
Di sebuah kastil yang megah nampak seorang pria bertubuh atletis dengan topeng pria berwajah merah, berhidung panjang, serta bermata besar tengah berjalan ke sebuah ruangan yang dilengkapi meja bundar dan nampak 7 orang bertopeng lainnya telah duduk di kursi sekitar meja bundar itu
"Selamat datang pada rapat hari ini Sabdoh palon, Blorong, Calon Arang, Karna, Banaspati, Ken Arok, dan Raden Wijaya, seperti yang kalian lihat di bawah Sekartaji sudah membawakan orang orang dengan kekuatan batin yang cukup bagi kita untuk dikonsumsi," Jelas Bapang yang dibalas tepuk tangan oleh mereka
"Bagus sekali, aku bisa menciptakan kembali abdi abdi baru dengan tubuh mereka," Ucap Banaspati sombong namun mendapat tawa oleh Blorong yang membuat Banaspati sewot
"Memangnya semua itu untukmu?" Tanya Blorong sombong yang membuat Banaspati geram dan menatapnya tajam sementara ken Arok mengeluarkan kerisnya dan ia arahkan keatas
"Jiwa mereka bisa aku gunakan untuk memperkuat keris ini," Ucap Ken arok tak mau kalah hingga membuat kedua orang tadi menatapnya tajam
"Semua itu kita serahkan pada anda kanda Bapang, apapun perintah darimu akan kami terima," Ucap Sabdoh palon bijak sementara Karna, calon arang, dan Raden wijaya hanya diam dan sibuk dengan urusan mereka masing masing
"Baiklah, aku berani mengatakan itu karena mereka semua yang ada disana bukanlah mereka yang diinginkan oleh iblis Molokh, yang mereka inginkan adalah 7 orang yang memiliki kekuatan batin istimewa," Ucap Bapang dan nampak Raden Wijaya memberikan foto 7 anak sma yang salah satunya adalah Tasya dan Ersya
"Hahaha, kalau begitu biar aku yang menjemput nyawa inang sekartaji itu," Ucap Ken arok yang membuat mereka Bapang tertawa dan mempersilahkan Ken arok untuk menangkap Ersya yang berdiri menatap orang orang yang ia penjarakan dalam sebuah ruangan dan disana telah berdiri 3 makhluk yang keluar dari tubuh Sekartaji
"Kalakunti, pangeran muda, dan Jaka putra," Ucap Sekartaji ke 3 makhluk yang menunduk memberi hormat pada Sekartaji yang menatap ke depan seakan mengetahui seseorang segera datang menyelamatkan orang orang yang mereka tangkap
*************
Di uks terlihat Rico, Edwin, Daniel, Julian, Jefri, Tissa, dan Tasya tengah berkumpul di uks sekolah sementara Ade dan Rebecca sedang menyembuhkan Tsabina yang tidak sadarkan diri
"Ersya ngilang bareng Eby, Rafli, Alfin, Arin, dan Oliv!" Ucap Edwin ke Rico yang baru tiba bersama yang lainnya dan nampak Rebecca hanya diam memperhatikan mereka
"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa tiba tiba guru dan murid menjadi ling lung dan pergi meninggalkan kelas tapi gue malah gak bisa pergi?" Tanya Jefri ke Rico cs yang masih berpikir keras mencoba memahami apa yang terjadi
"Itu permainan Ersya dan Raden wijaya," Ucap Rio yang berjalan tertatih dan nampak membuat mereka panik
"Gak mungkin?!" Ucap Rico dan Jefri bersamaan dan nampak saling bertatapan
"Lu kenapa peduli sama Ersya?!" Tanya Jefri ke Rico emosi
"Lah lu yang kenapa peduli sama dia?!" Jawab Rico gak terima dan mereka saling mendekat namun dihadang oleh Edwin dan Tasya
"Kalian gak bosen apa ribut mulu gak tau tempat banget!" Marah Tasya ke Rico dan Jefri sementara Daniel sibuk dengan game yang ada di hapenya
"Nil! Elah lu malah asyik sendiri," Omel Edwin ke Daniel yang mengacuhkan sahabatnya dan sibuk bermain
"Gue dan Katana gue siap kalo memang kalian butuh," Jawab Daniel singkat sementara Tissa sibuk membawa Rio ke kasur sebelah Tsabina
"Tapi kalau memang si Ersya selama ini pelakunya atau bisa kita sebut Sekartaji asli apa jangan jangan dia punya kekuatan mengendalikan orang orang?" Tanya Rico ke semua yang ada disana
"Sekartaji bukanlah orang seperti Prabu asmoro bangun yang merupakan alibi dari Reno," Jawab Joel yang muncul tiba tiba dan membuat Tissa tanpa basa basi langsung menyerangnya namun dengan mudah ditahan oleh pria itu sebelum kembali ditodong oleh yang lainnya
"Cukup main mainnya Joel!" Ucap Tissa yang membuat pria itu mengangkat tangannya menyerah
