Dark Walker

Dark Walker
episode 7


__ADS_3

Episode 7


"Sampai juga lu," Kata Jefri ke Edwin yang telah tiba di perpustakaan daerah.


"Sorry, ada kendala dikit tadi," Jawab Edwin dan nampak mereka segera masuk ke dalam perpustakaan.


Namun, saat di pintu masuk Ia berpapasan dengan seseorang yang membawa buku. Namun, nampaknya mereka berdua tidak menyadarinya.


"Emang bisa masuk ke dalam perpustakaan malam-malam gini?" Tanya Edwin ke Jefri yang mengangguk dan menatap pria itu sembari tersenyum.


"Santai aja," Jawab Jefri ke Edwin yang berjalan masuk ke dalam perpustakaan itu.


******


Kembali di sekolah nampak Dandi menggunakan Hopper Armor dan mulai melompat menghindari serang rambut kuntilanak yang terus menyerangnya.


"Kampret! Ribet banget rambutnya!" Kesal Dandi ke Tsabina yang berpikir sejenak lalu menjentikkan jarinya.


"Ambil replika sarang yang ada di tas yang lu bawa!" Saran Tsabina ke Dandi yang langsung melompat menjauh seraya mengambil sebuah replika sarang yang bergambar lebah.


"Tekan gambar lebah itu dan lempar ke si kuntilanak!" Ucap Tsabina yang dibalas anggukan oleh Dandi yang melempar sarang itu ke si kuntilanak dan seketika muncul banyak robot lebah yang menyerbu kuntilanak yang menghancurkannya dengan rambutnya. Namun, beberapa lebah berkumpul di tangan kanan Dandi membentuk replika lebah dan nampak sengat lebah itu memanjang hingga menjadi senjata tambahan Dandi yang langsung menekan replika lebah yang langsung menyala.


"Hihihihi!" Nampak kuntilanak mulai menyerang dengan rambutnya.


"Arahin tangan lu ke kuntilanaknya!" Kata Tsabina memperingati dan Dandi langsung mengarahkan tangannya ke kuntilanak dan seketika sengat lebah tadi melesat ke kuntilanak itu dan menancap di tubuhnya. Namun, tidak menghasilkan apa-apa.


"Hihihihi hahahaha!" Tawa sang kuntilanak yang menghilang di gelapnya malam.


"Kenapa gk mempan?!" Heran Dandi yang tidak dijawab oleh Tsabina


******


Pagi harinya di SMA 2....


"Ditha, ada yang mau gue bahas," Ucap Rico ke Ditha yang menatap Pria itu bingung.


"Tanya apa?" Ditha nampak heran dengan tingkah Rico yang tiba-tiba menghampirinya seperti itu.


"Gue mau bahas soal cewek bernama Amanda," Jawab Rico yang membuat Ditha terkejut dan menatapnya tajam.


"Yang muncul malam itu bukanlah kuntilanak biasa tapi seorang arwah yang diperkuat," Jawab Rico ke Ditha sama halnya dengan Tasya yang menjelaskan hal itu ke Dandi dan Tsabina yang mengangguk mendengar penjelasan itu.


"Pantesan aja," Jawab Dandi ke Tasya yang menganggu. Namun, beda dengan Tsabina yang masih berpikir dan menatap Tasya.


"Bukannya Manguni yang kemarin awalnya juga arwah? Tapi kok itu bisa dan yang ini gak?" Tanya Tsabina bingung ke Tasya yang menatapnya datar lalu menarik nafas dan membuang perlahan.


"Ok, sebenernya ini rahasia dari Dark Walker kaya gue, tapi buat kalian gak masalah, sebenernya adalah 3 jenis arwah pertama arwah halus, arwah kasar kaya makhluk yang mirip kuntilanak ini, dan satunya lagi adalah arwah jahat, arwah jahat atau jin atau biasa kami sebut Contentriti, mereka biasanya mengambil wujud hantu-hantu yang seram gitu buat nakuti manusia," Jelas Tasya ke mereka berdua yang saling berhadapan dan menatap Tasya lagi.


"Cara kita ngalahin dia?" Tanya Tsabina ke Tasya yang berpikir dan menatapnya.


"Mungkin dengan memberi mantra atau sajen gitu ke senjata lu biar mempan? Mungkin," Jawab Tasya ragu sementara mereka berdua hanya manggut-manggut ragu mendengar jawaban itu.


"Kok lu bisa tau Amanda?" Tanya Ditha heran ke Rico yang tersenyum dan memberikan sebuah foto ke Ditha yang terkejut dengan foto yang diberikan Rico dan menatapnya heran.


**********

__ADS_1


Malam itu setelah latihan Rico dan Tasya nampak Tasya masuk duluan ke rumah sementara Rico masih terdiam sembari mengingat apa yang baru saja Ia alami.


"Yang lu lawan tadi memang bukan kuntilanak, tapi Amanda," Ucap sebuah suara yang membuat Rico terkejut.


"Siapa di sana!" Tanya sebuah suara yang ternyata berasal dari seorang Pria misterius dengan buku di tangan kirinya.


"Joel Satria izinkan aku memperkenalkan diri," Ucap Joel yang berjalan ke dekat Rico yang bersiap namun Joel tidak memperlihatkan gerak-gerik mencurigakan yang membuat Rico segera mengurungkan niatnya untuk melawannya.


"Apa tujuan lu datang kesini?" Tanya Rico ke Joel yang memberikan sebuah foto yang memperlihatkan Ditha dengan baju SMP bersama beberapa murid lain dan salah satu darinya adalah makhluk yang menculik Ditha.


"Dia?!" Kaget Rico yang dibalas senyum oleh Joel sembari memegang kepala Rico dan nampak sebuah ingatan terlintas di pikiran Rico dan terlihat kejadian saat gadis itu dibully oleh orang-orang dan akhirnya tewas bunuh diri dan saat Rico tersadar Joel sudah tidak ada berganti dengan Tasya yang terlihat panik dengan kondisi Rico.


***********


keesokan harinya di kelas.


"Gue udah tau masalah yang dia hadapi dan alasan apa sampai dia bisa jadi kek sekarang dan nyulik lu kemarin," Jawab Rico ke Ditha yang terkejut dan mulai ingat kejadian hari itu karena hanya Ditha yang gk kena serbuk penghilang ingatan Tasya.


"Jadi itu lu? Ta.. Tapi gue gak punya masalah apapun sama dia," Kata Ditha ke Rico yanh mengangguk dan menepuk pundak gadis itu.


"Gue percaya lu gak mungkin berbuat hal kaya  gitu, tapi kayanya makhluk ini bakal neror orang orang yang ada di sekitar dia sebelum mati," Ucap Rico menjelaskan hipotesanya dan nampak Ditha tersadar akan sesuatu.


"Eka!" Kata Ditha yang membuat Rico bingung.


"Eka?" Tanya Rico ke Ditha dan Rico nampaknya tersadar dan langsung berlari diikuti oleh gadis itu menuju ke kelas sementara Daniel yang berada di luar kelas penasaran melihat tingkah aneh kedua temannya lalu memutuskan untuk mengikuti mereka.


Sementara di lorong dekat kamar mandi nampak Eka yang baru keluar dari kamar mandi bertemu dengan seorang siswi misterius yang muncul di belakang Eka.


"Kenapa belum masuk? Bentar lagi guru dateng loh," Kata Eka memperingati. Namun, saat itu banyak rambut muncul dan menyerang Eka yang terkejut.


Namun tidak sempat menghindar dan alhasil gadis itu tidak mampu bergerak dan saat itulah siswi sma itu menunjukan wujud aslinya yaitu seorang perempuan berwarna pucat dengan darah di kepalanya serta senyum yang mengerikan dan nampak Ia mulai mendekati Eka yang akan berteriak minta tolong.


"Huaaa!" Teriak Wisnu ketakutan dan saat itu turunlah Edwin serta Asa yang tercengang melihat hal itu.


"Nu! Cepet menjauh!" Kata Edwin memperingati. Namun, Asa terlihat bingung dengan apa yang terjadi.


