
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Pagi harinya...
Athena terbangun dengan senyuman kecil yang terpatri di wajahnya.
Gadis itu melirik ke arah jendela, cahaya mentari pagi masuk dengan malu-malu melalui celah gorden yang belum terbuka. Dia kemudian beringsut dari tidurnya lalu mendudukan diri di tepian kasur seraya meregangkan tubuhnya.
"Oh God terimakasih, tidurku terasa begitu nik..mat"
Semalam, satu jam setelah beberapa alat yang menempel pada tubuh Yama di lepas, Leon kembali untuk memeriksa keadaannya. Pria itu berkata ada kemungkinan pagi ini Yama akan membuka matanya. Pria itu juga sudah melepaskan semua alat yang masih menempel di tubuh Yama, dia hanya menyisakan satu selang infus yang menempel di tangan kiri Yama. Oleh sebab itu, Athena bisa tidur dengan sangat nyenyak.
Athena melirik ke arah jam yang terletak di atas nakas, dia melihat jarum jam menunjuk pada angka 7.
Athena segera bergegas untuk membersihkan diri. Setelahnya, dia berjalan menuju walk-in closet dengan bersenandung lembut. Saat sampai di ambang pintu, Athena menghentikan langkahnya dengan berkacak pinggang. Dia sedikit memicingkan matanya seraya melihat ke sekililing walk-in closet
"Sepertinya hari ini aku harus mulai memindahkan kalian lagi"
Ya, 2 bulan yang lalu, sesaat setelah Yama terbaring di kasurnya dengan keadaan sekarat. Athena memutuskan untuk memindahkan sebagian barang-barangnya ke kamar yang terletak di sebelah kamar Yama.
Alasannya karena dia tidak ingin mengganggu Yama dengan tangisannya. Namun kali ini, tidak ada lagi alasan untuk dia mengeluarkan air matanya. Sehingga gadis itu hari ini memutuskan untuk kembali ke kamar Yama.
Setelah Athena selesai bersiap, dia bergegas menuju ke kamar Yama. Dia sudah sabar untuk menunjukkan senyum manisnya pada pria itu.
Tapi senyumnya sedikit luntur ketika melihat Yama yang masih setia memejamkan matanya.
Athena mendekati Yama dan nendudukan dirinya di tepi kasur, tangannya terulur untuk mengelus pipi Yama.
"Apa kau belum ingin membuka matamu?"
Athena berucap dengan sedikit sendu.
"Padahal, aku sudah menyiapkan kata cinta untuk menyambutmu"
"Apakah Leon berbohong padaku? Katanya, kau akan membuka matamu saat pagi hari. Tapi lihatlah, kau masih setiap memejamkan matmu."
"Sepertinya aku harus sedikit memberi pelajaran padanya"
Athena mengatakan hal itu dengan sedikit bersungut-sungut. Dia kemudian membenarkan selimut yang menutupi tubuh Yama
"Ah, sudahlah.. Aku akan pergi bekerja saja, mungkin kau memang masih betah beristirahat" Ucapnya.
Athena hendak beranjak dari duduknya. Namun belum sempat Athena beranjak, dia melihat tangan Yama mencekal pergelangan tangannya. Gadis itu pun memelototkan matanya karena terkejut.
"Jangan pergi sebelum kau mengatakan kata-kata cinta yang sudah kau siapkan itu" Ucap Yama dengan suaranya yang sedikit serak juga dengan mata Yang masih terpejam.
Athena langsung tersadar dari rasa terkejutnya saat mendengar apa yang dikatakan Yama.
"Kau, sejak kapan kau sadar?" Athena bertanya dengan cepat
"Entahlah, mungkin sekitar 3 jam yang lalu"
Yama pun membuka matanya, dia terkekeh saat melihat Athena yang memalingkan wajahnya dengan sedikit tersipu.
Athena segera menetralkan perasaannya, dia menatap Yama dengan tatapan penuh kerinduan kemudian berkata "Kenapa tidak ada yang memberitahuku?"
__ADS_1
"Aku yang melarang mereka, aku tidak ingin mengganggu waktu istirahat mu"
Athena meghela nafasnya "Apa kau sekarang membutuhkan sesuatu?"
"Aku hanya membutuhkan pelukanmu" Ucap Yama.
Athena segera beringsut, dia membaringkan tubuhnya di sebelah kanan Yama dengan kepala yang berbantalkan lengan kekar pria itu.
Yama memeluk Athena seraya mengecup keningnya dengan lembut.
Athena pun membalas pelukan Yama dengan perasaan bahagia yang begitu membucah di dadanya.
"Terimakasih karena sudah bertahan di sisiku" ucap Yama.
"Maaf karena menyusahkanmu selama dua bulan ini" sambungnya lagi.
"Kau tidak menyusahkanku, aku melakukannya karena aku mencintaimu" Athena berkata cepat, lalu membenamkan wajahnya di dada bidang Yama. Dia merasa sedikit malu saat mengatakannya.
Mendengar perkataan Athena, seketika membuat tenaganya terasa kembali pulih, senyuman pun mengembang di wajahnya. Dia tidak mengira jika Athena akan mengatakan apa yang selama ini ingin dia dengar.
