
"Sekuat apapun lu, tetep aja gue bakal habisin lu disini!" Ucap Jefri mantap ke Reno yang tertawa sombong lalu kembali menyerang Jefri yang terus menahan dan membalas serangan Reno walau hanya membuat serangan mereka saling beradu.
"Terima ini tinju angin serangan bertubi - tubi!" Nampak puluhan tangan berbentuk tinju mengarah ke Jefri yang terus menghindar dan menahan pukulan pukulan itu hingga membuatnya lengah dan telah menyadari keberadaan Reno yang langsung menghantam wajah Jefri hingga terlempar cukup jauh ke belakang.
"Reno!!!" Teriak Jefri yang langsung berlari cepat dan bersiap dengan tangan besinya yang digunakan untuk memukul Reno yang melapisi tangannya dengan tekanan angin yang besar dan digunakan untuk memukul tangan Jefri.
"Tenaganya melebihi gue?!" Kaget Jefri yang sedikit mundur agar pukulan Reno sedikit berubah posisi ke bawah dan langsung menghantam tanah hingga retak.
"Belum selesai!!!" Marah Jefri serah menghantam dengan tangan apinya ealau dapat ditangkis dengan tangan Reno yang satunya yang juga dilapisi energi angin yang mendorong Pria itu.
"Jangan kira lu bisa ngalahin gue dengan kekuatan lemah kaya gitu," Ejek Reno ke Jefri yang kembali menyerah secara bertubi tubu bersamaan dengan Reno yang juga melakukan hal yang sama pada Jefri.
"Endaru steel staf hand attack!!!" Teriak Jefri yang mengubah tangannya menjadi besi yang mengarah ke Reno yang dengan mudah menghindar lalu bergerak cepat ke hadapan Jefri dan mengakhirinya dengan pukulan telak yang mengenai wajahnya hingga membuat Jefri kembali tersungkur.
"Kenapa lu lakuin semua ini?" Tanya Jefri yang kembali berdiri walau dengan kepayahan, sementara Reno hanya tertawa mendengar pertanyaan Jefri.
"Ya karena gue juga korban mereka," Jawabnya singkat sembari berjalan mendekati Jefri bersiap melancarkan serangan. Namun, Jefri dapat berdiri dan langsung menghantam perutnya dengan pukulan api walau ternyata tidak berefek apapun pada Reno yang langsung menendangnya Jefri hingga tersungkur kebelakang dan Reno mulai terbang melayang.
"Gue adalah korban pertama Sabdoh palon, gue menggadaikan keluarga gue demi kebahagiaan semu yang mereka tawarkan dan kini gue ingin orang orang merasakan apa yang gue rasakan dengan membangkitkan sang iblis molokh!" Ucap Reno yang membuat Jefri dan Tasya terkejut dengan kata kata pria itu.
*****
Di tempat Tissa nampak ketiga hantu mulai menyerang satu dengan selendangnya, satu dengan musik rock yang membuat mereka berdua tidak mampu bergerak bebas dan satu lagi dengan melodi-melodinya.
"Sial gue gak bisa kalahin mereka," Ucap Tissa geram. Namun, tiba-tiba benang muncul dan mengikat ketiga hantu itu.
"Teknik benang jiwa, ikatan pemusnah arwah!" nampak tubuh mereka bertiga terpotong dan hancur menjadi banyak bagian.
"Lu kan?" Heran kedua gadis itu dan nampak Pria itu berbalik dan menatap mereka berdua lalu tersenyum.
"Tepat waktu bukan?" Tanya Pria tersebut sembari tersenyum.
"Sial, penggangu!" Geram Sekartaji sembari menatap Ade geram.
"Dämonentanz der Hölle!" Teriak Edwin yang menyerang dengan rantai rantai nerakanya namun dengan mudah dihindari oleh pria bertopeng yang langsung menghantam perutnya hingga membuat Edwin terhempas beberapa meter dan kembali menyerang dengan rantai rantainya.
"Serangan nonton kaya gitu jangan harap bisa ngalahin gue!" Teriak Pria itu yang mengeluarkan sambaran petir yang Ia lemparkan ke atas.
"Thunder strike!" Ucap pria itu dan nampak Edwin terkena sambaran petir hingga membuatnya terduduk lemas akibat serangan itu.
