Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Meluruskan Kesalah Pahaman


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Sebelumnya...


"Baiklah, kita berangkat sekarang" Ucap Athena.


Setelahnya, mereka pun segera bergegas menuju ke tempat tujuan mereka.


.....


Setelah melewati perjalanan selama hampir 1 jam, mereka pun sampai ke tempat yang menjadi tujuan mereka.


Namun saat mereka sudah berada di depan gerbang, mereka di hentikan oleh 2 orang penjaga yang memiliki tattoo lambang black pearl di leher mereka.


Ya, tempat yang mereka tuju adalah markas black pearl.


Salah satu penjaga itu mendekat ke arah kemudi, dia mengetuk kaca jendela mobil lalu menggerakkan jari telunjuknya naik turun, meminta Ken agar menurunkannya


"Apa yang kalian butuhkan?" Tanya penjaga itu ketika Ken sudah menurunkan kaca jendela mobilnya.


Athena yang berada di sebelah Ken menjawab dengan Cepat "Kami ingin bertemu dengan Tuan Bass."


"Apa kalian sudah membuat janji?"


"Katakan saja padanya, ini tentang Tuan *Aaron" jawab Ken.


(*Ketua black pearl sebelum Bass.)


Mendengar nama Tuan Aaron nya di sebut, penjaga itu sedikit menjauh dari mobil dan segera menghubungi Bass melalui ponselnya.


Setelah beberapa saat menunggu. Penjaga itu menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya, lalu mendekat ke arah mobil dan mengijinkan mereka untuk masuk. Tapi tidak dengan mobil mereka, mereka harus meninggalkan mobil itu di luar gerbang.


Mereka pun menyetujuinya, lalu keluar dari dalam mobil dan menyerahkan kunci mobil itu kepada salah satu penjaga.


2 penjaga itu segera memeriksa mereka untuk memastikan tidak ada senjata dalam bentuk apapun yang mereka bawa. Di rasa aman, salah satu penjaga itu mengantarkan mereka menuju ruangan dimana Bass berada.


"Tuan Bass sudah menunggu di dalam" ucap si penjaga kemudian berlalu pergi dari sana.


Athena menghembuskan nafasnya sejenak lalu membuka pintu yang ada di hadapannya. Di dalam ruangan itu tidak hanya ada Bass. Tapi juga ada Piete, Dean, dan Nik.

__ADS_1


Bass dan yang lainnya sedikit terkejut saat menyadari siapa yang datang menemuinya, karena si penjaga yang meneleponnya tadi hanya mengatakan ada 1 orang gadis dan 3 orang pria yang datang mencarinya untuk membahas mengenai Aaron. Bass segera menghilangkan rasa terkejutnya dan meminta mereka untuk duduk.


"Angin apa yang membawa kalian kemari?" Bass bertanya seraya menatap Athena dengan intens.


Pria itu sedikit terpesona saat melihat Athena. Namun dia segera menghilangkan pemikirannya dan kembali fokus pada hal apa yang akan mereka sampaikan.


Alih-alih menjawab pertanyaan yang Bass lontarkan, Athena justru meletakkan ponsel dan flashdisk yang dia bawa ke atas meja, lalu menggesernya ke depan agar Bass mengambil dua benda itu.


Namun, Bass hanya melirik 2 benda itu tanpa minat.


"Apa itu?"


"Peehatikan baik-baik ponsel yang ada di hadapanmu. Seharusnya kau mengenali ponsel itu" jawab Athena.


Bass sedikit penasaran saat mendengar apa yang Athena katakan, dia memperhatikan ponsel yang sudah sedikit retak itu lalu meraihnya dengan tangan yang sedikit gemetar.


"Bukankah ini ponsel milik Aaron?"


"Ya, ponsel itu miliknya. Disana berisi percakapan terakhir antara Tuan Aaron dan kekasihku" Athena menjawab dengan sedikit menekan kan kata kekasihku.


Bass tidak segera mengecek ponsel itu, dia menatap Peat, Dean, dan Nik terlebih dahulu.


Mereka yang di tatap pun segera menganggukkan kepala mereka sebagai tanda setuju.


Setelahnya, Bass segera menyalakan ponsel yang ada di genggamannya lalu mencari apa yang di maksud oleh Athena.


"Jadi, Yama datang kesana untuk membantu Aaron?"


Athena mengangguk seraya berkata "Ya, tuan Aaron sendiri yang meminta Yama untuk datang menolongnya. Namun naasnya, Yama datang terlambat. Dan ya, dia melihat tuan Aaron yang sudah terbujur kaku tak bernyawa."


