Dark Walker

Dark Walker
episode 32


__ADS_3

DARK WALKER


Episode 32


17 menit waktu yang tersisa sebelum dunia gaib tertutup namun keadaan makin kacau karena kedatangan Bapang dan 6 orang anggota Kliwon 8.


"Kenapa cepat sekali kalian pergi? Kami bahkan belum menyambut kalian," Ucap pria bertopeng yang sangat dikenal oleh Tasya dan Ersya


"Dia?!" Ucap Ersya yang sadar dan melihat pria itu panik sementara Julian segera menurunkan gadis itu dan bersiaga menghadapi mereka


"Bapang!!!" Ucap Tasya yang tatapannya berubah menjadi dipenuhi dendam pada Bapak yang berjalan perlahan diikuti oleh 4 orang anggotanya


"Pestanya baru aja dimulai," Ucap Bapang pada mereka yang ada disana


"Gak semudah itu, kalian bawa makanan kita," Ucap Blorong dan Banaspati yang mengeluarkan ular raksasa yang mengikat kaki harimau pohon buatan Purbasari tadi dan Banaspati bersiap melemparkan bola api kearah tubuh harimau pohon itu


"gefrorene Füße!" Tiba tiba ular Blorong membeku dan nampak Julian berjalan dan menatap ke lima pria bertopeng itu dan menarik nafas panjang lalu membuang


"Polare Eisfüße!" Teriak Julian yang menahan bola api Banaspati dengan dinding es


"Gue bakal halang mereka, kalian segera pergi dari sini, 16 menit lagi dinding gaib bakal tertutup," Ucap Julian memperingati Rico, Tasya, Tissa, dan Ersya


"Tapi kak?!" Ucap Tissa membantu perintah kakaknya


"Kita datang bersama sama, maka kita harus balik sama sama!" Ucap Rico yang dihantam oleh Julian dan menarik kerah baju pria itu


"Sekarang bukan waktunya jadi egois!" Ucap Julian memarahi Rico yang menatapnya tajam


"Gue memang egois! Dan gue bakal cari cara untuk memenuhi sifat gue ini!" Teriak Rico pada Julian dan nampak Tasya berjalan ke dekat mereka diikuti Ersya


"Kalau gitu kita hadapin dia bersama - sama!" Ucap Tasya pada Rico dan Julian yang menatapnya bingung


"Jangan nekat deh, kekuatan kita udah benar benar habis loh, ditambah ngelawan ken Arok tanpa pusakanya aja kalian udah babak belur gitu," Ucap Ersya ke Tasya yang tersenyum dan mengulurkan tangannya


"Kalian bertiga pegang tangan gue," Tasya menatap mereka bertiga yang bingung dengan tingkah Tasya sementara di dunia nyata nampak Adit mulai panik saat rombongan orang tua murid datang ke sekolah karena anaknya belum pulang juga hingga hari menjelang malam


"Kayaknya orang tua murid bakal melakukan protes, karena hilangnya anak - anak mereka," Jelas Rebecca dan Tsabina yang berjalan mendekati Ade yang mulai mimisan karena menggunakan kekuatannya terlalu berlebih untuk menahan pintu gaib itu


"Biar gue bantu," Tawar Rebecca yang berdiri disamping Ade namun suara para orang tua siswa itu makin dekat kearah mereka membuat Tsabina panik


"Sial!" Geram Ade panik namun ia tidak bisa bergerak karena harus fokus menjaga pintu dunia gaib agar tidak terbuka dan nampak seorang gadis berdiri di belakang Ade


"Sihir pertahanan cermin kamuflase," gadis itu nampak merapalkan mantra dan tiba tiba sebuah cermin muncul disisi mereka dan perlahan mereka tertutupi oleh cermin tadi


"Thanks," Kata Tsabina yang terkejut saat melihat siapa yang membantu mereka

__ADS_1


"Tenang, gue sekarang di pihak kalian," Ucap gadis itu yang ternyata adalah chika dan nampak ia menatap kearah pintu gaib itu


Kembali ke dunia gaib nampak Jefri, Daniel, dan Edwin terduduk kelelahan karena tidak mampu menghadapi Karna yang bersiap memanah mereka bertiga


"Sial, kuat banget!" Geram Daniel seraya melihat Karna yang menatapnya dan segera menarik anak panahnya


"Endaru full strike!" Teriak Jefri dan tiba tiba kedua tangannya dilapisi aura besi dan segera berlari menuju Karna yang memanah Jefri namun dengan mudah ditangkap olehnya yang langsung mengarahkan tangan kanannya ke depan


