Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Bertaruh..


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Pagi harinya...


Athena menoleh pada Yama yang sedang sibuk dengan ponselnya lalu bertanya untuk yang ke sekian kalianya "Kau akan membawaku kemana?"


"Diam dan nikmati saja perjalanannya" Yama menjawab tanpa mengalihkan fokusnya dari ponsel.


Mendengar jawaban Yama yang tidak berubah, Athena pun menghembuskan nafasnya lelah lalu memilih untuk diam dan memejamkan matanya. Menunggu tempat seperti apa yang akan didatanginya.


Saat tidak lagi mendengar suara Athena, Yama meliriknya sekilas lalu tersenyum. Dia menyimpan ponselnya lalu memejamkan matanya, dan membiarkan keheningan mengiringi perjalanan mereka.


Hari ini, Yama akan membawa Athena ke sebuah tempat yang akan menjadi favourite nya kelak. Yama tau, akhir-akhir ini dia terlalu membatasi Athena dalam hal apapun.


Hingga akhirnya Yama menemukan cara agar Athena tidak terlalu jengah bersamanya. Yama akan membiarkan gadis itu menikmati hobinya hingga puas.


Setelah memarkirkan mobilnya, Mac melirik ke arah Yama melalui kaca spion depan lalu berkata "Tuan, kita sudah sampai"


Mac pun keluar dari dalam mobilnya dan membukakan pintu untuk Yama. Lalu memposisikan dirinya di samping mobil untuk menunggu tuannya.


Yama membuka matanya dan segera keluar dari dalam mobil. Saat Mac hendak membukakan pintu untuk Athena, Yama mencegahnya.


Pria itu berjalan ke arah pintu dimana Athena duduk, lalu membukanya. Yang mana hal itu mampu membuat beberapa anak buahnya yang ada disana sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Yama.


Yama sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah Athena lalu berkata dengan sedikit berbisik "wake up baby, turunlah" dan kembali menegakkan tubuhnya.


Athena hanya menanggapinya dengan menghela nafas lelah, dia membuka matanya lalu menegakkan tubuhnya.


Namun, lelah yang dia rasakan seketika hilang tergantikan dengan binar bahagia yang terpancar dari matanya.


Athena turun dari mobil dengan gerakan yang sedikit terburu-buru dan melewati Yama begitu saja. Gadis itu tersenyum dengan mata yang fokus melihat ke depan hingga mengabaikan beberapa anak buah Yama yang sedang berdiri disana.



Pict by : Pinterest



Pict by : Pinterest


"Wow..."


Athena tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya saat melihat 2 buah mobil yang terparkir di depannya. Athena memandangi mobil itu dengan tatapan memuja.


Sungguh, itu adalah mobil favourite nya.. Apa lagi kalau bukan si pantat sexy, Nissan R35 GTR..


Yama merasa gemas sendiri melihat wajah Athena berbinar senang dengan bibir ranumnya yang terus berucap "Wow". Yama benar-benar ingin melahap bibir itu saat ini juga.


Namun pria itu segera menepis pikiran kotornya lalu melepas kaca matanya seraya menghampiri Athena.



Pict by : Mariano Divaio

__ADS_1


"Kau menyukainya baby?"


Athena segera mengubah ekspresi nya saat mendengar pertanyaan dari Yama.


"Hmmmm.. Tidak buruk"


Yama menyunggingkan senyum tipisnya, sangat tipis, hingga hampir tidak terlihat.


"Kau ingin mengendarainya?"


Athena pun mengangguk dengan sangat antusias


"Bolehkah?"


"Hmmmm.."


"Tapi tunggu dulu, kenapa ada 2?" Athena bertanya dengan sedikit mengerutkan keningnya.


Yama pun menaikan sebelah alisnya "Ingin bertaruh untuk satu putaran?"


Athena pun merasa sangat tertantang "Ok.. Apa taruhannya?"


"Yang kalah, akan mengabulkan permintaan pemenang" ucap Yama.


Athena memicingkan matanya lalu menatap Yama "Apapun itu?"


"Apapun itu"


"Kau yakin??" Athena bertanya sekali lagi untuk memastikan.


Yama mendekati Athena yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya, lalu berbisik "Yes baby.. Maka berusaha lah untuk menang.."


Yama pun akhirnya terkekeh karena sudah tidak kuat menahan rasa gemasnya.


Kali ini Mac dan beberapa anak buah Yama yang ada di sana benar-benar merasa terkejut ketika melihat Yama dibuat terkekeh oleh Athena. Mereka sedikit tidak percaya jika Athena mampu mencairkan es itu dengan sangat mudah.


Tapi mereka segera menyudahi pemikirannya ketika Yama memberi perintah agar salah satu dari mereka memberikan aba-aba.


Salah satu dari mereka pun akhirnya mulai memposisikan diri di antara 2 mobil itu dengan memegang selembar sapu tangan.


