
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Pagi harinya..
Athena yang merasa sedikit aneh dengan sikap Yama pun memilih untuk berdiri di balkon kamar seraya menikmati secangkir coklat panas.
Sungguh, pagi ini Yama terlihat tenang tanpa ada niat untuk mengerjai Athena. Gadis itu sedikit bingung atas sikap dingin Yama padanya. Padahal semalam, Yama masih sempat mengerjainya.
Apakah dia membuat suatu kesalahan, hingga membuat Yama bersikap seperti itu? Atau adakah sesuatu yang merasuki Yama?
Athena pikir, bukankah Yama lebih meyeramkan dari mahluk-mahluk itu? Jadi sangat tidak mungkin jika ada sesuatu yang berani merasuki Yama.
Athena pun menghembuskan nafas dan segera menepis pikirannya. Bukannya bagus jika Yama bersikap seperti itu, setidaknya bisa membuat hari-hari Athena sedikit lebih tenang.
Baru saja Athena selesai dengan pemikirannya, Athena kembali dikejutkan oleh Yama yang tiba-tiba memeluknya dari belakang.
Athena pun hanya memutar bola matanya jengah seraya bergumam "Astaga, belum ada 2 jam. sikapnya sudah kembali seperti semula"
"Apa kau mengatakan sesuatu baby?" Yama bertanya dengan sebelh aslinya yang terangkat.
"Kau selalu mengejutkanku, sepertinya kau sungguh ingin membuatku sakit jantung. Dan, tidak bisa kah kau tidak memelukku" Athena menjawab dengan sedikit bersungut-sungut.
Kini Athena tidak lagi memberontak. Karena Athena menyadari, sekuat apapun dia memberontak, tetap akan berakhir dengan sia-sia.
Yama terkekeh lalu berkata "maka aku akan menyembuhkan mu. Aku bisa mengganti jantungnu dengan jantung yang lain."
"Kau memang gila" ucap Athena cepat.
Keheningan pun tercipta selama beberapa saat, dengan Yama yang sibuk menciumi pucuk kepala Athena.
Hingga akhirnya Athena berkata "Tidak bisakah kau memberikan ku kebebasan? Aku ingin kembali menjalani kehidupan normalku"
Yama membalikan tubuh Athena agar menghadap ke arahnya. Dia pun mengambil gelas yang ada digenggaman Athena, lalu meletakkannya di atas meja disampingnya.
Pria itu lalu mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam saku celananya lalu memberikannya pada Athena.
"Waaaaa, ponsel" ucap Athena dengan mata yang sedikit berbinar.
Saat Athena hendak mengambil ponsel itu, Yama kembali menariknya lalu berkata "Aku akan memberikanmu kebebasan, bahkan semua yang kau inginkan. Tapi dengan satu syarat"
Athena pun mengerutkan keningnya
"Apa syaratnya?"
"Pindahkan semua barang-barang pentingmu ke rumah ini" ucap Yama.
"Kau menyuruhku untuk tinggal disini?" Athena bertanya dengan sedikit meninggikan suaranya.
Yama hanya menggaguk dan bergumam "Hmmm.."
"Aku tidak mau" Ucap Athena lalu menyilangkan tangannya di dada dan mengalihkan pandangannya dari Yama dengan kesal.
"Ya, atau tidak ada kebebasan sama sekali" ucap Yama.
"Apa aku tidak memiliki pilihan yang lain?" Athena kembali bertanya seraya menatal Yama dengan sedikit memelas, berharap Yama akan memberikan pilihan lainnya.
"Tidak baby" jawab Yama tegas.
Athena memutar bola matanya malas
"Kau sungguh pemaksa"
"Ini bukan paksaan baby, ini perintah" ucap Yama.
__ADS_1
"Sama saja, sama-sama harus di turuti, itu tidak ada bedanya" rutuk Athena lalu kembali memalingkan wajahnya.
Yama mengangkat sebelah alisnya
"Ya, atau tidak?"
"Ya, ya, ya.. Menolak pun percuma, kau akan tetap mengurungku disini" ucap Athena pasrah.
"Aku akan meminta beberapa bawahanku untuk membawakan barang-barang pentingmu kesini"
"Terserah" ucap Athena.
"Tapi aku juga memiliki 1 permintaan" ucap Athena lagi.
Yama diam memperhatikan Athena
"Aku ingin memiliki kamarku sendiri" ucap Athena.
"Itu tidak akan pernah terjadi baby" ucap Yama.
Athena pun hanya memutar bola matanya jengah
"Ah, sudahlah" seraya sedikit mengibaskan tangannya dan berlalu pergi meninggalkn Yama.
....
Ke esokan harinya...
"Apa kau baik-baik saja? Apa dia menyakitimu? Apa dia merawatmu dengan baik?" tanya Calista dengan beruntun, dia terkejut karena Athena tiba-tiba datang ke boutique.
Calista yang saat itu sedang berbicara dengan client nya di telepon seketika menjatuhkan ponselnya begitu saja saat melihat kedatangan Athena yang terlihat baik-baik saja.