Athena menghela nafasnya sejenak, lalu melanjutkan perkataannya "Tapi, hanya karena kalian melihat kekasihku berdiri di dekat mayat Tuan Aaron dengan memegang sebuah pistol, kalian langsung mengira jika Kekasihku adalah pembunuhnya. Bahkan tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi."


"Seharusnya kalian tahu.. Sejak dulu, hubungan tuan Aaron dan Yama selalu baik2 saja bahkan tidak pernah ada masalah yang timbul di antara mereka. Bukankah kalian juga tahu, selama ini Tuan Aaron dan Yama selalu menjalankan bisnis bersama. Jadi untuk apa Yama membunuh rekan bisnis yang sangat setia padanya?"


Setelah mengatakan hal itu, Athena menghembuskan nafasnya dengan perasaan lega. Dia melirik 3 pria yang duduk di sampingnya seraya menampilkan senyum kecilnya.


Ya, Athena bisa mengetahui hal itu karena mendengarkan penjelasan dari Ken, Leon, juga Alex saat sedang menyusun rencana.


Bass dan ke 3 rekannya merasa sangat terkejut saat mendengarkan penjelasan dari Athena, mereka tidak menyangka jika rasa dendam yang mereka miliki untuk Yama hanyalah sebuah rasa dendam tanpa alasan yang pasti. Bahkan, mereka sampai kehilangan kata-kata hingga mereka hanya bisa terdiam untuk waktu yang cukup lama.


Sampai Athena kembali membuka suaranya, menyadarkan mereka dari rasa terkejut.


"Rekaman kamera dashboard yang ada di hadapanmu itu akan menjelaskan tentang siapa pembunuh Tuan Aaron yang sesungguhnya."

__ADS_1


Mendengar hal itu, Bass segera menghubungi salah satu bawahannya agar membawakannya sebuah Laptop.


Bass pun segera memutar rekaman itu, dia dan ke 3 rekannya memperhatikan setiap kejadian dengan seksama. Mereka lagi-lagi terkejut saat melihat wajah sang pembunuh. Bass menutup laptopnya dengan tangan yang sedikit bergetar.


Pria itu dan ke 3 rekannya sungguh tidak tahu harus mengatakan apa. Mereka benar-benar di landa rasa terkejut yang begitu hebat. Mereka tidak mengira jika pembunuh Aaron yang sesungguhnya adalah orang yang akhir-akhir ini sering mereka elu-elukan.


Ya, pembunuh Aaron yang sesungguhnya adalah Kavin, atau kita sebut saja sebagai Mr.K.


"Baji..ngan itu benar-benar" ucap Bass dengan penuh emosi.


Nik mengusap wajahnya kasar lalu berkata "Jadi, selama ini kita dipermainkan olehnya?"


"Aku harus membunuhnya sekarang juga" Ucap Dean seraya hendak beranjak dari sana.


Sedangkan Piete, dia hanya diam seribu bahasa dengan mata yang penuh kilatan amarah.


Athena segera menghentikan Dean, gadis itu meminta mereka agar menenangkan diri sejenak.


"Jika kalian benar-benar ingin membunuhnya, maka ikutilah rencana yang sudah ku susun. Kalian tidak hanya akan membunuhnya, tapi juga memberantas habis kelompoknya" Ucap Athena lalu meminta Leon agar menyerahkan ampul racun itu padanya.


Athena pun meletakkan ampul racun itu ke atas meja, lalu mendorongnya ke hadapan Bass.


"Malam ini juga, adakanlah sebuah pesta besar di kediam Mr.K dan buatlah seolah-olah itu adalah pesta kematian Yama. Aku sudah membuat suasana di mansion Yama menjadi suasana berkabung. Dan pastikan agar semua minuman yang ada di sana kalian tetesi menggunakan cairan itu. Hanya jangan membubuhkannya pada minuman Mr.K, cukup bawa dia ke tempat yang aman. Aku sendiri yang nantinya akan turun tangan untuk menghadapinya" sambungnya.


Bass sedikit menimang ampul racun yang ada di genggamannya lalu menatap Athena


"Aku akan melakukannya" Ucap Bass dengan mantap.


Athena melihat jam yang ada di pergelangan tangannya lalu berkata "aku hanya memberikan kalian waktu 3 jam dari sekarang, aku akan mempercayakan semuanya pada kalian"


Lalu Athena mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jaketnya


"Hubungi kami melalui ini"


Setelahnya, Athena dan 3 pria yang ada di sampingnya pun berlalu pergi dari sana.


Bass dan ketiga rekannya juga segera beranjak dari sana untuk melakukan apa yang Athena perintahkan.


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


salam sayang dari sensi πŸ’•


bye bye..


__ADS_2