Athena kembali menutup pintu mobilnya, lalu menatap Yama


"Yama.. Sepertinya ada yang aneh disini"


Yama yang sudah memegang pintu mobil pun mengurungkan niatnya, lalu berbalik untuk melihat Athena.


"Bukankah jalanan ini terlalu sepi?" tanya Athena.


Karena setau Athena, Ini adalah jalanan umum menuju sebuah bukit. Yang mana seharusnya ada kendaraan yang berlalu lalang. Gadis itu baru menyadarinya saat melihat bukit yang ada di depannya, salahkan matanya yang terlalu fokus memandangi mobil dengan pantat sexy itu hingga dia melupakan hal ini.


"Kau tidak menyewanya kan?" tanya Athena lagi.


"Tidak"


Athena pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya seraya bergumam "Mungkin memang sedang sepi pengunjung" Ucapnya dalam hati.


"Aku membelinya untukmu"

__ADS_1


"Whaaaat? Apa kau bodoh?" Athena sedikit berteriak seraya memegang kepalanya yang tiba-tiba saja terasa berdenyut.


Perkataan yang di lontarkan gadis itu mampu membuat Mac dan para anak buah Yama melongo tidak percaya. Gadis itu adalah satu-satunya orang yang berani berteriak pada Yama bahkan hingga memakinya.


Mereka bahkan lebih tidak percaya lagi ketika Yama hanya menanggapi gadis itu dengan mengangkat bahunya acuh tak acuh. Mereka jadi ingin tahu apa yang dimiliki gadis itu hingga mampu menjinakkan Yama.


Yama pun memasuki mobil dan mulai menyalakan mesinnya, mengabaikan Athena yang sedang mengoceh.


"Astaga.. Pria tua itu benar-benar gila.. Bahkan lebih gila dari apa yang aku bayangkan" Gerutu Athena seraya memijat pangkal hidungnya.


Sungguh, Athena tidak menyangka jika Yama segila itu. Athena mendadak ingin tahu berapa digit angka yang tertera pada buku rekening Yama.


Athena memang tidak semiskin itu. Tapi untuk membeli sebuah jalan beserta bukitnya.. Oh astaga, kepala Athena benar-benar berdenyut saat memikirkannya.


Yama menurunkan kaca mobilnya saat melihat Athena yang tidak kunjung memasuki mobilnya.


"Baby, sampai kapan kau akan berdiri disitu?" Yama sedikit berteriak pada Athena.


Athena menoleh ke arah Yama dan segera masuk ke dalam mobilnya. Athena pun mulai menyalakan mesin seraya menurunkan kaca mobilnya. Dia menatap Yama seraya tersenyum manis.


"Aku akan mengalahkanmu dengan mudah."


Yama pun membalas senyuman Athena dengan smirknya.


Suara deru mesin pun saling menyahut. Athena mulai memfokuskan pandangannya ke depan, sangat berbanding terbalik dengan Yama yang terlihat santai.


Saat sapu tangan itu dilepaskan, mereka mulai melajukan mobilnya. Athena pun mengoper giginya, lalu menginjak gas dengan penuh perhitungan untuk menambah kecepatannya, dia berusaha untuk mengejar Yama yang saat ini berada di depannya.


"Shi...t.. Dia terlalu cepat." Ucap nya.


Athena mengoper lagi giginya, lalu sedikit memutar stirnya ke arah kiri


"Come darling.. Tunjukkan seberapa cepat dirimu" Ucapnya lalu semakin menekan pedal gas dan..


"Wow, I love darling.." Ucap nya saat berhasil menyalip Yama.


Athena melirik ke arah kaca spion untuk melihat mobil Yama yang berada di belakangnya. Dia memutar stir ke kiri dan ke kanan, guna menghalangi Yama agar tidak bisa menyalipnya kembali.


Yama yang melihat itu pun hanya tersenyum tipis, dia mengoper gigi lalu menstabilkan kecepatannya. Yama sedikit menyamankan posisi duduknya, lalu memegang kendali dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya dia gunakan untuk menopang kepalanya dengan bersandar pada kaca mobil.


Saat hampir sampai di garis finish. Athena sedikit mengendurkan gasnya, mengoper gigi, lalu kembali menginjak pedal gas nya. Gadis itu memfokuskan pandangannya ke depan.


"Ok darling, setelah ini kau akan menjadi milikku, dan aku akan mengajakmu berkeliling.." Ucap Athena dengan tersenyum lebar seraya semakin menambah kecepatnya.


Namun saat Athena hampir menyentuh garis finish, dia sangat terkejut karena Yama tiba-tiba menyalipnya


"Fu..ck, aku kalah..."


Athena pun akhirnya hanya bisa pasrah saat Yama sudah lebih dulu mencapai garis finish.


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..


salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2