
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...-----------...
2 hari sebelum menjalankan misi...
Terlihat Bella yang sedang duduk manis di sebuah cafe yang selalu dia kunjungi, dengan segelas kopi kesukaannya yang menemani sore harinya yang begitu indah.
Bella meraih gelas yang ada di hadapannya lalu menyeruput kopi itu dengan begitu nik..mat.
"Hah... Kopi disini memang yang terbaik" Bella berkata seraya mulai melihat berita yang sedang di siarkan melalui televisi di cafe tersebut.
Namun, Bella mulai merasa tidak nyaman saat mendengar si pembawa acara mulai membacakan berita yang ke empat.
Disana, si pembawa acara itu tengah mengabarkan tentang kembalinya seorang pria pengusaha sukses setelah 2 tahun menghilang dari Eropa. Dikabarkan juga jika si pria itu akan kembali menjalankan bisnisnya di sini.
Seketika itu juga Bella mulai merasakan dunianya akan runtuh untuk kedua kalinya. Bagaimana tidak? Pria yang di bicarakan oleh si pembawa acara itu adalah pria yang sudah menghancurkan hidupnya.
Bella kira, pria itu sudah tidak akan pernah terbebas lagi dari masa tahanannya. Tapi siapa sangka, dia hanya membutuhkan waktu 2 tahun untuk kembali dari sana.
Bella rasa, 2 tahun adalah waktu yang terlalu singkat untuk menjalani kehidupan damai tanpa pria itu yang selalu membelenggunya. Bella jadi ingin tahu siapa yang sudah membebaskan pria itu. Karena bagaimana bisa waktu hukuman 20 tahun berubah menjadi hanya 2 tahun.
Bella kembali terbayang atas apa yang pria itu lakukan padanya. Pria itu tidak hanya merusak kebahagiaannya, tapi juga merenggut orang yang dikasihinya juga membelenggunya dengan alasan cinta. Tapi, setelah apa yang telah dilakukan pria itu terhadapnya. Kini, Bella tidak akan lagi jatuh ke lubang yang sama.
Cukup sudah pria itu merenggut semua hal darinya. Karena dia pula, Bella harus mengahadapi kehidupan dengan mental yang terguncang.
Di dunia ini, Bella hanya memiliki ayahnya seorang setelah sang ibu pergi dengan pria lain. Meskipun ayahnya tidak pernah memberikan kasih sayang yang semestinya, tapi Bella tau bahwa ayahnya sangat menyayanginya. Terbukti dengan Bella selalu mendapatkan hal-hal terbaik dari ayahnya.
Tapi dengan tidak berperikemanusiaannya, pria itu memperalat ayahnya untuk membelenggunya. Menyeretnya kedalam dunia nya, menjadikan Bella seseorang yang berbeda dengan caranya. Dan dia juga yang mengubah Bella menjadi seorang gadis yang haus akan bau darah. Itulah sebabnya, Bella menuntaskan hasrat itu dengan mengandalkan keahlian berburunya. Menggantikan bau darah manusia dengan bau darah hewan buruannya.
Keisha memanglah seorang pembunuh bayaran. Tapi percayalah, jiwa psicopath yang sesungguhnya terdapat dalam diri Bella. Selama ini, Bella berusaha untuk mengontrol hasratnya. Melakukan berbagai cara untuk mengalihkan hasratnya. Mendatangi berbagai psikolog untuk mendapatkan kesembuhan.
Namun, cara apapun yang dia lakukan tetap tidak menghilangkan hasrat akan bau darahnya. Semakin dia berusaha menghindar, semakin tinggi pula hasrat yang tumbuh dalam dirinya.
Hingga akhirnya Bella memutuskan untuk berhenti dari segala macam cara pengobatan dan mencoba untuk menikmatinya melalui hobinya. Hingga berakhir dengan dirinya yang sekarang dijuluki sebagai pemburu darah.
Karena dalam berburu, dia akan membunuh mangsanya dalam jarak dekat, menghirup dalam-dalam aroma darah yang menguar memenuhi indra penciumannya, dan meninggalkan bangkainya begitu saja.
Lamunannya seketika buyar saat seorang pelayan datang mengantarkan pesanannya. Setelah mengucapkan terimakasih, dia pun kembali melihat televisi yang masih menayangkan berita tentang pria itu.
Saat si pembawa acara begitu meng agung-agungkan si pria, Bella berdecih lalu berkata "Pria itu sungguh pintar menyembunyikan identitas aslinya".
Ya, ada satu hal yang tidak di ketahui oleh si pembawa acara juga banyak orang. Pria yang ada di berita itu bukan hanya seorang pengusaha, tapi juga seorang psicopath yang paling di cari oleh badan keamanan Eropa.
__ADS_1
Pria itu adalah
Dael ibrani, seorang pria berusia 30 tahun. Memiliki wajah sadis dan tubuh yang dipenuhi dengan tato.
Pict by : Roberto Salzano
....
Setelah melihat berita itu, Bella bergegas membereskan barang-barangnya dan segera meninggalkan cafe tersebut.
Dia benar-benar tidak menyangka jika sebuah bencana akan segera menghampirinya lagi. Jika saja bisa, Bella sungguh sangat ingin membunuhnya. Tapi apalah daya.. Disaat ada kesempatan, disaat itu pula bagai ada sebuah keajaiban. Dael selalu lolos dari semua rencana pembunuhan yang ingin Bella lakukan.
