
Malam jumat pukul 19.30 disebuah gubuk nampak 20 orang berseragam hitam dan bersenjatakan pedang dan senapan tengah mengepung gubuk itu.
"Kita telah mengepung tempat ini jadi makhluk itu gak bisa lepas lagi," Kata salah satu dari mereka memberi informasi.
"Yang kita hadapi kali ini adalah Jin rank A, Bapang," Ucap pemimpin regu tersebut sambil menghunus pedangnya diikuti yang lainnya.
"Hitungan ketiga satu, dua ,tiga!!," Teriak komandan regu yang langsung masuk ke dalam rumah tadi namun tiba tiba 6 orang yang masuk pertama langsung tercabik-cabik oleh kawanan serigala yang ada didalam rumah.
"Hahaha rencana kalian telah kubaca!" Ucap seorang makhluk bertubuh merah besar dengan senjata golok besar bersama 7 serigala jawa yang memakan tubuh 6 orang tadi dengan sadis.
"Hancurkan mereka!" Teriak komandan tim tadi dengan ekspresi geram nampak kemarahan telah menguasainya.
"Lindungi Kapten!" Teriak beberapa orang bersenjata senapan yang langsung menembak kawanan serigala tadi yang berusaha menyerang Sang Kapten.
"Bapang!!!" Teriak kapten tadi yang melompat dan langsung menebas Bapang. Namun, tebasan itu dapat ditahan oleh sang monster yang tertawa dan langsung menghantam wajah Sang Kapten tadi hingga hancur. Lalu Ia segera mengarahkan pedangnya ke para pasukan Dark Walkers tadi dan seketika muncul 4 orang bertopeng berbeda dengan Bapang yang tertawa melihat pasukan yang sudah tidak punya peluang menang.
"Habisi mereka.." perintah Bapang yang dibalas anggukan oleh mereka yang langsung menyerang pasukan tadi dan membuat gubuk itu bermandikan darah.
"17, 18, 19...," Satu mayat lagi kemana?" Tanya salah satu anak buah Bapang yang terkejut dengan pertanyaannya.
"Mustahil dia bisa lolos, cari dan temukan dia," Ucap Bapang ke para anak buahnya.
*******
Hai... Selamat pagi, gue Rico salah satu siswa kelas 11 ipa 6 di SMA 2 MATARAM gue juga ketua kelas di kelas gue, jadi gue cukup terkenal di sekolah... Yah sekitar kelas doang 😂, cukup dulu intronya ya intinya ini adalah hari dimana kehidupan gue yang normal dan menyenangkan ini mendadak rusak oleh seorang gadis misterius...
Pagi harinya, JUMAT pukul 06.37 gue baru tiba di SMA 2 MATARAM dengan seragam imtaq menuju kelas gue 11 ipa 6.
"Pagi Rico...," Sapa teman-teman Rico yang berada di pintu depan.
"Pagi liv, ber, tumben kalian dateng pagi," Sapa balik Rico ke kedua temannya.
"Yee kita memang tetep dateng pagi kok... Cuman ke basecamp dulu," Jawab Oliev ke Rico yang tersenyum mendengar jawaban gadis itu.
"Bilang aja kantin... Susah amat," Ucap Rico pada kedua gadis tadi yang tersenyum malu sementara Rico kembali berjalan menuju tempat duduknya.
"Pagi Bella, pagi Dita,“Sapa Rico ke kedua gadis yang tersenyum manis ke Rico yang melanjutkan jalannya menuju tempat duduk.
"Tof tof, serang atas," Kata suara pria yang memainkan hp-nya bersama 4 orang lainnya.
"Fli fli, Niel, push tengah cepet cepet!," Kata pria lainnya.
"Cerewet lu Men," Balas pria tadi ke orang itu.
"Gak ngepush ko?" Tanya pria yang sedang duduk di kursi depan Rico.
"Gak Win tadi malam rank gue turun," Balas Rico ke Edwin sembari duduk dan membuka tasnya.
"Sama co, gue juga," Jawab Edwin yang duduk di kursi belakang Rico.
"Kalian berdua kan emang noob," Celoteh teman mereka yang bernama Daniel ke Rico dan Edwin.
