Dark Walker

Dark Walker
episode 39


__ADS_3

DARK WALKER


CHAPTER 39


Retakan dinding tercipta dari pukulan tangan Julian hingga membuat tangannya berdarah


"Gue gagal!" Teriaknya sementara Rico hanya terduduk meratapi kegagalannya


"Julian cukup!" Teriak Ersya yang menahan tangan Julian yang akhirnya duduk meratapi kegagalannya


"Gue gak bisa, kapten Harris, Rico, bahkan Julian juga gak sang..," Ucapan Tasya yang nampak shock dengan apa yang terjadi namun Rico tiba - tiba menggebrak meja dan bangkit lalu bersiap keluar dari kamar itu


"Rico lu mau kemana!" Panggil Ersya yang mencoba menghentikannya namun dia abaikan


"Gue bakal lawan Bapang! Gak peduli mau sampai nyawa gue yang melayang yang penting si Tissa selamat!" Teriak Rico pada Ersya yang bangkit dan menampar pipi pria itu


"Lu kira dengan ngelakuin hal gegabah kaya gitu Tissa bisa selamat? Atau lu mikirnya mau nukar nyawa gitu ke si Bapang? Please biar kita pikirin dulu gimana cara menolong Tissa dengan baik dan tanpa resiko," Ucap Ersya pada Rico yang terdiam dan pintu pun digedor dari luar dan ternyata di luar telah ada Anwar, Dandi, Al, Tsabina, Edwin, Dandi, Jefri, Chika, serta Joel


"Gue tau kemana Bapang bawa si Tissa," Ucap Joel menjelaskan ke Julian, Rico, Ersya, dan Tasya


Beberapa saat sebelumnya nampak Bapang berdiri di sebuah villa hantu di daerah Lombok yang disebut pemenang disana terlihat Bapang merapal mantra dan terlihat kondisi sekitar menjadi berubah dan bangunan villa setengah jadi itu berubah menjadi villa besar nan megah yang malah terlihat seperti kastil dan terlihat dari sana telah menunggu Ken Arok dan Banaspati yang menunduk hormat


"Banaspati, aku titipkan gadis ini padamu," Ucap Bapang yang mengeluarkan Tissa yang pingsan dari tubuhnya dan nampak Banaspati memanggil ketiga abdinya yang berbentuk manusia harimau, wanita berkebaya dengan wajah menyeramkan, serta pria dengan jas rapi dan dari belakang nampak beberapa anak kecil bertubuh terbakar api


"Bawa dia ke altar, kita akan bersiap untuk upacara pembangkitan gerbang," Perintah Banaspati dan nampak Raden Wijaya serta Calon Arang baru tiba dan menunduk hormat pada Bapang


"Tugas kalian berempat adalah menjaga gadis itu selagi aku menyiapkan diri untuk mengambil kekuatan gate gadis itu," Ucap Bapang yang naik ke menara menyiapkan dirinya


"Aku akan menjaga gadis ini, selagi menyiapkan altar, kalian bertiga kirimkan abdi kalian untuk membantu menjaga tempat ini," Ucap Banaspati pada Raden Wijaya, Calon Arang, dan Bapang yang memanggil 3 makhluk yang satu sosok perempuan berkebaya kuning bernama Dewi Lanjar yang dipanggil oleh Raden Wijaya, satu lagi sepasang pendekar dengan pedang yaitu Nakula dan Sadewa yang dipanggil Ken Arok dan satu lagi sosok perempuan bernama Nyi larung yang dipanggil oleh Calon Arang


"Bagus! Kalau begitu perintahkan mereka menjaga seluruh tempat di kastil ini biar aku urus upacara bagi kanda Bapang," Ucap Banaspati yang berjalan masuk bersamaan dengan Raden Wijaya yang berjalan meninggalkan dimensi itu tanpa sepengetahuan mereka


***********


Kembali ke masa sekarang


"Mereka ada di objek wisata villa hantu," Ucap Joel memberitahukan pada mereka yang bangkit dan melihat Joel


"Thanks," Ucap Julian yang berjalan meninggalkan mereka bersamaan dengan Rico yang menyusul namun ditahan oleh Tasya dan Ersya