Calista pikir, dia terlalu merindukan Athena sampai-sampai dia berhalusinasi. Tapi, dia menyadari jika itu benar-benar Athena saat merasakan pelukan hangat dari gadis itu.
Tidak hanya Calista, bahkan para pegawai disana pun terkejut dengan kedatangan Athena.
Saat mereka bertanya tentang keberadaan Athena pada Calista. Calista selalu menjawab "Entahlah, aku rasa dia tidak akan kembali" dengan mata yang selalu berkaca-kaca.
"Oh God.. Aku pikir kau sudah dikuburkan di belakang rumah Yama" ucap Calista lalu kembali memeluk Athena.
Athena yang mendengar perkataan Calista, seketika menghadiahi kening Calista dengan sebuah sentilan yang cukup keras.
"Kau mendoakanku agar cepat mati?"
Calista mengusap-usap keningnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Eeeh, apa begitu sakit?" Athena bertanya dengan sedikit panik.
Alih-alih menjawab Calista justru kembali memeluk Athena dengan sedikit terisak
"Apa kau tahu, aku sungguh nengkhawatirkan mu" Ucapnya.
"Hey, tenanglah.. Aku baik-baik saja" ucap Athena seraya membalas pelukan Calista dan menepuk-nepuk pelan punggung gadis itu.
Para pegawai yang melihat hal itu segera menyunggingkan senyum mereka. Mereka bersyukur bahwa Athena ternyata baik-baik saja. Mereka juga senang karena tidak akan melihat Calista bersedih lagi.
Sungguh, dengan tidak adanya Athena, suasana boutique yang biasanya hangat, menjadi mendung seperti tertutup awan hitam. Kini mereka tidak perlu khawatir lagi karena Athena telah kembali untuk menyingkirkan awan hitam itu.
"Selamat datang kembali Mis.." Ucap para pegawai dengan kompak.
Athena menatap para pegawainya dengan perasaan terharu
"Aaaaah, terimakasih"
"Oh, ayolah, mari kita sudahi ini. Aku tidak ingin merusak riasanku" Athena berkata seraya mengibas-ngibaskan tangan di depan wajahnya.
Akhirnya, para pegawai pun kembali dengan pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1
"Kau belum menjawab pertanyaanku" ucap Calista masih dengan muka yang cemberut.
Athena terkekeh jahil, lalu berkata "Hey, cobalah bercermin. Bibirmu hampir menyerupai mulut angsa".
Calista melotot pada Athena "Yaaaaaak.. Kau benar-benar. jawab saja pertanyaanku"
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja"
"Apa dia benar-benar tidak melakukan sesuatu padamu?" tanya Calista lagi.
"Tidaaaak.. Aku sungguh baik-baik saja. Sudah, aku harus kembali ada pekerjaanku yang banyak tertunda" Ucap Athena seraya berlalu pergi menuju ruangannya
"Hey, hey, hey.. aku belum selesai bertanya" Gerutu Calista dengan sedikit memekik.
.....
Sore harinya..
"Ingin pulang bersama?" tanya Calista.
Saat ini mereka tengah bersiap untuk pulang.
"Tidak, aku membawa mobil" ucap Athena.
Calista mengerutkan keningnya "Kau bisa menyimpan mobilmu disini, lagi pula, rumah kita searah".
Karena biasanya, tanpa Calista menawarkan untuk pulang bersama pun Athena akan selalu memaksa untuk pulang bersama. Alasannya cukup sederhana, gadis itu terlalu malas menyetir.
Tapi kali ini, Calista sedikit heran atas penolakan Athena.
"Aku meninggalkan rumah itu" Ucap Athena dengan acuh tak acuh.
"Aku tidak mengerti maksudmu" ucap Calista.
"Aku, ah sudahlah.. terlalu sulit untuk menjelaskannya" Ucap Athena seraya berlalu pergi menuju parkiran
Calista pun akhirnya hanya mengikutinya.
Saat sampai disana tiba-tiba calista menghentikan langkahnya dan "Wow.. Apa itu mobilmu? Kau tidak habis mencuri kan?" tanya Calista.
Athena hanya menyilangkan tangannya di dada dan mengangkat bahunya acuh.
Calista cukup terkejut dengan seonggok bugatti la voiture noire yang ada dihadapannya.
Pict by : Pinterest
"Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Calista lagi.
"Entahlah, aku hanya mengambil salah satu kunci yang tergantung di dalam sebuah lemari kaca" Athena menjawabnya dengan enteng.
Calista kembali bertanya "Apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?"
Athena menggelengkan kepalanya "aku tidak menyembunyikan apapun. Aku hanya sedikit membuat kesepakatan dengannya"
"Jangan bilang, kau sekarang tinggal di rumahnya" Ucap Calista seakan tau kemana arah pembicaraan Athena.
"Begitulah" ucap Athena lalu melirik jam tangannya
"Aku harus segera kembali, atau iblis tua itu akan mengamuk" ucapnya lalu masuk ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan Calista yang masih memiliki sejuta pertanyaan di kepalanya.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye..