Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Heart to Heart


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Di sisi lain...


"Tuan, sepertinya kali ini kita akan sedikit susah untuk mendapatkan Nona Bella kembali" Ucap Louis pada Ibra yang tengah mencoba memukulkan stick golf nya.


"Kenapa?" Ibra bertanya seraya melirik Louis seklias.


"Saat ini, nona Bella berada di bawah perlindungan tuan Ken" jawab Louis.


"Ken?" tanya Ibra lagi.


"Sial, aku memukulnya terlalu jauh. Aku sudah tidak bernafsu lagi untuk bermain" Ibra beekata seraya membuang stick golf nya.


Pria itu pun berjalan ke arah Buggy Car (mobil yang biasa di gunakan di lapangan golf), disusul Leon yang dengan sigap mengendarainya.


"Tadi kau menyebut siapa? Ken?" tanya Ibra.


"Benar tuan" jawab Louis cepat.


"Banyak orang dengan nama Ken" Ucap Ibra.


"Dia Kendra Villain tuan"


Penjelasan Louis membuat Ibra sedikit terkejut.


"Maksudmu, salah satu anjing setianya Yama?" Tanya Ibra sedikit tidak percaya.


"Benar tuan"


"Jadi, sekarang dia mulai berani menjadi ja...lang untuk meminta perlindungan?" tanya Ibra lagi.


"Tidak tuan. Menurut mata-mata yang saya kirimkan, memang tuan Ken sendiri yang berusaha untuk mengejar Nona bella" terang Louis.


"Heh.. ternyata dia menyukai barang bekas" ucap Ibra dengan senyum mengejek.


"Aku tidak mau tau, dapatkan dia, bagaimana pun caranya" tutur Ibra kemudian.


"Apa tuan masih sangat menginginkannya?" Louis bertanya seraya melirik Ibra.


"Aku ingin ja...lang itu sedikit berguna untukku" ucap Ibra.


"Baik tuan"


.....


Sementara itu..


Saat ini, Bella tengah bersiap untuk pergi berburu bersama Ken. Pagi ini, Ken mengajak Bella untuk berburu. Katanya, anggap saja sebagai salah satu cara agar saling mendekatkan diri, dan Bella pun menyetujuinya. Lagi pula, sudah lama juga dia tidak pergi berburu.


Saat sedang menatap pantulan dirinya di cermin, dia meraba liontin yang terpasang di lehernya lalu melamun, teringat tentang bagaimana dia dan Ken bisa menjadi teman.


Ya, untuk saat ini, Bella memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan pertemanan terlebih dahulu dengan Ken.


Waktu itu.. Setelah kejadian Ken menyelamatkan Bella, Ken menjadi lebih sering mengunjungi kediaman uncle Joe. Bella yang mengerti maksud dan tujan Ken, akhirnya mengadu pada uncle Joe.


Namun sayang, bukannya membelanya, uncle Joe justru mendukung Ken dengan sengaja membiarkan Ken hilir mudik di kediamannya. Saat uncle Joe mengatakan alasannya, Bella hanya bisa berdecak kesal

__ADS_1


"Biarkan saja, bukannya bagus jika dia menyukaimu. Dia bisa menjagamu dari kejaran Ibra" begitulah kira-kira alasan yang di ucapkan oleh uncle Joe.


Andai saja orang itu Ken yang lain dan bukan Kendra Villain, mungkin Bella tidak akan merasa kesal. Dia mengetahui indentitas Ken setelah uncle Joe menceritakannya.


Siapa yang tidak mengetahui pria dengan julukan Casanova itu. Oke, salahkan Bella yang memang sejak awal tidak mengetahui seperti apa wajah seorang Kendra Villain.


Lagi pula menurut Bella, Ken bukanlah seseorang yang sangat penting, hingga gadis itu harus tahu wajah Ken.


Bukannya Bella tidak ingin membuka hati, hanya saja dia sedikit takut, apa lagi dengan kondisinya yang sudah kehilangan harta berharganya. Bella hanya takut dia akan dijadikan salah satu mainannya.


Karena julukan casanova yang diberikan pada ken, bukanlah hanya rumor semata. Itu sebabnya Bella sungguh ingin menghindari Ken.


Namun karena terlalu sering melihat Ken yang hilir mudik di kediaman uncle Joe. Lambat laun membuatnya sedikit terbiasa akan kehadiran Ken.


Meskipun percakapan mereka hanya berisi tentang rayuan receh dari Ken dan makian dari Bella. Itu sudah cukup membuat Bella merasa sedikit terhibur.


Sampai satu hari. Ketika Bella sedang nenyiram tanaman, dia dikejutkan oleh perkataan pria itu yang datang dari arah belakangnya


"Menikahlah denganku"


Bagaimana bisa Bella tidak terkejut? Ajakan menikah yang di lontarkan Ken seperti sebuah candaan. Cara dia mengatakannya seolah sedang membeli sebuah permen.


Bella pun menolak mentah-mentah ajakan menikah yang dilontarkan oleh Ken.


Banyak hal yang menjadi pertimbangan Bella. Hal utama yang menjadi pertimbangan Bella adalah, tentang dirinya yang sudah bukan seorang gadis. Ditambah lagi perihal keseriusan Ken padanya.


Sungguh, Bella sangat takut jika nanti dia akan kembali dipermainkan oleh seorang pria. Sudah cukup Ibra yang membuatnya merasakan depresi. Jangan sampai ada lagi pria yang akan menambah rasa depresinya.


Sampai pada satu hari, Ken memaksa Bella untuk mengikutinya ke taman belakang kediaman uncle Joe. Yang ternyata, Ken ingin Bella menemaninya minum teh.


Awalnya, percakapan mereka hanya di isi dengan perdebatan. Namun tiba-tiba saja mereka melakukan sebuah percakapan yang sedikit serius..


"Sebutkan satu saja alasan, mengapa kau menolak tawaranku untuk menikah. Apa karena aku dikenal sebagai pria casanova?"


"Aku juga bukan seorang pria baik-baik Bella" Ucap Ken cepat.


"Tapi Ken, kau tidak mengerti" Ucap Bella dengan suara yang sedikit bergetar karena menahan tangis, lalu menundukkan kepala karena teringat akan perlakuan Ibra padanya.


"Hey, look at me" ucap Ken lalu duduk bersimpuh didepan Bella yang sedang duduk di kursi.


Pria itu menggenggan tangan Bella lalu berkata "aku mengerti semuanya Bella. Seharusnya setelah kau tahu siapa aku, tidak mungkin aku mendekatimu tanpa mencari tahu siapa dirimu. Sungguh, aku mendekatimu karena memang ingin menjagamu. Aku benar-benar ingin menjalani hidup bersama denganmu. Kau mengatakan kalau kau bukan gadis baik-baik. Maka apa bedanya aku denganmu? Coba sebutkan keburukan apa yang belum pernah aku lakukan? Aku bahkan lebih buruk dari pada dirimu Bella." Ken menghela nafasnya sebentar


Dia mengelus punggung tangan Bella dengan ibu jarinya, lalu melanjutkan kalimatnya "ayo kita menjalani hidup bersama-sama. Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yang aku belum tentu bisa mewujudkannya. Tapi aku yakin, selama aku masih bernafas, aku pasti mampu menjagamu. Aku mengerti apa yang kau pikirkan, aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan ya pada saat ini juga, aku akan menunggumu hingga kau benar-benar siap. Jadi, mari kita berteman terlebih dulu hmmmmm.."


Bella yang mendengar penuturan panjang dari Ken pun seketika terisak..


"Heeeyyy, jangan menangis hmm.. Kau terlalu menggemaskan saat menangis" Ucap Ken seraya mengusap air mata Bella dengan lembut.


Bella hanya mencebikkan bibirnya.


"Ingin sebuah pelukan?" tanya Ken.


Bella akhirnya memeluk Ken dengan sedikit ragu lalu berkata "mari berteman."


Yang mana, kalimat singkat yang dilontarkan Bella itu mampu membuat Ken mengembangkan senyumnya. Dia pun menepuk-nepuk punggung Bella dengan sayang.


"Aku berbicara panjang lebar, dan kau hanya menjawabnya dengan dua kata" Ucap Ken jahil.


Bella tidak menjawab ucapan Ken, dia hanya menanggapinya dengan mencubit pinggang Ken main-main, lalu melepaskan pelukannya.


Setelah melihat Bella yang tidak lagi terisak, Ken mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku jas nya, lalu memberikannya pada Bella.

__ADS_1


"Apa ini?" Bella bertanya setelah menerima kotak itu.


"Bukalah" ucap Ken.


Bella pun akhirnya membuka kotak itu, dia sedikit terkejut setelah melihat isi didalam kotak itu yang ternyata adalah sebuah liontin berlian dengan bentuk serpihan salju yang sangat cantik.



Pict by : Pinterest


"Cantik" Ucap Bella.


"Anggaplah itu sebagai tanda pertemanan kita" ucap Ken.


Bella mengembangkan senyumnya "Terimakasih"


"Kemarilah, aku akan memakaikannya" Ucap Ken.


Sejak saat itulah Bella mulai mau mebuka hatinya untuk Ken.


Lalu tiba-tiba suara uncle Joe di balik pintu kamarnya membuyarkan lamunannya.


"Aku tau kau akan pergi berkencan. Tapi bisakah kau sedikit mempercepat acara merias dirimu, Ken sudah hampir 1 jam menunggumu"


Bella mengambil tasnya, lalu segera bergegas membuka pintu kamarnya, dan melihat uncle Joe yang masih berdiri disana dengan memberikan Bella tatapan jahil.


"Astaga Uncle, kita akan berburu, bukan berkencan"


uncle Joe pun melihat penampilan Bella dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas.


"Tidakkah kau terlalu cantik untuk sekedar pergi berburu"


"Oh ayolah uncle, jangan menggodaku. Ken sudah menunggu di bawah" ucap Bella seraya menutup pintu kamarnya dan berlalu pergi tanpa menghiraukan uncle Joe lagi.


Uncle Joe terkekeh geli "Lihatlah, dia begitu bersemangat untuk berkencan" lalu menyusul Bella.


"Uncle, kita pergi dulu" Ucap Ken saat uncle Joe mendekati mereka.


Beberapa hari ini, panggilannya pada Tuan Joe berubah menjadi Uncle Joe. Itu pun permintaan dari uncle Joe sendiri.


Saat Ken menolaknya, uncle Joe berkata "Sebentar lagi kau akan menjadi menantu keponakanku, tidak ada salahnya mengakrabkan diri dari sekarang."


Hingga akhirnya Ken pun mulai memanggilnya dengan sebutan uncle.


"Berhati-hatilah.. Aku mempercayakan Bella padamu" ucap uncle Joe.


"Oh ayolah uncle, jangan berkata seolah-olah melepaskanku untuk sebuah pernikahan." protes Bella.


Uncle Joe pun hanya mengangkat bahu acuh.


"Sudah-sudah, pergilah.. Aku terlalu bosan melihat wajah jelekmu." ucap uncle Joe seraya mengibaskan tangannya main-main seolah sedang mengusirnya.


Bella pun hanya mencebikkan bibirnya, lalu menarik tangan Ken untuk segera pergi dari sana.


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..


salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2