Dear, Pak Boss

Dear, Pak Boss
Bab 11. Ruang rahasia


__ADS_3

Setelah Gavin pergi karena merasa malu pada semua yang menyaksikan kekalahannya, Ana, Shaka, dan Ron akhirnya mendekat.


"Stella! Kamu baik-baik saja 'kan? Ada yang lecet tidak?" tanya Ana khawatir sambil membolak-balikkan tubuh Stella layaknya gorengan.


Stella memutar bola matanya jengah. "Aku baik-baik saja, Ana. Kamu tenang saja," jawab Stella yang membuat Ana akhirnya bisa bernapas lega.


"Kamu bisa bela diri?" tanya Shaka. Bukannya menanyakan keadaan Stella, dia justru menanyakan hal yang tidak penting. Namun, Stella tetap mengangguk membenarkan.


"Bisa, Pak," jawab Stella.


Shaka berdecak sebal. "Mengapa tidak sejak tadi kamu lawan bang Gavin?" ucap Shaka tidak habis pikir.


Stella menyengir kuda hingga membuat Shaka memicingkan mata. "Jangan bilang kalau adegan tarik-menarik itu hanyalah formalitas?" tanya Shaka dengan penuh selidik.


Stella terkikik geli. "Memang benar dugaan Bapak. Itu hanyalah formalitas," jawab Stella tanpa beban.


"STELLA!!"


Semua memekik kesal pada tingkah Stella yang sudah berhasil mengerjai semuanya. Stella tidak tahu saja jika semua merasa panik dan khawatir. Yang di khawatirkan justru dengan santainya berucap bahwa semua itu hanyalah formalitas.


....................


Saat jam makan siang tiba, Stella mengajak Ana untuk makan siang bersama. Sudah beberapa hari ini rasanya, Stella tidak menghabiskan jam makan siangnya bersama teman sekaligus sahabatnya.


Stella sengaja menghilang dari meja kerjanya dengan terburu-buru karena masih begitu canggung dengan Shaka akibat kejadian semalam. Kejadian yang sudah membuat tidurnya tidak lelap, membuat tangannya tidak berhenti memegangi bibir, sedang satu tangan lainnya digunakan untuk memegangi dada sebelah kiri.


Stella tidak tahu mengapa jantungnya selalu berdegup lebih extra ketika berada di dekat Shaka. Bisakah Stella menyebutnya sebagai jatuh cinta? Ah, kesimpulan tersebut rasanya terlalu cepat untuk hubungannya dengan Shaka yang baru beberapa minggu.


"Stella? Sudah siap? Mau makan dimana?" tanya Ana yang berhasil membuyarkan lamunan Stella.


Stella menoleh dengan wajah kagetnya. "Di tempat biasa atau kamu mau tempat yang baru?" tanya Stella balik.


Ana menaruh telunjuknya di dagu, bola matanya bergerak ke atas untuk berpikir. "Makan di tempat biasa sajalah. Lain kali kita cari tempat makan yang baru," usul Ana yang langsung diangguki Stella.


Stella tidak pernah mempermasalahkan dimana dan apa yang akan dia makan. Yang terpenting bagi Stella adalah kenyang. Kenyang merupakan prioritas utama baginya.

__ADS_1


Saat keduanya akan melangkah menuju tempat parkir, tiba-tiba saja nama Stella di panggil oleh Ron. "Tuan Shaka memanggil Anda untuk ke ruangannya sekarang juga," ucap Ron ketika sudah sampai di hadapan Stella.


Stella mengerutkan alis bingung. "Memangnya disuruh apa? Ini jam istirahat makan loh," tanya Stella Riska habis pikir.


Ron menggeleng. "Tolong ikuti saja perintah Tuan Shaka. Dan ini ... Makan siang untuk Nona Ana," ucap Ron sambil menyodorkan kantong kresek berwarna putih yang di dalamnya berisi makanan yang berasal dari restoran mahal.


Ana berbinar lalu menerima kantong kresek tersebut dengan cepat. "Terima kasih atas makan siang mahalnya," ucap Ana kemudian berlalu meninggalkan Stella begitu saja.


Stella yang merasa di perlakukan tidak adil segera menatap Ron. "Punya saya mana, Pak Rom?" tanya Stella yang lagi-lagi salah sebut.


"Ron, bukan Rom!" ucap Ron tidak terima. Susah payah orangtuanya memberi nama yang bagus, kini dengan seenak jidat Stella merubahnya.


"Iya, Maaf. Punya saya mana?" tagih Stella sambil tangannya menengadah.


Ron berdehem pelan. "Ada di ruangan Bos. Ayo! ikut dengan saya jika ingin makan enak," ajak Ron yang segera diikuti oleh Stella di belakang.


"Nona Stella sudah datang, Bos," ucap Ron memberitahu dari interkom.


"Suruh masuk!" ucap Shaka dari dalam.


Stella menurut kemudian memutar kenop. Setelah itu, Stella mendorong pintu hingga terbuka dan menampakkan Shaka yang saat ini sedang duduk di kursinya.


