
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
*Warning!!!
Bab ini full berisi konten 21+!!!
Bocil harap minggir..
Di usahakan untuk membaca disaat bersama pasangan. Untuk para jomblo, ya itu nasib kalian..
...****************...
Sebelumnya..
"Oh God, rencanaku ternyata tidak berjalan mulus.." lagi, Athena menggerutu dalam hati.
Yama menaikan sebelah alisnya
"Apa kau cukup senang bermain-main baby??"
.....
Gadis itu tidak berani menjawab pertanyaan dari Yama. Dia hanya bisa menegakkan tubuh seraya mengusap tengkuknya canggung.
Athena pun melirik Yama sekilas.
"Akuuuuu....
"Yaaaaaakkkk.. Yama, turunkan akuuu..."
Athena berteriak ketika Yama lagi-lagi mengangkat tubuhnya layaknya karung beras secara tiba-tiba.
Yama pun berlalu pergi dari sana untuk kembali ke mansion tanpa menghiraukan teriakan Athena.
Dan Kavin yang tergeletak tak berdaya itu segera di bawa oleh beberapa anak buah Yama menuju markas.
....
Sesampainya di mansion..
"Assssshhhhh..."
Athena sedikit berdesis merasakan linu di punggungnya saat Yama membanting tubuh gadis itu ke atas kasur dengan sedikit kasar.
"Tunggu.. Yama, apa yang akan kau lakukan??" Athena bertanya dengan sedikit panik saat Yama meraih dasi yang ada di atas nakas.
Saat Athena hendak melarikan diri, Yama sudah lebih dulu mengunci pergerakan Athena dengan mengapit tubuh gadis itu menggunakan pahanya.
Athena pun hanya bisa pasrah saat Yama mulai mengikat tangannya.
"Ayolahhh, aku tidak melakukan kesalahan apapun. Jangan seolah-olah aku ketahuan mencuri berlian" ucap Athena dengan suara yang memelas.
"Kau tahu baby? Kau hampir saja kehilangan nyawamu"
"Tapi nyatanya aku baik-baik saja" Athena masih kukuh dengan pembelaan dirinya.
Yama kembali menatap Athena dengan sangat tajam, rasa geramnya pada Athena kian bertambah ketika mendengar perkataan yang gadis itu lontarakan.
"Itu karena aku datang menolongmu. Andai aku telat beberapa detik saja, kau pasti sudah tergeletak tak berdaya"
Ya, Yama sudah mengetahui perihal rencana yang akan Athena lakukan dari ke 3 temannya. Mereka menceritakan semuanya saat Athena pergi ke boutique. Awalnya Yama hanya membiarkannya, karena dia pikir rencana itu tidak terlalu membahayakan Athena. Namun, rasa panik seketika menghampiri Yama saat Leon mengiriminya pesan tentang gadis itu yang akan bertindak di luar rencana. Dan jika saja Yama tidak bergegas datang ke tempat kejadian, mungkin gadis itu tidak akan kembali dalam keadaan baik-baik saja.
Athena pun hanya bisa memalingkan wajah seraya mengigit bibirnya saat mendengar suara Yama yang sangat dingin.
__ADS_1
"Maafkan aku" Athena berkata dengan begitu lirih.
Alih-alih menanggapi permintaan maaf Athena, Yama justru menaikan tangan Athena yang sudah terikat ke atas kepala gadis itu dengan tangan kirinya.
Saat Athena hendak menyerukan protesannya, Yama sudah lebih dulu membungkam mulut gadis itu dengan sebuah ciuman kasar. Tak puas hanya dengan menyesap. Yama melepaskan ciumannya, lalu mulai menyusuri leher jenjang gadis itu dan meninggalkan jejak merah keunguan disana.
"Ssshhhh.. Yamaaaa, cukuup"
Gadis itu berusaha memberontak. Namun apalah daya, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Yama.
Seakan lupa janjinya pada Athena, Yama menyingkap baju yang Athena kenakan, lalu melepaskan penutup da...da gadis itu dengan kasar. Yama mulai menyesap salah satu ujung da..da Athena dengan sangat kuat, hingga membuat gadis itu merasa kesakitan.
Namun, dibalik rasa sakit itu, ada setitik gelenyar aneh yang menjalari tubuh Athena. Dia pun menengadahkan kepala seraya menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak mengeluarkan suara erangannya. Hingga saat Yama menyusupkan tangannya ke dalam celana Athena. Membuat gadis itu tidak kuat lagi menahan semuanya.
"Nghhhh.. Yama, please.. stooop"
Yama menulikan pendengarannya. Dengan satu kali gerakan, dia menurunkan celana Athena, lalu menelusupkan jarinya ke sela-sela inti Athena dengan sedikit kasar, hingga membuat tubuh Athena bergetar.
Puas bermain di di dada Athena, Yama kembali menyesap leher gadis itu seraya melepaskan pakaiannya sendiri dengan sedikit terburu-buru.
"Ngggghhh..."
Gadis itu mengerang frustasi saat intinya bersentuhan dengan milik Yama.
Yama yang sudah dikalahkan kabut nafsu pun akan melakukan penyatuannya. Namun, saat miliknya hendak menyeruak masuk. Yama menghentikan aksinya saat tak sengaja menatap Athena yang berlinang air mata.
Pria itu seakan tersadar dari semua kegilaannya. Dia menghembuskan nafasnya kasar, lalu perlahan mulai melepaskan ikatan di tangan Athena.
Athena yang merasakan hal itu seketika membuka matanya, dia menatap Yama dengan tatapan yang sulit di artikan. Hingga saat ikatan tangannya sudah terlepas, Athena memegang tangan Yama yang akan merapikan bajunya dengan sedikit ragu.
Yama pun menatap Athena dengan di penuhi rasa bersalah
"Maaf, aku kehilangan kendali. Biarkan aku membantu merapikan baju mu" ucap Yama lalu hendak merapikan kembali baju Athena.
Namun Athena yang juga sudah mulai terbakar gairah pun segera menggenggam jemari Yama, lalu menatap pria itu dengan lembut.
Yama diam mematung, mencoba mencerna apa yang baru saja Athena katakan.
Athena seketika menjadi salah tingkah saat tidak mendapatkan respon dari Yama, dia mengalihkan pandangan seraya memainkan jari Yama yang masih ada di genggamannya
"Aku, aku..
Namun belum sempat Athena selesai berbicara, Yama kembali mencium bibirnya. Tapi kali ini Yama menciumnya dengan lembut. Sangat lembut hingga Athena mulai memejamkan mata dan perlahan mengalungkan tangannya pada leher Yama, gadis itu membalas ciuman Yama dengan sedikit kaku.
Perlahan, ciuman pria itu mulai merambat menuruni dagu Athena, dan menyusuri lengkung leher Athena. Menikmati setiap inci tubuh gadis itu bagai menikmati setetes air di gurun pasir.
Sampai ketika Yama akan mulai penyatuan, sejenak Yama menyatukan kening mereka.
Saat Athena membuka matanya, Yama menatap mata gadis itu dengan lembut, sangat berbeda dengan dirinya yang tadi dipenuhi dengan kabut naf..su.
"Apa kau yakin baby?"
Athena pun tersenyum kecil lalu mengangguk.
"Aku akan bergerak dengan lembut, katakan jika kau merasa sakit atau ingin berhenti hmm??"
Athena kembali menganggukkan kepalanya. Hingga saat milik pria itu mulai menyeruak masuk
"Akhhhh..."
Athena memekik tertahan dengan tubuh yang bergetar. Gadis itu mencengkram lengan Yama dengan sangat kuat.
Yama berhenti sejenak, lalu kembali menatap Athena dengan lembut
"Apa kau ingin berhenti?"
Gadis itu menggelengkan kepalanya "Tidak apa, lanjutkan. Aku akan menahannya"
__ADS_1
Yama mengecup bibir gadis itu sejenak, lalu menatap matanya dengan lembut
"Tatap mataku, kau bisa melakukan apapun untuk menyalurkan rasa sakitmu hmm"
Gadis itu membalas tatapan Yama, dia tersenyum lalu mengangguk.
"Eenghhh"
Athena menengadahkan kepalanya ketika merasakan tubuhnya seakan terbelah menjadi dua. Air mata pun kembali mengalir dari mata gadis itu.
Sedangkan Yama, dia menggeram merasakan miliknya dibawah sana dicengkam dengan begitu kuat, mengabaikan bahunya yang terasa sedikit perih akibat cakaran Athena.
Yama tersenyum ketika sesuatu yang hangat mengaliri miliknya, dia sungguh bangga bisa menjadi yang pertama untuk Athena.
Pria itu berhenti sejenak agar gadis itu merasa sedikit rilex.. Ah, tidak.. Dia bukan lagi seorang gadis, sekarang dia sudah menjadi wanita seutuhnya.
"Apa sebegitu sakitnya?"
Athena yang mendengar pertanyaan Yama seketika memukul bahu pria itu dengan gemas seraya berkata "Bodoh.."
Yama pun terkekeh lalu kembali mencium bibir Athena sejenak.
"Bergerak lah.." Ucap Athena.
Pria itu mulai bergerak secara perlahan..
"nghhh.. Yama.."
"Yes, say my name baby"
"Akhhh.. Yama.."
Tubuh Athena bergetar dengan hebat seperti terkena aliran listrik bertegangan tinggi ketika Yama mulai mempercepat gerakan pinggulnya.
"Yamaaa... akuu, eunghhh.."
Athena kian mende,,sah saat milik Yama menyentuh bagian terdalamnya, hingga dirinya merasakan sesuatu di bawah sana akan tumpah...
Yama pun semakin bergerak dengan cepat ketika merasakan inti gadis itu berkedut dengan kuat..
"Bersama baby.."
"Eenghhh...."
Desa..han dan geraman pun saling beradu ketika 2 insan itu mencapai puncaknya.
Mereka berusaha mengatur nafas yang masih memburu, tanpa melepaskan penyatuan.
Hingga akhirnya Yama melepaskan penyatuannya, dia beringsut untuk beraring di samping Athena, dan menarik wanitanya agar masuk ke pelukannya.
Yama mengecup kening Athena sejenak, lalu menatap wanita itu dengan lembut
"Terimakasih baby, aku mencintaimu.." ucap Yama seraya tersenyum.
Athena menatap Yama, lalu membalas senyuman pria itu
"Aku juga mencintaimu"
...-TBC-...
Thanks for reading..
Jangan lupa kritik dan saran..
Salam sayang dari sensi π
Bye bye..
__ADS_1