"Matilah!" Teriak Daniel. Namun, kembali dingin es nyaris mengganti dadanya dan nampak Julian berjalan dan berhenti di depan Edwin.
"Sayang sekali tapi kurasa hari ini akhir dari keberuntungan lu Daniel Martan," Ucap Julian yang membuat Edwin terkejut mendengar ucapan Julian.
"Daniel? Serius lu?" Tanya Edwin ke Julian yang tidak menjawab dan bersiap menghadapi Daniel.
"Berisik!!! Thunder strike!" Nampak kilat petir menyambar Julian yang berhasil melompat dan menyerang dengan pilar es yang mengarah ke Pria tadi yang mencoba menghindar.
Namun, Ia tidak menyadari rantai api Edwin telah mengikat kakinya dan langsung dihempaskan ke tanah di dekatnya.
"Flashpoint 1," Ucap Daniel dan nampak rantai itu terpotong lalu sebuah bola petir mengarah ke Edwin yang terhempas hingga menabrak bangunan dibelakangnya.
"Kalau gue beneran Daniel emangnya kenapa? Lagipula gue cuma pingin buktiin kalau gue adalah yang terkuat!" Teriak Daniel hingga mengakibatkan ledakan energi petir yang kuat. Namun, terlihat Julian membantu Edwin berdiri.
__ADS_1
"Kurung gue dan dia dengan sangkar neraka lu, biar gue yang urus si Daniel," Ucap Julian dan nampak energi api keluar dari tangannya yang membuat Edwin terdiam lalu mengangguk.
"Tolong sadarin dia Dämonenkäfig!" Ucap Edwin dan nampak puluhan rantai keluar dari tanah, mengelilingi serta membentuk sangkar yang membatasi pergerakan Pria itu.
"Lu mau satu lawan satu tanpa senjata? Ok gue jabanin," Ucap Daniel yang menancapkan pedangnya lalu berlari menuju Julian yang mengaliri kedua tangannya dengan api.
"Lidah api jatayu!" Teriak Julian yang mengarahkan tangannya ke depan dan nampak puluhan lidah api mengarah ke Daniel yang berhasil menghindar dengan mudah seraya berlari mendekat dan menendang Julian walau berhasil menghindar lalu segera menendang kepala Pria itu sayangnya serangan itu kembali dapat dihindari oleh Daniel seraya langsung melompat tinggi dan mengeluarkan bola - bola listrik yang mengarah ke Julian.
"Thunderball attack!" Serangan Daniel nyaris mengenai Julian walau dengan refleks dapat Ia hindari dan langsung balas dengan pukulan kearah wajah Daniel.
Namun, kekuatan petirnya berhasil melindunginya sekaligus membalas memukul pipi kiri Julian Hingga menabrak rantai itu, tapi dengan cepat Ia bergerak menyerang dengan kedua tangan dilapisi api membentuk sayap mengarah ke Daniel.
"Kibasan sayap garuda!" Teriak Julian yang menyerang dengan tangan apinya. Namun, dihindari oleh Daniel yang langsung menangkap tangan Pria itu lalu mengalirkan listriknya mencoba menyetrumnya.
"Cuma segini?" Tanya Julian yang langsung menghantam wajah Daniel hingga mundur beberapa langkah.
"Bela diri garuda api, itulah yang akan menghabisimu," Ucap Julian sombong sambil memasang kuda-kuda hingga membuat Daniel tertawa.
"Bela diri burung angkasa itulah yang akan jadi lawanmu," Ucap Daniel seraya ikut memasang kuda-kuda hingga membuat Julian terdiam lalu mengangguk dan tersenyum penuh ambisi.
"Menarik!" Teriak Julian yang langsung berlari kearah Daniel yang juga melakukan tindakan yang sama.
"Haaa!" Pukulan api Julian dengan mudah dihindari oleh Daniel yang langsung memukul bahu Pria itu lalu menendangnya menjauh dan diakhiri dengan sambaran petir dari tangannya yang membuat Julian tumbang.
"Mati lu..." gerakan Daniel yang akan menyerang Julian terhenti karena tiba tiba kedua kakinya membeku.
