
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
"Yama, kau yakin baik-baik saja?" Athena kembali bertanya seraya menoleh pada Yama yang sedang mengendarai mobil.
Yama mengendarai mobilnya sendiri karena sesaat sebelum Yama menyelesaikan pekerjaannya, pria itu sudah lebih dulu meminta Mac untuk tidak menunggunya.
Yama melirik Athena "Aku baik-baik saja baby. Apa kau mulai nengkhawatirkan ku?"
Athena pun hanya berdecih.
"Bisa kah kita berhenti di super market? Aku ingin membeli sesuatu"
"As you wish baby" Ucap Yama.
Setelahnya, keheningan pun terjadi selama beberapa saat.
Hingga Athena tiba-tiba berkata "Aku merindukan Uncle Joe".
"Kita bisa mengunjunginya besok" Ucap Yama.
Athena menoleh pada Yama "Benarkah?"
"Hmm.."
Setelah itu, Yama baru menyadari suatu keanehan. Jalanan ini terlalu sepi, bahkan bisa dibilang hanya dia satu-satunya yang berkendara disana. Entah kenapa, jantung pria itu tiba-tiba saja berdetak dengan sangat cepat. Hingga saat hendak melewati persimpangan, tiba-tiba saja
Braaaakkkk....
Ada sebuah truk besar yang menerjangnya dari arah samping dengan sangat kuat.
Yama yang kehilangan kendalinya pun segera melepaskan kemudi lalu menarik Athena kedalam dekapannya. Pria itu berusaha menjaga kepala Athena agar tidak mengalami benturan saat mobil itu terguling.
Truk itu menerjang mobil Yama dengan sangat kuat hingga membuat mobilnya sampai berguling sebanyak 4x.
Setelah mobilnya berhenti berguling, Yama segera melepaskan sabuk pengamannya juga sabuk pengaman Athena. Pria itu bergegas menarik Athena untuk keluar dari dalam mobil.
Yama menggendong Athena lalu berlari menghindari mobilnya dengan mengabaikan kepalanya yang sangat berdenyut dan terus mengeluarkan darah. Bahkan, pria itu juga mengabaikan seluruh tubuhnya yang penuh dengan luka akibat tergores pecahan kaca.
Hingga akhirnya
Duaaaaar...
Mobil itu meledak tepat setelah Yama berada di jarak yang sedikit jauh dari sana. Yama berhenti berlari lalu jatuh terduduk dengan Athena yang berada dalam pangkuannya.
Athena terkulai tidak berdaya, gadis itu kehilangan kesadarannya.
Yama menepuk-nepuk pipi Athena dengan pelan
"Baby.. Heyy, kau mendengarku?? buka matamu, kita selamat.."
"Athena, cepat buka matamu, sadarlah"
Yama berkali-kali memanggil nama Athena, berharap agar Athena segera sadar.
Namun Athena tak kunjung membuka matanya hingga membuat Yama sedikit frustasi. Yama sungguh sangat takut jika apa yang ada di dalam mimpinya menjadi kenyataan. Yama benar-benar tidak siap jika harus kehilangan Athena.
Akhirnya, Yama pun memeluk Athena dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Baby, please, buka matamu.. ku mohon Athena.. bangunlah. jangan membuatku takut"
Athena yang tak kunjung bangun membuat Yama tidak kuasa lagi menahan air matanya, mereka seakan berlomba-lomba untuk mengalir di pipinya.
"Apa kau benar-benar ingin melihatku menangis, hmmm??"
"Bangun dan lihatlah.. Kau benar-benar mampu membuat iblis pencabut nyawa ini menangis.. Apa kau tidak ingin lagi berdebat denganku?? Apa kau sungguh tidak ingin lagi memakiku??"
Saat Yama hendak berkata lagi, dia menelan kembali kalimatnya ketika merasakan pergerakan dari Athena. Yama menghembuskan nafas lega lalu mengendurkan pelukannya, membuat ruang agar Athena bisa bernafas dengan leluasa.
__ADS_1
Athena membuka matanya lalu mengerutkan keningnya karena kepalanya terasa berdenyut dengan sangat kuat. Athena mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Yama. Gadis itu sedikit terkejut saat melihat Yama menangis.
"Heyyy.. apa kau menangis??" Athena bertanya seraya mengusap pipi Yama yang basah karena air mata.
"Aku tidak" Yama menjawab dengan suara yang sedikit tertahan.
Athena pun hanya terkekeh..
Namun Athena sedikit panik saat melihat kepala Yama yang berdarah "lihatlah, kepalamu berdarah, bahkan tubuhmu penuh luka."
Yama tersenyum lalu berkata "Aku baik-baik saja"
"Lalu bagaimana kita akan pulang? mobilmu sudah berubah menjadi api unggun"
Mendengar perkataan Athena, seketika membuat Yama tertawa lepas karena merasa lega Bisa dipastikan jika keadaan Athena sungguh baik-baik saja.
"Hey, jangan tertawa.. tidak kah kau lihat, mobilmu benar-benar berubah menjadi api unggun"Ucap Athena dengan sedikit ketus.
Yama tidak menanggapi ucapan Athena, dia Kembali memeluk Athena dengan lembut.
"Aku sungguh mencintaimu" Ucapnya seraya mencium pucuk kepala Athena.
Belum sempat Athena memberikan respon, tiba-tiba saja ada beberapa mobil menghampiri mereka. Yang mana ternyata itu adalah Leon, Alex , Ken, Mac, dan beberapa anak buah Yama.
Mac pun segera mendekati Yama Dan Athena.
"Tuan, maafkan kami. Kami terlambat menerima sinyal"
"Hmm"
Ya, sesaat sebelum mobil terguling, Yama sempat menekan tombol pelacak yang terpasang di setir mobilnya sebagai pertanda bahaya. Sinyal itu akan langsung terhubung pada Leon, karena pelacak itu adalah hasil dari buatan tangan Leon sendiri.
Leon, Alex, dan Ken juga segera mendekati Yama dan Athena. Mereka sedikit terkejut saat melihat Yama yang penuh dengan luka sedang memangku Athena yang terlihat baik-baik saja. Mereka menerka-nerka, bagaimana cara Yama melindungi Athena hingga gadis itu tidak mendapatkan luka sekecil apapun.
Yama melihat mereka dengan tatapan datar seperti biasanya lalu berkata "Kalian terlambat 20 menit"
Alex yang mendengar hal itu seketika berdecih.. Sungguh, tidak ada gunanya dia merasa khawatir pada Yama.
"Hmm.. aku berharap kau mati, tapi ternyata harapanku sia-sia" timpal Ken seraya berlalu menyusul alex.
"Aku bahkan tidak menyangka jika alat itu benar-benar berguna" Leon berkata seraya hendak mendekati Yama untuk membantunya.
Namun belum sempat Leon melangkah.. Dia mendengar teriakan Ken yang sedang mengeluarkan kepalanya lewat jendela mobil
"Biarkan saja dia, dia masih hidup, dia tidak memerlukan bantuan kita."
Leon pun hanya terkekeh seraya berbalik menuju mobil.
Sedangkan Yama, dia yang mendengar itu hanya menyunggingkan senyum tipisnya.
"Mereka benar-benar temanku" Ucapnya dalam hati.
Yama pun berdiri dengan Athena yang masih berada dalam gendongannya.
"Turunkan aku"
Athena merasa malu saat beberapa anak buah Yama melirik ke arahnya.
"Diamlah baby" Ucap Yama dengan sedikit tajam.
Athena pun mengatupkan bibirnya kembali lalu menyembunyikan wajahnya di leher Yama.
Yama segera berjalan menuju mobil untuk kembali ke kediamannya. Sebelum masuk ke dalam mobil, Yama memanggil Mac yang sedang memberikan arahan pada anak buahnya.
"Dapatkan pelakunya malam ini juga" Ucap Yama lalu masuk ke dalam mobilnya.
.....
Athena sedikit meringis saat mengobati luka di tubuh Yama.
"Apa kau baik-baik saja? Luka mu terlihat cukup parah"
__ADS_1
"Aku baik-baik saja baby"
"Berbalik lah, aku akan mengobati luka di punggung mu" Ucap Athena.
Yama pun memunggungi Athena. Gadis itu kembali mengoleskan obat di beberapa luka yang terdapat di punggung Yama.
"Apa kau tidak merasakan sakit?"
Sungguh, Athena saja yang melihat luka itu bisa merasakan perihnya. Berbeda dengan pria itu yang benar-benar tenang seakan tidak merasakan apapun.
"Aku sudah terbiasa" Ucap Yama.
"Sudah selesai, kau bisa memakai baju mu"
"Apa kau yakin tidak ingin di periksa oleh dokter?" Athena bertanya seraya merapikan kotak P3K.
"Tidak, biarkan saja" Ucap Yama lalu merebahkan tubuhnya di kasur.
Yama tersenyum saat memperhatikan Athena yang sedang menyimpan kembali kotak P3K itu.
Sejak dulu, luka se parah apapun yang di dapatkan Yama. Selama pria itu mampu untuk bergerak, dia hanya akan mengobatinya sendiri. Pria itu tidak mengijinkan siapapun untuk menyentuh tubuhnya.
Namun sekarang. Setelah Athena hadir dalam hidup Yama, pria itu mulai menggantungkan semuanya pada Athena. Bukan hanya tubuhnya, tapi juga hatinya.
"Baby, Kemarilah"
Athena pun mendekati Yama dan hendak duduk di tepi kasur, tapi Yama lebih dulu menarik Athena ke dalam pelukan pria itu.
"Yak.. Kau mengagetkanku" ucap Athena.
Namun.. Alih-alih memberontak, Athena justru menyamankan posisinya di pelukan Yama.
"Jangan pernah pergi meninggalkan ku" Ucap Yama.
Athena mendongak untuk melihat wajah Yama
"Apa yang kau pikirkan saat itu? Kenapa kau melindungi ku? Apa kau tidak takut mati?"
Yama menatap mata Athena
"Bagaimana bisa aku mati jika sang dewi kematian berada dalam pelukanku"
Athena memukul pelan dada bidang Yama
"Kau.. sungguh perayu ulung"
Yama pun hanya terkekeh lalu berkata "Tidurlah" seraya mengelus punggung Athena dengan lembut.
Athena pun memejamkan matanya hingga dengkuran halus mulai keluar dari mulutnya.
Yama tersenyum lalu sedikit membenarkan posisi tidurnya. Dia menatap langit-langit kamar dengan tatapan yang sulit di artikan.
Tak lama kemudian, Yama meraih ponselnya yang bergetar karena mendapatkan panggilan. Dia segera mengangkat panggilan itu ketika melihat nama si pemanggil
"Hmm, aku akan segera kesana" Ucapnya lalu mematikan sambungan.
Yama melepaskan pelukan Athena dengan sangat perlahan agar tidak menggangu tidur gadis itu.
"Good night baby" Ucapnya kemudian beranjak dari kasur.
Yama bergegas mengganti pakaiannya dan segera berlalu pergi menuju suatu tempat.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
bye bye...
__ADS_1