
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
"Kita akan menaiki ini?" Bella bertanya saat melihat mobil yang ada di depannya.
Pict by : Pinterest
Alih-alih menjawab, Ken justru membukakan pintu untuk Bella "Kemarilah, aku akan membantumu"
Bella yang mendapatkan perlakuan manis dari Ken pun sedikit tersipu. Dia menerima uluran tangan Ken, lalu menaiki mobil. Setelah menutup pintunya, Ken pun berjalan ke arah kemudi, lalu masuk ke dalam mobil.
Niat hati Ken ingin membantu Bella memasangkan sabuk pengamannya. Namun sayang, sabuk itu sudah terpasang dengan sempurna. Ken pun hanya tersenyum geli dengan pemikirannya sendiri.
"Rady?" tanya Ken.
Bella mengangguk lalu berkata dengan riang "Let's go.."
Ken pun mulai mengendarai mobilnya.
"Kita akan berburu dimana?" tanya Bella.
Ken melirik Bella sekilas "kau sudah pernah mengunjunginya"
"Tunggu dulu, jangan bilang.."
"Tenanglah, aku akan menjagamu" ucap Ken cepat.
"Tapi.."
Seakan mengerti arah pembicaraan Bella, Ken pun kembali memotong perkataan Bella
"Hutan milik Yama dan rumah Ibra berbeda wilayah. Beruntung saat itu kau melewati garis batas hingga bertemu denganku. Usahakan nanti kau jangan terlalu jauh dariku, agar aku bisa terus memantaumu."
Bella menghembuskan nafasnya lalu tersenyum
"Baiklah"
....
Sesampainya disana, Ken memarkirkan mobilnya di tempat biasa.
Mereka pun turun dari dalam mobil, lalu mengambil tas mereka masing-masing.
"Kau yakin akan membawanya sendiri?"
Bella sedikit memicingkan matanya "Ayolah, aku sudah terbiasa berburu. Lagi pula, setelah sampai di rumah kayu, kita hanya akan membawa beberapa barang"
*Note : Rumah kayu yang sensi maksud adalah rumah peristirahatan yang dibangun sama Ken ya wak.. Wak wak sekalian masih pada inget ga itu di bahas di episode yang mana?? Ok, sudahi cuap-cuapnya.
Ken pun akhirnya mengikuti kemauan Bella untuk membawa tas nya sendiri. Mereka mulai berjalan memasuki hutan dengan berjalan kaki. Setelah 30 menit berjalan, akhirnya mereka sampai di rumah kayu.
"Aku tidak menyangka waktu itu kau menggendongku dengan jarak sejauh ini" Bella berkata seraya mulai membongkar isi tasnya.
Ken pun terkekeh "tubuhmu sangat ringan jika dibandingkan dengan senjata yang ku bawa saat menjalankan misi"
__ADS_1
"Apa aku sekurus itu?" Bella bertanya seraya menatap Ken dengan mengerutkan dahinya.
Ken tersenyum jahil lalu menjawab "Entahlah, aku belum pernah menyentuhnya secara keseluruhan, mungkin saja ada beberapa bagian yang sedikit berisi" dan bergegas berjalan keluar sebelum mendapatkan makian dari Bella.
Pria itu akan menunggu Bella di luar karena dia sudah selesai menyiapkan beberapa barang yang di butuhkannya untuk berburu.
Bella seketika memelototkan matanya "Yaaaaaak.. Dasar otak mesum!!!"
Ken hanya terkekeh geli saat mendengar teriakan Bella.
Setelah selesai menyiapkan barang yang dibutuhkan, Bella segera menghampiri ken yang sudah menunggunya.
"Kau tidak membawa senjata?" Ken bertanya saat tidak melihat senjata apapun yang Bella bawa.
Bella menunjukkan pisau kesayangannya pada Ken
Pict by : Pinterest
"Kau akan membunuhnya dalam jarak dekat?" tanya Ken lagi.
Bella pun hanya mengangkat bahu acuh, lalu berjalan ke arah hutan tanpa menghiraukan Ken.
Ken hanya bisa tersenyum saat melihat tingkah Bella yang menurutnya menggemaskan, lalu berjalan menyusul Bella.
Saat mereka sudah memasuki hutan lebih dalam, tiba-tiba Bella menghentikan langkahnya
"Tunggu" ucap Bella lalu melihat ke arah suara yang dia dengar menggunakan teropong.
"Apa yang kau lihat?"
"Selamat menikmati mangsamu" Ucap Ken setelah melihat se ekor rusa yang di maksud Bella sedang memakan rumput.
"Tunggu disini"
Bella mulai mengendap-endap untuk mendekati rusa tersebut. Saat jarak mereka sudah dekat, rusa itu mulai sedikit waspada karena mendengar suara langkah Bella. Bella pun segera menghentikan langkahnya, lalu bersembunyi di balik pohon yang cukup besar.