"Schneezone," Ucap Julian yang berlari dan langsung menghantam wajah Daniel dengan pukulan apinya.
"Sial..." geram Daniel namun Julian segera memutar kedua tangannya ke depan.
*******
"Apa maksudmu?!" Heran Jefri ke Reno yang tertawa dan menatapnya tajam.
"Aku yang terlibat oleh perjanjian setan Sabdoh Palon dan kehilangan keluarga gue sebagai tumbal dan aku ingin orang lain merasakan apa yang aku rasakan!" Ucap Reno yang membuat Jefri geram lalu berlari seraya menghujaninya dengan pukulan yang bertubi-tubi dan mengenai tubuhnya.
"Rahu's burning punch!!!" Teriak Jefri yang mengarahkan pukulannya ke wajah Reno. Namun, ternyata sebuah dinding angin menahannya.
"Cuma segini?" Tanya Reno yang membuat Jefri terkejut dan diakhiri pukulan tepat di ulu hatinya yang langsung membuat Pria itu tumbang.
"Reno!!!" Teriak Rico yang bangkit dan berjalan kearahnya. Namun, sebuah burung angin menabrak tubuh Rico dan melemparnya kembali kearah Tasya yang dengan sigap menangkapnya.
"Keknya lu berdua yang harus gue habisin lebih dulu," Ucap Reno yang berjalan menuju Rico dan Tasya. Namun, suara batuk Jefri membuat Reno terhenti.
"Belum selesai!" Teriak Jefri yang mengeluarkan aura api Kalarau yang membuat Reno terdiam dan tertawa.
"Kekuatan yang kau miliki i tu gak sebanding dengan kemampuanku... Jadi percuma," Ucap Reno yang memasang kuda-kuda, sementara Jefri mengamuk dan berlari dengan energi api mengalir di tangan kanannya dan langsung Ia gunakan untuk menyerang walau dapat dihindari dengan mudah olehnya.
"Percuma saja," Gumam Reno ke Jefri yang bermanuver dengan tangan apinya bergerak kembali ke dekat Jefri dan melancarkan serangan demi serangan walau terus berhasil dihindari oleh Reno.
"Percuma!!!" Geram Reno yang langsung menghantam Jefri dengan tongkat yang dialiri energi angin hingga membuat Jefri terhempas ke belakang dan dengan susah payah Jefri bangkit dan kembali berteriak lalu melesatkan pukulan api dan memanjangkan tangan besinya ke arah Reno yang menghindari kedua serangan itu dan menguatkan energi angin di tongkatnya.
"Sudah berakhir!" Kata Reno yang menarik tangan besi Jefri dan saat sudah dekat Jefri langsung dihadiahi hantaman telak di tubuh Jefri yang langsung terseret ke belakang dan menabrak dingin hingga menciptakan retakan besar disana dan akhirnya Jefri pun tumbang.
__ADS_1
"Kuakui kau memang semakin kuat tapi masih belum bisa melampauiku," Ucap Reno yang berjalan mendekat sembari menyeret tongkatnya kearah Jefri.
"Ta...pi dia le...bih kuat!" Jawab Jefri dan sebuah ledakan energi besar muncul di belakang Reno yang berbalik dan terlihat Rico berdiri dan dibelakang nampak Tasya menatap Pria itu tajam.
"Waktunya mengakhiri ini Reno!!!" Teriak Rico yang mengangkat pedangnya keatas dan ledakan energi cahaya membuat Jefri dan Tasya tersenyum sementara Reno hanya tertawa dan melempar topengnya.
"Aku sudah bersiap akan hal ini," Gumam Reno dan tiba tiba tubuhnya membesar dan tubuh serta tongkatnya diselimuti angin membentuk otot-otot yang besar.
"Sayang sekali ya... Berkat kebodohan si pria bertopeng itu gue jadi punya kekuatan sehebat ini," Ucap Daniel yang dialiri kekuatan petir yang besar hingga membuat tubuhnya makin berotot dan besar dengan tato-tato burung petir di lengannya dan petir yang membentuk sayap di punggungnya.
"Mari kita selesaikan ini raungan burung petir!" Teriak Daniel dan sebuah ledakan petir keluar dari mulutnya yang mengenai Julian dan Edwin yang mengumpulkan rantai-rantai yang semula berbentuk sangkar menjadi dinding di depan Julian. Namun, percuma serangan itu berhasil menembusnya dan mengenai mereka berdua sekaligus.