"Tutup pintunya!" titah Shaka tegas yang langsung dilaksakan oleh Stella.


"Ada apa, Pak? Apa Bapak ingin menghukum saya lagi?" tanya Stella menduga-duga yang sayangnya salah besar.


Shaka terkekeh pelan. "Apa wajah saya sudah terlihat seperti bos yang kejam?" tanya Shaka kemudian bangkit dari tempat duduknya.


Stella mencebikkan bibir kesal. "Lalu untuk apa Bapak memanggil saya? Ini 'kan jam makan siang, Pak. Saya begitu lapar dan ingin makan sekali," rengek Stella sambil memegangi perut.


Shaka terkekeh lagi. Entahlah, pagi ini dia sudah banyak sekali tersenyum hanya karena ulah gadis cerewet bin ajaib seperti Stella. "Kesini. Ikut saya jika kamu ingin makan," ajak Shaka lembut kemudian berjalan menuju lemari besar dimana disana banyak sekali buku-buku yang entah apa.


Stella menatap heran pada tingkah bosnya. "Memangnya saya disuruh makan buku, Pak? Yang benar saja," protes Stella tidak terima.


Shaka berdecak sebal. "Kamu bisa ikuti saya tidak? Kalau bisa, kamu akan cepat makan setelah ini," ucap Shaka yang langsung membuat Stella menurut dan berdiri di sebelah Shaka.

__ADS_1


Shaka tersenyum puas kemudian menggeser dua buku di depannya hingga ada tombol yang terlihat di balik jajaran buku tersebut. Shaka menekan tombol itu hingga membuat lemari tinggi itu bergeser layaknya sebuah pintu.


Stella menutup mulutnya takjub. "Pak? Mengapa ini seperti di novel-novel yang saya baca? Ruang rahasia," ucap Stella kagum.


Shaka terkekeh. "Ini dunia nyata," jawab Shaka kemudian menarik tangan Stella untuk masuk menuju ruangan tersembunyi yang berada di ruangannya.


Belum selesai rasa takjubnya, kini Stella dibuat takjub lagi dengan isi dalam ruangan tersebut. "Ini sih seperti kamar hotel bintang lima, Pak," ucap Stella dengan pandangan mengedar.


"Duduk disini, Stella. Bukannya kamu bilang kamu sudah lapar?" ucap Shaka lembut yang saat ini sudah mengambil posisi duduk di sebuah kursi makan.


Stella menoleh dan kembali dibuat takjub setakjub-takjubnya. Terlalu fokus pada desain ruangan, membuat Stella tidak terlalu memperhatikan jika di ruangan tersebut terdapat meja makan romantis.


"Ini ... Dalam rangka apa Bapak mengajak saya makan disini? Mana makanannya enak semua," ucap Stella menatap lapar pada banyaknya makanana di meja setelah mendudukkan diri di kursi kosong yang berhadapan dengan Shaka.


Shaka terkekeh hingga membuat Stella mendongak untuk bertemu tatap dengan Pak Boss-nya. "Pak? Sejak tadi, saya menghitung sudah berapa kali Bapak terkekeh, dan ini adalah peningkatan, Pak. Karena sejauh ini, Bapak sudah terkekeh sebanyak enam kali selama bersama saya," ucap Stella panjang lebar layaknya sales yang sedang mempromosikan dagangannya.


Shaka mengulum senyum. "Bisa dibilang, itu semua berkat kamu. Karena kamu, saya bisa kembali tertawa dan tersenyum. Terima kasih," ucap Shaka tulus dengan senyum hangatnya.


Mata Stella membulat sempurna. "Oh! Jadi, Bapak mengajak saya kesini hanya untuk mengucapkan terima kasih? Ini terlalu berlebihan, Pak," ucap Stella merasa tidak enak hati.


Shaka akan menjawab namun segera disela oleh Stella. "Dan akan semakin berlebihan jika saya tidak kunjung dipersilahkan untuk makan," sambung Stella hingga membuat Shaka tergelak renyah.


Stella tersenyum haru ketika melihat Shaka bisa tertawa selepas itu, dan hal tersebut merupakan pemandangan terindah menurutnya. "Bapak tampan sekali jika sedang tertawa. Wajah Bapak lebih baik yang seperti ini menurutku," ucap Stella menatap Shaka sambil memangku tangan.


Dengan sisa tawa, Shaka mengangguk membenarkan. "Ayo! Di makan hidangannya. Takut kamu kelaparan," ucap Shaka mempersilahkan.


Stella mengangguk antusias. "Tentu, Pak. Tapi, ada pertanyaan lagi dari saya," ucap Stella tampak menimang apa yang ingin dia tanyakan.


"Apa?" tanya Shaka santai.


Stella menatap Shaka lekat. "Kalau boleh tahu, hal seperti apa yang membuat Pak Shaka menjadi sosok yang kaku dan galak?" tanya Stella yang berhasil menghentikan gerakan Shaka.


Senyum yang tadinya terulas kini kembali redup, dan hal itu tidak luput dari pandangan Stella.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


tinggalkan jejak komen, Like, vote, dan hadiahnya disini ya😍


__ADS_2