Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Keresahan


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Sebelumnya..


Namun saat Athena hampir menyentuh garis finish, dia sangat terkejut karena Yama tiba-tiba menyalipnya


"Fu..ck, aku kalah..."


Athena pun akhirnya hanya bisa pasrah saat Yama sudah lebih dulu mencapai garis finish.


....


Athena memelankan laju mobilnya lalu berhenti tepat di samping mobil Yama.


Athena pun keluar dari dalam mobilnya dengan lesu, lalu berjalan menghampiri Yama yang sudah menunggunya dengan bersandar pada mobil.


Yama menatap Athena dengan menaikan sebelah alisnya "Are you happy baby??"


"Tidak usah basa basi.. Cepat katakan saja apa maumu" Ucap Athena dengan sedikit kesal.


"Aku akan memintanya besok. Sekarang ayo kita kembali, hari mulai sore" Ucap Yama.


Athena hanya menghembuskan nafasnya panjang. Dia melirik Yama sekilas, lalu melihat ke arah matahari yang memang mulai condong ke barat. Athena tidak lagi menghiraukan Yama, dia berjalan gontai ke arah mobil yang pintunya sudah di bukakan oleh Mac.


Yama lagi-lagi hanya bisa terkekeh geli saat melihat tingkah Athena. Sungguh, ini adalah hari yang paling menyenangkan untuknya. Yama bahkan berpikir, kekuatan apa yang dimiliki Athena sampai-sampai membuat Yama begitu tergila-gila pada gadis itu.


"Ck, apa yang sebenarnya dia lamunkan" Athena menggerutu karena Yama tidak juga beranjak dari sana.


Athena pun menurunkan kaca mobilnya, lalu mengeluarkan kepalanya dari sana dan berteriak "Heyyy pak tua, cepatlah.. Sampai kapan kau akan berdiri disana?"


Teriakan Athena kali ini membuat para penjaga disana saling melemparkan pandangan. Bahkan Mac pun kali ini benar-benar mengerutkan keningnya. Bagaimana tidak, mereka sungguh terkejut saat Athena dengan lugas mengatai Yama sebagai "Pak tua".


Mendengar teriakan dari Athena, Yama segera menyudahi pikirannya. Dia bergegas menghampiri Athena yang sudah menatapnya dengan tatapan tajam. Sudah cukup dia membuat gadisnya kesal karena kalah dalam bertaruh, dia tidak ingin Athena bertambah kesal karena menunggunya.


"Wajahmu terlihat bodoh saat melamun" Ucap Athena saat Yama telah memasuki mobil.


Yama menoleh pada Athena dengan tatapan jahilnya


"Apa kau mulai memperhatikan ku baby?"


"Cih, kau terlalu percaya diri Tuan" Athena menjawab dengan sedikit menekankan kata Tuan.


Yama pun hanya terkekeh lalu kembali menoleh pada Athena "Apa kau lapar baby?"


Yama mencoba sedikit mengalihkan rasa kesal Athena.

__ADS_1


Athena memberikan anggukan kepala sebagai jawaban lalu memejamkan matanya, mencoba untuk tidur. Tenaganya sudah terkuras karena terus menerus berkendara, ditambah rasa kesalnya yang tak kunjung hilang hingga membuatnya mengantuk.


"Bangunkan aku jika sudah sampai" Athena berkata seraya menyamankan posisi.


Namun, belum sempat Athena mendapat posisi yang nyaman, Yama sudah lebih dulu menarik Athena agar duduk di pangkuannya.



Pict by : Pinterest


*Gambar hanya sekedar ilustrasi.


"Eeeh, apa kau gila, Mac melihat kita" Athena berkata seraya berusaha turun dari pangkuan Yama.


Yama melirik Mac melalu kaca spion


"Mac, apa kau melihat sesuatu?"


Mac pun menanggapi lirikan Yama


"Saya tidak melihat apapun Nona"


"Kau dengar? Dia tidak melihat apapun" Ucap Yama seraya menekan kepala Athena dengan lembut agar bersandar pada bahunya.


Athena yang sudah tak kuasa menahan kantuk pun memilih untuk diam. Dia sedikit menyamankan posisinya di pangkuan Yama, lalu memejamkan matanya untuk tidur.


"Tidurlah, aku akan membangunkanmu ketika sampai" ucap Yama lalu menepuk-nepuk punggung Athena dengan lembut.


Yama menatap Athena dengan lembut seraya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Athena, kemudian mengecup kening Athena cukup lama hingga membuat gadis itu sedikit terusik dari tidurnya.


Yama pun sedikit terkekeh lalu kembali menepuk-nepuk punggung Athena dengan lembut agar gadis itu kembali tidur dengan nyaman.


Pria itu menatap keluar jendela. Entah kenapa, saat menatap wajah Athena, dia seakan takut kehilangan gadis itu.


Yama melirik Mac lalu bertanya "Apa yang kau dapatkan tentang Ibra?"


"Saat ini dia sedang berada di kediaman Mr.K Tuan" jawab Mac cepat


"Apa yang mereka rencanakan?" tanya Yama lagi.


"Maaf Tuan, saya belum mendapatkan informasi untuk itu" jawab Mac.


"Perketat penjagaan, jangan sampai dia menyentuh Athena" Ucap Yama lalu kembali menatap Athena dengan kekhawatiran yang ada di kepalanya.


"Baik Tuan" Ucap Mac kemudian kembali memfokuskan dirinya untuk mengemudi.


Setelah menempuh perjalanan selama hampir 2 jam, akhirnya mereka sampai di kediaman Yama.


Mac pun segera turun, lalu membukakan pintu untuk Yama.

__ADS_1


"Apakah anda membutuhkan bantuan saya Tuan?"


"Tidak, aku akan mengurusnya" Yama menjawab seraya keluar dari mobil dengan Athena yang berada dalam gendongannya.


Athena yang merasa terusik karena pergerakan Yama pun sedikit membuka matanya lalu bergumam "Apa kita sudah sampai?" dan secara tidak sadar, dia sedikit mengusakkan wajahnya pada bahu Yama.


"Hmm, tidurlah lagi, aku akan membawamu ke kamar" Ucap Yama.


Athena sedikit mengangkat kepalanya untuk melihat Yama dengan mata yang setengah terpejam, lalu berkata "Turunkan saja aku, aku akan berjalan sendiri."


Namun apa yang mulutnya katakan begitu berbanding terbalik dengan apa yang dia laukan.


Ketika mulutnya mengatakan agar Yama menurunkannya, tangan gadis itu justru memeluk leher Yama semakin erat, seakan enggan untuk turun dari gendongannya.


Yama pun lagi-lagi hanya bisa terkekeh atas kelakuan Athena. Di tambah lagi dengan dengkuran halus Athena yang mulai terdengar kembali. Membuat Yama semakin gemas akan tingkah Athena.


Sesampainya di kamar, Yama membaringkan Athena di atas kasur lalu melepaskan sepatu yang masih melekat di kaki gadis itu dengan hati-hati. Setelahnya, dia menyelimuti Athena hingga dada dan segera berlalu pergi untuk membersihkan diri.


....


Di sisi lain..


Kavin menampar pipi Ibra dengan sangat kencang hingga meninggalkan cap 5 jari di pipi Ibra.


"Bodoh" Ucapnya.


Kavin memijat pangkal hidungnya yang terasa sedikit kaku. Dia mengangkat tangannya hendak menampar Ibra lagi, namun dia mengurungkannya dan hanya mengepalkan tangannya yang mengambanh dengan kuat.


Kavin menekan kening Ibra dengan aangat kuat lalu berkata "apa kau tahu berapa kerugian yang aku alami?"


"Bukan kah sudah aku katakan untuk tidak bermain-main!!"


Ibra hanya terdiam, dia tidak berani membalas ucapan Kavin.


"Aku sungguh muak dengan segala tingkah lakumu. Ini hari terakhir aku memberikanmu kesempatan. Pergi dari hadapanku dan kembali dengan membawa kepala Yama, bagaimana pun caranya".


Kavin pun pergi dari ruangan itu dengan emosi yang masih memenuhi kepalanya, meninggalkan Ibra yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Haaaaahhh.."


Helaan nafas kasar pun keluar dari mulut Ibra. Dia mengusap wajahnya dengan kasar dan berlalu pergi untuk sebuah tujuan..


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..


salam sayang dari sensi πŸ’•

__ADS_1


bye bye..


__ADS_2