Dark Walker

Dark Walker
episode 36


__ADS_3

Episode 36


Teks: Dikendalikan.. Apa strategi mereka sekarang


"Hancurkan Daniel!," Ucap Raden wijaya ke Edwin yang mengepalkan tangan kirinya dan nampak ia mengarahkan rantai apinya kearah Daniel yang dapat menghindarinya dan langsung mengerahkan sambaran petir ke arah Edwin yang menahannya dengan rantai apinya


"Ya jangan serius juga kampret!" Teriak Edwin geram pada Daniel yang mencabut pedangnya dan mengeluarkan energi listrik yang pekat


"Lu juga serius nyerang gue *****!" Jawab Daniel gak kalah ngegas dan langsung berlari menyerang Edwin yang menyerang dengan rantai apinya


"Gue dikendalikan!" Jawab Edwin kesal dan langsung menahan tebasan itu dengan rantai apinya dan kedua serangan yang beradu itu membuat mereka mundur beberapa langkah dan kembali bersiap menyerang kembali


"Gue gak peduli!" Jawab Daniel lalu nampak mereka berdua mulai menjaga jarak bersiap untuk serangan selanjutnya


"Bagus, dan sekarang saatnya aku memakan mereka!" Ucap Asum senang namun ditahan oleh Raden Wijaya


*************


Disisi lain nampak 3 dark walker yang berjalan menuju Rizky yang menunduk memberi hormat


"Ternyata lu sendiri gak bisa menyelesaikan tugas kecil seperti itu ya," Ejek seorang gadis yang berdiri didepan Rizky yang mengepalkan tangannya geram dan berdiri setelah dipersilahkan oleh seorang pria yang seumuran dengan Rizky


"Bagaimana kondisi adikku," Tanya pemimpin mereka pada Rizky


"Dia semakin diluar kendali dalam mengendalikan kekuatan miliknya," Jawab Rizky yang membuat mereka bertiga terdiam


"Kita harus menangkapnya sebelum ini menjadi terlalu jauh," Ucap Riza pada Rezky yang mengangguk membenarkan...


Disisi lain nampak Asum, Ade, dan Raden Wijaya tiba tiba diserang oleh angin putih beliung yang menghalangi pandangan mereka


"Edwin! Daniel!" Panggil Tasya yang berlari mendekati Raden wijaya namun Asum berhasil keluar dari sana dan menyerang gadis itu.


"Kerja bagus," Puji Raden wijaya yang kembali memberi kode pada Ade untuk mengendalikan Edwin lagi


"Satans Schrei!" Teriak Edwin yang mengerahkan rantai - rantai apinya yang saling bertabrakan hingga mengeluarkan suara seperti tangisan lalu menyerang Daniel yang susah payah menghancurkan semuanya


"Mereka dalam bahaya... Tapi gue juga sama," Gumam Tasya sembari menghindari tiap serangan dari Asum yang berhasil menendang perut Tasya hingga terlempar


"Tasya!!" Teriak Edwin dan Daniel bersamaan dan nampak Daniel yang geram melompat menuju Asum


"Flashp!" Teriak Daniel yang menyerang Asum walau dapat dihindari dan sebuah rantai api mengikat kakinya dan melemparnya menjauh dari Asum


"Bangke! Lu niat bunuh gue ya!" Umpat Daniel ke Edwin yang mencoba mengontrol dirinya namun tidak bisa sementara Daniel meringis karena kakinya yang terbakar akibat rantai Edwin


"Makanya tangkis ******!" Balas Edwin ngegas sambil mencoba melawan kendali dari Ade


"Hahaha! Gue menang!" Ucap Asum yang terus membuat Tasya terpojok dan terduduk kelelahan namun ia segera mengarahkan tangan kanannya ke depan


"Sihir serangan tarian elang jawa!" Ucap Tasya dan banyak elang jawa terbentuk dari angin yang berkumpul di tangan Tasya yang menyerah Asum


"Hahaha aura strike!" Ucap Asum yang mengeluarkan aura berbentuk anjing yang menghancurkan elang - elang jawa itu dan menyerang Febby yang mencoba menahan serangan itu dengan pedangnya namun


"Sihir pertahanan cermin pemantul!" Ucap sebuah suara dan terlihat sebuah cermin yang menghisap serangan itu dan memantulkannya ke Ade yang tidak sempat menghindar karena serangan tiba tiba itu


