
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...---------...---------...
Flashback ke beberapa jam sebelum Lucas dan para gadis menjalankan misi.
Terlihat ada 4 pria tampan yang sedang berkumpul di markas kebanggan mereka.
"Apa kau yakin akan membiarkan mereka masuk?" Tanya Leon lalu menyesap minumannya.
"Tidak ada salahnya bermain-main" Yama menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"Apa kau sungguh mengincar gadis itu?" tanya Alex yang masih penasaran dengan tujuan Yama.
"Hmm.." Yama menjawab dengan gumamannya.
"Lalu, bagaimana dengan transaksimu?" tanya Alex lagi.
Yama pun mematikan ponselnya lalu menjawan "Mac yang akan mengurusnya"
"Setelah itu, apa yang akan kau lakukan?" tanya Ken seraya meraih map yang ada di atas meja lalu mulai membukanya.
"Aku akan mengurus gadisku. Sisanya, biarkan mereka lepas" ucap Yama dan berlalu pergi.
Flashback end..
.....
Sebelumnya...
Athena pun menemukan pintu yang di maksud lucas. Saat dia hendak membuka pintu itu tiba-tiba saja
Biiiiiiiippppp...
Terdengar suara melengking dari earphone yang di gunakannya. Athena pun seketika melepaskan earphone itu lalu mengusap-usap telinganya yang terasa berdengung.
"Astaga, bagaimana bisa dia memberikan benda rusak seperti ini" gerutu Athena.
Setelahnya, dia pun mulai menelusuri setiap sudut ruangan untuk mencari sebuah tuas yang akan membuka pintu rahasia. Saat sudah menemukan tuas itu, seketika pandangannya segera teralihkan pada patung yang dicarinya. Patung itu terletak begitu saja di atas nakas, hal itu membuat kecurigaannya semakin menjadi.
Tapi, Athena kembali mencoba untuk menghilangkan kecurigaannya. Dia berjalan mendekati patung itu dan mengambilnya. Dia mulai memutar kristal biru yang berada di antara patung itu.
Namun dia begitu terkejut karena tidak ada apapun di dalamnya.
Sebelum menyadari situasi, dia lagi-lagi terkejut saat mendengar suara pria dari arah belakangnya.
"Looking for something baby??"
Athena yang mendengar suara itu pun menyimpan kembali patung yang dipegangnya dengan sedikit kaku. Dia lalu membalikan badannya dan melihat Yama yang sedang berdiri dan menatapnya dengan pandangan tajam.
Athena mematung saat melihat Yama yang berdiri di depannya dengan hanya memakai bathrobe yang tidak terpasang sempurna serta handuk yang melilit pinggangnya juga dengan segelas anggur yang ada digenggamannya.
Pict by : Pinterest
__ADS_1
"Oh God.. Ini benar-benar jebakan" Umpat Athena dalam hati.
Athena hanya bisa memperhatikan Yama yang meletakkan gelasnya ke atas meja dan mulai berjalan mendekatinya.
Saat Athena hendak menghindar, Yama sudah lebih dulu menghimpitnya ke arah nakas lalu mengambil sesuatu yang tersimpan di balik miniatur mobil dan menunjukkannya di depan wajah Athena.
"Apa kau mencari ini baby?" Yama bertanya seraya menaikan sebelah alisnya.
Athena menaikan tangannya hendak mengambil chip yang dipegang oleh Yama. Namun, entah karena pergerakannya terlalu lambat atau memang Yama yang bergerak dengan cepat. Sebelum chip itu berhasil dia ambil, Yama sudah lebih dulu memegang tangan Athena lalu membalikan tubuhnya.
Yama mengunci pergerakan Athena dengan memegang kedua tangannya dibalik punggung Athena. Yama pun semakin menghimpit Athena ke arah nakas hingga punggung Athena benar-benar menempel dengan dada Yama.
Yama meletakkan kembali chip itu ke tempat semula.
Athena berusaha memberontak dari cengkraman Yama dengan umptan yang keluar dari mulutnya "Bereng....sek, lepaskan aku".
"Diamlah, jangan terlalu banyak bergerak. Kau membangunkan sesuatu dibawah sana" Ucap Yama dengan suara seraknya.
Mendengar apa yang Yama katakan seketika membuat Athena memelototkan matanya lau kembali mengumpat "Kau, benar-benar pria tua gila yang mesum"
Yama terkekeh ketika mendengar umpatan Athena lalu mendekatkan wajahnya pada telinga Athena dan berkata "Jadilah milikku, dan akan kuberikan chip ini padamu"
"Jangan harap, aku tidak akan pernah menyerahkan diriku padamu" ucap Athena cepat.
Setelah mengatakan hal itu, Athena langsung memukulkan belakang kepalanya ke arah wajah Yama dan membuat cengkraman pada tangannya sedikit nengendur. Hal itu dijadikan kesempatan untuk Athena melarikan diri tanpa mengiraukan chip yang menjadi tujuannya datang kesana.
Namun sayang.. Belum sempat Athena menggapai gagang pintu, tangannya lebih dulu ditarik oleh Yama dan membantingnya ke atas kasur.
Yama pun mencengkrang kedua tangan Athena dengan tangan kirinya dan meletakkannya di atas kepala Athena. Yama memposisikan badannya disela-sela paha Athena dengan tangan kanan yang menopang berat tubuhnya sendiri agar tidak terlalu menindih tubuh Athena.
Athena menatap Yama dengan penuh emosi lalu berkata "Lepaskan aku.. Ini namanya pelecehan seksual"
"Arrggh, fu...ck.. Apa kau gila, itu sakit bodoh. Lepaskan aku sekarang" Athena mengumpat saat Yama menggigit lehernya dengan sangat kuat.