"Aku datang kesini bukan untuk bertarung, aku hanya ingin memberi informasi yang bagus pada kalian semua," Ucap Joel yang tidak menurunkan kewaspadaan mereka pada pria itu
__ADS_1
"Informasi apa?" Tanya Julian yang membuka topik ke Joel yang tersenyum dan membuka bukunya lalu terlihat sebuah hologram dimana semua siswa, siswi, bahkan guru yang dipenjara oleh Ersya yang memegang topeng Sekartaji dan dibelakangnya terlihat 3 makhluk yang menemaninya
"Mereka bertiga adalah makhluk panggilan asli milik Sekartaji, namun Ersya bukanlah Sekartaji yang sebenarnya," Ucap Joel menjelaskan kepada mereka yang kaget sekaligus bingung
"Lo ngomong apa sih?" Tanya Jefri ke Joel yang tersenyum mendengar pertanyaan Jefri tersebut
"Sejak awal Sekartaji hanyalah sebuah entitas yang merasuki seluruh topeng Sekartaji atau bisa kalian sebut jiwa tanpa raga, oleh karena itu ia mencari raga raga yang cocok untuk ia tinggali seperti kasus Laura, Tsabina, dan Ersya, namun nampaknya emosi Ersya mampu menekan Sekartaji dan membuatnya mampu mempertahankan kesadarannya, maka dari itu Sekartaji harus mencari tubuh orang lain," Jelas Joel ke Rico cs yang nampak paham dengan kondisi yang akan mereka hadapi
"Lalu bagaimana cara kita untuk menyelamatkan Ersya?" Tanya Julian, Rico, dan Jefri bersamaan hingga membuat Tasya dan Tissa ilfil
"Aku baru mendapatkan kabar mengejutkan kalau Tasya dan Ersya merupakan target anggota kliwon 8 untuk upacara kebangkitan iblis Molokh, jadi kalian harus segera menyelamatkan gadis itu sebelum terlambat," Ucap Joel yang dibalas anggukan oleh Rico yang melirik Jefri dan Julian yang berdiri menatap mereka
"Kuharap kalian bersiap untuk misi penyelamatan," Ucap Julian yang dibalas anggukan oleh yang lain
"Gue siap, kalau demi teman - teman gue," Ucap Rico mantap
"Katana gue siap menghisap darah musuh," Jawab Daniel yang selesai main hapenya dan melakukan dab karena memenangkan permainan tadi
"Gue bakal selametin Ersya," Ucap Tasya sembari menatap Rico dan Daniel
"Gue ikut," Ucap Edwin singkat dan dibalas anggukan oleh Jefri yang berdiri disampingnya
"Gue gak bakal biarin kak Ersya gini terus," Ucap Tissa mantap
"Waktu kalian 4 jam dan gue bakal mulai buka portal menuju alam lain kalian segera persiapkandiri," Ucap Joel yang dibalas anggukan oleh Rico cs yang berjalan menuju kelas dan nampak semua orang gempar dengan hilangnya para murid dan guru SMA 2 yang misterius namun seorang wakil kepala sekolah mengatakan bahwa mereka melaksanakan kegiatan sekolah di tempat lain
"Wey pak Bayu gimana kabar lu!" Sapa Julian ke wakil kepala sekolah itu yang terdiam dan menatap pria itu datar
"Setelah 5 tahun, apa yang mau lu lakuin di kota ini?" Tanya Pak Bayu yang membuat Julian tersenyum dan bersandar di pilar sekolah
"Ada sesuatu di sekolah ini yang harus gue selesaikan," Ucap Julian serius membuat Pak Bayu terdiam dan berjalan meninggalkannya
"Apapun yang kamu lakukan, jika kamu butuh bantuan bapak bakal siap bantu kamu," Ucap Pak Bayu yang membuat Julian tertawa
"Siap pak," Ucap Julian yang melihat Pak Bayu yang kembali ke ruangannya sementara siswa itu berjalan menuju lokasi Joel yang mulai membuka portal ke alam ghaib tadi
"Bukannya lu bisa juga pindah dimensi?" Tanya Rico ke Tasya saat mengendarai motor scoopy hijaunya pulang
"Itu namanya dimensi semu, perbatasan antara dimensi nyata dengan dimensi gaib, bukan cuma gue, semua dark walker bisa menggunakan itu agar pertarungan mereka tidak menggangu dimensi manusia," Ucap Tasya menjelaskan ke Rico yang bingung dengan penjelasan Tasya
"Memangnya kenapa kalo bertarung di dimensi manusia?" Tanya Rico penasaran ke Tasya
"Tentu saja bakal menimbulkan ketakutan massal dan lu juga tau sendiri kalau tabrakan energi batin bisa menimbulkan efek pada tubuh manusia biasa seperti pingsan massal, dan bisa saja terjadi kesurupan massal yang diakibatkan tabrakan energi dengan jin," Jelas Tasya yang membuat Rico mengangguk paham
"Namun dimensi semu itu tidak bisa bertahan lama, jika dark walker mati atau berhasil melarikan diri dalam waktu 5 - 10 menit apapun yang terperangkap dalam dimensi semu dapat kembali ke dimensi manusia," Tambah Tasya ke Rico yang menghentikan motornya di depan rumah dan mereka segera masuk ke dalam rumah untuk mengganti baju