Dulu, Bella enggan memberi tahu atau pun meminta tolong kepada teman-temannya. Dia hanya tidak ingin menambah beban kepada teman-temannya, cukup sudah mereka kesulitan dengan kehidupan masing-masing.
Tapi untuk saat ini sepertinya Bella harus menceritakan semuanya kepada mereka. Karena jika bukan mereka, siapa lagi yang mampu melindunginya. Bukan tidak mampu melindungi diri sendiri, tapi Bella sadar bagaimana kekuatan pria itu.
Saat di dalam mobil, Bella bergegas menghubungi teman-temannya dalam sebuah obrolan grup.
"Hallo.. kalian dimana??" tanya Bella dengan nada yang sedikit bergetar.
(Aku dan Athena sedang berada di boutique) jawab Calista.
(Aku ada di rumah) ucap Keisha.
Saat mendengar pertanyaan dari Athena, Bella tidak kuasa lagi menahan air matanya. Dia merasa sedikit bersalah karena tidak memberitahukan masalahnya kepada teman-temannya. Dia sungguh merasa kecewa pada dirinya sendiri karena telah mengabaikan teman yang begitu peduli pada dirinya.
(Bella.. Are you okay??) Athena bertanya kembali saat Bella tidak kunjung menjawabnya.
Bella segera melerai isak tangisnya lalu berkata "Aku, aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Bisakah kita berkumpul di rumah keisha? aku sungguh membutuhkan kalian"
(Okay) jawab Calista, Athena, dan Keisha secara bersamaan.
Setelah sambungan terputus, Bella sedikit menghembuskan nafas lega. Dia mulai menambah kecepatan laju mobilnya agar segera sampai ke kediaman Keisha.
....
Setelah mendengarkan penjelasan dari Bella, ketiga gadis itu hening untuk beberapa saat. Tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara, bahkan Bella pun enggan untuk kembali memulai percakapan. Dia sungguh takut jika teman-temannya akan membencinya.
Sampai akhirnya..
"Selama ini kau menganggap kita apa?" Calista bertanya dengan suara yang begitu sarat akan kekecewaan.
Calista menghembuskan nafas untuk yang kesekian kalinya lalu melanjutkan kalimatnya "kenapa selama ini kau menyembunyikannya dari kita?"
__ADS_1
"Aku, aku hanya tidak ingin menambah beban kalian" Bella menjawab seraya menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
"Jadi, selama ini tentang ayahmu yang tewas karena sebuah kecelakaan itu semuanya bohong?" tanya keisha.
Bella mengangguk membenarkan.
Keisha menghembuskan nafasnya lalu beekata "Andai saja kau bercerita lebih awal, aku sudah membunuhnya dari dulu".
Alih-alih terhibur saat mendengar ucapan Keisha, Bella justru semakin terisak hingga nafasnya sedikit tersengal-sengal seraya berkata "Aku sudah mencoba untuk membunuhnya berkali-kali, tapi selalu gagal"
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi. Kau menangis pun tidak akan mengembalikan keadaan. Sekarang kita hanya perlu memikirkan cara agar kau tidak bertemu dengannya lagi" Athena berkata seraya menarik Bella agar masuk ke pelukannya.
Bella pun membalasa pelukan Athena lalu berkata."Aku, aku sungguh minta maaf pada kalian karena telah menyembunyikannya selama ini".
"Sudahlah, tak apa. Sekarang kau masih bisa bernafas dan tersenyum saja sudah membuat kita lega" ucap Calista yang mulai meredam rasa kecewanya.
"Untuk sekarang, mari kesampingkan dulu urusan ini. Ingat, 2 hari lagi kita menjalankan misi. Jangan sampai kau tidak fokus dan malah mencelakai dirimu sendiri" ucap Athena seraya menepuk-nepuk punggung Bella dengan lembut.
Athena menghembuskan nafasnya sejenak lalu kembali melanjutkan perkataanya "Atau kalau kau tidak siap. Beristirahatlah, biarkan kita bertiga dan Lucas yang pergi. Kau tidak usah ikut. Aku tidak ingin kau sampai terluka"
"Aku mampu untuk melakukannya. Aku tidak menangis untuk pria itu. Aku mengis karena takut kalian tidak akan memaafkanku" ucap Bella cepat tanpa melepaskan pelukannya dari Athena.
Mendengar penuturan Bella, Calista membantahnya melalui sebuah pelukan dan berkata "Kita tidak akan memafkanmu jika kau kembali menyembunyikan sesuatu dari kita" kemudian merentangkan sebelah tangannya agar Keisha ikut memeluk mereka.
"kau tahu, aku sekarang seperti sedang memerankan karakter teletubbies" ucap Athena dengan suara yang teredam karena pelukan dari teman-temannya.
Ucapan Athena sontak mengundang tawa ketiga temannya seraya mulai melepaskan pelukan itu.
"Ayo kita berangkat bersama. Uncle Joe dan Lucas sudah menunggu kita" Ucap Calista.
Ketiga temannya pun mengangguk menyetujui, lalu bergegas pergi menuju kediaman uncle Joe.
...-TBC-...
bentar.. sensi mau nyisipin 1 karakter yang tertinggal disini. yang dimana, nnti akan ada waktunya dia berjasa dalam menyelamatkan 4 gadis ini..
dia adalah Matthew, pemilik club malam yang biasa di datangi oleh kelompok Athena dan Yama.
Pict by : Francesco Bagnaia
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
Salam sayang dari sensi π
bye bye ..