih, kan selama ini lu gk tau tempat tempat yang keren disini," Ucap Rico ke Tasya yang tertawa lalu berdiri


"Yaudah yuk, ntar kemalaman bisa diomelin kita," Jawab Tasya ke Rico yang tersenyum dan berdiri lalu segera berjalan menuju motor scoopy dan segera berangkat mengelilingi kota mataram selama beberapa bulan mereka bersama mereka tidak pernah seasik ini wajar saja hal itu membuat Rico sedikit bahagia dan mulai nyaman dengan adanya Tasya dalam hidupnya


"Gak bakal! Gue gak bakal ngingkarin janji gue waktu itu!" Jawab Rico pada Tasya lalu melepas pelukan gadis itu dan berlari menyerang Rezky yang langsung menebas pundak kanan pria itu dan menginjaknya


"Lebih baik gue bunuh aj...," Rezky yang akan menusuk Rico dihadang oleh Tasya yang menatap pria itu tajam


"Biarin dia hidup, bukannya tujuan lu mau nangkap gue?" Tanya Tasya pada Rezky yang mengangguk dan menatap gadis itu


"Baiklah sekarang ikut gue," Ucap Rezky namun suara tawa membuat langkahnya terhenti


"Gak... Gue gak bakal biarin!" Julian nampak menyeret tubuhnya mendekati Rezky yang berbalik menatap pria itu dan nampak ia tersenyum melihat Rico mencoba berdiri dengan bertumpu pada tubuhnya sementara Rico kembali teringat pada masa lalu


"Thanks buat malam ini," Ucap Tasya yang turun dari motor Rico dan akan membuka gerbang


"Tas?" Panggil Rico yang turun dari motornya dan mendekati Tasya yang bingung dengan tingkah Rico yang tiba tiba memegang kedua tangan gadis itu


"Gue janji gue bakal jadi lebih kuat untuk bantu lu menghadapi para jin itu serta mengalahkan Rizky agar dia gak berusaha nangkep lu lagi!" Kata Rico ke Tasya yang terkejut dan nampak matanya berkaca kaca dan membuat Rico terkejut


"Sorry gue salah ngomong ya?" Tanya Rico ke Tasya yang menggelengkan kepala dan memeluk tubuh Rico


"Gue akuin tekad dan keberanian lu, tapi cukup sampai disini aja!" Ucap Rezky yang menendang tubuh Rico dan langsung menancapkan pedangnya ke dada Rico yang terkejut dan menatap Rezky yang berbalik menatap Tasya yang syok


"Rico!!!" Tasya yang panik berlari mendekati tubuh Rico yang tertusuk oleh pedang itu


"Gue cuman memutus aliran energinya untuk berubah menjadi dark walker, itu sama sekali gk berefek pada tubuh nyatanya," Ucap Rezky pada Tasya yang menangis melihat Rico yang menatap gadis itu sayu


"Pada akhirnya gue gak bisa ngelindungin lu," Ucap Rico yang menatap Tasya sedih namun gadis itu menggelengkan kepala


"Lu salah, justru lu udah ngelindungin dan memberikan hal hal yang berharga buat gue," Ucap Tasya yang menangis dan menatap Rico yang mengusap air mata gadis itu


"Gue minta maaf Tas... Gue... gue ... Gue cinta sama lu," Ucap Rico pada Tasya yang langsung mencium bibir pria itu yang membuat Rezky dan Rizky terdiam lalu saat itu sinar putih menyala terang dan menutupi pandangan Rico


"Selamat tinggal Rico...," Sebuah suara dari Tasya membuat Rico terkejut dan membuka matanya dan nampak ia tertidur di kamarnya


"Apa yang terjadi?" Tanya Rico yang merasa tubuhnya sangat lelah namun ia tidak mengingat apa yang terjadi


"Rico... Bangun!!! Kamu gak sekolah!" Panggil orang tua Rico yang membuat Rico segera bangkit dan mandi lalu berangkat ke sekolah


"Gak apa kalian ninggalin Rico dalam kondisi kaya gini?" Tanya Edwin ke Julian dan Tissa yang mengendarai mobilnya


"Gue gak lama kok cuma nganterin si Tissa ke sekolah barunya setelah itu gue bakal balik ke sini, lagipula bukannya Kliwon 8 masih ada dikota ini? Tugas gue masih ada," Jelas Julian pada Edwin yang mengangguk


"Apa Rico bisa dapat kekuatannya kembali?" Tanya Edwin lagi ke Julian yang terdiam lalu tersenyum


"Kalau dia punya niat yang sama dengan saat itu, gue yakin kekuatan dia bakal balik," Jawab Julian pada Edwin yang mengangguk dan melambaikan tangan pada Julian yang pergi


"Jadi kita bakal bersikap normal lagi?" Tanya Daniel ke Edwin yang mengangguk membenarkan


"Ersya yang berada dalam masa pemulihan, Tsabina yang kembali ke markas Ganendra, serta Jefri yang menghilang, otomatis semua bakal berjalan normal kembali," Jawab Edwin ke Daniel yang terdiam dan menendang tong sampah


"Gak asik!" Geram Daniel yang berjalan masuk ke sekolah


"Win! Nil!" Sapa Rico pada kedua pria itu yang tersenyum dan saling bersalaman dan berjalan bareng masuk ke kelas namun di balik tembok terlihat Joel berdiri lalu menutup buku


"Skenario yang sempurna," Ucap Joel yang berjalan menjauh dari sekolah itu

__ADS_1


THE END?


__ADS_2