
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Sementara itu..
Matthew dan para gadis sudah sadar sekitar 10 menit yang lalu, mereka sedang terduduk di lantai dengan tangan dan kaki yang terikat. Mereka saling melirik satu sama lain karena jarak mereka yang saling berjauhan.
*Note : kurang lebih posisinya kyk gini ya wakk, cuma jaraknya jauh-jauhan. Ingat, gambar hanya ilustrasi.
Pict by : Pinterest
Ruangan tempat mereka terikat hanya di aliri sedikit cahaya matahari, tapi setidaknya cukup membuat ruangan itu tidak terlalu gelap, hingga mereka bisa melihat satu sama lain. Mereka tidak tahu pasti dimana lokasi mereka saat ini. Namun samar2, mereka bisa mendengar suara debur ombak.
Mereka melewati suasana hening dengan hanya saling melirik. Sampai Keisha mengeluarkan suaranya dengan sedikit berbisik
"Matt, apakah kau membawa pematik api?"
Matthew menoleh pada Keisha yang ada di sebelah kirinya.
"Tunggu sebentar, semoga aku tidak menjatuhkannya"
Matthew mencoba untuk merogoh saku depan celananya. Setelah sedikit bersusah payah, dia berhasil mengambil pematik api itu.
"Oh God, terimakasih. Cepat berikan padaku" Ucap Keisha saat melihat pematik api itu masih berada di dalam saku celana Matthew.
Keisha segera mengubah posisinya menjadi memunggungi martin, dia membuka telapak tangannya yang terikat di belakang untuk menerima pematik api itu. Matthew pun dengan sigap menggeserkan pematik api itu, dan beruntunglah dia karena menggeserkannya dengan tepat.
Namun, hal itu justru mengundang perhatian para penjaga yang berada di luar sana.
Salah satu penjaga itu pun masuk ke dalam, dia melihat mereka dengan tatapan menyelidik.
"Apa yang sedang kalian lakukan. Jangan mencoba untuk kabur, tuan sedang menuju kemari" ucapnya lalu pergi lagi dari sana.
Setelah penjaga itu pergi, Calista melihat ke arah Keisha lalu berkata
"Jangan sampai kau benar-benar membakar tanganmu."
Keisha memutar bola matanya jengah
"Ayolah, aku masih sedikit waras untuk tidak membakar tanganku. Lagi pula, tali ini tidak terlalu tebal"
Keisha pun mulai membakar tali yang mengikat tangannya, dia menahan rasa panas yang mulai menjalari pergelangan tangannya hingga
Tak..
Tali itu pun terputus. Keisha sedikit mengusap pergelangan tangannya yang terasa panas. Namun dia tidak segera melepaskan tali yang mengikat kakinya, dia kembali menempatkan tangannya di belakang, seolah tali masih mengikat tangannya.
Calista, Athena, dan Bella yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepala. Mereka benar-benar tau apa yang sedang di rencanakan oleh Keisha. Berbeda dengan Matthew, dia mengeluarkan protesannya saat melihat hal itu.
"Keeeiii, apa yang kau lakukan??" Matthew bertanya dengan sedikit bersungut-sungut.
Keisha memelototkan matanya pada Matthew
"Shuuttt.. diamlah, atau kau akan mengacaukan rencanaku"
Tak lama kemudian, masuklah seseorang yang mampu membuat para gadis sedikit terkejut. Bagaimana tidak, mereka sangat mengenal orang itu.
Matthew yang melihat itu sedikit mengernyitkan dahinya
"Apa kalian mengenalnya?"
"Kita lebih dari sekedar mengenalnya" Jawab Bella dengan sedikit geram.
"Apa yang kau lakukan disini Lucas?" Athena bertanya seraya menatap Lucas dengan tajam.
Lucas tidak menjawab Athena, dia berjalan menghampirinya. Lucas berniat membawa Athena dari sana. Namun belum sempat dia mendekati Athena, terdengar suara baku tembak dari luar sana.
Keisha pun memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Dia segera melepaskan tali yang mengikat kakinya, kemudian menghampiri Lucas dan menghajarnya hingga jatuh tersungkur.