"Jangan kebawa emosi Rico!" Ucap Ersya pada Rico yang mencoba meredam amarahnya


"Please co! Dia jauh lebih kuat dari kita!" Ucap Tasya yang membuat Rico melepaskan pegangan tangan gadis itu


"Kalau gue harus menyerah oleh orang kaya gitu lebih baik gue buang pedang yang lu kasih dan biarin Rizky bunuh gue sejak dulu, karena gue gak bakal pantes nyandang gelar dark Walker dan pedang cahaya Harris! Gue pamit!" Ucap Rico yang berjalan meninggalkan mereka sementara Tasya terdiam mendengar kata - kata itu


"Rico bener, kita gak harusnya terlarut dalam hal itu," Ucap Anwar yang membuat mereka berdua terkejut dan menatapnya


"Kami Ganendra mendukung aksi kalian, Dandi dan Tsabina akan membantu kalian menolong Tissa," Ucap Anwar sementara Jefri menepuk kedua tangannya


"Hovers! Jangan diam aja kita juga harus bantu temen kita yang dalam bahaya!" Ucap Jefri membangkitkan semangat mereka

__ADS_1


"Ayo kita tolong si Tissa," Ucap Edwin seraya menatap mereka


"Pastinya bakal ada lawan kuat yang bakal gue kalahin kan? Gue siap kapanpun kalian siap!" Ucap Daniel yang menatap mereka senang


"Gue anggota Ganendra tapi gue juga anggota Hovers ya pastinya gue siap buat nolong sobat gue," Jawab Tsabina pada Jefri yang tersenyum


"Gue memang member baru dari kelompok kalian tapi gue siap bantu kalian dengan kekuatan ini," Ersya tersenyum seraya menatap Jefri dan yang lainnya


"Gue bakal bantu kalian, bukan karena gue simpati sama drama anak kecil kalian, tapi ini semata mata tugas gue sebagai dark walker," Ucap Chika yang bangkit dan menatap mereka


"So Tasya... Gak usah takut selama kita bersama mereka pasti gak bakal bisa kalahin kita!" Jefri nampak mengulurkan tangannya pada Tasya yang terdiam dan menatap mereka lalu akhirnya menyeka air mata dan mengangguk sembari tersenyum lalu menerima uluran tangan Jefri


"Ya! Kita kalahin si Bapang sekarang!" Ucap Tasya yang membuat Anwar tersenyum melihat mereka semua


"Dandi!" Panggil Anwar pada pria itu


"Siap!" Jawab Dandi pada Anwar yang tersenyum dan memberikan peluru berwarna perak


"Kau bisa menggunakannya lagi," Ucap Anwar pada Dandi yang tersenyum melihat benda itu lalu menatapnya bahagia dan tak lupa memberikan hormat


"Siap! Terima kasih komandan!" Ucap Dandi pada Anwar yang tersenyum lalu mereka akhirnya bergegas keluar dari rumah sakit dengan baju mereka yang baru


"Inilah yang sudah Kunanti selama 5 tahun, para penerus kita," Ucap Toni dan nampak ia kini melihat Jefri yang memimpin Hovers dan Dandi yang berjalan di belakang mereka


***********


Disisi lain nampak Joel berdiri di depan Rizky dan Rezky yang menatapnya dengan pedang ditangan mereka


"Aku datang kesini hanya memberitahukan keberadaan Tasya, ia bersama sang dark Walker palsu kini berada di villa hantu daerah pemenang," Ucap Joel yang membuat Rizky tersenyum dan melirik anggota barunya


Sementara di depan villa hantu nampak Rico dan Julian telah tiba disana dan nampak Ken Arok bersama ratusan jerangkong dengan senjatanya berjalan menyambut Rico dan Julian


"Kenapa mereka bisa ada disini?" Kaget Ken Arok namun segera mencari kerisnya lalu memerintahkan pasukan jerangkong tadi untuk menyerang Rico yang mengeluarkan pedangnya dan Julian yang menarik nafas panjang dan berlari


"Keluar lu Bapang!!!" Teriak mereka berdua yang langsung menebas dan menendang pasukan jerangkong tadi


"Rggggh Nakula! Sadewa!" Teriak Ken Arok dan nampak sepasang pendekar tadi langsung menyerang mereka dengan pedang mereka walau dapat ditangkis oleh Julian yang langsung menendang dan menebasnya walau dengan mudah ditahan oleh pedangnya yang langsung menendang Rico


