
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Sebelumnya...
"Tuan, obatnya sudah bekerja" ucap Lyla.
"Pergilah" ucap Yama.
Lyla pun membungkukkan badannya, lalu pergi dari hadapan Yama.
...
Yama memandangi ruang operasi lewat kaca pemisah. Pria itu memperhatikan Leon dan 2 asistennya sedang memasangkan beberapa alat medis pada tubuh Athena yang sedang berbaring di atas brankar.
Setelah alat itu terpasang, salah satu asisten leon mulai memutar tuas pada brankar, agar bagian kepala Athena sedikit lebih naik hingga membuat posisi Athena sedikit duduk.
Sebelum Leon memulai operasinya, dia sekali lagi memastikan kepada Yama lewat intercom yang terhubung ke luar.
"Apakah kau yakin akan melakukan hal ini?"
"Lakukanlah" Yama menjawab dengan sangat yakin.
Mendengar hal itu, lagi-lagi Leon hanya bisa menghela nafasnya pasrah. Bukan karena tidak bisa, tapi karena ini adalah percobaan pertamanya dan membuatnya sedikit takut mengalami kegagalan.
Karena sebelum-sebelumnya, Leon memasangkan chip pelacak itu hanya pada bagian tubuh yang memiliki saraf yang tidak terlalu rumit. Sedangkan untuk memasangkan chip pelacak di dalam gusi, sungguh adalah sesuatu yang terlalu memakan resiko.
Bagaimana tidak? Jika pekerjaannya gagal. Bisa saja menimbulkan infeksi, dan jika infeksi itu terjadi maka akan terjadi pembengkakan saraf. Dan pembengkakan saraf itu bisa menyebar ke bagian saraf mata, yang mana hal itu bisa ada kemungkinan membuat Athena mengalami kerusakan mata. Terlebih lagi jika infeksi itu menyebar sampai pada saraf otak.. Sungguh, memikirkannya saja membuat Leon pusing.
*Note : Sensi baca informasi ini dari google. Kalau ada yang lebih tahu, bisa tinggalkan jejak di komentar.
Kalau saja orang yang akan dijadikannya bahan percobaan adalah orang lain, Leon tidak mungkin sepusing ini. Tapi orang yang akan dia jadikan bahan percobaan adalah Athena, jika dia sampai mengalami kegagalan, entah nasib seperti apa yang akan di dapatkannya.
Setelah mencoba meyakinkan diri, akhirnya Leon memulai operasinya.
Dia memasangkan mouth gate pada mulut athena, dan mencabut salah satu gigi gerahamnya.
Setelah gigi itu tercabut, Leon mulai menyayat bagian gusi terdalamnya secara perlahan, dengan mata yang hampir tidak berkedip. Dirasa sayatannya cukup, dia pun mulai memasukkan chip pelacak itu kedalam gusi Athena dengan sangat hati-hati.
Setelah memastikan chip pelacak itu tertanam dengan posisi yang baik, dia pun menjahit bekas sayatannya, kemudian memasangkan kembali gigi Athena, lalu menyuntikkan sebuah cairan yang dia ciptakan guna mempercepat penyembuhannya.
Leon melirik ke arah jam yang terpasang di dinding, tak terasa dia sudah menghabiskan waktu selama 2 jam.
"Clear" ucap Leon lalu menghembuskan nafas lega.
Leon pun melirik ke arah 2 asistennya. Mereka yang melihat tatapan Leon pun hanya membalasnya dengan anggukan lalu membereskan alat dan keluar meninggalkan ruangan.
"Ini adalah operasi pemasangan chip terlama yang pernah aku lakukan" ucap Leon saat Yama memasuki ruang operasi
Yama tidak menanggapi ucapan Leon, dia hanya memandang Athena dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Leon.
__ADS_1
Alih-alih memberikan jawaban, Yama justru memberikan pertanyaan pada Leon "Apa efek samping yang akan dirasakannya?"
"Gusinya akan sedikit membengkak dan terasa ngilu" jawab Leon.
"Lalu?" Yama kembali bertanya.
Leon melepas sarung tangannya seraya memberikan penjelasan "Lalu, setelah beberapa jam, pembengkakan dan rasa ngilunya akan menghilang. Lagi pula, aku menggunakan obat yang ku buat sendiri. Athena juga memiliki metabolisme yang bagus, jadi pemulihannya akan lebih cepat. Kau cukup mengompresnya dengan es batu untuk mengurangi rasa ngilunya"
"cobalah, apa alat itu berfungsi dengan baik" ucap Leon lagi.
Yama pun mengeluarkan ponselnya, dan melihat sebuah titik merah berkedip dengan stabil. Yang berarti alat itu berfungsi dengan baik.
"Hmm, alat itu berfungsi" ucap Yama.
"Tapi, meskipun alat itu berfungsi. Setelah beberapa hari, aku harus kembali memastikan keadaannya. Untuk melihat apakah terjadi infeksi atau tidak" ucap Leon.
Yama melirik leon sekilas lalu bertanya "Kapan dia sadar?"
Leon pun melihat ke arah jam dinding seraya berkata "sekitar 30 menit dari sekarang" lalu mulai melepaskan alat-alat medis yang menempel pada tubuh Athena.
"Kau bisa membawanya kembali kedalam kamar" ucap Leon saat alat-alat yang menempel pada tubuh Athena sudah terlepas.
Yama pun segera menggendong Athena untuk kembali ke kamarnya.
....
Setelah 40 menit berlalu..
Athena mulai membuka matanya, dia berdesis seraya memegangi pipinya yang sebelah kanan.
"Ughhh, ada apa dengan gigiku" Athena bergumam seraya beringsut untuk duduk.