"Haaa!!!" Nampak puluhan kilat menyambar Julian, Edwin bahkan Tissa, Tsabina dan Sekartaji.
"Bodoh, apa yang lu lakuin!" Marah Sekartaji ke Daniel yang tertawa dan menarik mereka semua dengan kilatnya berkumpul menjadi satu.
"Dengan ini, kalian semua bakalan gue kalahin!" Ucap Daniel yang mengumpulkan energi petir di kedua tangannya yang Ia satukan.
"Gue yang bakal hentikan Daniel," Ucap Edwin yang berjalan perlahan melewati mereka dan Ia segera membentangkan kedua tangannya.
"Kak Edwin?! Jangan gegabah!" Kata Tissa memperingati. Namun, Edwin tetap diam dan menatap Daniel.
"Lu bakal mati disini Win, dan gue bakal tunjukin ke lu semua seberapa kuatnya gue, thunderbird ultimate stormbreaker!!!" Ucap Daniel yang langsung mengarahkan serangan petirnya yang dahsyat kearah Edwin yang menutup matanya dari serangan yang menghasilkan sinar terang menyilaukan.
"Apa yang terjadi?!" Heran Sekartaji yang terkejut melihat kondisinya yang tidak terluka sedikitpun sama halnya dengan yang lainnya.
"Kenapa ini?" Bingung Daniel yang tubuhnya perlahan kembali normal, otot-ototnya yang besar perlahan kempes dan tinggi badannya perlahan kembali ke tingginya semula.
"Pelanggaran kau mengarahkan seranganmu ke Sekartaji jadi efek obat itu kucabut kembali," Ucap Sabdoh Palon yang membuat Daniel geram lalu mengeluarkan energi listrik yang besar.
"Giliran lu Win," Ucap Julian yang dibalas senyum Edwin dan nampak rantai-rantai menutupi kedua tangan dan kakinya.
"Höllenkampfausrüstung!" Ucap Edwin seraya berlari menyerang Daniel yang tersenyum dan tanpa ampun langsung menghantam Edwin.
"Sadar Nil!" Teriak Edwin yang menendang Daniel yang ikut menghantam wajah Edwin.
Namun, dibalas tendanganmu ke perutnya walau dihadiahi pukulan dengan kedua tangannya hingga membuatnya menabrak lantai dan dihadiahi pukulan telak kearah perutnya hingga menciptakan retakan besar di lantai bangunan itu.
"Polare Eisfüße!" Teriak Julian yang membekukan kedua kaki Daniel yang geram dan menghancurkan es tersebut dan menyambar tubuh Julian.
"Sekarang!!!" Teriak Julian dan tanpa Daniel sadari rantai rantai Edwin sudah mengikatnya dan nampak Edwin berdiri dengan kaki kanan dilapisi rantai dan mengeluarkan aura api.
"Sadarlah Daniel! Höllenfuß!!!" Serangan tersebut sukses mengenai Daniel hingga terhempas dan jatuh tidak sadarkan diri.
"Memangnya dengan itu kau bisa apa? Selama ini kau cuma orang beruntung yang mendapatkan kekuatan dari Tasya," Ejek Reno ke Rico yang tersenyum dan menatapnya sombong.
"Kita buktikan saja sekarang Reno," Ucap Rico yang membuat Reno tertawa lalu berlari seraya menyeret tongkatnya hingga menimbulkan bunyi yang mengerikan namun Rico hanya tersenyum dan menurunkan pedangnya.
"Mati kau Rico!!!"
"Kalahkan dia Rico!!!" Teriak Reno, Tasya, dan Jefri dan nampak Reno makin dekat dengan Rico yang menghembuskan nafas hingga sedetik kemudian tubuh Reno terpotong sama halnya dengan bangunan itu yang ikut terpotong menjadi dua.
"Mustahil..." Ucap Reno yang tidak percaya dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Game over Reno, dan ini adalah menit ke 20 sejak pertarungan awal kita" Ucap Rico datar lalu menyarungkan pedangnya dan nampak Reno memuntahkan darah.
TO BE CONTINUED