"Einfrieren fegen!" Teriak Julian yang melesatkan sapuan angin yang membuat para jerangkong membeku dan langsung sebuah dinding es muncul dan menghancurkan para jerangkong dihadapannya


"Drachenzähne!" Puluhan taring muncul dan menghujani jerangkong bahkan mengenai Sadewa yang langsung tumbang namun Nakula langsung meneteskan cairan di tangannya yang membuat Sadewa bangkit kembali


"Brengsek! Itu air kehidupan!'' Ucap Julian kesal sementara Rico bersiap menghadapi Nakula dan Sadewa dan kini nampak Dewi Lanjar ikut membantunya dengan mengendalikan air pantai didekat villa yang membentuk ular dan nampak bersiap menyerang Rico dan Julian


"Biar Dewi Lanjar gue yang hadapi," Ucap Julian pada Rico yang mengangguk lalu memasang kuda - kuda bersiap menghadapi Nakula dan Sadewa yang berlari dan menebas Rico dengan pedangnya yang langsung ia tahan dengan mudah


"Tebasan cahaya tebasan bulan sabit!" Serangan Rico berhasil melempar Nakula dan Sadewa hingga terlempar kebelakang palu terlihat Rico berlari dan langsung menebas Nakula yang dengan cekatan menangkisnya lalu menendang Rico yang melompat melewatinya disusul sebuah tebasan kearah punggung walau dengan sigap Sadewa menahannya


"Tebasan cahaya Vertikal!" Serangan Rico tadi kembali melempar kedua panglima Pandawa itu hingga terhempas namun saat Rico mencoba mengejar puluhan jerangkong menahan laju Rico yang dengan sigap menghancurkan semuanya dengan tebasan cahaya miliknya


Disisi lain nampak Dewi Lanjar mengerahkan ular - ular air tadi untuk menyerang Julian yang dengan cepat melompat menghindari semua serangan itu

__ADS_1


"Penjaga pantai Utara memang gk bisa diremehkan," Gumam Julian seraya menghindari tiap gerakan yang mengarah padanya dengan cepat


"Polardorn!" Julian menendang genangan air yang membentuk duri es kecil yang membuat ular yang berada di dekatnya membeku lalu segera menggunakannya sebagai sebuah batu lompatan untuk mendekati Dewi Lanjar yang langsung menangkis dengan membentuk sebuah dinding air


"Sial!" Gumam Julian yang mencari celah untuk menyerang Dewi Lanjar sama halnya dengan Rico yang mundur ke dekat pria itu mencoba mencari celah


"Kalau begini terus energi kita malah habis disini," Kesal Julian pada Rico yang menarik nafas panjang lalu menatap pria itu


"Biar gue tanganin mereka, lu segera masuk kedalam," Ucap Rico pada Julian yang tersenyum mengejek pada Rico yang sukses tersinggung mendapati hal itu


"Lu kira lu bisa ngelawan mereka? Yaelah kekuatan lu aja masih dibawah mereka," Jawab Julian pada Rico yang kesal dan langsung menatap pria itu


"Bangke! Lu ngeremehin gue!" Rico yang terpancing emosi berbalik menatap Julian yang tersenyum mengejek padanya


"Mau nyoba adu kekuatan lu?" Tantang Julian yang membuat Rico tersenyum dan menatapnya sombong


"Gue tunjukin Sejago apa gue sekarang!" Jawab Rico gak mau kalah dan nampak aura es dan sinar putih mengalir di kaki Julian dan pedang Rico sementara Dewi Lanjar dan Nakula, Sadewa hanya di dan langsung berlari menyerang mereka yang menguatkan kuda kuda lalu bersiap menyerang


"Makan nih tebasan cahaya modifikasi tebasan bulan bungkuk!"