Saat hendak turun dari kasur, tiba-tiba dia berjengkit hingga terduduk di tepian kasur karena dikagetkan oleh Yama yang sedang duduk di atas sofa seraya memandanginya.
"Yaaak, sejak kapan kau disitu. Beruntunglah aku tidak memiliki penyakit jan..
"Assshhhhh... ada apa dengan gigiku.." makian Athena tergantikan dengan desisan.
Gadis itu kembali mengusap pipinya
"Ugghhh.. ini membengkak..."
"Apa yang terjadi?" Yama bertanya seraya mendekati Athena dengan seolah-olah tidak mengetahui apa-apa.
Athena pun mendongakkan kepalanya saat Yama sudah berdiri di hadapannya lalu menjawab "Entahlah, gusiku terasa ngilu" dengan tanpa sadar.sedikit memelaskan tatapannya seperti sedang mengadu pada kekasihnya.
Ya, ketika Athena sakit, dia akan berubah menjadi sedikit manja. Hal itu pun hanya di ketahui oleh ketiga temannya dan uncle Joe.
Yama pun mengusap pipi kanan Athena yang memang terlihat sedikit membengkak. Kemudian dia memencet tombol intercom yang menghubungkannya dengan rumah sisi. Pria itu meminta salah satu pelayan untuk membawakannya semangkuk es batu dan ice bag.
Pict by : Google
Sedangkan Athena, dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia hanya memperhatikan apa yang tengah di lakukan Yama dengan masih setia memegangi pipi sebelah kanannya.
__ADS_1
Setelah salah satu pelayan mengantarkan apa yang Yama inginkan. pria itu mulai mengisi ice bag dengan beberapa potong es batu, lalu menghampiri Athena dan mendudukan dirinya di samping kiri Athena.
"Berbaringlah dan pejamkan matamu, aku akan mengompresnya" Yama berkata seraya membantu Athena untuk berbaring.
Athena pun hanya menuruti ucapan Yama, dia membaringkan tubuhnya menyamping ke arah Yama, lalu memejamkan matanya.
"Ssshhhhhhh.... Ughhhh, pelan-pelan" desis Athena sedikit merengek saat Yama mulai mengompres pipinya.
Yama menyunggingkan senyumannya. Dia tidak menyangka kalau Athena akan begitu manja saat merasakan sakit.
Dimatanya, Athena yang menampilkan sisi manjanya itu benar-benar menggemaskan. Sampai-sampai membuatnya ingin menerkam Athena saat ini juga. Tapi Yama dengan cepat menyingkirkan pikiran kotornya itu. Saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menyentuh Athena.
Setelah selesai dengan pemikirannya, Yama merasakan es batu yang berada di dalam ice bag itu mulai mencair. Pria itu pun beranjak untuk mengganti es batu yang berada di dalam ice bag itu dengan es batu yang baru.
Athena yang menyadari hilangnya kompresan pada pipinya pun membuka matanya dan memperhatikan kegiatan yang sedang di lakukan oleh yama.
Garis itu seketika teringat akan percakapannya dengan Lyla.
Athena yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Yama mulai merasakan goyah pada hatinya. Athena mulai merasakan sedikit kenyamanan saat berada di sisi Yama.
Athena tidak mengira jika Yama yang terkenal sebagai iblis di luaran sana bisa bersikap begitu perhatian padanya.
Tapi, Athena segera menepis pemikiran itu. Bisa saja itu hanya trik dan akal-akalan Yama agar Athena luluh pada pria itu.
Melihat Yama yang telah selesai mengganti isi ice bagnya, Athena segera memejamkan matanya kembali. Berpura-pura tidak melihat apa yang tadi di lakukan oleh Yama.
Yama yang menyadari tingkah Athena pun hanya terkekeh, lalu kembali mendekati Athena dan mengompresnya lagi. Seketika terlintas ide jahil di pikiran Yama.
Pria itu mendekatkan wajahnya pada telinga Athena lalu berbisik "apa kau mulai terpesona padaku baby?"
Athena membuka matanya saat mendengar bisikan Yama. Niat hati ingin memakinya, namun dia menelan ludahnya karena terkejut saat wajahnya begitu dekat dengan wajah Yama. Yang mana seketika itu juga membuat wajahnya sedikit memerah karena gugup.
"Kau ter...lalu percaya diri. Kau boleh menyudahinya, a,aku sudah merasa lebih baik" Athena berkata seraya menyingkirkan tangan Yama yang masih mengompres pipinya lalu berbalik agar memunggunginya.
Yama sedikit mengerutkan bibirnya karena merasa gemas dengan tingkah Athena.
Sungguh, hanya Athena yang mampu membuatnya mengeluarkan berbagai macam ekspresi.
Yama pun akhirnya memilih beranjak untuk menyimpan ice bag itu, lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Athena. Dia sedikit menggeserkan tubuhnya, lalu memeluk Athena dari belakang.
"Apa yang kau lakukan, lepaskan aku" ucap Athena.
"Diamlah, aku benar-benar lelah, biarkan aku istirahat dengan memelukmu. Hanya memeluk" ucap Yama.
Athena yang hendak mengeluarkan protesan pun kembali menyimpannya. Mengingat perhatian Yama yang baru saja diberikan padanya, Athena memilih untuk membiarkan Yama memeluknya.
Yama yang tidak lagi mendengar protesan dari Athena mulai menyusupkan lengannya agar gadis itu menjadikannya sebagai bantalan untuk kepalanya.
Yama mengecup pucuk kepala Athena lalu berkata "Good night baby" dan mulai memejamkan matanya tanpa menunggu jawaban dari Athena.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye...