Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Rencana


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Di sisi lain..


"Bagaimana? Apa kalian setuju dengan rencanaku?" Kavin bertanya kepada para pria yang ada di hadapannya.


"Anda memang luar biasa Mr.K" Piete (Adik Bass).


"Ya, kami sungguh tidak meragukan kemampuan anda.." Ucap Bass (ketua black pearl).


"Tapi, apakah rencana ini sungguh akan berhasil?" tanya Dean (Salah satu tetua black pearl).


"Ya, bukankah melibatkan orang luar terlalu beresiko?" tanya Nik (salah satu tetua black pearl).


Kavin tersenyum tipis saat mendengarkan hal itu, dia menatap satu persatu orang yang ada di sana lalu berkata "Bukankah jika kita ingin mengalahkan lawan, kita harus menyerang kelemahannya?".


Kavin saat ini tengah mengadakan rapat pertemuan dengan para tetua black pearl. Dia tengah membuat rencana untuk menyerang Cosa Nostra. Saat mereka tengah asik berbincang, tiba-tiba


tok.. tok.. tok...


"Masuk" Ucap Kavin


"Tuan, maaf menggangu. Ada seseorang yang meninggalkan paket di depan pagar" ucap seorang pria yang mengetuk pintu.


"Paket? Aku tidak memesan apapun"


"Tapi di sini tertulis nama Tuan" Ucap pria itu.


"Bawa kesini"


Si pria itu pun meletakkan kotak paket tersebut di atas meja, lalu menyerahkan sebuah amplop yang masih tersegel.


"Saya juga menemukan ini tertempel disana tuan"


Kavin membuka amplop itu, lalu membacanya "Selamat menikmati hadiah spesial dariku"


Dia membalikkan kertas itu, mencari nama si pengirim. Namun tidak ada tulisan apapun selain tulisan itu.


"Kau, bukalah" Ucap kavin pada pria yang membawa kotak.


Semua orang yang ada disana menutup mulut mereka masing-masing karena merasa mual saat melihat isi kotak itu. Tak terkecuali Kavin, dia menutup mulutnya dengan perasaan marah.


"Buang itu, dia memang pria tak berguna" Ucap Kavin lalu berdiri seraya memijat pangkal hidungnya yang terasa kaku.


"Bukankah itu kepala Ibra?" tanya Bass.


"Siapa yang berani melakukan hal ini?" Piete pun ikut bertanya.


"Siapa lagi jika bukan sang Iblis" Ucap Dean cepat.


Bass menoleh pada kavin lalu berkata "Apa yang akan anda lakukan Mr.K?"


"Dia benar-benar mengibarkan bendera perang pada kita. Bersiaplah, kita akan segera melakukan rencananya di saat ada kesempatan" Ucap Kavin.


Mereka yang ada ruang itu pun mengangguk tanda setuju, kecuali pria yang duduk di kursi paling ujung.


Kavin yang menyadari itu pun menatap ke arahnya seraya berkata "Apa kau keberatan dengan rencanaku?"


"Aku menyetujuinya, hanya jangan melukai gadis ku. Aku yang akan mengurusnya, selebihnya jalankan sesuai dengan rencanamu" Ucap pria itu.


Mr.K pun mengangguk setuju


"Aku harap kau tidak mengacaukannya" ucapnya.


....


Sementara itu..


Terdapat 2 orang insan yang tengah berbaring di kasur dengan saling berpelukan guna memberikan kehangat untuk satu sama lain.

__ADS_1


"Ken"


"Hmmm"


"Apa kau benar-benar mencintaiku?" Bella bertanya seraya mendongakkan kepalanya.


Ken membalas tatapan Bella lalu tersenyum


"Aku tidak bisa berkata jika aku mencintaimu. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu, aku hanya ingin selalu menjagamu"


"Terima kasih" ucap Bella.


Tangannya terulur untuk mengelus rahang tegas Ken seraya melanjutkan perkataanya


"Jika bukan karenamu, aku tidak akan pernah merasa setenang ini untuk menjalani hari esok"


Ken memegang tangan Bella yang sedang mengelus rahangnya, lalu mengecupnya dengan lembut.


"Apapun itu, katakan padaku jika kau merasa takut, katakan padaku jika kau merasa sedih, katakan padaku jika kau merasa gundah.. Hmmm"


"Apa kau tidak ingin aku memberitahumu jika aku bahagia?" tanya Bella.


"Selama aku ada di sisimu, aku akan berusaha untuk selalu membuatmu bahagia"


Bella yang mendengar penuturan Ken merasa hatinya begitu hangat. Namun tiba-tiba saja air mata mengalir dari mata gadis itu.


"Kenapa menangis hmm?"


"Selama ini kau selalu berusaha memberikan yang terbaik untukku. Namun aku tidak pernah memberikan apapun padamu" ucap Bella.


"Sayang, aku tidak meminta apapun padamu. Selama kau berada disisiku, itu sudah cukup bagiku" Ucap ken.


Bella pun tersenyum lalu menenggelamkam wajahnya pada dada bidang Ken.


"Ken.."


"Hmmm.."


Ken yang mendengar hal itu seketika mengerutkan keningnya, dia mencoba untuk mengangkat kepala Bella agar melihatnya. Namun Bella mempertahankan kepalanya, tidak tahukah Ken jika saat ini Bella tengah menahan rasa malunya.


"Sayang, apa yang kau ucapkan? Aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas"


Bella menggelengkan kepalanya


"Aku tau kau mendengarku dengan sangat jelas"


Ken terkekeh geli melihat Bella yang malu-malu.


"Katakan sekali lagi"


"Ck, tidak mau"


"Katakan sekali lagi sayang, aku sungguh tidaj mendengarnya"


"Ishhh, ayo menikah" ucap Bella dengan sedikit ketus.


Ken pun tertawa lepas. Sedangkan Bella, dia menggigit bibir bawahnya karena kesal.


"Jangan tertawa" Ucapnya seraya memukul punggung Ken gemas.


"Aku tidak tertawa, aku merasa bahagia. Aku sungguh bahagia karena kau melamarku"


"Aku tidak melamarmu" ketus Bella.


"Bukankah itu tadi sebuah lamaran?"


"Lupakan, aku tidak jadi menikah denganmu. Aku akan menikah dengan orang lain saja"


Namun bukannya marah, Ken justru kembali tertawa lepas. Membuat Bella yang tadinya kesal pun ikut tertawa.


Setelah melerai tawanya, Ken meminta Bella untuk menatap matanya


"Apa kau yakin?"

__ADS_1


Bella pun tersenyum seraya berkata


"Ya, aku yakin"


Ken membalas senyuman Bella


"Besok kita akan membahas rencana pernikahan kita dengan Yama dan Athena"


"Tapi aku hanya ingin mengadakan pesta kecil. Aku hanya ingin mengundang orang-orang terdekat saja"


"Sesuai dengan keinginanmu sayang"


Ken menatap Bella dengan sangat lembut, dia mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Bella. Pria itu mulai mencium Bella dengan lembut.


Bella tidak menolaknya, dia membalas ciuman yang Ken berikan, tangan gadis itu merambat naik menuju tengkuk Ken lalu mengelusnya dengan lembut, seakan meminta lebih.


Ken mulai mengungkung Bella tanpa melepaskan ciumannya. Pria itu menopang tubuhnya dengan tangan kiri agar tidak terlalu menindih Bella. Bella pun mengalungkan tangannya pada leher Ken.


Sejenak, Ken melepaskan ciuman itu, dia menatap mata Bella dengan kabut nafsu yang ada di matanya


"Bolehkah?"


Bella membalas tatapan ken seraya tersenyum


"Lakukanlah"


"Katakan jika aku menyakitimu" Ucap Ken


Bella pun mengangguk.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Bella, Ken melanjutkan ciumannya dengan penuh kelembutan. Pria itu ingin Bella merasa nyaman dengan semua sentuhannya.


Ciuman ken mulai merambat ke leher Bella, lalu tangan pria itu mulai menyusup ke dalam piyama yang Bella kenakan.


Perlakuan Ken yang Bella terima sungguh menbuatnya merasa melayang hingga gadis itu tak sadar jika piyamanya sudah terlepas. Hingga hanya menyisakan penutup dada dan kain segitiga yang segitinya yang menutupi intinya.


"Nghhhhh, Ken.."


Bella mengerang saat Ken mulai mengelus punggungnya.


Tak..


Penutup dadanya terlepas dengan begitu mudah..


Gadis itu menyilangkan tangannya di depan dada saat Ken menatap dadanya dengan intens.


"Jangan menatapnya seperti itu, kau membuatku malu" ucap Bella seraya memalingkan wajahnya.


Ken pun menyingkirkan tangan Bella dari sana secara perlahan


"Kau indah" Ucapnya lalu melanjutkan aksinya.


Pria itu mulai mengecup dada Bella dengan lembut.


"Kenhhhh..."


Hawa dingin yang dingin yang mereka rasakan tergantikan dengan gejolak hawa panas yang menguar dari tubuh mereka.


Kecupan Ken mulai turun menuju perut rata Bella lalu turun lagi menuju inti gadis itu, menyebabkan desa..han dan erangan tak hentinya keluar dari mulut gadis itu..


...-TBC-...


Cukup sekian dan terimakasih...


Udah ga kuat ngetik, tangan sensi mendadak tremor..


Thanks for reading pokoknya..


Jangan lupa tinggalkan kritik dan saran...


salam sayang dari sensi πŸ’•


bye bye..

__ADS_1


__ADS_2