"I really want to fu..ck you now baby" Yama membalas umpatan Athena dengan kepala yang masih berada di sela-sela leher Athena.
"Yaaaaaakkk...Kau baji...ngan tua mesum, singkirkan tanganmu dari sana" Athena berteriak dan mulai memberontak saat tangan kanan Yama mulai mengelus paha mulusnya.
Yama menahan nafasnya saat miliknya tidak sengaja bergesekan dengan milik Athena.
"Diamlah, jangan banyak bergerak. Kau sungguh membangunkan sesuatu dibawah sana.." ucap Yama dengan suara yang semakin serak.
Athena pun seketika berhenti memberontak, dia mengalihkan pandangannya dan mengatupkan mulutnya rapat-rapat saat merasakan sesuatu yang menonjol di bawah sana.
"Apakah kau tidak penasaran dengan keadaan teman-temanmu?" tanya Yama seraya berusaha menetralkan nafasnya.
Mendengar pertanyaan Yama, Athena kembali menatap pria itu dengan mata yang memicing lalu berkata "Lepaskan mereka"
"Jadilah milikku dan aku akan melepaskan teman-temanmu. Jika tidak, aku mungkin akan menjadikan mereka sebagai makan malam peliharaanku" Ucap Yama.
"Baiklah, aku akan menjadi milikmu. Tapi berikan chip itu dan lepaskan teman-temanku" Ucap Athena.
Dia pun hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah dan mengalihkan pandangannya.
Yama pun tersenyum licik kemudian mengapit dagu Athena agar bertatapan dengannya seraya berkata "Kau sudah mengatakannya baby, jangan pernah berharap aku akan melepaskanmu, dan jangan pernah berpikir untuk kabur dariku" lalu mengecup ujung hidung Athena sekilas.
Setelahnya, Yama sedikit menggeserkan tubuhnya, mengambil 2 buah dasi yang memang sudah dia simpan dibawah bantal.
__ADS_1
Yama melepaskan kungkungannya pada Athena lalu membalikan tubuh gadis itu menjadi telungkup. Dia meletakkan tangan Athena dipunggung gadis itu lalu mengikatnya. Dia juga mengikat kaki Athena untuk berjaga-jaga agar gadis itu tidak kabur.
Athena pun hanya bisa pasrah dengan apa yang di lalukan Yama padanya.
Setelah selesai mengikat Athena, Yama segera berlalu menuju walk-in closet untuk berganti pakaian. Meninggalkan Athena dengan sejuta makian yang di ucapkan gadis itu untuknya.
Yama kembali menghampiri Athena dan melepaskan ikatan di kaki gadisnya. Dia menuntun athena untuk berjalan didepan menuju tempat dimana teman-temannya berada.
"Apalagi sekarang, kau akan membawaku kemana?" tanya Athena yang kini sudah tidak berusaha lagi untuk memberontak.
"Bukankah kau ingin bertemu dengan teman-temanmu? Aku akan membawamu pada mereka. Cukup diam dan ikuti" ucap Yama dengan suaranya yang begitu datar.
Yama menuntun Athena menuju menuju ke halaman belakang.
Disana ada Lucas dan 3 temannya yang sedang duduk dengan tangan terikat ke belakang.
Lucas dan para gadis sedikit terkejut saat melihat kedatangan Athena dengan Lucas yang menuntunnya dari belakang.
Saat sudah sampai di hadapan mereka, Yama pun segera memberikan perintah "Lepaskan mereka"
Ke empat orang yang sudah terlepas itu pun segera berdiri, berniat ingin menghajar para penjaga. Namun, para penjaga itu sudah siap menodongkan pistol pada mereka.
"Lepaskan Athena" Ucap Keisha.
"Apa kau ingin ikut dengan mereka baby?" tanya Yama pada Athena.
Athena pun menggelengkan kepalanya lalu berkata "Kalian pergilah, serahkan chipnya pada uncle Joe. Aku akan baik2 saja disini"
"Tapi.."
"Pergilah, percaya padaku" Athena segera memotong perkataan yang akan dilontarakan Lucas.
Athena menoleh kebelakang ke arah yama lalu berkata "Cepat serahkan chipnya".
Yama pun menyerahkan chip itu pada Calista yang diterima dengan sedikit kasar. Setelah menerima chip itu, Calista memandang Athena dan mendapatkan anggukan tanda bahwa dia baik-baik saja.
"Pergilah, para penjaga akan mengantarkan kalian" ucap Yama.
Mereka berempat tidak mengatakan apapun dan segera ditarik pergi oleh para penjaga.
Namun, baru beberapa langkah, Keisha tiba-tiba membalikan tubuhnya lalu menujuk Yama seraya berkata "Jangan membuat satu goresan pun luka ditubuhnya. Atau jika tidak, aku sendiri yang akan membunuhmu."
Dan berlalu pergi meninggalkan Athena dengan sejuta kekhawatiran yang dirasakan Keisha.
Setelah kepergian orang-orang itu, Yama mendekatkan kepalanya ke telinga Athena lalu berkata "Welcome to my world baby" kemudian membalikkan tubuh Athena dan menggendong gadis itu seperti karung beras
"Hey, turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri" Athena seketika berteriak karena terkejut.
"Diam dan menurutlah baby" ucap Yama dengan menghadiahi sebuah pukulan pada pantat Athena. Dan mulai berjalan menuju ke kamarnya..
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
__ADS_1
bye bye..