
Episode 23
7 hari setelah kejadian tersebut terlihat aktivitas sudah kembali normal Rico dan yang lainnya sudah mulai mengikuti kegiatan sekolah, ditambah mendengar cerita dan tawaran Daniel untuk membantu kelompok mereka membuat semuanya menjadi lega.
"Tersisa Sekartaji, Sabdoh Palon, dan Raden Wijaya," Gumam Tissa ke Rico dan yang lainnya.
"Kita harus makin kuat," Ucap Rico ke teman temannya yang mengangguk setuju dan bel sekolah pun berbunyi tanda para siswa harus masuk sekolah.
"Reno gak pernah bisa gue hubungin setelah kejadian itu,"Curhat Tasya ke Rico disela jalannya menuju lorong.
"Dia pasti baik baik saja," Jawab Rico yang terus berjalan dan masuk ke dalam kelas, membuat Tasya terdiam dan memasang ekspresi curiga.
"Sejak kejadian kemarin gue ngerasa Rico sedikit berubah," Gumam Tasya yang dibalas tawa oleh seseorang di belakangnya.
"Kalau lu penasaran kenapa gk tanya langsung ke dia?" Tanya Seorang Pria di belakang Tasya yang membuat gadis itu terkejut.
"Lu?!" Kaget Tasya ke Pria itu yang tersenyum dan menggandeng Tasya masuk ke dalam yang membuat Rico, Edwin, serta Daniel terkejut. Namun, dibelakang mereka berdua nampak guru mereka masuk dan nampak Tasya melepas gandengan Julian dan berjalan ke tempat duduknya.
"Selamat pagi salam kenal gue Julian Natha dari SMA 5 BANDUNG," Ucap Julian memperkenalkan dirinya lalu dipersilahkan duduk di kursi belakang Sigit.
"Sigit," Ucap Murid didepannya seraya mengulurkan tangannya pada Julian yang tersenyum dan nampak Wisnu mendekati Julian.
"Lu bukannya author dari komik satria bumi itu?" Tanya Wisnu ke Julian yang tersenyum membenarkan yang sukses membuat seisi kelas menatap kearah pria itu dan berteriak riuh.
"Komik yang paling fenomenal di tahun ini! Authornya ternyata seumuran sama kita!!!" Kata mereka yang ditenangkan oleh sang guru.
*******
Disisi lain nampak Raden Wijaya dan Sabdoh palon menghadap pada Bapang.
"Apa benar? Prabu asmoro bangun telah terbunuh?" Tanya Bapang yang dibenarkan oleh mereka berdua.
"Namun kami punya kabar baik untuk anda kanda Bapang," Ucap Sabdoh Palon pada Bapang yang menggenggam kursinya kuat tanda kekesalannya.
"Kuharap ini bisa menggantikan Prabu asmoro bangun," Ucap Bapang yang membuat kedua bawahannya sedikit tertunduk.
"Kami sudah mendapatkan lokasi upacara iblis Molokh serta 6 tumbal yang ia inginkan," Ucap Raden Wijaya yang membuat emosi Bapang mereda.
"Berita yang bagus, kapan kita bisa memulai upacara pembangkitan itu?" Tanya Bapang pada kedua bawahannya.
"Untuk hal ini kami menyerahkan satu langkah kecil pada Sekartaji untuk mencari info keenam anak yang diinginkan sang iblis Molokh," Jawab Sabdoh palon yang mendapat jawaban tawa kencang oleh Bapang.
"Menarik sekali... Mengingat seperti apa Sekartaji sebenarnya aku jadi yakin kalau rencanamu akan menemui keberhasilan," Puji Bapang pada mereka berdua.
**********
Kembali ke SMA 2 MATARAM.
"Gue sering banget baca cerita lu, dan bagian keren menurut gue adalah saat si Allwiner ngorbanin dirinya untuk mencegah kehancuran dunia, juga pertarungan kakak beradik Mozra dan Mizra Shifter," Ucap Hisyam ke Julian yang tersenyum.
"Justru adegan kerennya ya pas Hana serta twin knight lawan ratu Azumi, dan saat Rico Bersama seluruh anggota satria bumi lawan Brody juga salah satu part ter epic," Ucap Wisnu ke Julian yang dirangkul oleh Rian dan diajaknya duduk agak jauh dari mereka berdua.
"Julian? Gue penasaran deh soal SMA di kota-kota besar kek gitu, apa ceweknya cantik-cantik kaya Tasya?" Tanya Rian ke Julian yang menatap Pria itu.
"Serius mau tau? Cewek cewek di sma gue?" Tanya Julian ke Rian yang mengangguk dan tiba tiba Alfin, Erick, Endra, Rafli, Wisnu, dan Sigit sudah berdiri di depannya hingga membuat Julian terkejut.
"Iya, kita penasaran nih, yah buat nambah wawasan aja gitu," Jawab Erick sembari menepuk pundak Julian yang tersenyum mendengar jawaban Erick.
"Modelnya sama aja sih, kecuali satu cewek bernama nancy," Jelas Julian ke mereka yang penasaran mendengar jawaban Julian.