"Untung gue tepat waktu," Ucap Chika sembari memasang kuda kuda


"Akhirnya gue bebas juga!" Ucap Edwin yang langsung mengerahkan rantai apinya ke arah Raden Wijaya yang menghindari serangan itu


"Cih, lumayan," Puji Raden Wijaya sembari membuka bukunya dan akan mengeluarkan sesuatu namun kembali diserang oleh Daniel yang membuatmu berkelit dan melomoat menjaga jarak dari Daniel


"Siluman anjing itu biar gue yang hadapin, kalian berdua lawan tuh anggota Kliwon 8," Chika nampak memberi rencana yang dibalas anggukan oleh Edwin dan Daniel


"Mantap! Waktunya balas dendam!" Teriak Edwin yang disusul lari oleh Daniel yang mencoba menyerang dari dekat walau terus dihindari oleh Joel yang tidak diberi kesempatan untuk menyerang


"Satans Schrei!" Ucap Edwun dan nampak lantai tempat mereka bertiga berpijak mulai mengeluarkan rantai rantai api yang bergerak menyerang Joel


"Thunder bird strike!!!" Teriak Daniel yang menghempaskan tebasan berbentuk burung petir yang mengarah ke raden Wijaya yang akan menghindar namun kedua kakinya terikat oleh rantai api Edwin


"Skak mat," Ucap Edwin yang tersenyum melihat Raden Wijaya dan nampak pria itu hanya tersenyum sebelum terkena serangan itu


"Hahahaha!" Tawa Asum yang bergerak memutari Chika yang menutup matanya dan menarik nafas panjang

__ADS_1


"Teknik dinosaurus sensor t rex!" Ucap Chika dan nampak gerakan Asum terlihat terbaca dan saat ia membuka mata dan menebas Asum hingga tangan kirinya terlepas


"Sial, sial sial!" Ucap Asum kesakitan lalu melirik Raden wijaya yang ternyata terlindungi oleh sebuah tameng


"Apa?!" Kaget Edwin dan Daniel yang melihat hal itu sementara nampak benang berbentuk pola jaring menyerang mereka berdua dan memaksa mereka untuk mundur


"Apollo shield, nampaknya kita mundur dulu," Ucap Joel ke Ade dan Asum lalu dari bawah kaki Joel terlihat cairan yang menyatu membentuk Ade yang mengerahkan cairannya untuk menyembuhkan tangan Asum


"Ya," Jawab Ade dan nampak dibelakang mereka muncul lubang hitam yang menelan mereka bertiga


"Hampir sa..," Ucap Tasya yang pingsan karena kehabisan darah dan terlihat luka cakaran di punggung dan lengan kirinya


"Tasya!!!" mereka bertiga dengan panik langsung mendekati gadis itu dan membawanya ke ruang igd


**************


Di rumah sakit nampak Edwin, Daniel, dan Chika berdiri di depan kamar Tasya yang dirawat disana


"Tersisa kita bertiga saja...," Ucap Rico ke Chika dan Julian


"Yep dan lawan kita salah satu dari anggota Kliwon 8, Ade, serta abdi Calon arang " Ucap Edwin pada mereka bertiga


"Kita pasti bisa kalahin mereka!" Ucap Chika yang berdiri dan menatap mereka berdua mantap


"Caranya?," Tanya Daniel pada Chika yang tersenyum dan menepuk pundak mereka berdua


"Tentu saja dengan bekerja sama," Ucap Chika yang berjalan keluar dari ruangan itu dan membuat mereka berdua menatapnya heran


"Apa ini langkah tepat yang gue ambil?" Gumam Chika seraya menatap ke luar rumah sakit serah mengingat kejadian kemarin


*************


Kemarin setelah membantu Rico cs dan membawa mereka ke rumah sakit nampak Chika yang berdiri di kamar Julian mendapat telfon dari Rizky


"Apa ada info tertentu dari Tasya dan Dark walker palsu itu?" Tanya Rizki yang membuat Chika terkejut dan menatap Julian yang menatapnya santai


"Tidak ada, saya hanya fokus pada salah satu siluman buatan Calon arang akhir akhir ini," Jawab Chika ke Rizki sembari menutup matanya seakan menyesali kebohongannya