__ADS_1
Keisha segera menghampiri Calista dan Melepaskan ikatannya. Saat dia sudah berhasil melepaskan ikatan tangan Calista, Lucas menariknya dan memukul wajahnya. Keisha pun membalas pukulan Lucas dengan membabi buta, dia memberikan kode kepada Calista agar segera melepaskan yang lain.
Namun karena hal itu, Keisha sedikit kehilangan fokusnya sehingga mendapatkan tendangan di perutnya. Yang mana hal itu membuatnya jatuh terjengkang ke belakang. Untung saja Calista menolongnya tepat waktu, gadis itu menghantam kepala Lucas menggunakan sebuah balok kayu hingga Lucas terkapar tak sadarkan diri.
Kesempatan itu pun mereka gunakan untuk segera pergi dari sana. Saat mereka keluar dari ruangan itu seraya memperhatikan sekitar, para gadis sedikit terkejut ketika menyadari posisi mereka sekarang berada.
Pict by : Pinterest
Mereka sedang berada di sebuah kota terbengkalai yang letaknya dekat dengan pesisir laut. Para gadis tahu betul tempat yang sekarang sedang mereka pijak, karena tempat itu merupakan tempat pertama kali mereka menjalannkan misi.
"Wow, aku seperti sedang bernostalgia" Athena berucap dengan sedikit bersemangat.
"Ya, anggap saja kita sedang bernostalgia" Sahut Calista cepat.
"Apa kalian mengenal tempat ini?" Matthew bertanya dengan sedikit bingung.
"Bukan waktunya untuk menjelaskan, kita harus segera keluar dari sini" Bella menjawab seraya berlalu pergi.
Namun pertanyaan Keisha menghentikan langkahnya
"Apa kau yakin akan berlari dengan gaun itu?"
Bella pun seketika menepuk keningnya
"Oh astaga, aku hampir lupa akan hal ini"
Athena segera menghampiri Bella, dia menarik bagian samping gaun pernikahan itu dan sedikit mengigit ujungnya, kemudian menarik helaian benang gaun itu lalu merobeknya hingga menjadi di atas lutut.
"Oh Athena, kau merobeknya terlalu pendek" pekik Bella.
Athena pun hanya menampilkan cengirannya
"Hehe, maafkan aku, aku sedikit sengaja"
Mereka pun akhirnya berlari keluar dari sana. Namun langkah mereka terhenti karena banyak penjaga yang menghalangi mereka.
Perkelahian pun akhirnya tak terhindarkan lagi, mereka mulai melawan serangan demi serangan yang mereka terima.
Saat sudah sampai di lantai 3, langkah mereka kembali terhenti ketika melihat beberapa penjaga yang sedang mengawasi tempat itu.
Mereka segera bersembunyi di balik tembok.
Matthew sejenak menatap para gadis kemudian berkata "Kalian pergilah mencari bantuan, biarkan aku yang menangani mereka"
Para gadis itu tidak setuju dengan apa yang dikatakan Matthew, mereka menggelengkan kepala dengan tegas.
"Percayalah padaku, aku mampu menangani mereka sendirian. Lagi pula, jumlahnya tidak terlalu banyak. Hari juga sudah mulai gelap, akan sedikit sulit mencari bantuan jika sudah terlalu malam" Ucap Matthew.
Akhirnya para gadis pun menyetujuinya. Matthew pun segera keluar dari persembunyiannya untuk mengecoh para penjaga yang ada disana. Melihat hal itu, para gadis itu segera mengendap-endap untuk keluar dari tempat itu.
Saat sudah keluar dari sana, mereka melihat Yama dan kelompoknya sedang adu tembak dengan lawan. Mereka pun memilih untuk bersembunyi dibalik tumpukan kotak kayu.
"Astaga, aku tidak mengira akan mengalami hal seperti ini" Ucap Calista.
"Kau pikir aku mengira hal ini akan terjadi?? Diam dan tunggu saja. Kita tidak memiliki senjata, akan berbahaya jika kita menampakkan diri" sahut Bella cepat.