"Nancy? Cewek kek gimana tuh? Pasti lebih cakep dari Tasya ya?" Tanya Alfin ke Julian yang tersenyum dan menepuk pundak Alfin.
__ADS_1
"Pastinya.. Dia itu cewek berkebangsaan belanda yang cantiknya bukan main," Jawab Julian ke Alfin dan yang lainnya yang langsung dibalas tepukan Endra yang mengeluarkan hpnya.
"Tau nama ignya gak? Bisa kali kalau gue kenalan sama dia," Jawab Endra yang menekan tombol search di aplikasi instagramnya.
"Nancy itu hantu noni belanda yang jadi urban legend di SMA 5 BANDUNG," Jawab Rico yang muncul tiba-tiba di belakang mereka.
"Menarik, lu ternyata tau banyak tentang SMA gue," Kata Julian sembari tersenyum ramah ke Rico yang duduk di kursinya.
"Btw jadi mau dikenalin?" Tanya Julian ke mereka yang bergumam kesal setelah mereka diketahui telah dikerjai oleh Julian.
"Gak ah, gue gak doyan sama setan," Jawab Alfin ke Julian.
"Gak papa men, siapa tau setannya yang doyan sama lu," Ejek Rafli ke Alfin yang tersenyum sinis mendengar celetuk Rafli tadi.
"Yang ada dua doyannya sama pak tua kaya lu Fli," Jawab Alfin ke Rafli yang menatapnya kesal.
"Sudah sudah, Alfin gak boleh gitu sama orang tua," Jawab Sigit hingga membuat yang lainnya tertawa.
"Kampret lu git," Jawab Rafli kesal sedangkan Julian ditarik oleh Rico keluar kelas yang membuat semua murid disana heran.
"Ada tujuan apa lu dateng ke sekolah gue?" Tanya Rico pada Julian yang tersenyum dan bersandar di dinding.
"Gue cuman pingin liat calon istri gue Tasya doang," Ucap Julian yang dibalas tatapan kesal Rico.
"Tolong serius Julian," Ucapnya yang membuat murid baru itu tersenyum dan menunjukkan sebuah foto topeng sekartaji di salah satu kelas di SMA tersebut.
"Sekartaji ada di sekolah ini," Ucap Julian yang membuat Pria itu terkejut.
************
Sementara di kelas kelas 12 nampak Laura yang berjalan keluar kelas dibuntuti oleh seorang gadis yang mengambil fotonya dengan kamera DSLR.
"Gue harus nyamar jadi Bintang, buat jaga jaga," Gumam Rio yang langsung berjalan masuk ke gudang sekolah dan 5 menit kemudian Ia keluar dari sana dengan kostum Bintang yaitu baju hitam dan celana hitam serta topeng biru menutupi wajahnya.
"Hoaam akhirnya lu keluar juga," Ucap Sekartaji yang berdiri di depan Bintang yang masih terkejut dan langsung menendang gadis itu. Namun, dengan mudah ditangkis dan sebuah tendangan mengarah ke dada Bintang yang menahannya dengan susah payah.
"Serangan itu... Kuda-kuda itu!" Kaget Bintang sementara Sekartaji hanya tertawa dan memasang kuda-kuda.
"Guys! Gue ada kasi baru!" Ucap Tissa pada Daniel dan Edwin yang mendekati gadis itu.
"Kasus paan?" Tanya Daniel heran pada Tissa yang menunjukkan sebuah foto sekumpulan orang orang yang menyembah seorang Pria berpakaian aneh.
"Ini kaya sekte sekte gitu kan?" Heran Edwin yang dibalas anggukan oleh Tissa.
"Tsabina udah mulai investigasi disana," Ucap Tissa yang dibalas tatapan heran kedua murid itu.
"Terlalu bahaya kalau dia sendirian," Kata Edwin yang ditenangkan oleh Tissa.
"Tenang aja kak Tsabina aman kok disana," Ucap Tissa sembari tersenyum ke mereka berdua, sementara di atap sekolah terlihat Raden Wijaya dan Sabdoh Palon menatap para siswa dan siswi yang sedang istirahat.
"Kenapa lu yakin kalau Sekartaji bakal bisa selesaikan masalah ini?" Tanya Raden Wijaya ke Sabdoh Palon yang membuat Pria itu tertawa.
"Jangan meremehkan dia, Karena Sekartaji tidak akan terdeteksi saat memulai aksinya bisa saja ia berada didekatmu bisa jadi Ia berada dilokasi Bapang, tidak ada yang tau posisinya," Ucap Sabdoh Palon dan nampak mata Tsabina memutih dan topeng Sekartaji dipasang ke wajahnya.
"Tubuh baru lagi ya," Ucap Sekartaji yang melihat kedua tangannya lalu tertawa, sementara sekelompok murid murid itu menunduk menyembahnya sebelum seorang manusia berkepala, kaki, tangan serta memiliki sayap burung merpati berjalan mendekati Sekartaji.
"aku sudah membawa orang yang tepat," Ucap makhluk itu yang membawa tubuh Laura yang pingsan dan dibalas tawa puas oleh Sekartaji.
"Kerja bagus tinggal 3 lagi," Ucap Sekartaji ambisius sementara pria bertubuh burung itu hanya menunduk hormat.
********
__ADS_1
"Hai ladies," Sapa Julian pada geng Bella, Puput, dan Rossa.
"Halo murid baru, nama lu kalo gak salah..." Bella mencoba mengingat nama Julian.
"Julian kan?" Terka Puput ke Julian yang tersenyum mengiyakan.
"Kahyangan sepi ya?" Tanya Julian ke mereka bertiga yang heran dengan pertanyaan Pria itu yang gak masuk akal.
"Kok gitu?" Tanya Rossa yang menatap Julian bingung.
"Iya karena bidadarinya ada disini semua," Jawab Julian yang sukses membuat mereka bertiga salah tingkah.
"Makasih," Ucap Rossa yang tersenyum canggung pada Julian. Namun, Pria itu nampak memperhatikan sesuatu yang ada di lengan Bella yang coba ditutupi oleh gadis itu.
"Lu punya tanda itu? Bella?" Tanya Julian yang membuat Bella terkejut dan menutupi tanda itu dan langsung berdiri.
"Gue ke kelas dulu," Pamit Bella yang meninggalkan Julian disusul Rossa dan Puput yang ikut pamit dan berlari menyusul sahabatnya itu.
"Sudah 2 orang yang gue lihat punya tanda kaya gitu, sebenarnya apa yang terjadi pada sekolah ini," Heran Julian yang langsung ditabrak oleh Ersya beruntung Julian dengan sigap menangkap gadis itu dan membuat mereka saling bertatapan di jarak yang cukup dekat sebelum akhirnya dilepas setelah mereka berdua tersadar.
"Sorry," Ucap Julian yang membuat Ersya tersenyum manis dan mengangguk.
"Justru gue yang minta maaf gak liat lu didepan," Balas Ersya meminta maaf dan mereka berdua kembali tersenyum dan Julian segera mengulurkan tangannya.
"Gue Julian," Julian memperkenalkan dirinya pada Ersya yang menjabat tangan itu.
"Ersya, lu murid baru disini ya?" Tanya Ersya yang dibalas anggukan oleh Julian yang mengajaknya jalan bersama menuju kelas.
"Iya kan kemarin kemarin gue gak ada di kelas lu," Jawab Julian ke Ersya yang tersenyum pada Pria itu, sementara 10 meter di depan mereka berdua nampak Sekartaji menghujani Bintang dengan pukulan yang terus ditangkis olehnya.
"Pukulan Jupiter!" Teriak Bintang yang dengan mudah ditangkis dan dibalas 2 pukulan telak di dadanya yang membuat Bintang terduduk dan aura putih membuat Bintang terkejut.
"Teknik bela diri macan angkasa terkaman langit!" Ucap Sekartaji yang mengerahkan dua pukulan telak yang melempar Bintang hingga keluar dari lorong itu dan nyaris menabrak mereka berdua jika Julian tidak sigap menangkap tubuh Bintang sementara Ersya berteriak panik.
"Ersya cepat pergi!" Kata Julian memperingati, sementara Sekartaji berjalan santai keluar dari lorong dan melihat Julian.
"Ternyata lu ya," Ucap Julian yang tersenyum dan menidurkan Bintang di tempat yang aman sementara Sekartaji hanya tertawa dan berjalan menuju Pria yang menatapnya datar dan langsung menginjak tanah di depannya.
"Polare Eisfüße!" Teriak Julian yang langsung mengeluarkan dinding es yang dengan mudah dihindari dengan mudah oleh Sekartaji.
"Cuma segini?" Tanya Sekartaji yang berlari dan langsung menendang Julian yang berhasil menangkis lewat tendangannya juga.
"Einfrieren Fegen!" Teriak Julian yang langsung melakukan sapuan kaki kanan kearah Sekartaji yang berhasil salto kebelakang. Namun, anehnya tangan kirinya membeku.
"Skakmat Einfrieren Fegen!" Lagi lagi Julian melesatkan Sapuan pembeku yang mengenai tangan kanan serta kedua kaki Sekartaji.
"Baiklah waktunya membuka jati diri...," Belum selesai Julian bergumam Sekartaji mulai tertawa dan menatapnya.
"Dark gravity!" Ucapnya dan sebuah lambang sihir hitam terlihat di atas kepala Julian dan mengeluarkan tekanan yang kuat pada Julian hingga membuatnya tidak mampu bergerak.
"Ini!!! Sihir terlarang!" Ucap Julian yang mencoba melepaskan diri namun Sekartaji hanya bisa tertawa sembari menghancurkan es yang menahannya dengan kekuatan gravitasi miliknya.
"Bosaaan, ternyata orang-orang yang ngalahin Prabu cupu semua," Ejek Sekartaji ke Julian.
********
Sementara itu, Tissa yang menghubungi Tsabina di kelas nampak kebingungan dan cemas karena telponnya gak diangkat.
"Kenapa lu gak mau angkat telfon lu Tsabina!" Kesal Tissa sembari menatap hpnya panik.
TO BE CONTINUED
__ADS_1