
Tiga hari setelah pernikahan Shaka dan Stella, pak Gunardi memberikan tiket honeymoon ke Bali. Sebenarnya, pak Gunardi bisa membelikan tiket honeymoon ke luar negeri. Hanya saja, Stella mengatakan dia tidak ingin bepergian terlalu jauh dari kotanya.
Jadilah beliau hanya membelikan paket honeymoon ke Bali.
Tepat pukul empat sore menurut waktu di Bali, Shaka dan Stella sudah berada di salah satu resort mewah, penginapan yang menyuguhkan pemandangan air laut yang begitu memanjakan mata.
Belum lagi seperti sore hari ini, matahari tampak bersinar keorenan karena sebentar lagi akan pulang menuju peraduan.
Stella berdiri di balkon kamar dengan kedua tangannya bertumpu pada besi pembatas. Stella menghirup udara dalam-dalam menikmati angin yang kini berhembus sedang, menerpa wajah dan rambutnya.
Hingga Stella merasa terganggu karena rambutnya bergerak kesana-kemari mengikuti arah angin berhembus. Saat Stella ingin mengumpulkan rambutnya, dari arah belakang Stella bisa merasakn kehadiran sang Suami yang kini akan mengikat rambutnya.
Stella menoleh sebentar lalu tersenyum bahagia. "Kamu suka disini?" tanya Shaka sambil tangannya sibuk mengikat rambut Stella tinggi-tinggi.
Stella mengangguk dengan mata lurus ke depan menatap deburan ombak yang bergerak seirama.
"Suka sekali, Mas. Disini sangat nyaman," jawab Stella tersenyum bahagia.
Stella bisa merasakan benda kenyal menyentuh permukaan tengkuknya hingga setelahnya, Stella bisa menekan jejak basah disana. Ya, Shaka telah mencium tengkuknya.
Setelah itu, Stella bisa merasakan tangan kokoh dan besar yang melingkar di perutnya, disusul dengan dagu Shaka yang bertumpu di atas kepalanya karena tinggi Stella yang hanya sebahu dari tinggi Shaka.
"Kalau aku peluk begini, tambah nyaman tidak?" tanya Shaka dengan suara lembutnya.
Stella terkekeh geli. "Aku suka pelukan dari belakang seperti ini, Mas," jawab Stella kemudian menyandarkan kepala di dada bidang milik suaminya.
"Aku mencintaimu, Mas," ucap Stella yang kini sudah berbalik untuk menghadap Shaka.
__ADS_1
Pandangan keduanya beradu dan sarat akan cinta yang begitu besar. "Aku juga mencintaimu lebih dan lebih," jawab Shaka lalu menarik pinggang Stella agar lebih merapat lagi pada tubuhnya.
Stella tersenyum lebar dengan mata memicing menatap Shaka. Apalagi, kini wajah Shaka sudah mendekat dan ciuman berhasil mendarat di bibirnya yang sedang tersenyum.
"Jangan bilang kalau kamu ingin lagi," terka Stella yang membuat Shaka tertawa terbahak-bahak.
"Sepertinya kamu sudah bisa membaca bahasa kalbuku. Kamu memang sangat istimewa," puji Shaka kemudian semakin mempererat pelukannya.
"Sepertinya, berpelukan denganmu alam menjadi hobi baruku, Mas. Aku sangat menyukai ini," ucap Stella sambil menenggelamkan kepalanya di dada Shaka.
Keduanya terdiam cukup lama karena menikmati kehangatan yang tercipta di antara pelukan mereka. Hanya ada suara ombak dan degupan jantung yang berdetak seirama.
"Ayo, lakukan lagi. Aku ingin ada makhluk kecil di dalam sini," ajak Shaka sambil mengelus perut Stella.
Stella sontak merenggangkan pelukan. "Kamu memang nakal sejak dulu ya, Mas," ucap Stella lalu menjepit hidup Shaka dengan kedua jarinya.
Stella menelan saliva. Pesona suaminya memang tidak terbantahkan lagi.
"Mau ya?" ajak Shaka lagi yang kini tangannya mulai bergerilya masuk ke bagian depan tubuh Stella. Walau pelan, Stella akhirnya mengangguk.
Shaka tersenyum berbinar dan menggendong tubuh Stella ala bridal style. Setelah membaringkan Stella, Shaka menindih tubuh istrinya lembut.
Keduanya memulai kembali permainan panas yang begitu menyenangkan dan telah menjadi candu bagi Stella dan Shaka.
Tidak ingin saling melepaskan karena keduanya sama-sama saling membutuhkan. Shaka tidak akan lengkap jika tanpa Stella. Begitu juga sebaliknya.
Bagi Shaka dan Stella, ini bukan merupakan akhir dari kisah cinta mereka. Mereka mengganggap bahwa ini semua merupakan babak awal dari perjalanan cinta yang sesungguhnya.
__ADS_1
Cinta yang sudah direstui oleh Tuhan dan semesta.
Shaka berharap, setelah ini akan ada malaikat kecil yang hadir di rahim Stella sebagai tanda cinta dari keduanya.
Hasil buah cinta yang sangat manis.
"Aku mencintaimu, Istriku Stella," bisik Shaka setelah sesi pertama berhasil mereka lewati dengan membara.
"Aku juga mencintaimu, Dear Pak Boss-ku," jawab Stella berbisik lembut di telinga Shaka kemudian memberikan gigitan manis disana.
.
.
Selesai..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...waah, terima kasih untuk kalian yang sudah menemani perjalanan Shaka dan Stella hingga mengawal sampai halal😘...
...terima kasih atas dukungan yang sudah kalian berikan disini. ...
...semoga semua kebaikan yang kalian lakukan akan berbalik menemui kalian🤣...
...salam dari aku...😘...
...ke lapak baru aku yuk🙈...
__ADS_1