
DARK WALKER
Episode 28
Berada dalam dimensi gaib nampak Rico cs mulai berlari menyusuri jalan di dimensi gaib yang dikirinya nampak hutan hutan dan sungai sedang di sebelah kanannya terlihat candi - candi serta patung - patung dan langit berwarna jingga
"Jadi ini yang disebut dimensi gaib?" Gumam Tissa sembari melihat sekitar
"Kelihatan kaya dungeon di game Rpg," Jawab Julian serah memperhatikan makhluk makhluk yang mengawasi mereka dari sekitar tempat itu
"Bukannya keren nih, jadinya kita bebas bantai semua yang ada disini," Jawab Daniel bersemangat seraya melihat sekitar dengan hawa membunuh yang kuat
"Kita cuman bunuh makhluk - makhluk yang menyerang kita aja, jin yang gak ngelawan kita sama aja hukumnya kaya masyarakat sipil di dunia manusia," Tasya memperingati mereka
"Masalah jin - jin rendahan, biar gue yang urus," Ucap Jefri yang memperlambat lajunya lalu berbalik badan dan benar saja terdapat beberapa jin yang mengikuti mereka dari belakang
"Jefri!" Panggil Rico ke pria itu yang menunjukan jempolnya pada pria itu
"Tenang aja, gue bakal nunggu kalian disini selagi mastikan kalau ini adalah jalan kembali kita ," Ucap Jefri pada Rico yang mengangguk dan lanjut berlari meninggalkannya
"Kita bertemu 2 jam lagi," Ucap Rico ke Jefri yang mengangguk dan menatap jin - jin itu sembari memasang kuda kuda
"Maju kalian semua!" Tantang Jefri sombong sementara para jin tadi hanya tertawa mendengar tantangan pria itu dan bersikap menyerangnya
"Makin masuk kita kedalam dimensi ini hawane makin gak enak," Gumam Edwin ke Rico yang memegang tengkuknya dan mengangguk membenarkan sementara beberapa meter didepan mereka nampak sekartaji sudah merasakan kedatangan mereka
"Kalian bertiga hadang mereka," Perintah Sekartaji pada Kalakunti, Pangeran muda, dan Jaka putra yang mengangguk lalu menghilang dari hadapan Sekartaji
"Makhluk apa itu?!" Kaget Rico yang terhenti karena sesosok kuntilanak raksasa muncul dihadapan mereka yang tertawa cekikikan dan membuat mereka terkejut dan Julian nampak berdiri ke depan mereka
"Serahkan dia pada gue," Ucap Julian percaya diri namun di sisi kiri dan kanan mereka Pangeran muda serta Jaka putra sudah menunggu mereka
"Ternyata seluruh abdi Sekartaji, ia panggil sekarang," Gimana Joel dan nampak Daniel dan Edwin bergerak ke sisi kiri dan kanan mereka
"Daniel, Edwin," Ucap Rico dan nampak mereka berdua tersenyum dan memasang kuda - kuda bersiap menghadapi lawan mereka masing - masing
"Tenang aja co, yang penting lu bikin gadis itu lepas dari pengaruh Sekartaji, biar penghadang kek gini, kita yang hadepin," Ucap Edwin mantap sementara Daniel tersenyum melihat Jaka putra seakan - akan seekor serigala yang bertemu dengan domba
"Kalian berdua... Gue percaya sama kalian! Jangan sampai kalah sama mereka!' Ucap Tasya seraya berlari melewati Julian dan Kala kunti diikuti Rico dan Tissa, sementara Julian hanya menatap Kala kunti santai dan saat Rico, Tasya, serta Tissa melewati mereka, makhluk besar itu nampak mencoba menangkap mereka namun tiba tiba tangannya tertancap sebuah tombak es yang membeku dan membuat makhluk itu berteriak kesakitan
__ADS_1
"KÖNIGSSPEER!" Ucap Julian seraya menatap makhluk itu dengan senyum santainya yang penuh ketenangan
"Ibu!" Teriak Pangeran muda yang mengamuk namun tertahan oleh rantai - rantai api milik Edwin yang mengarahkannya ke pangeran muda
"KAM DIE BRACHWACHE HÖLLENRICHTER," Ucap Edwin yang menyapu rantainya ke arah musuhnya yang dapat menghindar dengan cepat dan segera berlari kearah Edwin namun puluhan rantai terus muncul disekitarnya dan menyerang Pangeran muda tanpa henti hingga tertutupi oleh rantai rantai api itu
Sementara Jaka putra nampak mengeluarkan kerisnya lalu berlari menyerang Daniel yang menangkis serangan tadi dengan mudah lalu saling beradu pukulan dan tendangan hingga membuat mereka mundur dan saling berjaga jarak seraya tertawa
"Bagus! Lawan yang kek gini yang gue mau!' Ucap Daniel seraya memasang kuda kuda dan bergerak cepat menyerang Jaka putra yang melesatkan tebasan api dari kerisnya yang dihindari oleh Daniel dengan mudah akibat gerakan kilatnya yang tiba - tiba berada di belakang sang jin itu dan langsung menusuk kepalanya, beruntung Jaka putra dapat berkelit dan langsung memendang katana Daniel hingga terlepas
"Terima ini!" Teriak Jaka putra namun tiba tiba ia terlempar oleh pukulan petir dari Daniel dan diakhiri oleh tawa mengejek Daniel yang langsung mengambil pedang miliknya dan kilat nampak menyambar dari tubuhnya yang membuat Jaka putra tercengang
"SERANGAN KALARAU! BOLA MATAHARI!" Teriak Jefri yang mengamuk dengan melempar bola api yang meledak saat mengenai tubuh jin jin yang menyerangnya namun makin banyak jin lain yang mendekatinya hingga membuat Jefri tersenyum
Kembali ke tempat Julian nampak Kala kunti mencoba menyerang dengan menginjak Julian yang dapat menghindar menjauh dan memperhatikan gerakan Kalakunti lalu menarik nafasnya panjang dan menginjak tanah di depannya
"EISSÄULE!!!" Teriak Julian dan muncul pilar pilar es yang mengelilingi Kala kunti dan menancap di tubuhnya dan membuat Kalakunti berteriak kesakitan dan perlahan tubuhnya membeku meninggalkan Julian yang mengambil sebuah batu dan melempar patung es Kala kunti yang akhirnya musnah
"Rrroooaaarrgghh!" Teriak pangeran muda yang menghancurkan rantai - rantai api Edwin yang sudah melapisi kedua tangan dan kakinya dengan rantai api dan langsung memasang kuda - kuda
"TORHÜTER!" Ucap Edwin yang berlari dan beradu pukulan dengan Pangeran muda yang mengamuk dan menyerangnya dengan brutal walau dengan mudah ditangkis dan dihindari oleh Edwin yang langsung menendang pria itu namun hanya membuatnya mundur selangkah lalu berteriak kencang dan kembali menerjang Edwin yang menangkap tangannya lalu ia lemparkan begitu saja hingga menabrak bangunan berbentuk candi didekatnya
"Dia benar - benar buas, seakan akan gak punya rasa sakit dia terus menyerang gue," Gumam Edwin yang kembali menghindari serangan Pangeran muda yang mengamuk dan terus menerjangnya walau dapat dihindari oleh Edwin namun ia sedikit lengah dan terkena salah satu tendangan Pangeran muda
"Mati!!!" Teriak Pangeran muda yang berlari dan akan menyerah Edwin lagi namun sebuah tendangan kelak mengenai kepalanya hingga membuat Pangeran muda pusing dan mercon menormalkan posisinya namun percuma Edwin tidak memberi kesempatan dengan terus menendang perut dan kepalanya lalu diakhiri dengan pukulan lurus yang mengenai perutnya dan menghempaskannya kebelakang.
"Rrooaarrgghh!!!" Amukan Pangeran muda yang berlari menyerang Edwin yang memasang kuda - kuda
"KOMBINASI! TEUFELSSCHLÄGE!!!" Teriak Edwin yang langsung menendang Pangeran muda hingga terhempas lalu terbakar menjadi api dan nampak Edwin terduduk mencoba mengumpulkan tenaganya yang terkuras
"Ini adalah dimensi kami, kau yang manusia gak bakal bisa menang disini!" Ucap Jaka putra yang menyerah Daniel dengan kerisnya walau dihindari dan ditangkis oleh Daniel yang mencoba balas menebasnya walau terus dihindari juga oleh Jaka putra
"Bacot lu! Liat aja siapa yang menang nanti," Jawab Daniel yang beradu tebasan dengan Jaka Putra
"Kekuatannya makin bertambah setiap dia menyerang, apa yang terjadi?" Heran Jaka putra yang menyarungkan kerisnya lalu melemparnya keatas seraya berlari dan melesatkan pukulan kearah Daniel yang berhasil menghindar dan menebas sang pangeran jin itu yang dapat menghindar dan menendang kerisnya kearah Daniel yang langsung menangkis dengan sarung pedangnya
"Keris gaib!" Ucap Jaka putra dan tiba tiba keris itu bergerak sendiri lepas dari sarungnya dan menebas bahu kiri Daniel yang gak siap lalu saat keris itu akan menyerang lagi Daniel langsung menangkisnya hingga membuat pria itu tidak menyadari serangan Jaka putra yang mengenai pinggang kanannya dan melempar Daniel
