
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...---------...----------...
Di sisi lain..
"Bukankah semalam adalah hal yang paling kita tunggu.. Berkumpul bersama, tanpa memikirkan sebuah misi" Ucap Calista
"Hmmm, tapi sayang, itu tidak berlaku untukku" Ucap Keisha.
"Hey, apa kau tidak berniat untuk menyudahinya?" Calista bertanya seraya menatap Keisha.
"Entahlah, aku masih menikmati pekerjaan itu" jawab Keisha lalu menyesap kopinya.
"Berhentilah jika kau mulai merasa bosan. Lagi pula, bukan kah Bella sudah menawarkanmu untuk mengelola perusahaan" ucap Calista.
"Aku sedang memikirkannya" ucap Keisha.
Saat Calista dan Keisha bercakap-cakap, Athena terlihat sibuk dengan lamunannya sendiri.
Saat ini, setelah menikmati makan siang, mereka memutuskan untuk singgah di sebuah cafe yang terletak di depan boutique.
Keisha yang sadar dengan Athena yang terus melamun, akhirnya gadis itu menyenggol bahu Athena
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
Athena menghela nafasnya "Entahlah, aku hanya merasa sedikit gelisah memikirkan Bella"
"Ayolah, dia baik-baik saja. Mungkin saat ini dia sedang menikmati waktu berkencannya." ucap Calista.
Ya.. Tadi malam, sewaktu para gadis itu kembali berkumpul, mereka sudah mengetahui perihal hubungan Bella dan Ken.
Awalnya, Calista dan Keisha tidak menyetujuinya. Berbeda dengan Athena yang menyerahkan semua keputusan pada Bella.
Karena menurutnya, siapapun itu, selama dia memperlakukan Bella dengan baik, Athena tidak akan mempermasalahkannya.
Setelah mendengarkan penuturan Athena, Calista dan Keisha pun hanya bisa mendukung keputusan Bella. Karena jika Bella bahagia, mereka juga akan ikut bahagia.
"I know, but.. Ah, sudahlah.. Sebaiknya kita kembali bekerja, jam makan siang sudah habis. Aku juga harus menyelesaikan pekerjaanku" ucap Athena lantas berlalu pergi.
...
"Haaaah.. akhirnya selesai juga"
Athena.melirik ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00 P.M.
Gadis itu bergegas membereskan barang-barangnya lalu keluar dari ruangannya.
"Kau sudah selesai?" tanya Calista saat melihat Athena yang tengah menutup pintu ruangannya.
"Hmmm, aku akan pulang.. Aku merindukan kasurku" jawab Athena.
"Merindukan kasur, atau merindukan sang pemilik kasur, heh.." ucap Bella jahil..
Athena tidak membalas ucapan Calista, dia melempari Calista dengan sebuah permen yang terletak di meja receptionist lalu mengacungkan jari tengahnya, dan segera melangkah pergi sebelum mendapat amukan dari Calista.
....
Sesampainya di mansion..
Saat Athena sedang berjalan menuju kamar, dia melihat pintu ruang kerja Yama yang sedikit terbuka.
Awalnya, dia ingin mengabaikannya. Namun, saat samar-samar mendengar nama Bella disebut, dia menghentikan langkahnya lalu berdiri di depan pintu.
Athena pikir, mungkin saja itu Bella yang lain. Dia pun hanya mengangkat bahunya acuh.
Tapi saat hendak melanjutkan langkah, dia kembali mengurungkan niatnya. Karena dia juga samar-samar mendengar nama Ibra yang ikut di sebut.
__ADS_1
Athena pun seketika membuka pintu itu sedikit kasar. Yang mana hal itu membuat ke empat pria yang ada di dalamnya merasa terkejut.
"Apa yang terjadi pada temanku? Tanya Athena.
Dia memandangi ke empat pria itu satu persatu. Yama yang berdiri di dekat jendela, Alex yang duduk dipinggiran meja kerja Yama, lalu Ken dan Leon yang duduk di sofa.
Athena yang tidak mendapatkan respon dari ke empat pria yang ada di ruangan itu pun kembali berkata
"Apa yang terjadi pada Bella??" kali ini Athena sedikit menekan pertanyaannya.
Ken yang melihat itu seketika menggaruk pelipisnya yang tidak gatal lalu melirik Yama.
Yama pun hanya menggagukkan kepalanya pertanda mengijinkan Ken untuk memberikan penjelasan pada Athena.
"Aku akan ikut" ucap Athena setelah mendengarkan penjelasan Ken.
Yama yang mendengar itu seketika menghampiri Athena lalu menangkup wajah gadis itu dan menatapnya dengan lembut
"Baby, kau tidak boleh ikut campur"
Athena menatap Yama dengan sedikit memelas "Tapi dia temanku, aku harus ikut menyelamatkan nya"
"Dengarkan aku, tidak bisakah kau mempercayaiku?" tanya Yama.
"Aku tidak akan merepotkan kalian, aku tidak selemah itu" ucap Athena.
"Aku tau kau tidak lemah, aku hanya tidak ingin kau terluka. Cukup diam dan menunggu di rumah, hmmm.." ucap Yama seraya mengelus lembut pipi kiri Athena dengan ibu jarinya.