"Halah... Lawan gue custom aja gak pernah menang mau bilang noob," Jawab Edwin gak mau kalah.
"Eh eh siapa bilang, kan gue udah menang dari lu pas kemarin," Jawab Daniel gak mau kalah.
"Apanya yang menang? Orang dibantu temen gitu bilang menang," Jawab Edwin ke Daniel.
"Niel tower bawah nil tower bawah," Kata siswa lain ke Daniel yang mengambil hpnya lagi.
"Jangan kasih gue perintah," Kata Daniel kesal sementara Alfin hanya diam.
"Pas satu tim ya.. Daniel, Alfin, Rafli, Hisyam, Al tof.... Hmm mereka punya peluang menang gk nih?" Tanya Rico ke Edwin yang melihat mereka dengan serius.
"Kalau ada Daniel pasti kalah," Celetuk Edwin yang membuat Daniel emosi.
Di tempat yang berbeda tepatnya di jalan sepi di salah satu gang nampak seorang gadis
berpakaian serba hitam memegang 2 buah pedang lalu bersembunyi di balik dinding.
"Pedang kapten.. Harus segera diamankan ke markas..," Ucap Gadis itu sambil melanjutkan larinya namun sebuah telpon berbunyi.
"Tasya.. Lu dimana?" Tanya seorang dibalik telpon.
"Gue gak tau juga ini dimana, tapi gue bakal segera ba...,"
"Please don't back, buat sementara," Kata seseorang tersebut memotong ucapan Tasya.
"Marsha? memangnya kenapa?" Tanya Tasya ke gadis di telpon itu.
"Semua orang nyari lu.. Mereka duga lu berkhianat dan bunuh anggota yang terlibat misi pembunuhan Bapang!!" Jawab gadis itu ke Tasya yang tercekat dengan pernyataan tadi hingga membuatnya terduduk melihat seorang pria bertopeng reog tersenyum melihat gadis itu.
__ADS_1
"Ketemu!" Ucap Reog yang langsung mengeluarkan pecutnya dan langsung memecut Feby yang refleks menghindar dan segera berlari menjauh dari sana.
"Kau gak akan bisa sembunyi dari kami!" Ucap Reog yang berlari mengejar Feby yang terus berlari mencoba meloloskan diri dari cengkraman makhluk itu.
"Langsung balik?" Tanya Edwin ke Rico yang tengah duduk di motornya.
"Iya, Emang mau kemana?" Jawab Rico singkat seraya bertanya balik ke Edwin yang tersenyum dan menepuk pundak pria itu.
"Nongki lah.. Bareng Daniel, Endra, sama Rian," Jawab Edwin lagi ke Rico yang tanpa berpikir langsung menerima ajakan itu.
"Kuy lah," Jawab Rico yang segera berangkat menuju starbucks bersama teman-temannya.
Di starbucks nampak mereka berempat tengah duduk sembari meneguk kopi mereka masing-masing.
"Apa bahan buat tugas kelompok bahasa kita besok?" Tanya Edwin ke yang lainnya membuka topik pembicaraan setelah cukup lama sibuk dengan hp mereka masing masing.
"Gue gak bermaksud buat sok ngatur atau apa tapi gue punya usul gimana kalau kita melakukan pengamatan tentang sesuatu yang berbeda?" Usul Rian yang menatap mereka semua meminta persetujuan.
"Bener tuh, semacam fenomena aneh gitu," Tanggap Endra saat mendengar usul dari Rian itu.
"Gimana kalau sleep paralyze?" Jawab Daniel memberi usul.
"Gak gak itu terlalu sering dibahas nil," Kata Edwin menanggapi usul Daniel itu.
"Gimana dengan konsep paralyze ghost," Usul Rico yang membuat ketiga temannya bingung.
"Paralyze ghost?" Tanya Mereka bertiga ke Rico.
"Yah.. Ini adalah kondisi saat seseorang bermimpi buruk dan terkena sleep paralyze," Maka ia akan mendapatkan sosok mimpi buruk mereka yang seakan menjadi nyata dan mungkin telah menjadikan makhluk itu nyata akibat pikiran kita yang merealisasikan keberadaan makhluk itu," Ucap Rico yang membuat mereka bertiga saling menatap dan akhirnya tertawa.
"Gak mungkin adalah yang begituan," Jawab Rian membantah Teori Rico sambil menyeruput kopinya.
"Itu cuma ada di film bro," Jawab Endra ke Rico sembari menepuk pundaknya.
"Fantasy..," Jawab Daniel lagi sambil membuka hp-nya.
"Gak, itu benar," Jawab Edwin sambil menunjukan beberapa artikel.
"Urban legend, myth, dan hantu hantu yang ada itu awalnya memang berasal dari ketakutan kita sendiri," Ucap Edwin disertai beberapa artikel yang ia tunjukkan di hpnya namun tetap tidak dipercaya oleh kawan kawannya.
"Gak mungkin lah," Jawab Rian gak percaya dengan penjelasan Edwin meskipun telah disertai sumber dan bukti yang pas.
"Terserah kalian mau percaya atau gak, yang pasti gue bakal cobain apa saran dari Rico," Ucap Edwin sambil menghisap rokoknya lalu membuangnya perlahan.
"Kita ikut kok, tapi buat buktikan kalau apa yang kalian percayai itu cuman ada di grup scp, dan lainnya," Jawab Endra ke Rico dan Edwin yang mengangguk dan menatap mereka serius karena mereka berdua tetap percaya akan teori itu.
*******
Malam harinya pukul 20.00 nampak Rico tengah mengendarai scoopy hijaunya nampak ia telah membeli sesuatu, dilihat dari sebuah plastik yang tergantung di gantungan motornya.
"Untung harganya pas sama uang yang dikasih tadi," Gumam Rico sambil menghentikan motornya dan bermaksud memasang headset namun secara mengejutkan datang gadis yang terjatuh di sampingnya.
"Hantu!!" Kaget Rico yang langsung menyalakan motornya dan akan pergi namun gadis itu segera bangkit dan memegang tangan kanan Rico yang memegang gas motor.
"T..tunggu!!" Panggil gadis itu dengan suara setengah berteriak dan membuat pria itu terdiam dan tersadar kalau gadis yang ada dihadapannya adalah manusia asli bukan manusia jadi - jadian.
"Orang ya?" Tanya Rico sambil melirik gadis itu lalu segera menurunkan standar motornya dan akan turun namun...
"Kita dalam bahaya!!!" Kata gadis itu tiba yiba sembari memegang kedua pundak Rico yang tertegun melihat wajah gadis itu.
"Satu satunya bahaya untukku adalah kehilanganmu..," Gumamnya hingga membuat gadis itu menyipitkan matanya bingung dengan kata kata Rico.
"Maksudnya?" Tanya gadis itu lagi ke Rico yang tersadar dan menggelengkan kepalanya lalu segera naik ke motornya.
"Naik," Kata Rico ke gadis tadi yang langsung menaiki motor Rico yang menyalakan mulai melaju dalam kecepatan sedang sebelum sosok singa raksasa yang muncul dibelakang mereka otomatis Rico yang melihat itu segera terkejut dan langsung mempercepat laju motornya, namun percuma makhluk itu terlihat mulai menyusul laju motor Rico
"Emm.. Bisa kita bergerak lebih cepat lagi?" Tanya gadis itu ke Rico yang berpikir sejenak lalu menekan gas motornya lebih cepat.
"Pegangan!" Kata Rico ke gadis itu sembari menekan pedal gas motornya hingga kecepatannya bertambah dan membuat gadis itu memeluknya dan membuat Rico senyum sendiri.
"Gue Rico!!!.. By the way!!!," Teriak Rico memperkenalkan dirinya ke gadis itu disela sela kebut - kebutan motor melawan singa jadi - jadian itu.
"Ini bukan waktu yang tepat, buat perkenalan!!!" Jawab gadis itu ke Rico yang tersenyum lalu memelankan motornya otomatis makhluk itu makin mendekat dan membuat gadis itu panik.
"Ok ok gue Tasya!!!," Kata Tasya sambil memeluk Rico lebih kencang dan membuat Rico tersenyum penuh kemenangan lalu kembali menekan gas motornya.
