Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Bella - 2


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...---------...----------...


Sebelumnya...


"Oh honey, sepertinya kau harus bersabar sedikit lagi. Tunggulah, aku akan segera kembali" Ucap Ibra lalu mengecup pipi Bella dan berlalu pergi.


.....


Setelah kepergian Ibra, Bella menatap langit-langit kamar seraya berkata "Tuhan, tolong beri aku sedikit keajaiban"


Saat Bella hendak memejamkan mata, dia melihat pintu yang dibuka dengan sangat hati-hati. Dan masuklah seorang wanita tua yang sangat Bella kenal. Dia adalah Bibi Jona, sang kepala pembantu di rumah Ibra yang sering Bella jadikan tempat berkeluh kesah di masa dulu. Seketika itu juga, Bella merasa ada sedikit harapan yang menghampirinya.


"Bibi, bagaimana bisa bibi ada disini?" Bella bertanya dengan berbisik.


Bibi Jona tidak segera menjawan, dia mendekat ke arah Bella lalu berbisik "Bibi tidak pernah meninggalkan tempat ini"


"Tidak ada penjaga didepan pintu kamar nona, jadi bibi sengaja mengendap-endap kesini untuk memberikan ini pada Nona" bisiknya lagi lalu meletakkan sebuah penjepit rambut besi ditangan kanan Bella.


"Apa bibi tidak takut ketahuan?" tanya Bella.


"Tak apa, keselamatan Nona lebih penting. Bibi hanya bisa membantu nona dengan ini. Maafkan bibi karena dulu terlalu takut untuk membantu nona" jawab bibi Jona seraya meletakkan sebuah pakaian di atas kasur.


"Pergilah, waktu nona tidak banyak. sebentar lagi tuan akan kembali" ucapnya lagi lalu bergegas pergi meninggalkan Bella.


Setelah kepergian Bibi Jona, Bella membuka borgol ditangannya dan bergegas memakai pakaian yang diletakkan Bibi Jona di atas kasur.


Bella mencoba untuk tenang, memikirkan cara untuk keluar dari rumah ini. Untungnya Bella sudah sangat menghapal tata letak rumah ini, hanya tinggal memastikan saja dia disekap di kamar sebelah mana.


Saat Bella mencoba mengintip melalui celah jendela, lagi-lagi keberuntungan menghampirinya. Dia disekap di kamar yang terletak di lantai 3 dengan balkon yang menghadap ke arah hutan belakang rumah.



Pict by : Pinterest


Bella membuka pintu balkon dengan hati-hati, dia sedikit menyembulkan kepalanya keluar guna melihat keberadaan para penjaga.


"Ternyata tuhan saat ini berpihak padaku, dia benar-benar memberikanku sedikit keajaiban" Ucap Bella setelah melihat tidak ada penjaga di belakang rumah.

__ADS_1


Bella bergegas keluar dari kamar, lalu mencoba untuk turun kebawah dengan bergelantungan pada tembok pembatas. Dia mengambil ancang-ancang lalu melompat dan menggapai tembok pembatas di lantai 2.


Namun saat hendak mengambil ancang-ancang lagi untuk turun ke lantai 1, dia mengurungkan niatnya karena melihat Ibra yang sedang berdiri berkacak pinggang di balkon dengan ponsel yang menempel ditelinganya.


Bella memijakkan ujung kakinya pada sebuah besi penyangga pipa agar tangannya tidak terlalu kebas.


Setelah menunggu beberapa saat, Bella melihat Ibra berjalan masuk.


Bella pun segera mengambil ancang-ancang lagi untuk turun. Namun sayang, tangannya terlanjur kebas hingga membuat dia terperosok kebawah dan menyebabkan kaki kirinya sedikit terkilir. Karena saat dia menunggu Ibra pergi, 80% beratnya bertumpu pada tangan yang dia gunakan untuk bergelantungan.


Dan sialnya, hal itu membuat salah satu penjaga yang lewat menyadari keberadaan Bella dan mulai meneriakinya.


Bella tidak menghiraukan teriakan penjaga itu, dia berlari menuju hutan dengan melompati pagar dan mengabaikan kakinya yang sakit akibat terkilir.


Setelah diarasa cukup jauh dari para penjaga yang mengejarnya, Bella sedikit memperlambat langkahnya. Tenaganya sudah terkuras habis akibat berlari, ditambah lagi dengan dia yang belum mengisi perutnya, membuat pandangannya sedikit mengabur akibat kelelahan.


Bella masih berusaha untuk mempertahankan kesadarannya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun sekuat apapun dia menjaga kesadaran, pandangannya tetap saja mengabur hingga akhirnya dia jatuh tersungkur.


Sesaat sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, Bella melihat seseorang datang menghampiri lalu menggendongnya dan entah membawanya kemana.


...


Beberapa saat kemudian..


"Kau sudah sadar?" tanya seorang pria.


Bella yang mendengar suara pria itu hendak beranjak untuk kabur.


Namun pria itu menahannya seraya berkata "Heyy.. tenanglah, aku tidak berniat jahat padamu. Aku sedang berburu dan menemukanmu tergeletak dengan tubuh penuh luka"


Mendengar apa yang di katakan pria itu, Bella mencoba untuk tenang. Dia sedikit beringsut dari berbaringnya lalu menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.


Bella menatap pria itu seraya berucap "Air" dengan suaranya yang sedikit serak.


"Ah, kau haus.. Tunggu sebentar, aku kan mengambilkannya" ucap pria itu lalu beranjak pergi.


Saat pria itu pergi, Bella melihat sekelilingnya. Sekarang dia sedang berada di dalam ruangan sederhana dengan tembok yang terbuat dari kayu. Di tembok sebelah kiri Bella ada sebuah lukisan pemandangan hutan yang menggantung di dekat jendela yang sedikit terbuka. 11


Bella juga melihat ada sebuah alat panah yang tergeletak di atas meja di sudut ruangan. Gadis itu kembali mengamati ruangan yang mirip seperti sebuah tempat peristirahatan itu dengan penuh pertanyaan yang ada di kepalanya.


Saat sedang asik mengamati ruangan itu, pria itu kembali dengan membawa segelas air dan kotak P3K.

__ADS_1


Pria itu mendekati Bella lalu menyerahkan segelas air yang di bawanya itu pada Bella


"Minumlah" Ucap pria.


Bella menerima air itu lalu berkata "terima kasih" dan langsung meminum air itu hingga tandas.


Bella menyerah gelas yang telah kosong itu kembali pada si pria.


Pria itu menerima gelas yang diulurkan Bella dan menyimpannya di atas meja, lalu mendekati Bella dengan kotak P3K yang di bawanya tadi.


"Aku akan mengobatinya" ucap pria itu seraya membuka kotak P3K.


"Tak apa, aku bisa mengobatinya sendiri. Terimakasih atas bantuannya Tuan.." Bella sedikit menggantungkan ucapannya.


"Ken, panggil aku Ken, hanya Ken, tidak usah menggunakan tuan" Ucapnya.


Ya, pria yang menolong Bella adalah Ken, teman Yama.


"Baik, terimakasih Ken. Aku akan mengobatinya sendiri, sudah cukup aku merepotkanmu. Dan kau bisa memanggilku Bella" Ucap Bella seraya sedikit menegakkan tubuhnya.


Bella hendak meraih kotak P3K yang ada didepanya, tapi dia tiba-tiba mendesis karena merasakan seluruh tubuhnya yang sakit.


"Sudah kukatakan, biarkan aku yang mengobati luka-lukamu" ucap Ken lalu membantu Bella agar menyandarkan tubuhnya kembali.


Ken mengambil alkohol dan menuangkannya ke atas kapas lalu mulai mengoleskannya pada telapak kaki Bella yang terluka.


"Shhhhh.." desis Bella saat kapas itu mulai menyentuh permukaan telapak kakinya.


"Apa kau berlari tanpa alas kaki?" tanya Ken seraya melirik Bella.


Bella mengangguk lalu berkata "Kondisiku sedikit terdesak hingga aku lupa tentang alas kaki".


"Tunggu dulu, apa kau yang membersihkan dan menggantikan pakaianku?" tanya Bella yang mulai tersadar kalau badannya terasa sedikit segar dengan pakaian yang sudah terganti.


Ken pun hanya mengangkat bahu acuh lalu berkata "Apa kau melihat ada orang selain kita disini?"


...-TBC-...


thanks for reading...


jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


salam sayang dari sensi πŸ’•


bye bye...


__ADS_2