
Sebelumnya nampak Chika, Tasya, dan Tissa berada dalam bahaya akibat serangan abdi banaspati 3 serta Dewi Sekartaji yang merasuki tubuh Tsabina namun datang bantuan dari Julian dan Ade yang sangat tepat waktu.
"SCHNEEZONE!" Ucap sebuah suara dan tiba tiba tubuh makhluk itu membeku begitu juga tanah disekitar Tasya dan Chika
"JARING PENGIKAT!" jaring transparan mengikat tubuh Sekartaji dan terlihat Julian yang berdiri dihadapan siluman itu sama halnya dengan Ade yang berdiri didepan Tissa lalu menatap Sekartaji
"Gue gak telat kan?" Tanya Julian dan Ade bersamaan ke Tissa dan Tasya yang mengangguk dan tersenyum
"Baiklah waktunya memusnahkan kalian Kliwon 8!!!" Teriak Julian dan Ade bersamaan yang membuat Sekartaji dan siluman itu tertawa mengejek meremehkan kedua pria itu.
**********
Disisi lain tepatnya di dimensi yang berbeda terlihat Rico terus diserang oleh dark walker misteri tadi yang tidak memberinya waktu untuk mengeluarkan kekuatannya
"Ada apa? Bukannya dari yang kulihat kekuatanmu harusnya lebih dari ini bukan?" Ucap dark walker itu yang membuat Rico geram dan melepaskan tebasan cahaya bentuk horizontal kearah dark walker itu yang berhasil menahannya dan secara mengejutkan serangan itu terserap olehnya
"Mustahil!" Kaget Rico yang membuat dark walker itu tersenyum
"TEBASAN BULAN SABIT!" Teriak Dark walker tadi yang membuat Rico terkejut dan melompat menghindari tebasan itu namun saat ia berbalik puluhan tebasan energi yang sama mengarah padang
"BERUNTUN!!!" Tambah Dark walker itu yang membuat Rico terkejut namun ia tetap menghindar dengan melompat cukup tinggi dan mulai mendekat kearah pria itu
"Giliran gue TEBASAN HORIZONTAL!" Serangan Rico dengan mudahnya ditahan oleh Dark walker tadi yang memegang pedang dengan kedua tangan lalu membalikan serang itu ke Rico yang menghindarinya lagi
"Sial! Kuat sekali dia," Gumam Rico seraya melihat sekeliling namun tiba tiba rantai putih mengikat tubuhnya
"SIHIR SERANGAN RANTAI JIWA!" Ucap Dark walker itu yang memutar mutar rantai yang mengikat Rico tadi hingga menabrak seluruh bangunan sekolah lalu ia hantamkan ke tanah hingga membuat Rico terkapar tak berdaya namun denganl susah payah Rico kembali bangkit
"Cuma segini kekuatanmu?" Tanya dark walker itu yang membuat Rico geram namun ia hanya menarik nafas dalam lalu menatap pria itu serius
"Bersiaplah!" Ucap Dark walker tadi yang mengeluarkan aura yang besar hingga membuat Rico termundur beberapa langkah dan seketika serangan energi cahaya menyerangnya walau dapat dihindari dengan mudah sembari ia berjalan
"Kau mendapatkan kepercayaan diri lagi ya, mari kita lihat berapa lama itu bertahan!" Ucap sang Dark walker seraya mengeluarkan tebasan energi yang kembali dihindari oleh Rico
"Beberapa langkah lagi..." Gumam Rico yang terus mendekat namun tetap menghindari serangan itu lalu saat berada di jarak yang tepat ia langsung menebas sang Dark walker yang dengan mudah menangkisnya dan melempar Rico yang menggunakan dinding didekatnya menjadi pijakan untuk melompat dan menebas Dark walker itu yang ikut menebas Rico
"Cih," Ucap Dark walker itu sembari memegang pundaknya yang terluka dan Rico nampak mendapatkan luka yang sama dan ia segera berbalik menatap Dark walker itu serah berteriak