"Senang berkenalan dengan lu Tasya!!!," Jawab Rico sambil terus melewati mobil dan motor yang lewat di sekitarnya begitu pula dengan monster singa tadi yang terus mengejarnya hingga saat melewati gang sepi singa itu berhasil mengejar dan berhenti di depan mereka yang membuat Rico segera menekan rem motornya sambil memiringkan motornya lalu kembali melaju melewati gang kecil yang ada disamping kanannya namun apesnya mereka menemui jalan buntu saat berada di ujung jalan itu.
"Jalan buntu..," Kata Tasya panik ke Rico yang melihat sekitar mencari jalan alternatif untuk kabur.
"Gak ada yang namanya jalan buntu," Kata Rico yang mematikan motornya palu mengunci stang dan menekan tombol alarn setelah itu ia segera menarik tangan Tasya dan mengajaknya berlari melewati kebun kebun kosong di kiri jalan sementara monster itu tetap mengejarnya.
__ADS_1
"Makhluk itu adalah jin rank A+ Reog... Dia memiliki 3 wujud yaitu manusia, singa, dan merak dan yang mengejar kita saat ini adalah wujud singanya," Jelas Tasya ke Rico sembari berlari menjauh dari makhluk itu.
"Lu tau banyak soal ini ya?" Tanya Rico ke Tasya sambil tersenyum dan tetap berlari.
"Ya karena udah tugas gue basmi para Conterriti kek mereka," Kata Tasya yang membuat Rico terkejut dan menatap gadis itu tajam.
"Lu baru bilang C.. Conterrity?" Tanya Rico ke Tasya yang menatapnya bingung lalu mengangguk.
"Kenapa?" Tanya Tasya ke Rico yang menariknya masuk kedalam gang sempit dan bersembunyi disana.
"Berarti lu adalah...," Kata Rico ke Tasya yang tersenyum mengangguk dan menatap pria itu mantap.
"Gue dark walker...," Jawab Tasya ke Rico yang menatapnya lalu tersenyum senang dan berteriak.
"Akhirnya benar... Selama ini apa yang gue duga itu benar-benar asli dan bukan sekedar konspirasi!!!," Teriak Rico senang namun secara tiba-tiba sebuah ekor menghantam Rico yang langsung terlempar ke ujung gang dan nampak Reog telah tiba di ujung gang dengan suara tawanya yang besar.
"Reog..," Kata Tasya yang mundur beberapa langkah kebelakang hingga membuat monster itu tertawa dan berjalan perlahan mendekatinya.
"Ternyata yang selamat dari pembantaian waktu itu hanyalah gadis penakut ya..," Ejek Reog yang membuat Tasya terkejut dengan kata kata Reog lalu segera mengambil pedangnya yang tersegel dalam kalungnya dan langsung berlari menyerang Reog yang melompat menajauh lalu menabrak Tasya dengan ekornya namun ia dapat melompat dan memotong ekor itu dan membuat Reog berteriak kesakitan.
"Tarik kata kata lu!" Teriak Tasya yang langsung menodongkan pedangnya ke Reog yang tertawa dan menatapnya tajam.
"Yang diselamatkan oleh teman temanmu di gubuk malam itu adalah seorang penakut..," Kata Reog yang membuat Tasya geram dan langsung berlari dan melompat menyerang makhluk itu dengan tenaga penuh namun Reog hanya tersenyum dan menanduk gadis itu hingga terlempar dan menabrak tembok dan parahnya lengan kirinya bergeser.
"Hahaha menyakitkan ya.. Menunggu waktu saja untuk kematianmu," Ucap Reog ke Tasya lalu ia tertawa dan mendekati gadis itu sebelum sebuah batu mengenai kepalanya.
"Sorry ya... Tapi gue gak bisa biarin dia mati gitu aja sama singa cisewu kaya lu!" Ejek Rico sambil mengambil botol kosongnya dan kembali melempar makhluk itu.
"Memangnya apa yang bisa kau lakukan hah? dasar manusia rendah!," Tanya Reog itu dengan nada merendahkan ke Rico yang memasang kuda-kuda.