Melihat rusa buruannya kembali tenang dengan melanjutkan memakan rumputnya. Bella dengan sigap melompat ke arah rusa itu dari arah belakang, dan dengan gerakan cepat dia langsung menyayat leher rusa itu hingga terkapar.
Ken merasa takjub saat melihat pemandangan itu, dia tidak menyangka kalau Bella benar-benar seorang perempuan yang sangat ganas.
"Wow, i love it.." ucap Ken.
Namun, rasa takjub Ken berubah menjadi rasa panik saat melihat Bella menusuk-nusuk tubuh rusa itu dengan sangat brutal.
Ken pun segera berlari menghampiri Bella
"Hey, hey, hey.. No, stop it Bella. Stop" ucap Ken seraya menarik Bella kedalam pelukannya lalu membawa Bella sedikit menjauh dari rusa itu.
Bella terisak dalam pelukan Ken "Aku, aku.. Maafkan aku.. Aku sungguh tidak menyadarinya. Aku, bau darah itu.. Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Aku.."
"Shuuuuut.. It's okay, it's okay, tidak apa-apa.. Semuanya baik-baik saja hmmmmm" Ucap ken seraya menepuk-nepuk pelan punggung Bella.
Setelah tidak mendengar isakan Bella, Ken berkata "Sebaiknya kita sudahi acara berburunya, kita bisa melakukannya lagi lain waktu."
Bella pun hanya menganggukan kepalanya.
Mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah kayu. Tapi, baru beberapa langkah mereka lalui. Tiba-tiba Bella terjatuh karena menginjak sebuah jebakan.
__ADS_1
Bella hanya bisa meringis saat merasakan sakit pada kakinya.
Melihat hal itu, seketika membuat Ken mengumpat "baji..ngan mana yang berani memasang jebakan disini".
Meskipun kawasan hutan itu merupakan kawasan hutan pribadi milik Yama, terkadang masih ada beberapa pemburu liar yang nekat masuk ke dalam hutan itu.
Ken berjongkok, lalu menggulung celana panjang Bella hingga lutut untuk melihat kondisi kakinya.
"Aku harus berbicara pada Yama agar meningkatkan keaman hutan"
Ken mengeluarkan sapu tangannya, lalu mengikatkannya pada kaki Bella guna menghambat pendarahannya.
"Sementara, gunakan ini terlebih dahulu agar tidak terlalu banyak mengeluarkan darah"
Saat ini lokasi mereka terlalu jauh untuk kembali ke rumah kayu. Akhirnya, Ken pun memutuskan untuk membawa Bella menuju sungai kecil yang jaraknya dekat dari lokasi mereka sekarang.
Pria itu memindahkan posisinya ke depan "naiklah, aku akan menggendongmu"
Bella pun hanya menurutinya karena kakinya benar-benar terasa sakit. Setelah membenarkan posisi Bella di punggungnya, Ken mulai berjalan menuju sungai.
"Kau akan membawaku kemana?" Bella bertanya saat menyadari arah mereka bukanlah menuju rumah kayu.
"Akan terlalu memakan waktu jika kita kembali ke rumah kayu. Sebaiknya kita mengobati kakimu terlebih dahulu" jawab Ken.
Sesampainya disana, Ken menurunkan Bella disebuah batu yang cukup besar.
"Mana kantung P3K nya?"
"Sepertinya aku tidak sengaja menjatuhkannya saat aku terjatuh" ucap Bella.
"Tunggulah disini, aku akan kembali untuk mengambilnya" ucap Ken.
Pria itu sedikit ragu untuk meninggalkan Bella sendirian disini. Tapi, sangat tidak memungkinkan jika dia harus membawa Bella kembali bersamanya.
"Pergilah, aku akan menunggu disini" ucap Bella.
Akhirnya Ken pun meninggalkan Bella untuk mengambil kantung P3K itu.
Sesaat setelah Ken pergi meninggalkan Bella, tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang yang membekap Bella menggunakan sapu tangan dengan bau yang sangat menyengat.
Bella yang tidak sempat memberontak pun hanya bisa pasrah saat kesadarannya mulai menghilang. Orang itu pun segera mengangkat tubuh Bella dan membawanya entah kemana.
Ken yang baru saja kembali seketika terkejut karena tidak melihat keberadaan Bella. Dia hanya melihat pisau milik Bella yang tergeletak disana.
Ken pun mengambil pisau itu lalu berkata "ternyata baji..ngan itu sungguh ingin bermain-main denganku."
Ken memutuskan untuk kembali ke kediamannya dan tidak akan memberitahu uncle Joe untuk hal ini. Dia akan mendapatkan Bella kembali dengan caranya.
Ken mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang
"Aku membutuhkan kalian dan beberapa elite" lalu mematikan sambungan.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
__ADS_1
bye bye..