"Baik, saya akan segera lacak dan tangkap mereka," Ucap Chika sembari melihat Julian yang menatapnya aneh


"Baik, aku percaya padamu Chika," Ucap Rizki yang menutup telfonnya dan langsung terduduk sembari menutup wajahnya


"Rizky ya?" Tanya Julian ke Chika yang tidak menjawab pertanyaan itu lalu berdiri dan meninggalkan Julian sendirian di kamarnya


*************


"Gue percaya ada cara lain untuk menolong Tasya," Gumam Chika seraya tersenyum mantap dan hpnya tiba - tiba berbunyi


"Siluman itu muncul lagi," Ucap Chika ke Edwin sembari menunjukan hpnya


"Google maps?" Tanya Edwin ke Chika yang menekan beberapa tombol dan muncul gambar tengkorak disalah satu titik di google maps tadi


"Disitu tempat makhluk itu muncul," Ucap Chika ke Edwin yang mengenali tempat itu


"Jembatan ampenan? Gue tau tempatnya," Edwin segera berjalan melewati Chika yang bersiap pergi kesana dan bersiap dengan pedangnya


"Woi, tunggu gue juga dong," Kata Daniel yang berjalan di belakang mereka


"Tasya gimana?" Tanya Edwin ke Daniel yang menunjuk foto beberapa murid ipa 6 yang berdiri di depan kamar Tasya


"Jangan jadi beban ya," Ancam Edwin ke Daniel yang menatapnya malas


"Terserah, tadi kan lu bebannya, bisa bisanya lu dikendalikan sama musuh" Jawab Daniel yang langsung berjalan keluar bersama Chika dan Edwin


***************


Sementara di jembatan ampenan nampak Asum telah membunuh beberapa preman yang nongkrong disana


"Jiwa jiwa yang sesat ini... Menambah kekuatanku!!" Ucap Asum senang sembari berjalan mencari targetnya yang lain


"Sepertinya itu akan jadi santapan terakhirmu," Ucap Edwin yang berdiri bersama Daniel dan Chika yang tersenyum sementara Asum hanya tertawa dan nampak Ade dan Raden Wijaya telah berdiri dibelakang Asum dan nampak semuanya berubah menjadi sepi

__ADS_1


"Seal to another dimention," Ucap Chika sambil tetap berjalan mendekat


"Biar gue yang lawan Raden wijaya itu," Kata Edwin ke Chika dan Daniel


"Gue bakal lawan temennya lu fokus hadapin si Asum," Ucap Chika ke Daniel yang tersenyum dan Chika segera mengeluarkan kalungnya dan nampak ia berubah menjadi Dark Walker sementara Daniel memegang sebuah kilat di sampingnya yang berubah menjadi katana dan mereka bertiga langsung menyerang lawan mereka masing masing


"Pertarungan Heredis melawan dark walker ya, pastinya bakal seru!" Ucap Raden wijaya yang menyaksikan Ade yang mengeluarkan pedangnya dan menangkis serangan Chika


"Pedang yang aneh? Tapi sayangnya gak bakal efektif ngelawan gue!" Ucap Chika yang langsung menebas Ade yang terus menghindari serangan itu


"waktunya balas dendam," Edwin berhadapan dengan Raden wijaya yang tersenyum dan segera melempar bukunya yang langsung menghilang dan nampak tubuh Rifqi mulai terbakar


"Phoenix power take my body!" Ucap raden Wijaya sembari mengarahkan tangannya ke depan dan nampak bola api keluar dari tubuhnya dan menyerang Edwin yang dapat menghindari serangan itu


"Wah wah, kukira kekuatan lu cuman baca buku doang," Ejek Edwin namun tanpa ia sadari Raden Wijaya telah berada di belakang dan langsung memukulnya yang menatap pria itu dan menggerakan jarinya


"Höllenfalle!" Ucap Edwin dan nampak dari kakinya muncul rantai - rantai api yang menancap ke Raden Wijaya yang terbang menghindar dan langsung menatapnya tajam


Nampak Ade terus berjaga jarak sembari menghindari serangan Chika dan saat ada kesempatan Ade memainkan pedangnya dan tiba - tiba Chika terjerat sesuatu


"Apa?!" Kaget Chika dan nampak ia baru menyadari adanya benang yang mengikat tubuhnya