"Tembakan kuku besi!" Teriak Jefri dan kuku besi nampak menghujani Karna yang bergerak cepat menghindari serangan itu yang terus diarahkan oleh Jefri mengikuti Karna


"Kalian berdua mau sampai kapan jadi orang **** kek gitu hah?!" Hardik Jefri pada Daniel dan Edwin yang tersadar dan akhirnya bangkit seraya melakukan tos berdua


"Kali ini kita tunjukan duet orang terganteng di Ipa 6," Ucap Daniel ke Edwin yang tertawa dan menatap pergerakan Karna yang cepat sementara Daniel segera melompat dan bergerak secepat kilat mendekati Karna dan langsung menebasnya walau kembali berhasil ditahan oleh Karna dengan susah payah


"Kecepatan lu masih dibawah gue!" Teriak Daniel yang menendang Karna hingga terhempas dan menabrak tanah dibawah hingga menciptakan retakan yang cukup besar namun puluhan panah mengarah ke Daniel yang susah payah menangkis semua serangan itu dengan katana miliknya


"Edwin!!!" Teriak Daniel dan nampak puluhan rantai api saling beradu mendekati Karna hingga menimbulkan suara seperti tangisan yang membuat Karna tergangu konsentrasinya


"SATANS SCHREI!!!" Teriak Edwin dan rantai - rantai api tadi berhasil mengikat tubuh Karna dan nampak Jefri telah bersiap menyerang dengan pukulannya


"Endaru! Tinju besi!" Teriak Jefri diikuti oleh Daniel yang mengarahkan katananya keatas dan mengarahkannya ke Karna


"Thunderbird strike!" sebuah burung petir terbang dan menabrak Karna yang menahan pukulan Jefri, melihat hal itu Jefri segera melompat mundur berlawanan dengan Daniel yang berlari menyerang Karna dan terhenti di belakangnya


"Flashpoint 1," Ucapnya disusul cipratan darah dari tubuh Karna yang langsung terduduk dan melihat mereka bertiga bersiap menghabisi Karna


"Sial! Dia lari!" Marah Daniel sembari melihat Karna yang berjalan pergi dari sana meninggalkan mereka bertiga


"Jangan dikejar Nil!"Nasihat Edwin yang melihat jam tangannya


"Gawat! Tinggal 12 menit lagi!" Ucap Jefri panik dan melihat kearah lokasi tempat Rico dan yang lainnya pergi


****************


4 menit sebelumnya nampak sinar nampak menyala di sekitar mereka yang bukan hanya membuat Bapang dan yang lainnya kaget namun Rico dan yang lainnya juga terlihat tidak percaya dengan apa yang terjadi pada mereka


"Rasanya tubuh gue dipenuhi kekuatan," Gumam Ersya yang melihat kedua tangannya sama halnya dengan Rico dan Julian yang menatap Tasya


"Sri yantra!" Ucap Tasya dan nampak sinar tadi menyala dan merambat ke tubuh Rico, Julian, serta Ersya namun nampak Tasya mulai lemas dan pingsan sebelum tubuhnya dengan sigap ditangkap oleh Julian dan dibawa ke atas tubuh harimau pohon itu namun Bapak dan yang lainnya segera berlari menyerang mereka


"Serang mereka bersamaan, Tissa bawa Tasya pergi dari sini!" Pesan Julian ke Tissa yang menatap sang tajam dan mengangguk lalu berjalan pergi dengan harimau pohon itu


"Kombinasi!" Teriak Rico dan Ersya yang bersiap dan nampak Rico mengeluarkan banyak tebasan cahaya yang dihindari oleh anggota Kliwon 8 sementara Ersya mengarahkan kedua tangannya ke depan


"Cherry blossom!" Teriak Ersya yang mengeluarkan banyak bunga bunga sakura yang menyerang anggota Kliwon 8 dan nampak Julian mendarat di antara mereka berdua

__ADS_1


"Polare Eisfüße!" Ucap Julian dan nampak dinding es raksasa menutupi para musuh yang sibuk menghancurkan dinding es itu


"Serangan selanjutnya jurus langkah seribu!" Teriak Julian dan nampak setelah itu mereka segera berlari menjauh dari sana


"Sialan!!! Kejar mereka ular - ularku!"