"Kenapa cepet cepet? Gak makan dulu?" Tanya orang tua Rico heran melihat kedua sejoli SMA itu telah kembali berpakaian rapi dan bersiap berangkat pergi
__ADS_1
"Ada tugas kelompok bentar ma," Jawab Rico yang berpamitan dan langsung menaiki motornya bersama Tasya kembali menuju sekolah
"Kita udah siap," Ucap Edwin, Daniel,dan Jefri yang berdiri di depan pintu alam jin yang masih diaktifkan oleh Joel
"Berapa lama lagi?" Tanya Julian pada Joel yang masih konsentrasi dengan proses pembukaan alam jin itu
"1 jam lagi," jawab Joel singkat sementara Rico yang tiba disekolah segera berjalan menuju uks dan menemui Ade serta Rebecca
"Tsabina baik baik saja," Ucap Ade ke Rico yang tersenyum menatap mereka berdua
"Beri gue waktu 5 menit," Ucap Rico ke mereka berdua yang mengangguk dan meninggalkan Rico serta Tsabina yang mulai tersadar dari pingsannya
"Rico?" Ucap Tsabina yang akan bangkit namun tidak memiliki tenaga untuk bangkit akibat pertarungan tadi
"Lu gak apa kan?" Tanya Rico ke Tsabina yang mengangguk lalu menunduk sementara Rico mengambil kursi dan duduk disamping gadis itu
"Jadi kalian bakal pergi kesana?" Tanya Tsabina ke Rico yang mengangguk dan menatap gadis itu tajam
"Gue bakal selamatkan Ersya dan orang orang yang ia tangkap," Ucap Rico mantap ke Tsabina yang menggelengkan kepalanya
"Please jangan! Gue udah tau sekuat apa Ersya, dia sudah punya kekuatan gue dan Laura dalam topeng itu," Tsabina mercon menahan Rico yang memegang kedua pundak gadis itu
"Gue tau kok, tapi apa lu tega ninggalin temen yang sedang hancur sendirian?" Tanya Rico ke Tsabina yang terdiam lalu tersenyum pada gadis itu
"Gue cuman gak mau lu kenapa kenapa," Jelas Tsabina ke Rico yang tersenyum pada gadis itu
"Thanks udah peduli sama gue, gue janji bakal bawa anggota baru kita kesini," Ucap Rico ke Tsabina yang terdiam dan tertunduk mendengar hal itu sementara Rico berbalik dan berjalan keluar dari sana
"Rico?!" Panggil Tsabina sebelum Rico melangkah keluar dari sana dan berbalik melihat Tsabina yang tersenyum dan mengulurkan tinjunya ke Rico
"Hovers! Nama club kita adalah Hovers, so bawa anggota terbaru hovers yang sedang tersesat itu kesini dan segera kita resmikan club kita ini!" Ucap Tsabina ke Rico yang tersenyum mendengar itu dan mengangguk pada gadis itu sebelum akhirnya melangkah keluar meninggalkan gadis itu
"Semua orang yang sudah dirasuki Sekartaji memiliki tanda berupa bunga kecil di pundaknya, gue gak nyangka lu tau lebih dulu dari kita," Puji Rebecca ke Rico yang memberikan sebuah bunga yang telah hancur sebagian oleh tangan pria itu
"Gue gak tau hal itu, tapi tiba tiba tangan gue ngeluarin cahaya yang hancurin itu bunga kecil pas megang pundak dia," Jawab Rico sembari pamit dan segera berjalan menuju tempat Joel
"Baiklah pintu alam gaib sudah terbuka," Ucap Joel ke Edwin dan yang lainnya sementara Tissa dan Tasya baru tiba bersamaan dengan Rico yang sudah siap
"Aku akan menja..." Nampak Joel mengutarakan rencananya namun...
"Gue bakal jaga pintu ini," Ucap Ade yang telah menyaksikan hal itu dari atas tangga dan membuat Joel kesal namun segera ia tutupi dengan senyum
"Baiklah kalau begitu aku akan memandu kalian menuju tempat Ersya," Ucap Joel yang membuat Rico cs tersenyum dan bersiap siap
"Baiklah durasi waktu penyelamatan kita 2 jam gue berharap kedua bidadari kahyangan kita tidak terluka, maka dari itu gue gak perduli mau sampai mati pun kita para laki laki harus berjuang untuk menyelamatkan sang putri Ers...," Ucapan Julian nampak diabaikan oleh Rico cs yang berjalan masuk kedalam gerbang tersebut
"2 jam misi penyelamatan, kurasa itu terlalu banyak bagi kita Hovers go!" Ucap Rico yang berjalan masuk ke dalam dimensi gaib itu meninggalkan Julian yang menggelengkan kepalanya dan masuk paling terakhir kesana sementara Ade menunggu dari dimensi nyata menatap teman temanmu yang perlahan menghilang dibalik kegelapan
__ADS_1
TO BE CONTINUED