
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Saat Athena telah selesai membersihkan diri, gadis itu memilih duduk di depan meja rias dengan handuk yang masih bertengger di kepalanya. Dia mengambil krim malam yang ada di atas meja lalu mulai mengoleskannya pada wajahnya.
Melihat hal itu, Yama segera menutup laptop yang ada dipangkuannya. Dia beranjak menghampiri Athena. Yama melepaskan handuk itu dari kepala Athena, lalu mulai mengeringkan rambut Athena.
"Apa kau lelah?"
Athena menatap Yama melalui pantulan cermin lalu menggelengkan kepalanya
"Tidak, aku sungguh bahagia bisa membuatkan gaun pernikahan untuk Bella" ucapnya.
Ya, besok adalah hari dimana Ken dan Bella akan melangsungkan pernikahan mereka. Satu bulan yang lalu, tepat di pagi hari setelah kematian Ibra, Ken dan Bella mendatangi Yama dan Athena untuk membahas tentang pernikahan mereka. Yama dan Athena yang mendengar itu pun menyetujuinya, dan mereka pun membantu menyiapkan semuanya. Bukankah niat baik harus di laksanakan secepatnya?
"Bawalah beberapa pengawal untuk besok" Ucap Yama.
"Hmmm.. Tak apa.. Lagi pula, Matthew yang akan menjadi supirnya"
"Tidurlah, besok kau harus bangun lebih awal. Aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaanku terlebih dahulu" ucap Yama seraya menuntun Athena menuju tempat tidur.
Athena pun hanya menurutinya, dia membaringkan tubuhnya dengan Yama yang membenarkan letak selimut Athena. Yama menatap Athena dengan lembut, dia mengecup kening Athena sejenak lalu berkata
"Aku mencintaimu"
Namun Athena hanya membalasnya dengan senyuman. Yama tidak mempermasalahkannya, dia tau jika Athena masih belum sepenuhnya menerimanya. Yama pun segera berjalan menuju sofa untuk meneruskan pekerjaannya.
Athena yang melihat itu sedikit memiringkan posisi tidurnya agar menghadap ke arah Yama. Dia menatap Yama dengan pikiran yang berkecamuk. Hidup bersama Yama membuatnya merasa nyaman. Mungkin, kini Athena sudah jatuh kedalam pesona Yama, hingga lambat laun dia mulai enggan untuk menjauh dari Yama.
Tapi, masih ada setitik rasa takut yang menyelimuti hatinya. Entahlah, biarkan saja semuanya mengalir sebagaimana mestinya. Athena pun memejamkan matanya, menunggu hari esok yang akan tiba.
....
Pagi harinya..
Athena sudah berada di kediaman Bella.
Sesuai dengan keinginan Bella, hanya akan ada beberapa orang yang hadir di acara pernikahannya. Bella hanya meminta kehadiran Ke 3 temannya, Matthew, dan lucas, juga uncle Joe yang akan menuntunnya menuju altar.
Kini, Bella tengah bersiap untuk pernikahannya. Dia di dandani oleh beberapa perias profesional yang khusus di sewa oleh Ken.
Athena memperhatikan Bella dari balik pantulan cermin
"Kau cantik..."
"Terimakasih, semua juga berkat kau" Ucap Bella.
"Aku ikut bahagia untuk semuanya"
Bella pun tersenyum.
__ADS_1
"Apa calista dan Keisha datang terlambat?" tanya Bella.
"Tidak, tidak.. kami sudah berada disini" Ucap Calista yang datang memasuki kamar.
"Woooooow.. kau sungguh seperti seorang puteri" Ucap Keisha.
"Aku sungguh terharu" ucap Calista dengan mata yang berkaca-kaca.
Bella yang mendengar itu seketika terkekeh
"Heyyyyy, jangan menangis.. Apa kau ingin merusak make up ku?"
ke 4 gadis itu pun sibuk berbincang-bincang, hingga
"Haiiii..." ucap seorang pria yang baru saja tiba.
Athena mengerutkan keningnya
"Kenapa kau yang datang? Bukankah seharusnya Matthew yang menjemput kami?"
"Entahlah, aku hanya di minta menggantikannya"
Athena pun hanya mengangkat bahunya acuh lalu berkata
"Sudahlah, tak apa. Kau atau pun Matthew tak masalah"
"Baiklah, kita berangkat sekarang" Ucap Calista.
ke 4 gadis itu pun menerima air itu, lalu meminumnya.