"Kenapa Eka melayang?" Tanya Asa yang membuat Edwin dan Wisnu bingung dengan kata-kata Asa.


"Lepas!" Ucap seseorang dan nampak kuntilanak yang menyerang Eka bertindak kesakitan dan terlihat Jefri tiba sembari mengarahkan tangan kanannya ke depan.


"Jefri?!" Kaget semua yang disana sementara Jefri menangkap tubuh Eka yang terjatuh karena lepas dari ikatan rambut kuntilanak itu.


"Sekarang lu udah gak apa, cepet pergi dari sini bersama yang lain," Ucap Jefri yang menatap Eka lalu kembali fokus dengan musuh yang ada di depannya.


"Biar kami bantu!" Kata Edwin dan Wisnu ke Jefri yang melirik mereka lalu berjalan ke depan bersiap melawan makhluk itu.


"Kalian cuma jadi beban aja kalo tetep disini, lebih baik bawa temen lu ke uks," Jawab Jefri yang membuat Edwin kesal. Namun, Wisnu menepuk pundaknya dan menyarankannya untuk nurut aja kata Jefri dan pergi dari sana, sementara Jefri mulai membaca mantra dan mengeluarkan sebuah botol air dan langsung menyiramnya ke hantu itu yang membuatnya kesakitan. Namun, tiba-tiba Ia menghilang dari hadapan Jefri setelah sebuah kilat menyambar di hadapan Jefri.


"Sial, dia kabur!" Geram Jefri dan saat itulah Rico tiba bersama Ditha yang nampak panik. Namun, Jefri hanya menatap mereka datar dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Dia udah pergi," Kata Jefri ke Rico sebelum Ia terlalu jauh dari Rico dan Ditha yang masih panik dengan kasus ini.


Namun ternyata sang hantu tidak benar - benar pergi ia berada di sebuah ruangan yang sama namun tidak ada siapapun disana kecuali seorang pria SMA yang berdiri dengan memegang sebuah katana.


"Sebenarnya males banget gue ngelakuin hal ginian, karena gue udah tau orang kaya lu gak mungkin bisa bikin gue puas bertarung," Gumam Daniel seraya mencabut katana nya yang menghasilkan energi listrik yang menyambar disekitarnya namun tidak membuat arwah itu takut malah membuatnya makin gencar menyerang dengan rambut - rambut miliknya yang dengan mudah dihindari oleh Daniel yang berlari dan akan menebas hantu wanita itu yang berhasil menahan dengan rambut miliknya dan kembali menyerang Daniel.

__ADS_1


"Flashpoint 1!" Ucap Daniel dan tiba tiba rambut rambut itu terpotong memberi Jalan bagi Daniel untuk menyerang dari dekat namun anehnya saat ia berada sangat dekat dan akan menebas hantu itu namun saat itu secara mengejutkan katananya menembus wajah hantu itu yang tertawa cekikikan hingga membuat Daniel kesal dan terus menghindari serangan rambut rambut milik hantu Amanda.


"Brengsek, kalau kaya gini jadi gak seru," Gumam Daniel yang menghilang dari hadapan hantu Amanda dengan berubah menjadi kilat.


"Hahaha, sepertinya kau berada di posisi sulit ya," Kata seorang pria yang memegang buku.


"Joel? Gimana lu bisa masuk kesini?" Tanya Rico heran ke Joel yang tersenyum dan menatap pria itu dengan ekspresi misterius.


"Co? Lu ngomong sama siapa?" Tanya Ditha ke Rico yang terkejut dan menatap Ditha lalu kembali menatap Joel yang sudah menghilang dari hadapan Rico dan hanya menyisakan sebuah tape recorder yang diambil oleh Rico.


"Dengarkan baik baik jika tidak ingin temanmu mati malam ini," Eja Rico yang membuatnya dan Ditha bergidik dan saling bertatapan.


"Gue gak mau ada orang lain yang bernasib kaya gue kemarin," Kata Ditha ke Rico yang bergegas menuju kelas.


"Gue juga sama, makanya si Amanda harus kita tenangin hari ini juga," Ucap Rico ke Ditha mantap sembari kembali berjalan ke kelas.