"Apa kau mengatakan sesuatu baby?" Yama bertanya dengan sedikit jahil
Athena memukul punggung Yama main-main. Tidak tahukah pria itu jika wajahnya saat ini sungguh terasa sangat panas.
"Kurasa, peluru yang di tembakan Lucas tidak hanya menyambar jantungmu, tapi juga telingamu" ucap Athena dengan suara yang sedikit teredam.
Yama tertawa lepas saat mendengar ucapan Athena. Sungguh, dia merasa begitu bahagia. Dia kembali mengecup kening Athena sedikit lama
"I love you baby"
Athena mendongakkan kepalanya untuk menatap mata Yama lalu tersenyum dengan tulus
"I love you too.."
Tangan kirin Yama mulai merambat naik untuk menangkup pipi Athena. Dia menempatkan telinga Athena di sela-sela jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu mengelus pipi Athena menggunakan ibu jarinya.
Athena membalas kecupan Yama dengan jantung yang berdetak cepat. Dia mulai menutup matanya saat Yama mulai menyesap bibirnya secara perlahan. Ciuman yang diberikan Yama terasa begitu lembut hingga mampu memberikan getaran hangat pada hatinya.
Bukan ciuman menuntut penuh hasrat yang Athena rasakan, melainkan ciuman manis nan lembut yang seakan menyampaikan sejuta kerinduan.
Tidak cukup hanya dengan menyesap bibir Athena, Yama mulai mencari celah dengan sedikit mengigit bibir bawah gadis itu.
Merasa Athena memberi izin, Yama mulai sedikit memajukan lidahnya secara perlahan untuk menyapu deretan gigi Athena.
Tidak hanya berhenti disitu, Yama kembali memajukan lidahnya lebih dalam untuk menyusuri rongga mulut Athena dengan penuh kehati-hatian, menyentuh lidah Athena dengan lembut agar membalas belitan lidahnya.
Gelenyar aneh mulai dirasakan Athena saat lidah Yama mulai membelit lidahnya dengan lembut.
Hawa dingin dari AC yang Athena rasakan mulai berganti menjadi hawa panas yang perlahan mulai menjalari tubuhnya.
Namun sepersekian detik kemudian, Athena sedikit mendorong dada Yama.
Dia menatap mata Yama yang sedang menatapnya dengan sangat lembut.
"Aku kehabisan nafas"
Athena berkata dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus, juga jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat seolah akan terlepas dari tempat seharusnya.
Yama sedikit terkekeh kecil saat mendengar keluhan Athena, pria itu menyatukan kening mereka seraya mengusap bibir bawah Athena yang sedikit basah menggunakan ibu jarinya.
__ADS_1
"Maafkan aku.. Aku hanya.... Sedikit terbuai"
Athena pun berkata seraya tersenyum lembut
"Tak apa, aku pun menikmatinya"
Yama kembali terkekeh kecil lalu mencium kening Athena dan sedikit memberikan kecupan kecil di bibirnya.
Setelahnya, Yama kembali memeluk Athena seraya mengelus punggung gadis itu dengan lembut.
Yama berkata dengan senyuman yang masih terpatri di wajahnya "Aku sungguh bahagia"
"Sepertinya aku harus sedikit berterima kasih ada Lucas. Karena berkat dia, kau jadi membalas perasaanku" Sambungnya.
Athena yang mendengar hal itu seketika mencubit pinggang Yama sedikit keras, yang mana hal itu membuat Yama terkekeh geli. Gadis itu kembali menenggelamkam wajahnya pada dada bidang Yama
"Jangan berbicara sembarangan, aku sudah mulai mencintaimu sejak kita berpelukan di sofa ruanganmu. Aku hanya terlalu malu untuk mengakuinya".
Yama sedikit tidak percaya mendengar penuturan Athena, dia menaikan sebelah alisnya
"Jadi perasaanku sudah terbalaskan sejak lama?"
Athena kembali memukul punggung Yama main-main
"Diam dan tidurlah, kau masih harus memulihkan tenagamu. Aku akan menemanimu disini"
"Dan ingat, jangan mati sebelum aku mengijinkannya" Sambungnya.
"Cukup percaya saja.. Selama dewi kematian ini berada di pelukanku, maka kematian tidak akan berani menghampiriku" ucap Yama seraya menutup matanya.
Athena hanya membalas perkataan Yama dengan decihan, lalu melepaskan pelukan Yama hingga Yama kembali membuka matanya.
Namun, Yama kembali menutup matanya saat Athena hanya sedikit beringsut ke atas untuk menempatkan lengan kirinya sebagai bantalan untuk kepala Yama
Pict by : Pinterest
*Gambar hanya ilustrasi.
"Tidurlah" Ucap Athena seraya mulai mengelus kepala Yama dengan lembut.
Yama lagi-lagi membuka matanya, dia mendongakkan wajahnya dengan sedikit memajukan bibirnya untuk meminta sebuah kecupan.
Athena yang melihat itu hanya bisa terkekeh geli, namun dia tetap memberikan satu kecupan untuk Yama.
"Aku mencintaimu" Ucap Yama.
Athena pun tersenyum manis
"Aku juga mencintaimu"
Setelah mendapat apa yang di inginkannya, kali ini Yama benar-benar menutup matanya untuk menyelam ke dalam mimpi.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye..