Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Yama x Athena - 2


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...---------...


Salah satu pelayan mendekati Yama dan Athena yang sudah duduk di meja makan.


"Tuan biar kami yang menyiapkan makannya" Ucap salah satu pelayan itu dengan tatapan heran yang berusaha disembunyikannya.


"Tidak pergilah" ucap Yama seraya mulai menyiapkan makanan untuk Athena.


Pelayan itu pun pergi meninggalkan Yama dengan rasa penasaran tentang siapa sebenarnya gadis yang tengah dimanjakan tuannya itu.


"Buka mulutmu" Ucap Yama seraya menyodorkan sesendok makanan.


"Tidak" ucap Athena lalu memalingkan wajahnya.


Yama pun memasukan suapan nasi itu ke mulutnya sendiri, mengunyah dengan sedikit cepat lalu menelannya.


"Lihat, aku tidak menaruh racun disini" ucap Yama kemudian menyodorkan sesendok makanan lagi pada Athena.


Athena menatap Yama sejenak lalu perlahan mulai membuka mulutnya. Gadis itu menerima suapan demi suapan yang diberikan Yama. Karena entah kenapa, setelah melihat Yama memakan makanannya, tiba-tiba saja rasa lapar menghampirinya.


Namun saat makanan itu sudah habis setengahnya. Dia menyadari sesuatu. Bukankah itu adalah sendok bekas mulut Yama? Memikirkan itu sekeita membuat wajah Athena memerah.


"Apakah makanannya pedas? mukamu memerah" tanya Yama sedikit khawatir


Athena yang mendengar hal itu pun seketika tersedak.


Yama lalu mengambilkan segelas air dan memberikannya pada Athena


"Minumlah" ucapnya.


Athena menerimanya dengan sedikit canggung dan meminumnya.


"Apakah makanan ini pedas?" tanya Yama lagi memastikan.


"Tidak, aku hanya merasa kepanasan" ucap Athena seraya mengusap pipi dan keningnya, seolah sedang menyeka keringat.


Yama yang mendengar hal itu seketika mengerutkan keningnya karena dia sama sekali tidak merasakan kepanasan. Setiap ruangan yang ada dirumah ini menggunakan AC, bagaimana bisa Athena merasa kepanasan?


Athena melirik Yama sekilas lalu berkata "Aku akan melanjutkannya sendiri" dan mencoba mengambil piring berisi makanan yang ada dihadapan Yama.


"Tidak, aku akan menyuapimu hingga habis" ucap Yama seraya menahan piring yang akan di ambil Athena.

__ADS_1


Penolakan yang akan keluar dari mulut Athena seketika tertahan saat melihat tatapan tajam Yama. Dia pun akhirnya hanya bisa pasrah, kembali menerima suapan demi suapan yang diberikan Yama padanya dengan tenang. Sesekali, Yama juga mengusap ujung bibir gadis itu untuk menghilangkan noda makanan.


Setelah menyelesaikan makanannya, Athena hendak beranjak menuju ke kamar.


Namun Yama menahannya dan berkata "Tunggu, temani aku makan. Aku belum sempat mendapatkan makan malam"


Athena pun tidak menyuarakan protesan apapun, mendudukan kembali dirinya di atas kursi dan menopang dagu dengan tangan kirinya di atas meja.


Athena menemani Yama yang sedang menikmati makan malamnya dengan pria itu yang sesekali melihat layar tabletnya yang menampilkan grafik berjalan, juga dengan tangannya yang sesekali bergulir menekan angka pada layar tablet.


Athena mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke atas meja dan menguap karena merasa bosan. Dia melirik Yama yang seakan tidak terganggu dengan kebisingan yang sengaja dibuat Athena.


Gadis itu pun menghembuskan nafasnya hingga tak terasa mulai merebahkan kepalanya di atas meja.


Yama sengaja memperlambat makannya, dia ingin Athena menemaninya sedikit lebih lama. Dia juga berpura-pura tidak mendengar kebisingan yang dibuat Athena.


Namun saat tidak lagi mendengar suara ketukan, dia menoleh pada Athena dan seketika menaikan sedikit ujung bibirnya saat melihat Athena tertidur karena terlalu lama menemaninya.


Lagi pula, ini juga hampir tengah malam, waktu menunjukkan pukul 22.00, tidak heran jika Athena tertidur.


Yama pun segera menyudahi acara makannya. Dia mematikan tabletnya lalu menggendong Athena ala bridal dengan hati-hati menuju kamarnya.


Yama membaringkan Athena di atas kasur dengan sangat hati-hati agar tidak membangunkannya. Setelahnya, Yama berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah selesai membersihkan dirinya, Yama ikut membaringkan dirinya di samping Athena lalu menarik gadis itu agar masuk ke pelukannya.


.....


Pagi harinya...


Saat matahari sudah menampakkan sinarnya. Masih terbaring 2 insan berlawanan jenis yang sedang menikmati kenyamanan dengan salah satunya yang memeluk dengan sangat erat.


"Hmmmmm.. guling ini begitu nyaman" ucap Athena dalam hati seraya mengeratkan pelukannya dengan mata yang masih terpejam.


Tapi, sesaat kemudian dia nengerutkan keningnya. Mencoba meraba seraya berkata "Tunggu dulu, kenapa guling ini sedikit lebar. Dan kenapa guling ini seperti bernafas"


Yama menaikan sebelah alisnya Ketika tangan Athena mulai meraba hingga dada dan berkata "Apa kau sudah puas menggodaku baby?"


Athena pun terkejut saat menyadari bahwa dia tidaklah sedang memeluk guling. Saat Athena hendak bangun, Yama sudah lebih dulu mengungkungnya dengan mencengkram kedua tangannya di atas kepalanya.


"Tunggu dulu, aku tidak sedang menggodamu" Athena berkata seraya mengalihkan pandangannya agar tidak bertatapan dengan mata Yama.


Sungguh, saat ini dia begitu malu.


"Tidak menggodaku? Kau bahkan meraba-raba tubuhku seperti ini" Yama berkata dengan satu tangan yang lain mulai memperagakan bagaimana Athena sempat meraba-rabanya.

__ADS_1


"Yaaaak, hey, pria tua mesum jauhkan tanganmu dari tubuhku" ucap Athena cepat seraya mencoba memberontak.


"Bukankah kau yang lebih dulu memancingku" ucap Yama seraya mulai menyeruakan kepalanya ke ceruk leher Athena lalu mulai menyesapnya.


Athena sedikit gelagapan saat menerima perlakuan Yama padanya.


Karena waktu itu Yama mengigit lehernya bukan menyesapnya. Membuat Athena merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.


Gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara erangannya.


Saat Yama akan menelusupkan tangannya ke dalam baju Athena, tiba-tiba alarm berdering. Yama pun melirik ke arah jam yang berada pada nakas, dia melihat angka menunjukkan pukul 08.00 a.m.


Hari ini, dia tidak mungkin mengulur waktu. pria itu memiliki jadwal transaksi dengan salah satu client setianya di jepang.


"Aku akan membiarkanmu lolos kali ini. Tapi tidak untuk berikut-berikutnya" Ucap Yama lalu melepaskan kungkungannya pada Athena setelah mengecup bibir gadis itu sekilas.


Yama berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Meninggalkan Athena yang tidak bergeming dan masih berusaha menormalkan nafasnya.


Setelah melihat Yama menghilang di balik pintu kamar mandi, Athena menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Aaarggghhhhhh, dasar baji...ngan tua mesuuuuummmm" teriak Athena yang suaranya sedikit teredam selimut.


Yama yang samar-samar mendengar teriakan Athena pun hanya terkekeh kecil. Karena mulai sekarang, mengerjai Athena hingga gadis itu mengumpatinya adalah hobi barunya.


Saat keluar dari kamar mandi, Yama melihat Athena yang masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Pria itu pun berjalan mendekati Athena lalu menarik selimut yang nenutupi seluruh tubuh gadis itu, namun gadis itu menahannya dengan sangat kuat.


"Enyahlah, aku tidak ingin melihat wajahmu" ucap Athena dengan suara yang sedikit tertahan.


Yama hanya bisa terkekeh saat melihat kelakuan Athena. Dia mendudukan dirinya disamping Athena seraya masih berusaha untuk menarik selimut itu.


"Hey baby, kau akan kesulitan bernafas jika seperti ini" ucap Yama.


"Jangan pedulikan aku, enyahlah" ucap Athena seraya masih berusaha mempertahankan selimut itu.


Yama pun melirik jam, waktu menunjukkan pukul 08.30, dia akhirnya menyerah untuk membujuk Athena.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu kali ini. Jangan lupa mengisi perutmu dengan makanan yang layak. Aku tidak akan kembali selama 2 hari, jadi jangan merindukanku baby" ucap Yama dan berlalu menuju walk-in closet.


Athena yang mendengar langkah kaki menjauh itu sedikit menurunkan selimutnya hingga bawah mata, gadi itu mengamati pergerakan Yama seraya berkata "Cih, akan lebih baik jika dia tidak kembali."


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


salaam sayang dari sensi πŸ’•


bye bye..


__ADS_2