Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Keajaiban


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Bella membuka pintu kamar Athena dengan pelan dan melihat pintu balkon yang masih terbuka. Dia berjalan memasuki kamar Athena lalu berhenti tepat di pintu balkon. Dia menatap Athena yang sedang berdiri di tepi pembatas dengan segelas anggur di genggamannya.


Bella menghembuskan nafasnya lalu mendekati Athena.


"Apa yang sedang kau lamunkan hingga kau tidak menyadari kedatanganku?"


Bella bertanya seraya mengambil alih gelas yang ada di genggaman Athena.


Athena hanya melirik Bella sekilas


"Entahlah, aku hanya menikmati langit malam"


Bella menatap Athena dengan sedikit sendu lalu kembali bertanya padanya


"Kau tidak akan kembali ke kamarnya?"


Athena mengalihkan pandangannya untuk membalas tatapan Bella


"Aku akan disini sejenak"


Bella pun hanya mengangkat bahunya


"Masuklah, anginnya terlalu kencang. Apa kau tidak lihat, jam sudah mulai menunjuk pada angka 10. Lagi pula, angin malam tidak terlalu baik untuk tubuh"


"Hmm... Aku akan masuk sebentar lagi"


Bella pun hanya bisa menghela nafas pasrah


"Ingat Athena, kau masih memilikiku, Calista, juga Keisha. Bersandarlah pada kita jika kau merasa lelah"


"Hmmm, termaksih."


"Apa kau sungguh tidak akan melangsungkan pernikahanmu dalam waktu dekat?" sambung Athena.


Bella memutar bola matanya jengah lalu berkata "Oh ayolah, kita sudah berulang kali membahasnya."


"Aku hanya merasa bersalah padamu" Ucap Athena lalu mengalihkan pandangannya.


"Sudahlah, jangan merasa bersalah, semua ini bukan salahmu"

__ADS_1


Bella lagi-lagi menghela nafasnya


"Aku akan kembali, cepat masuk dan tutup pintu balkonnya" Bella berkata seraya berlalu pergi dari sana.


Namun saat sampai di pintu balkon, Bella kembali menatap Athena sejenak dengan perasaan sedih, lalu benar-benar pergi dari sana.


Sudah dua bulan berlalu semenjak malam terjadinya tragedi, sudah dua bulan pula Athena kehilangan senyumannya. Gadis itu tidak lagi menjadi gadis yang ceria, dia selalu mengurung diri di kamarnya. Berbagai cara telah mereka lakukan untuk membuat Athena kembali tersenyum, namun semua itu hanyalah ke sia-siaan belaka.


Begitu pula uncle Joe, dia selalu menyalahkan dirinya sendiri atas kematian Lucas. Dia selalu berfikir jika dia telah gagal dalam mendidik Lucas, hingga Lucas menjadi orang yang seperti itu. Lebih parahnya lagi, setelah malam dimana Lucas di kembalikan, Uncle Joe sama sekali enggan menyentuh makanannya. Bahkan, dia tidak berani menampakkan diri di hadapan Athena.


Uncle Joe sangat menyesali semuanya. Andai saja dulu dia mendengarkan keluhan2 Athena tentang Lucas yang sangat terobsesi padanya, mungkin hal ini tidak akan terjadi. Tapi apalah daya, kaca yang pecah tidak akan bisa disatukan kembali. Saat ini, hanya tinggal bagaimana caranya agar bisa membuat kaca baru yang lebih tebal.


....


Athena segera menyudahi acara melamunnya, dia berjalan menuju kamarnya tanpa menutup pintu balkon. Gadis iti membaringkan tubuhnya di kasur, mengabaikan angin kencang yang berhembus masuk melalui pintu balkon yang terbuka.


Athena memandang langit-langit kamarnya.. Baginya, tidak ada hal yang lebih dingin lagi dari pada hatinya. Athena sungguh menyesal tidak sempat membalas ucapan cinta yang di utarakan oleh Yama. Andai saja waktu bisa di putar kembali, Athena akan mengatakan perasaannya pada Yama setiap pagi.


Tak lama kemudian, Athena mendengar suara ribut-ribut dari luar kamarnya. Belum sempat dia beranjak untuk melihat keadaan, tiba-tiba saja Bella membuka pintu kamarnya dengan sedikit kasar dan berkata


"Yama" Dan berlalu pergi begitu saja.


Athena yang mendengar hal itu seketika beranjak dari tidurnya dan berlari menuju kamar Yama dengan sejuta kekhawatiran yang tiba-tiba menghinggapinya.


Disana sudah ada Ken, Bella, dan Alex yang berdiri di depan kamar Yama dengan wajah yang penuh kekhawatiran. Mereka yang melihat kedatangan Athena segera menyingkir agar Athena bisa masuk ke dalam kamar.


