
Ternyata, Shaka membawa Stella ke apartemennya karena sudah membuat kejutan untuknya. Stella menutup mulutnya tidak percaya ketika melihat apartemen itu telah disulap menjadi tempat makan makan yang romantis.
"Siapa yang sudah mempersiapkan semuanya, Mas?" tanya Stella lalu tangannya terulur mengambil sebuket bunga mawar merah di atas meja dan menghidu aromanya.
Shaka menatap Stella dengan senyum yang terkembang sempurna. "Ron yang sudah menyusun semuanya. Namun, aku yang memliki konsepnya," jawab Shaka apa adanya.
Kini, Shaka bergerak memeluk Stella dari belakang dan menghidu aroma vanilla di rambut Stella. Aroma yang sudah menjadi candunya.
"Kamu suka?" tanya Shaka dengan melabuhkan kecupan di leher jenjang Stella lembut.
Stella langsung memejamkan mata saat merasakan gelenyar aneh di tubuhnya. Reaksi tubuhnya selalu seperti itu jika sudah mendapat sentuhan lembut dari Shaka.
"Aku sangat menyukainya," jawab Stella lembut.
Shaka melepaskan pelukan lalu menarik kursi dan menududukan tubuh Stella lembut. Stella hanya menurut dan menunggu hal apa yang akan Shaka lakukan.
Shaka berjongkok di hadapan Stella lalu merogoh saku celana bahannya. Ada kotak beludru berwarna merah dan saat kotak tuh dibuka, terdapat cincin berlian yang sangat indah.
Stella menutup mulutnya tidak percaya. "Ceritanya, ini adalah lamaran romantis begitu?" tanya Stella mengulum senyumnya, tidak menyangka bahwa Shaka bisa berubah semanis ini.
Shaka berdecak pelan. "Ck. Kan aku juga ingin membuatmu bahagia seperti kamu yang selalu membuatku bahagia," jawab Shaka laku tangannys bergerak mengambil cincin dengan berlian kecil di tengah ring-nya.
__ADS_1
Shaka menarik jemari Stella dan memasukkan cincin itu pada jari manis sebelah kanan Stella. "Aku mencintaimu, Stella," ucap Shaka lalu mengecup punggung tangan Stella lembut.
Stella menunduk dan mengulum senyumnya dalam-dalam. "Aku juga mencintaimu, Mas," jawab Stella yang kini memberanikan diri menatap mata teduh milik Shaka.
Shaka berdiri dan menarik jemari Stella lembut. "Masih ada kejutan lagi untukmu. Mari ikut denganku, Sayang," ucap Shaka lembut sambil berbisik tepat di telinga Stella.
Stella hanya menurut dan mengikuti langkah kaki Shaka yang keluar menuju balkon apartemen. Dari ketinggian, Stella bisa melihat pemandangan kota yang begitu indah.
Kerlap-kerlip lampu seakan ikut menghiasi dinding langit yang saat ini sedang bertabur bintang. Stella berdiri di pinggir pagsr pembatas dengan berpegangangan pada tralis.
Stella mendongak dan memejamkan mata, merasakan angin yang berhembus menerpa wajahnya lembut. Rambutnya yang tergerai sampai bergerak-gerak mengikuti arah angin berhembus.
Shaka tersenyum menatap punggung Stella. Dalam hati ingin seksi mendekap tubuh itu dan merapatkannya agar hangat bisa diraihnya. Dan Shaka segera merealisasikan hal tersebut.
Stella sedikit berjenggit, mungkin sedikit terkejut. Shaka terkekeh pelan dan menumpukan dagunya pada kepala Stella.
"Sayang?" panggil Shaka dengan suara lembutnya.
"Hm?" jawab Stella hanya berupa gumaman.
"Coba lihat ke bawah," pinta Shaka yang segera di lakukan oleh Stella.
__ADS_1
Untuk seperkian menit, Stella merasa takjub dengan sesuatu yang ada di bawah sana. Stella sampai menutup mulutnya dengan mata yang berkaca-kaca, merasa sangat bahagia.
"Ini—" Stella benar-benar kehabisan kata-kata saat melihat pemandangan di bawah sana dimana ada banyak lampu di lantai taman yang bertuliskan 'MARRY ME, STELLA'
"Iya. Semua ini untukmu. Bahkan, sampai tujuh samudera akan aku lewati untuk bisa bersamamu," ucap Shaka gombal.
"Ish! Sudah pandai merayu sekarang ya?" kesal Stella dengan memukul pelan lengan Shaka yang melingkar di perutnya.
Shaka terkekeh. "Kalau tidak percaya, belah-lah dada-ku," ucap Shaka dramatis yang berhasil membuat Stella tergelak renyah.
"Terima kasih karena sudah menemaniku sejauh ini. Terima kasih karena sudah membuat hidupku menjadi lebih berwarna. Kamu mengajarkanku tentang warna-warni di dunia yang sebelumnya hanya hitam dan putih yang aku ketahui. Terima kasih sebanyak-banyaknya," ucap Shaka bersungguh-sungguh mengutarakan rasa bahagianya memiliki sosok Stella dalam hidupnya.
Stella berbalik dan tersenyum menatap Shaka dengan penuh cinta. Kedua tangannya bergerak untuk menangkup sisi wajah Shaka. "Aku juga berterima kasih karena kehadiranmu membuat hidupku menjadi lebih indah. Aku bersedia menikah denganmu, Mas. Aku mencintaimu," jawab Stella dengan menatap Shaka.
Keduanya saling pandang tanpa ingin berpaling. Hingga perlahan wajah keduanya saling mendekat untuk mengikis jarak. Perlahan, bibir keduanya saling menyesap dan memagut tanpa ingin melepaskan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...jangan lupa like, komen, vote, dan kasih hadiah semampu kalian ya😘...
...mampir juga kesini, ke karyaku yang baru ...
__ADS_1