"Sudah kubilang bukan kalau tempat ini adalah wilayah milikku, jadi aku bisa leluasa mengendalikan jin yang ada disini apalagi tipe yang tidak mudah terlihat seperti dia!" Ucap Jaka Putra dan terlihat seekor jin humanoid terlihat tertawa memegang keris itu dan memberikannya pada Jaka Putra yang berlari bersiap menyerang Daniel yang perlahan bangkit dan tertawa
__ADS_1
"Apa?!'' Kaget Jaka Putra yang terdiam lalu melompat menghindar dan benar saja Daniel telah menghilang dari tempatnya tadi dan berada di belakang sang Jin
"Flashpoint 1," Ucap Daniel dan secara mengejutkan jin itu terpotong kepalanya menjadi 2
"Cepat seka...," Belum selesai Jaka Putra bicara nampak Daniel sudah berada di hadapannya dan mengayunkan pedangnya pada Jaka Putra yang dapat menahan dengan kerisnya sebelum sebuah tendangan telak mengenai dagu Jaka putra yang akan menebas Daniel namun ia sudah menghilang dari hadapannya lagi dan telah berada di samping kiri Jaka Putra
"Ap..," Kembali Daniel menghilang dan muncul di sisi kanannya dan saat akan menatapnya Daniel kembali menghilang dan akhirnya muncul di hadapan Jaka Putra tanpa menoleh kearahnya seraya menyarungkan katana miliknya dan berjalan menjauh
"Flashpoint 3," Ucap Daniel dan Jaka Putra nampak kedua tangannya terpotong disusul tubuhnya terbelah menjadi dua lalu ia pun tumbang dan mati meninggalkan Daniel yang perlahan berjalan menjauh dari sana
"Ternyata mereka bukan masalah besar," Ucap Julian yang melihat Daniel dan Edwin yang mendekati pria itu lalu akan segera menyusul namun tiba tiba di hadapannya berdiri Tasya yang berlumuran darah yang sontak saja membuat Julian, Edwin, dan Daniel panik
"Sekartaji lari kesana!" Ucap Tasya yang berjalan tertatih lalu terjatuh dan saat mereka bertiga berlari mendekat nampak sebuah panah menancap di punggung Tasya yang terkejut saat menyadari panah menancap di tubuhnya namun tidak hanya Tasya tapi Julian cs juga.
"Tasyaku tersayang!" Ucap Julian yang mencari pelakunya dengan emosi menggebu
"Panah? Apa musuh baru?" Gumam Daniel melihat ke belakang seraya memegang katana miliknya
"Tunggu dulu?" Ucap Edwin yang memperhatikan sebuah keanehan secara tiba - tiba Tasya terbakar oleh api biru dan berteriak seperti Kalakunti
"Percuma melakukan tipu daya lagi, kekalahanmu tadi sudah menunjukan kalau kau tidak bisa menang melawan mereka," Gumam seorang pria bertopeng yang muncul dari balik candi lengkap dengan panah ditangan kanannya
"Jadi lu pelakunya?!" Ucap Julian geram sementara Daniel dan Edwin bersiap menyerang dengan senjata mereka masing - masing
"Sang executioner Kliwon 8 Karna, aku tidak punya urusan dengan kalian karena tugasku hanyalah membunuh Sekartaji bersama dengan para abdinya," Ucap Karna memperkenalkan dirinya sembari bersiap pergi namun dinding es menghadang langkahnya pergi
"Berarti lu bakak bunuh Ersya tersayang gue kan? Sayang sekali gak bakal gue biarin," Ucap Julian seraya menatap Karna yang tertawa dan menarik anak panah miliknya dan menodongnya ke Julian namun Daniel nampak berdiri di hadapan Julian serah menodongkan pedangnya
"Kita udah janji bakal bawa Ersya balik, jadi siapapun yang halangin rencana kita...," Ucap Edwin yang tersenyum dan menatap Julian serta Daniel
"Bakalan gue habisin!'' Ucap Daniel yang membuat Karna melepas panahnya yang dapat ditangkis oleh Daniel
"Menarik," Ucap Karna yang mengambil anak panahnya dan bersiap menyerang lagi
Ditempat lain nampak Julian, Tasya, dan Tissa akhirnya bertemu dengan Ersya yang menatap mereka bertiga dengan penuh kebencian
"Ersya, kami datang buat nyelametin lu," Ucap Julian dengan mantap dibalas anggukan oleh Tasya dan Tissa
"Dark gravity!" Teriak Ersya dan secara mengejutkan sebuah simbol kegelapan muncul di atas tubuh mereka dan memberikan mereka tekanan gravitasi yang kuat pada mereka.
__ADS_1
TO BE CONTINUED