"Gue gak berbakat sebenernya dalam hal ini, tapi gue masih nyimpen air yang biasa digunakan buat penyucian senjata," Ucap Tasya ke Tsabina dan Dandi yang memberikan 2 macam senjata.


"Karena kita tau air itu gak mungkin bisa menyucikan satu kostum tempur jadi, gue cuma minta tolong gunain ke 2 item ini aja," Ucap Tsabina ke Tasya yang mengangguk dan mulai mengguyur air "suci" itu ke senjata uang berupa pedang serta pistol yang biasa Ia pakai.


"Baiklah, udah ready," Kata Tasya ke Tsabina dan Dandi yang mengangguk lalu mengambil kedua senjata itu.


"Dengan ini kita pasti siap lawan si Amanda" Ucap Dandi ke Tasya dan beberapa detik kemudian telfon di hp Tasya berdering dan langsung diangkat olehnya.


"Ok gue kesana sekarang," Kata Tasya yang pamit ke Dandi dan Tsabina lalu beranjak menuju tempat Rico.


Sementara di kelas kosong nampak Rico duduk bersama Eka, Ditha, Asa, Edwin, Sigit, dan Wisnu.


"Kenapa lu sampai ngumpulin kita cuma buat dengerin hal kek gini?" Protes Sigit ke Rico yang menatapnya tajam.


"Lu juga ikut keseret sama masalah ini," Kata Rico ke Sigit yang menatapnya bingung sebelum mendapat penjelasan dari Ditha yang membuatnya terkejut.


"Amanda... Yang bunuh diri dulu itu?" Tanya Sigit ke Ditha yang mengangguk dan membuat Sigit gak percaya.


"Gak mungkin, dia kan udah meninggal lama?" Heran Sigit ke Ditha dan Eka.


"Mau dia mati dari jaman voc sekalipun kalau arwahnya masih gak tenang dia bakal selalu neror kita," Jelas Edwin yang membuat Sigit heran dengan adanya Pria itu.


"Kok lu juga bisa ada disini? Emang lu kenal Amanda?" Tanya Sigit ke Edwin yang mengelengkan kepalanya.


"Dia ada karena ini," Ucap Rico yang menekan tombol play di tape recorder itu.


"Bersiaplah untuk penjemputan kalian," Ucap suara serak perempuan yang dikenal oleh Ditha, Eka, dan Sigit.


"Ini suara Amanda?!" Kaget Ditha, Eka, dan Sigit yang mengenali suara itu namun kata-kata Selanjutnya membuat semuanya lebih terkejut.


"Adinda asa... Sigit Dwi... Eka widya... Ditha pradnya... Edwin dinata... Wisnu Dharma, Rico Julian, kalian yang meminta untuk terseret ke dalam masalah ini jadi nikmatilah akhir hidup kalian! Hahahahahaha!!!" Ucap suara itu yang diakhiri dengan tawa yang mengerikan.


"Kita juga ikut kena teror dari dia berarti," Ucap Asa yang dibalas anggukan oleh Rico yang menatap mereka.


"Buat kalian tetap bersama kita gak tau kapan Amanda jemput kalian," Kata Rico ke mereka berenam namun keanehan terjadi secara tiba-tiba sekolah menjadi gelap dan suasana di luar berwarna putih seperti tertutup oleh kain, lalu telpon Rico berbunyi.


"Halo Tas? cepet keatas gih, gue udah ngumpulin semua orang yang diincar sama Tasya jadi udah pasti dia bakal nyerang di satu lokasi yang sama," Terang Rico membeberkan rencananya pada Tasya yang nampak bernafas berat dan akhirnya bicara.


"Rico! Lu sama anak anak yang lain ada di dalam tubuh Amanda!" Kata Tasya yang membuat Rico terkejut dan Ia baru tersadar bahwa putih-putih yang ada di luar adalah baju dari Amanda yang tertawa cekikikan hingga membuat mereka yang di dalam panik.

__ADS_1


Teks: terjebak di tubuh Amanda apa yang akan Rico cs lakukan.


                  TO BE CONTINUED


__ADS_2