"Skakmat," Ucap Ade ke Chika yang langsung mendekati gadis itu sambil tersenyum


Ade nampak berjalan dan mendekatkan pedangnya ke wajah Chika namun sebuah tebasan petir mengarah ke Ade yang langsung menghindar dan nampak daniel melempar katana miliknya kearah benang yang mengikat tangan kanan Chika hingga terputus dan pedang itu langsung ditangkap oleh Chika yang menebas semua benang itu dan menatap Daniel yang terus dihantam dan terkena cakar Asum di pundak kirinya


"******! Jangan buang senjata sembarangan!" Omel Chika ke Daniel yang berhasil menghantam perut siluman itu dengan pukulan listrik lalu ia segera menjaga jarak oleh Asum yang akan menusuknya


"Höllenfalle!" Ucap edwin dan nampak rantai rantai api muncul didepan Daniel dan membuat Asum memukul rantai api itu hingga membuatnya mundur


"Ambil lagi nih!" Teriak Chika yang melempar katana Daniel yang langsung ditangkap olehnya dan nampak Chika dan Edwin mulai mendekat dan saling siaga dengan lawan mereka masing masing


"Gue gak nyangka bakal bantu orang orang yang jadi lawan gue," Gumam Chika yang membuat Edwin dan Daniel meliriknya lalu kembali fokus


"Jadi apa rencana lu setelah ini berakhir? Nangkap Rico dan Tasya?" Tanya Edwin yang dibalas tawa oleh Chika


"Mungkin gue bakal buat mereka mengerti kalau kalian gak salah," Jawab Chika yang dibalas senyum oleh Edwin dan Daniel


"Sudah selesai bincang bincangnya?!" Tanya Asum yang langsung menyerang Daniel yang tersenyum lalu menatap Asum tajam dan seketika kedua tangan dan kaki Asum terpotong


"Apa?!" Kaget Asum seraya melirik Daniel yang menyarungksn katananya


"Flashpoint 2!" Ucap Daniel sembari melirik Asum yang terjatuh


"Heaa!" Nampak edwin dan Raden wijaya beradu pukulan dan tendangan


"Satan schrei!"


"Phoenix punch!" Kedua serangan Edwin dan Raden wijaya saling beradu dan nampak mereka berdua terhempas kebelakang


"Phoenix.." Belum selesai Raden wijaya menyiapkan serangannya tiba tiba tubuh bagian kirinya terikat rantai api


"Haah sebenarnya gue gak mau pakai jurus ini karena terlalu banyak ngambil tenaga tapi mau gimana lagi lu juga termasuk lawan yang merepotkan.." Ucap Edwin ke Raden wijaya yang mengaliri tubuhnya dengan energi api yang besar hingga melelehkan rantai api itu


"Phoenix energi... Strike!!!" Ucap Raden wijaya yang langsung menyerang Edwin yang menatapnya tajam


"Sündenentferner!" Teriak Edwin dan tiba tiba sebuah gerbang terlihat dibelakang Edwin dan saat terbuka sebuah sinar merah menyerang Raden wijaya dan menghasilkan ledakan besar


"Sial... Kenapa harus pakai cooldown dulu buat jurus ini," Umpat Edwin yang terduduk sembari menyeka darah di hidungnya


"Belum selesai!" Teriak Asum yang melompat menyerang Daniel sembari berubah menjadi siluman anjing namun dengan tenang ia bergerak kebelakang Asum yang langsung tiba tiba terbelah menjadi 2


"Flaspoint 1," Gumam Daniel dan terlihat Asum terjatuh dengan tubuh tercerai berai


Ade nampak sibuk menghindari tiap serangan Chika


"Lumayan..." Ucap sebuah suara dan nampak Raden wijaya berdiri tegak dan tubuhnya kembali ke wujud normal


"Ini apresiasi setelah kemenanganmu melawan Asum, kami akan mundur, jadi bersyukurlah," Ucap Raden Wijaya yang menghilang bersama Ade tertelan lubang hitam


"Chika berkhianat... Sepertinya ini bakal jadi hal yang bagus jika diketahui oleh kapten Rezky," Gumam Tika sembari memfoto momen saat Chika bersama Edwin dan Daniel

__ADS_1


TO BE CONTINUED


__ADS_2