"Tapi.."
"Baby please, dengarkan aku. Cobalah untuk percaya padaku, hmm. Aku akan membawa Bella kembali dalam keadaan yang baik-baik saja" ucap Yama.
"Terserahlah" ucap Athena pasrah seraya menyingkirkan tangan Yama yang sedang menangkup wajahnya dan berlalu pergi.
Tiga pria yang menyaksikan hal itu pun saling melempar pandangan, mereka seakan sedang bertanya "Apa itu sang iblis?". Sungguh, ini adalah pertama kalinya mereka melihat sisi lembut seorang Yama. Bahkan untuk pertama kalinya mereka melihat Yama memohon pada seseorang.
"Apa yang kalian lihat" ucap Yama, kembali dengan nada dinginnya.
Niat hati mereka ingin menggoda Yama. Namun setelah melihat tatapan tajam yang diberikan Yama pada mereka, seketika mereka pun terdiam dan hanya menggelengkan kepala.
"Bersiaplah, 30 menit dari sekarang" ucap Yama lalu pergi menuju kamarnya untuk memastikan sesuatu.
Yama mengerutkan keningnya saat melihat Athena yang duduk di tepi kasur tengah menatapnya dengan tatapan tajam.
"Yama, biarkan aku ikut"
Yama pun mendekati Athena, lalu mengelus lengan Athena dengan lembut. Selama beberapa saat, Yama menatap Athena dengan tatapan yang dalam lalu berkata
"Percayalah padaku baby."
Setelah mengatakan hal itu, terdengar bunyi "klik". Athena pun melihat ke arah bunyi itu, yang ternyata diam-diam Yama memborgol tangannya pada head bad (kepala ranjang).
Pict by : Pinterest
*Note : Tangannya Athena di borgol ke bagian situ ya wak.. Anggap aja ranjangnya Yama bentuknya kyk gt, tp dalam versi mewahnya, hehe. Rada susah soalnya cari yang sesuia sama imajinasi.. Ingat, gambar hanyalah pemanis ya wak..
"Tunggu, Yama.. Apa yang kau lakukan, kau tidak bisa melakukan hal ini padaku" teriak Athena.
Yama tidak menghiraukan teriakan Athena, dia berlalu pergi begitu saja menuju markas.
"Aku tidak yakin jika Bella di sekap di kediaman utama Ibra" Ucap Leon.
"Ya, tidak mungkin jika Ibra sampai berani menyekap Bella disana. Tempat itu sangatlah tidak aman, Bella akan dengan mudah keluar dari sana" timpal Alex.
Ken menatap Leon lalu berkata "Kau lacak saja lokasinya"
Leon yang mendengar itu mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bella sudah memakainya" ucap Ken.
Leon memutar bola matanya malas "Kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi"
Ken mengangkat bahunya acuh "Kau tidak bertanya"
Leon pun lagi-lagi hanya memutar bola matanya malas
"Bodoh" Ucapnya.
Lalu mulai mencari lokasi dimana Bella berada. Beruntunglah karena sebelum Ken memberikan kalung itu kepada Bella, Ken meminta Leon untuk memasangkan sebuah chip pelacak didalamnya.
"Dapat.. Lokasinya tidak terlalu jauh dari sini" Ucap Leon.
"Tunggu dulu, sepertinya aku tidak asing dengan tempat ini" Ucap Alex.
Yama pun menghampiri Leon, lalu melihat titik lokasi itu berada.
"Kavin"
"Ah, ya, titiknya berada tepat di wilayah kekuasaan Kavin" ucap Alex cepat
"Tepatnya?" tanya Ken.
Yama melirik ke arah Ken
"Rumah bordil"
Emosi pun seketika mulai menghinggapi Ken
"Apa kepa..rat itu akan menjualnya?"
Kemudian salah satu orang dari kelompok elite menghampiri Yama.
"Semuanya sudah siap tuan" Ucapnya.
Yama menyerahkan sebuah ponsel yang diberikan Leon padanya, lalu berkata "Bersiaplah di titik posisi"
"Baik Tuan" ucap orang itu seraya berlalu pergi.
"Berapa lama waktu yang kita butuhkan?" tanya ken lagi.
"3 jam dari sekarang sebelum Ibra mendarat" jawab Alex.
Mereka mendapatkan informasi tentang siapa yang menculik Bella. Dan orang yang menculik Bella adalah Louis, sedangkan Ibra tengah melakukan pertukaran senjata di Turki.
Akhirnya mereka pun segera berangkat ke tempat tujuan.
....
Sementara itu...
"Argh, baji..ngan tua itu benar-benar.."
"Oh God, apa yang harus aku lakukan..." ucap Athena frustasi.
Sungguh, Athena saat ini benar-benar ingin membunuh Yama. Bagaimana tidak? Yama memborgol Athena di tempat yang sangat tepat. Tidak ada sesuatu apapun yang bisa Athena gunakan untuk membuka borgolnya.
"Lihat saja, jika dia tidak membawa Bella dalam keadaan selamat. Aku akan benar-benar mematahkan lehernya" rutuknya dengan pasrah.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
bye bye..
__ADS_1