Athena sungguh tidak bisa menggerakan kakinya, dia begitu tidak memiliki tenaga untuk berjalan ke dalam kamar itu. Jantung Athena kian berdegup cepat saat menyaksikan Leon yang mulai menempelkan alat pacu jantung pada dada Yama.


Satu kali, dua kali, tiga kali, hingga empat kali, sama sekali tidak ada respon apapun. Leon terus mencoba hingga berkali-kali, namun tetap saja tidak ada sedikitpun respon yang diberikan oleh Yama.


Athena pun seakan kehilangan akal saat mendengar Leon memerintahkan rekannya untuk mematikan alat pacu jantung itu.


"Tidaaaakkk.. Jangan matikan alat itu" teriak Athena seraya masuk ke dalam kamar.


Dia berjalan mendekati Leon dan meraih alat pacu jantung itu dari genggamannya dengan tangan yang sedikit bergetar.


Mereka yang melihatnya tidak berani menghentikan Athena. Bukan karena mereka takut, mereka hanya tidak mau Athena kembali mengamuk seperti sebelumnya.


Waktu itu, pasca operasi pengambilan peluru yang sangat beresiko, Yama mengalami kondisi kritis. Bahkan kemungkinannya untuk bertahan hidup tidak lebih dari 10%. Hal itu membuat Leon dan para dokter yang menanganinya menyerah. Saat itu, mereka sudah kehilangan harapan dan akan melepaskan alat-alat yang ada di tubuh Yama. Karena sungguh, Yama saat itu sudah berada di ambang batas kematiannya.


Namun Athena mengamuk seraya memaksa mereka untuk tetap mempertahankan alat-alat itu agar membantu jantung Yama tetap berdetak.


Waktu itu dia berkata "Selemah apapun detaknya, selama jantungnya masih berfungsi, kalian tidak boleh melepaskan alat itu."


Mendengar hal itu, Leon dan para dokter pun hanya bisa menuruti perkataan Athena. Sungguh, melihat Yama yang bisa bertahan sampai sejauh ini saja sudah merupakan sebuah keajaiban.

__ADS_1


Kali ini, mereka juga tidak akan menghentikan Athena. Mereka hanya bisa menghela nafas pasrah saat melihat Athena yang tidak hentinya berjuang untuk kehidupan Yama.


Athena sedikit menggosok-gosokan alat itu


"Aku tidak mengijinkanmu untuk mati sekarang."


Lalu menempelkannya pada dada Yama


"Jangan membuat perjuanganku mempertahankanmu menjadi sia-sia."


"Apa kau sungguh ingin meninggalkanku dengan cara seperti ini?"


"Jangan mati sebelum mendengar pernyataan cintaku"


"Kumohon....."


Athena tidak ada hentinya mencoba. Hingga entah pada percobaan yang keberapa, gadis itu seketika menjauh dari tempat tidur. Dia terduduk di lantai karena merasa lemas dan melepaskan alat pacu jantung yang ada di genggamannya itu begitu saja, air mata yang sejak tadi dia tahan pun mulai mengalir membasahi pipinya.


Athena sungguh tidak menyangka jika Yama lagi-lagi berhasil mendapatkan sebuah keajaiban. Dia menutup mulutnya dengan kedua tangan saat memperhatikan monitor alat pendeteksi jantung itu kembali menampilkan garif naik turun. Bahkan kali ini garifk itu tidak lagi menampilkan pergerakan detak jantung Yama yang lemah, melainkan pergerakan detak jantung Yama yang sangat normal.


Yang mana hal itu juga membuat orang-orang yang ada di sana hanya bisa melongo tidak percaya. Mereka juga sangat terkejut saat melihat perjuangan Athena yang kembali menghasilkan sebuah ke ajaiban.


Sampai ketika Leon mulai sadar dari rasa terkejutnya, dia mulai menginstruksi rekan-rekan dokternya untuk mulai membenahi alat-alat. Leon juga meminta mereka untuk melepaskan beberapa alat yang menempel di tubuh Yama, dan hanya menyisakan beberapa alat yang memang masih di perlukan untuk menjaga ke stabilan pria itu.


Bella pun segera menghampiri Athena. Dia menarik Athena agar masuk kedalam pelukan gadis itu, lalu menepuk-nepuk punggung Athena dengan lembut saat isak tangis terus keluar dari mulutnya.


"Kau hebat"


Hanya dua kata itu yang mampu terucap dari bibir Bella. Dia tidak tau harus mengatakan apa karena masih merasa sedikit terkejut.


Hingga saat Athena sudah mulai bisa mengontrol tangisnya, dia melepaskan pelukan Bella dan menatapnya.


"Aku, aku sungguh kembali berhasil mempertahankannya"


Bella pun mengembangkan senyumannya dan berkata "Ya, aku berhasil.."


Lalu kembali memeluk Athena.


...-TBC-...


thanks for reading..


Jangan kritik dan saran..


salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye...


__ADS_2