"Entah... Tapi selama ada orang yang butuh bantuan gue... Gue bakal siap bantu, itulah prinsip cowok sejati!" Kata Rico ke Tasya yang tertegun mendengar kata katanya dan langsung mengambil kalung berbentuk pedang putih tadi lalu teringat saat pertarungan di gubuk kemarin.
"Aku tidak akan menggunakannya saat ini," Kata kapten itu saat memberikan kalungnya ke Tasya.
"Tapi kapten pedang ini kan...," Ucap Tasya ke sang kapten yang tersenyum dan mengambil pedang yang lain.
"Berikan pedang itu pada orang yang mampu mewariskan semangatku" Kata sang kapten ke Tasya yang mengangguk menuruti kata-katanya.
"Rico!" Panggil Tasya sambil melempar kalung tadi yang saat ditangkap Rico berubah menjadi pedang.
"Itu... Tidak akan kubiarkan!!" Teriak Reog yang menyerang Rico sambil membuka mulutnya bersiap memakan Namun Rico segera menghindar sambil menebas pipi Reog hingga menciptakan luka goresan.
"Wow.. Pedang asli..," Gumam Rico kagum sambil melirik Reog yang nampak geram.
"Kak Bapang menginginkan benda itu.. Berikan!!" Teriak Reog marah sementara Rico hanya tersenyum dan menodong pedangnya.
"Coba ambil kalo bisa," Tantang Rico yang dibalas teriakan Reog dibarengi larinya yang bergerak memutari Rico yang nampak menarik nafas panjang lalu membuangnya perlahan.
"Mati!!" Teriak Reog yang langsung menyerang Rico dari belakang namun dapat dibaca oleh Rico yang langsung menebasnya namun ia lebih dulu terkena tandukan sang monster hingga membuatnya menabrak dinding.
"Gue bantu.. Sihir serangan! Bola bola api!" Teriak Tasya yang mengarahkan tangannya ke depan dan ajaib muncul bola bola api yang menyerang Reog yang melompat kesakitan.
"Kampret! Sakit banget!" Kata Rico kesal dan segera bangkit lalu berlari menuju monster itu.
"Potong kepalanya saat ada celah!" instruksi Tasya ke Rico yang berlari sambil berteriak.
"Gue suka nonton film apapun yang berkaitan dengan pedang... Hingga akhirnya gue tau beberapa teknik serangan seperti saat king arthur memotong kepala penyihir merah!," Teriak Rico ke Tasya.
"Yaudah pakai teknik itu aja!" Ucap Tasya setengah berteriak.
"Dengan senang hati, teknik legendaris!!" Ucap Rico yang berlari dan berteriak sementara Reog segera melompat kearah Rico yang menutup matanya mencoba berkonsentrasi dan akhirnya membuka matanya sembari berteriak.
"Haaaaaaa!!!!!"
"Rrroooaaarrrggghh!!!" teriak kedua makhluk beda alam tadi dan...
"Tebasan pemotong kepala, king arthur!!" Teriak Rico dan secara ajaib kepala Reog akhirnya terpotong sementara Rico mendarat dengan sempurna disusul tepuk tangan dari Tasya.
"Benarkah dia bener bener orang yang diramalkan oleh kapten," Gumam Tasya yang melihat Rico menjatuhkan pedangnya dan ajaib pedang itu menyala dan berubah menjadi kalung.
"Rico... Kayanya gue butuh beberapa bantuan dari lu mulai hari ini," Kata Tasya ke Rico yang menatapnya bingung.
"Gue siap kok bantu apapun yang lu butuhkan," Kata Rico ke Tasya yang langsung tersenyum manis ke Rico yang nampak salah tingkah karena senyuman itu.
          TO BE CONTINUED
Setelah kejadian itu nampak mereka kembali menuju lokasi motor Rico.
"Bisa bisanya lu kunci stang motor saat kita lagi dalam kondisi antara hidup dan mati kek tadi," Kata Tasya yang dijawab tawa oleh Rico.
"Yah.. Refleks gue biar motor gak dicuri," Jawab Rico ke Tasya yang menggelengkan kepalanya heran.
__ADS_1