"Haaa!!!" Teriak Rico yang terus menerus menebasnya walau seluruhnya dapat ditangkis oleh Dark walker itu hingga membuatnya tersadar akan sesuatu dan langsung mundur kebelakang
"Ada apa? Kehilangan kepercayaan diri?" Tanya Dark walker pada Rico yang menggelengkan kepala dan mengaliri tubuhnya dengan energi cahaya
"Justru hal ini membuat kepercayaan diri gue naik, TEBASAN BULAN SABIT!" Ucap Rico yang mengerahkan jurus yang sama seperti Dark walker tersebut untuk menyerangnya
"Apa?!" Kaget Dark walker tadi yang menahan serangan tersebut dan membalikkannya pada Rico dengan ukuran yang jauh lebih besar sementara Rico hanya tersenyum dan menahan serangan itu
"Cuma segini?" Tantang Rico ke Dark walker yang mulai terprovokasi dan langsung menghujaninya dengan tebasan energi bulan beruntun ketawa Rico yang tersenyum sebelum terkena ledakan cahaya yang besar
*************
Fokus beralih ke Julian yang berdiri bersama Tasya dan Chika tengah bersiap namun secara mengejutkan tubuh kedua gadis itu ditutupi oleh es
__ADS_1
"Apa apaan ini?!" Marah Chika sementara Tasya hanya menatap Julian yang tersenyum dan berjalan menuju siluman tengkorak burung yang tertawa lalu berlari menyerang Julian yang menginjak tanah dengan keras
"EISSÄULE!" Nampak ditanah sekitar siluman itu muncul pilar pilar es yang menancap ke tubuhnya namun refleks makhluk itu lebih cepat terbukti dari gerakannya yang menunduk sebelum pilar pilar itu menancap di tubuhnya
"Hahaha!" Tawa Siluman itu yang menghancurkan pilar es Julian seraya terbang menuju pria itu yang tersenyum melihatnya
"ENFRIEREN FEGEN!" Sapuan pembeku Julian mengarah ke Siluman itu yang bermanuver cepat dan bermanuver kebelakang Julian dan langsung menendangnya beruntung Julian masih bisa membaca gerakan itu dan langsung menghindar seraya kembali menghujaninya dengan sapuan pembeku walau tidak ada satupun yang mengenai sang siluman
"Julian!" Panik Tasya yang melihat sang siluman telah terbang hingga ke belakang pria itu namun kembali dapat dihindari oleh Julian yang kembali menendang sang siluman yang langsung terbang menjauh namun sebuah tulang jari telunjuk menancap di pundak Julian dan menariknya ke arah siluman itu yang membuat Julian langsung menendangnya lagi
"Jangan remehkan kekuatanku!" Ucap sang siluman yang berputar mengelilingi Julian yang menyapu tanah di kakinya secara memutar seraya mengawasi gerakan sang siluman
"Terima ini!" Ucap sang siluman yang bersiap menginjak Julian dengan kakinya namun pria itu berhasil menghindar dengan salto kebelakang
"Stalaktiteneis!!!" Teriak Julian dan stalaktit es tersebut langsung muncul dan menancap di tubuh siluman itu dan tanpa ampun Julian mengerahkan sapuan pembeku secara bertubi tubi hingga siluman itu membeku
"Penggangu!" Geram Sekartaji yang dengan mudah menghancurkan seluruh benang yang mengikatnya seraya menggunakan petir hijaunya untuk menyambar Ade yang melayang menggunakan benangnya untuk menghindari serangan Sekartaji yang mengeluarkan serangan menggunakan sayap sayap angsa hitamnya
"Black swan illusion!" Ucap Sekartaji yang mengerahkan energi dari sayap angsa hitamnya namun dihancurkan dengan mudah oleh benang beban Ade yang langsung mengeluarkan pedangnya
"Sakunta bentuk senjata!" Ucap Tissa yang mengubah Sakunta menjadi pedang dan kini nampak dilemparkan oleh Tissa kearah Ade
"Pakai itu kak!" Ucap Tissa ke Ade yang langsung menangkap pedang itu dan langsung ia gunakan untuk menyerah Sekartaji yang terus menghindari serangan demi serangan yang mengarah padanya walau dapat dihindari oleh Sekartaji yang saat mundur tiba tiba ada semacam benang yang ia injak dan tiba tiba sebuah batu besar mengarah ke tubuhnya namun dapat dihancurkan dengan bola energi miliknya
"TEKNIK BENANG, RUANGAN PENYIKSAAN," Ucap Ade yang berdiri diantara benang benang yang mengelilingi Sekartaji hingga membuatnya terkejut melihat kondisinya kini namun bukannya takut ia malah tertawa
"Benar benar tidak terduga, sepertinya kau bukanlah lawan yang bisa kuremehkan, tapi ini malah mempermudahku mengerahkan serangan ini," Ucap Sekartaji yang mengangkat tangannya keatas dan terlihat kumpulan bayangan membentuk angsa hitam yang langsung digunakan untuk menyerang Ade
"Kak?!" Ucap Tissa panik sementara Ade mencoba menghancurkan serangan itu menggunakan benang benangnya walau tidak bisa dan akhirnya terhempas akibat serangan itu dan tiba tiba Ade tidak sadarkan diri dan badannya menjadi kaku
"Riwayatmu tamat!" Ucap Sekartaji yang mencekik Tissa dan mengangkatnya keatas
"G..gh!," Tissa nampak meronta mencoba lepas dari cekikan itu namun Sekartaji malah mengeluarkan sayapnya dan mulai terbang perlahan menggunakan sayap tersebut
"Hahaha mati lu, Tissa!" Tawa Sekartaji namun tiba tiba kedua tanganmu membeku dan membuat cekikannya terlepas lalu tubuh Tissa yang jatuh segera ditangkap oleh Tasya sementara Chika sudah melompat dan menebas Sekartaji yang menahan dengan sayapnya
"Lu ga papa Tis?" Tanya Tasya panik sementara Sekartaji mulai panik dan mendarat sembari melihat Julian, Chika, serta Tasya yang berjalan mendekat dan bersiap mengalahkan Sekartaji
"BLACK SWAN CURSE!" Terlihat 3 angsa hitam mengarah ke Julian, Chika, dan Tasya
"Spell breaker!" Ucap Tasya dan Chika bersamaan sementara Julian mengeluarkan burung es yang menembusnya
"Tembus?!" Kaget Julian namun sebuah batu menghisap serangan tadi dan mengembalikannya pada Sekartaji yang terkejut dan menghisap kembali serangannya
"Riwayatmu berakhir Sekartaji!" Ucap Tasya memperingati Sekartahi yang tertawa karena tanpa disadari siluman tengkorak gagak sudah berdiri dibelakang dan bersiap menusuk Tasya
"Tasya!!!" Panik Chika namun sebuah tebasan cahaya menghancurkan siluman itu hingga tak bersisa
"TEBASAN CAHAYA PEMBEBAS JIWA!" Ucap sebuah suara dari balik dinding dan terlihat Rico muncul dari sana dalam kondisi baik
"Rico?!" Kaget Julian yang melihat pria itu yang kini menatap Sekartaji tajam
__ADS_1
"Lu lagi!!!" Ucap Sekartaji geram melihat Rico yang bersiap menyerangnya
****************
Beberapa menit sebelumnya di lokasi pertarungan Rico melawan dark walker misterius itu
"Justru hal ini membuat kepercayaan diri gue naik, TEBASAN BULAN SABIT!" Ucap Rico yang mengerahkan jurus yang sama seperti Dark walker tersebut untuk menyerangnya
"Apa?!" Kaget Dark walker tadi yang menahan serangan tersebut dan membalikkannya pada Rico dengan ukuran yang jauh lebih besar sementara Rico hanya tersenyum dan menahan serangan itu
"Cuma segini?" Tantang Rico ke Dark walker yang mulai terprovokasi dan langsung menghujaninya dengan tebasan energi bulan beruntun ketawa Rico yang tersenyum sebelum terkena ledakan cahaya yang besar
Namun tiba tiba cahaya besar itu menyatu ke dalam pesan Rico yang mengangkat pedang ke atas lalu memutar pedangnya membentuk pola bulan bungkuk
"Tebasan bulan bungkuk!" Serang tersebut mengarah ke sang Dark walker yang terkejut melihat hal itu namun dapat ditahan dengan tangannya
"Menakjubkan, kau benar benar menerima serangan itu," Puji sang Dark walker pada Rico yang terkejut dan tiba tiba ia terbangun tapi sudah berada di depan bangunan kosong tempat Tsabina dirasuki Sekartaji
"Dimana ini?!" Tanya Rico heran dannampak Dark Walker itu berdiri di belakangnya
"Teman temanmu dalam bahaya disana, jadi segera selamatkan dia!" Ucap Dark walker tersebut pada Rico yang langsung berlari memasuki bangunan kosong itu sementara sang Dark walker menghilang menjadi serpihan yang masuk ke dalam pedang itu
**************
"Itu gak akan merubah apa...," Tiba tiba Sekartaji terdiam dan memegang kepalanya
"Akhirnya yang gue tunggu tunggu ENFRIEREN FEGEN!" Ucap Julian yang langsung menahan pergerakan Sekartaji dengan sapuan pembeku miliknya yang dapat dihindari oleh Sekartaji
"Gak akan kubiarkan!" Ucap Sekartaji marah
"Rico! Chika!" Ucap Tasya yang mengarah ke tangannya ke depan sementara 2 orang yang dipanggil tadi mulai berlari menuju Sekartaji
"Jangan sampai ngelakuin Tsabina," Ucap Rico ke Chika yang menatapnya bingung
"Bukannya dia sudah dirasuki oleh Sekartaji? itu adalah resiko baginya kalau sampai terluka oleh kita," Tanya Chika ke Rico yang menatapnya datar
"Teman macam apa yang ngelukain sahabatnya? Selama kita punya cara lain tanpa harus ngelukain dia gue pasti bakal milih jalan itu," Jawab Rico seraya berlari menghindari tiap serangan petir Sekartaji
"Sihir pertahanan dinding angin!" Ucap Tasya yang melindungi tubuh Rico dan Chika yang terdiam mendengar ucapan Rico barusan lalu tersenyum dan menatap Rico yang berlari mendahuluinya
"Black swan..." Ucapan Sekartaji terhenti karena pikir es tiba tiba membuat tubuhnya beku sementara Chika langsung bergerak cepat mendahului Rico lalu memutari Sekartaji ya waspada terhadap serangannya dan nampak ia memperhatikan sesuatu dan tersenyum menatap Rico
"Incar topengnya!" Ucap Sekartaji pada Rico yang mengangkat pedangnya dan berteriak
"Heaaaa!!! TEBASAN BULAN SABIT!!!" Ucap Rico yang mengerjakan tebasan tersebut dan akhirnya memotong topeng Sekartaji menjadi 2 dan akhirnya Tsabina tersadar namun ia akhirnya pingsan tepat di pelukan Rico yang tiba tepat waktu dan menangkap tubuhnya
"Berhasil!!!" Teriak mereka senang sementara Chika yang melihat hal itu langsung menyarungkan pedangnya seraya berjalan pergi
*************
"Apa yang akan kau lakukan dengan mereka?" Tanya Raden Wijaya pada Ersya yang berjalan masuk ke dalam sebuah gerbang yang muncul dari kamar mandi dibawah tangga dan terlihat dibelakang banyak guru dan murid yang berjalan dengan tatapan kosong
__ADS_1
"Tentu saja kita serahkan pada Kanda Bapang," Ucapnya santai sembari memasang topeng Sekartaji miliknya lalu menghilang bersamaan dengan tertutupnya gerbang tersebut dan tempat itu kembali menjadi kamar mandi
TO BE CONTINUED