Akhirnya mereka menunggu disana dengan harap-harap cemas. Saat sudah tidak lagi mendengar suara tembakan, Athena memberanikan diri untuk melihat situasi. Dia sedikit memunculkan kepalanya dari samping dan melihat keadaan sekitar yang sudah sedikit sunyi.
Namun, jantung Athena seketika mulai berdetak dengan sangat kencang saat tidak melihat satu orang pun disana. Dia sedikit takut akan beberapa kemungkinan yang ada dipikirannya. Dia kembali menarik kepalanya dan segera menyandarkan tubuhnya pada tumpukkan kotak kayu.
Bella yang melihat hal itu sedikit mengerutkan keningnya, dia bertanya pada Athena dengan sedikit bingung
"Apa kau melihat sesuatu?"
Athena menggelengkan kepalanya dengan sedikit ragu..
"Akuu..."
Belum sempat Athena menyelesaikan perkataannya, mereka dikejutkan oleh suara Yama.
"Baby, apa kau baik-baik saja?"
__ADS_1
Mereka segera menghembuskan nafas lega.
"Oh astaga, jantungku hampir lepas" Ucap Calista seraya keluar dari tempat persembunyian dan di susul oleh ketiga temannya.
Keisha melihat sekitar Kanan dan kirinya, dia merasa ada seuatu yang hilang disana.
Calista yang melihat hal itu segera menghampiri Keisha dan bertanya
"Apa yang kau cari?"
Alih-alih menjawab, Keisha justru balas memberikan pertanyaan
"Dimana Matthew?"
Para gadis pun menanyakan pertanyaan yang sama saat tidak melihat Matthew disana.
"Dia sudah berada di dalam mobil" Jawab Ken cepat.
Para gadis itu pun menghembuskan nafas lega.
"Sebaiknya kita segera kembali" Ucap Yama.
Mereka pun bergegas pergi dari sana. Namun saat mereka hampir mendekati mobil, mereka tiba-tiba mendengar suara tembakan sebanyak 2x.
Ketika mereka membalikkan badan, mereka sungguh terkejut saat melihat apa yang terjadi. Mereka melihat Lucas yang tergeletak di ujung sana dengan kepala yang mengeluarkan darah.
Namun rasa terkejut mereka bertambah ketika Yama tiba-tiba duduk bersimpuh dengan dada yang bersimbah darah.
Athena menghampiri Yama dengan sedikit berlari. Dia segera memangku kepala Yama yang sudah tergeletak.
"Tidak Yama, jangan tutup matamu"
Yama tersenyum pada Athena, dia mengangkat tangannya untuk mengelus pipi Athena.
"Aku mencintaimu"
Setelah mengatakan hal itu, Yama pun menutup matanya dengan tangan yang sudah terkulai.
Athena tidak kuasa menahan air matanya. Dia menangis dengan terisak.
"Tidak Yama, ku mohon buka matamu" Athena berkata seraya menepuk-nepuk pipi Yama.
"Ku mohon Yama, buka matamu."
"Jangan seperti ini."
"Bukankah kau bilang selama aku ada di sisimu, kematian tidak akan menghampirimu."
"Yama, please.."
Isakan Athena pun semakin menjadi
"Yama, ku mohon buka matamu, aku belum mengatakan jika aku juga mencintaimu.."
"Ku mohon, buka matamu.."
"Jika kau membuka matamu, aku berjanji aku akan mengatakan aku mencintaimu setiap pagi, hmmmmm"
"Please, Yama, jangan tinggalkan aku seperti ini."
Para gadis yang menyaksikan hal itu tidak kuasa menahan air mata mereka. Mereka ikut menangis tersedu-sedu disana. Hingga akhirnya Leon dan beberapa elite datang menghampiri untuk mengangkat tubuh Yama.
Calista pun segera menghampiri Athena, dia menuntun Athena untuk segera pergi dari sana.
Sedangkan Lucas, dia sudah dibawa oleh Ken beberapa elite beberapa saat yang lalu. Ken akan menetapi janjinya pada uncle Joe untuk membawa Lucas dalam keadaan utuh, entah hidup ataupun mati.
...-TBC-...
thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
salam sayang dari sensi π
__ADS_1
bye bye..