"Terimakasih" Ucap Bella.
"Ok, sekarang kita berangkat" Ucap Calista.
Mereka pun segera berangkat menuju gereja untuk pemberkatan.
....
Sementara itu...
Matthew yang bertugas untuk menjemput ke 4 gadis itu sedang mengganti bannya yang tiba-tiba saja pecah. Dia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.
"Astaga, jika seperti ini maka akan benar-benar terlambat"
Dia kembali bergegas mengganti ban mobilnya hingga selesai. Saat dia tengah mengembalikan peralatannya ke dalam bagasi, dia mengerutkan keningnya ketika melihat ke 4 gadis itu menaiki mobil lain.
Matthew pun segera mengambil ponsel yang ada di dalam kantung celananya untuk melihat kalau-kalau ada yang mengabarinya.
Namun, matthew lagi-lagi mengerutkan keningnya saat tidak mendapatkan informasi apapun mengenai hal itu. Dia bergegas menghubungi Leon untuk memastikan.
"Hallo.."
(Kenapa kau belum datang juga?) gerutu Leon di seberang sana.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang menggerutu. Ban mobilmu tiba-tiba saja pecah. Apa kau ingin mencelakai ke 4 gadis itu?"
(Lalu bagaimana sekarang?)
"Aku sudah menggantinya"
(Cepatlah, kita semua sudah menunggu.)
Matthew semakin mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Leon.
"Tunggu dulu.. Kalian menunggu?? Bukankah kalian mengirimkan seseorang untuk menggantikanku?"
(Tidak ada yang mengirimkan siapapun, kita semua menunggumu.)
Rasa panik seketika menghampiri Matthew, dia berkata dengan cepat
"Ada sesuatu yang aneh disini. Aku melihat ke 4 gadis itu menaiki mobil lain. Namun aku tidak mengenali pria yang membawa mereka. Kau.. Kau cobalah lacak posisi mereka. Aku akan mencoba mengejar mobil itu. Aku akan menghubungimu nanti"
Matthew pun segera mematikan sambungannya tanpa mendengar jawaban dari Leon. Dia bergegas mengikuti kemana mobil itu pergi, dia mengendarai mobilnya secepat yang dia mampu, berharap masih bisa mengejar mobil yang membawa ke 4 gadis.
Beruntunglah dia karena jalanan yang di tempuh merupakan jalanan lurus yang panjang. Dia sedikit memberi jarak dengan mobil yang di kejarnya untuk memastikan dugaan.
Dan benar saja dugaannya, mobil itu tidak melaju ke tempat yang seharusnya. Dia mengikuti mobil itu hingga sampai di sebuah bangunan besar yang sudah tak terpakai.
Matthew pun memarkirkan mobilnya di tempat yang sedikit jauh dari gedung itu, dia mengawasi setiap gerak gerik disana. Matthew cukup terkejut saat melihat ke 4 gadis itu tak sadarkan diri.
Matthew segera mengambil ponselnya, dia memotret setiap gerak gerik yang dia lihat disana dan segera mengirimkannya pada Leon. Namun sayang, dia tidak bisa melihat wajah pria yang mengemudi mobil. Akhirnya dia memutuskan untuk menunggu hingga situasi sedikit aman.
Saat tengah menunggu, dia mencoba untuk menghubungi Leon
"Apa kau sudah menerima gambar yang ku kirim?"
(Ya, bagaimana situasi disana?)
"banyak penjaga yang berkeliaran, aku tidak yakin bisa berdiam diri terlalu lama"
(Aku sudah menemukan lokasimu. Selama 1 jam kedepan, usahakan untuk tidak memancing peehatian, dan jangan bergerak sebelum kita samapai disana.)
"Akan aku usahakan" Ucap Matthew lalu memutuskan sambungan.
Setelah beberapa saat menunggu, Matthew memutuskan untuk keluar dari dalam mobilnya. Dia ingin memastikan situasi lebih jelas lagi.
Namun tanpa disadarinya, ada beberapa orang yang telah mengintainya. Hingga saat Matthew menutup pintu mobilnya, kepalanya tiba-tiba saja di tutup menggunakan kain hitam dan diseret entah kemana.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
bye bye..
__ADS_1