"Banaspati api bakar mereka sampai mati!" Teriak kedua anggota Kliwon 8 yang mengejar mereka dengan ular dan bola api


"Jangan lihat kebelakang! Fokuslah berlari," Pesan Julian pada kedua temannya tadi yang mengangguk dan fokus berlari sesaat kemudian nampak harimau pohon melewati Jefri, Daniel, dan Edwin


"Kak Rico dan yang lainnya ada dibelakang!" Ucap Tissa pada mereka bertiga yang kembali fokus ke depan menunggu kedatangan Rico cs


"Firasat gue buruk nih," Gumam Jefri pada Edwin dan Daniel yang menatap lurus ke depan waspada


"Kalau gitu bersiap dengan serangan kita," Ucap Edwin yang dibalas anggukan oleh mereka berdua dan sesaat kemudian terlihat Rico cs berlari kearah mereka diikuti bola bola api serta ular ular raksasa


"Endaru steel staf!"


"Flashpoint 2" Teriak Jefri dan Daniel yang menghancurkan bola api dan ular tadi lalu mereka segera berlari menjauh dari sana menuju lokasi Ade


"5 menit lagi!" Teriak Rico dan nampak disekitar jalan mereka lari para makhluk dunia gaib sudah bersiap menghalangi mereka semua yang langsung menebas, menendang, dan menghancurkan semua makhluk itu hingga tak bersisa namun kembali sesosok makhluk raksasa bertubuh hitam berdiri menghadang langkah mereka


"Genderuwo!" Teriak Rico yang melompat bersamaan dengan Edwin yang mengikatnya dengan rantai api dan dihancurkan oleh tebasan cahaya Rico


"Ada lagi!" Teriak Jefri yang menancapkan tangan besi yang berubah menjadi tongkat tajam dan diakhiri oleh tebasan Daniel yang memotong tubuh genderuwo tadi dan akhirnya dinding gaib terlihat dan Tsabina mengulurkan tangannya seraya berteriak


"50 detik lagi!" Teriaknya dan nampak Tissa dan Tasya berhasil keluar dengan membawa orang - orang yang pingsan disusul Jefri, Edwin, Daniel, Rico, Julian namun Ersya yang akan pergi ditarik rambutnya oleh Blorong yang berhasil menyusulnya dengan masuk ke dalam tubuh salah satu jin berwujud ular


"Kamu gak bakal bisa pergi Sekartaji!" Ucap Blorong pada Ersya yang berteriak kesakitan dan berusaha melepaskan diri


"Kamu sudah tersesat jauh bersama kanda Bapang jadi gak bakal bisa lolos semudah itu," Ucap Blorong yang menarik rambut Ersya memaksanya untuk masuk ke dunia gaib yang 15 detik lagi akan tertutup


"Heh, sejak awal gue mau gabung sama si Bapang cuman karena dia tau kenyataan tentang siapa gue sebenarnya, gue juga udah tau saat ia sudah memberitahukan hal itu maka gue udah gak dianggap sebagai anggota dari kelompok kalian" Gumam Ersya seraya mengambil sebuah pisau yang digunakan oleh Ersya untuk memotong rambutnya dan menatap Blorong yang terkejut melihat tindakan nekad Ersya


"Rambut itu adalah tanda keluarnya gue dari kelompok busuk kalian," Ucap Ersya yang menatap Blorong seraya tersenyum sinis pada gadis bertopeng itu dan akhirnya pintu dunia gaib tertutup


"Berhasil!" Teriak Rico senang sementara Chika yang merasa sudah aman akhirnya menonaktifkan sihirnya setelah Tissa menyadarkan semua orang yang berjalan keluar dari tempat tersebut walau dengan kondisi masih ling lung menuju kelas mereka masing - masing dan akhirnya bertemu orang tua mereka yang sedang protes dengan pihak sekolah beruntung waktunya tepat


"Uhukh" Terlihat Rico, Julian, dan Ersya memuntahkan darah dan luka - luka mereka terbuka kembali


"Efek Sri yantra gue udah habis," Gumam Tasya yang membuat Ade menatapnya heran


"Sri yantra adalah teknik pedang gue yang bisa memberi kekuatan dan menutup cidera namun gue cuma bisa melakukannya selama 12 menit dan sekarang adalah pertama kalinya gue melakukannya selama itu," Tasya menjelaskan kemampuannya dan mencoba memaksakan diri untuk menyembuhkan mereka bertiga namun begitu efek sihir Chika menghilang terlihat Dandi bersama dengan beberapa orang menodong mereka dengan pistol


"Kepolisian spesial Ganendra, kalian kami tangkap atas dasar menciptakan teror pada masyarakat umum dengan membuka gerbang gaib," Ucap pria dengan pakaian kepolisian lengkap dan nampak menunjukan lencana kepolisiannya pada Ade cs yang mengangkat kedua tangannya tanda menyerah

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2