"Schneesturm!" Kedua serangan tadi ternyata berbalik menyerang Dewi Lanjar dan Nakula Sadewa yang telak terkena serangan itu kecuali Nakula yang berhasil melompat menghindar


"Lihat sendiri kan? Dewi Lanjar aja mokad sama serangan gue," Sombong Rico pada Julian yang tertawa melihat hasil kerja jurusnya namun Julian nampak gak mau kalah


"Serangan gue sendiri lebih mantep buktinya kena Nakula sade... Loh kok cuman si Sadewa?!" Heran Julian disusul tetesan air yang menghidupkan Sadewa dan Dewi Lanjar yang bersiap menyerang kembali namun nampak rantai api menyerang mereka disusul kedatangan Jefri, Edwin, Daniel, Dandi, Tsabina, Ersya, Tasya, serta Chika yang berjalan mendekati mereka


"Biar mereka kita yang tanganin," Ucap Jefri pada Rico serta Julian yang tersenyum melihat kedatangan mereka lalu berbalik menatap ketiga lawannya yang berusaha menghindari rantai - rantai api Edwin


"Tuyul!" Panggil Dandi dan dari peluru besi tadi keluar sosok tuyul yang tersenyum dan melakukan hormat pada Dandi


"Ayo kita bertarung bersama lagi dan musnahkan semua penghalang!" Ucap Dandi yang berlari seraya melesatkan tembakan ke depan yang bersiap ditangkis oleh Dewi Lanjar namun Tuyul dengan cepat berlari dan menepuk peluru itu hingga hilang lalu ia bergerak ke belakang Dewi Lanjar lalu kembali menepuk tangannya seketika peluru tadi muncul dari tangan tuyul dan melesat mengenai tubuh Dewi Lanjar hingga tembus namun ternyata itu hanyalah tubuh airnya yang hancur dan langsung berubah menjadi ular yang menyerang Dandi, namun dengan cepat Jefri berlari kedepan


"Jangan harap! Rahu!" Teriak Jefri yang mengarahkan tangan monsternya ke depan dan seketika terlihat bola api yang menguapkan ular air itu


"Black swan!" Ucap Tsabina dan nampak sosok angsa hitam terbang di atas Tsabina bersiap menyerang Nakula dan Sadewa yang akan menebasnya namun secepat kilat Chika dan Daniel muncul dari balik sayap Black swan yang terbang ke arah kedua panglima Pandawa tadi lalu menebas mereka berdua yang langsung terlempar ke tanah sementara Chika langsung mengarahkan tangannya ke depan


"Sihir pertahanan rantai penyegelan!" Chika mengerahkan rantai yang mengikat Nakula


"Thunderclap!" Sedang Daniel melesatkan Sambaran petir dari tebasan sisi tumpul pedangnya yang menghempaskan Nakula ke sisi kanan kastil


"Pergilah! Selamatkan Tissa!!!" Teriak Ersya yang mengerahkan puluhan bunga sakura yang menghadang semua jerangkong yang mencoba mendekat sementara Tasya nampak berlari menebas seluruh jerangkong yang menghadang mereka berdua dengan sihir bola apinya


"Baiklah! Tissa! Kakakmu datang!" Teriak Julian yang berlari bersama Rico dan nampak kini mereka menendang pintu kastil hingga hancur dan nampak mereka berdua berdiri di depan pintu kastil lalu melihat banyak jerangkong penjaga yang bersiap dengan senjata mereka


"Keroco minggir!!!" Teriak mereka berdua yang menendang dan menebas mereka seraya berlari masuk mencari keberadaan Tissa yang kini terikat dengan rantai dengan pakaian telah berganti dengan gaun kebaya putih dan nampak ia tersadar dan berontak


"Lepasin gue!!!" Marah Tissa dan nampak Dewi Krasih tersenyum dengan cairan hitam yang menetes di mulutnya menatap Tissa yang berontak lalu berteriak


"Puja raja Banaspati!" Teriak Dewi Krasih membiarkan Tissa memberontak dan terlihat Kemamang serta Cindaku berdiri didepannya lalu melihat ke atas tempat Rico dan Julian bertarung melawan para jerangkong yang terus berdatangan walau dapat dihabisi dengan mudah oleh mereka berdua yang terus berlari mencari lokasi Tissa


"Kemana si brengsek itu membawa Tissa?!" Geram Rico dan Julian sementara dari tempat yang aman Banaspati tersenyum saat merasakan kedatangan Rico dan Julian

__ADS_1


"Mereka...," Gumam Banaspati yang terdiam dan duduk menatap ke luar


TO BE CONTINUED


__ADS_2