Death Devil Love Story

Death Devil Love Story
Membawanya Kembali..


__ADS_3

...Happy reading πŸ’•...


...Hope you enjoyed.....


...----------...----------...


Saat ini, ke empat pria itu sudah berada di titik posisi.


Mereka membagi kelompok menjadi 2. Yama dan Ken membawa 7 orang elit, sedangkan Alex dan Leon membawa 4 orang elite.


Yama memandang rumah bordil itu untuk sesaat..



Pict by : Pinterest


Setelah cukup memandanginya, Yama melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, lalu memberi perintah


"Bergerak"


Mereka pun mulai bergerak untuk menyelinap masuk. Alex dan Leon akan masuk dari arah depan, sedangkan Ken dan Yama akan masuk dari arah belakang.


Alex dan Leon berpisah menjadi dua sisi, masing-masing dari mereka di ikuti oleh 2 orang elite. Mereka mulai mendekati 2 orang penjaga disana dengan mengendap-endap lalu bersembunyi di semak-semak.


Alex dan Leon saling bertukar kode melalui tatapan, lalu saling menganggukan kepala pertanda siap.


Kemudian dengan gerakan cepat, Alex dan Leon melompat ke arah 2 penjaga itu lalu memukul tengkuk mereka hingga pingsan. Mereka menyeret 2 penjaga yang pingsan itu ke arah semak-semak, dan para elite yang sedang menunggu pun dengan sigap mengikat mereka.


Setelahnya, mereka pun segera masuk ke dalam.


Alex dan ke 4 elite itu mulai melumpuhkan satu persatu penjaga disana seraya menempelkan bom pada beberapa tiang penyangga.


Sedangkan Leon, dia bergegas masuk untuk mencari ruang kendali.


Namun belum sempat Leon sampai di ruang kendali, dia tidak sengaja berpapasan dengan satu penjaga berbadan besar, bahkan melebihi dirinya.


"Wow, dia seperti hulk" Ucap Leon.


Dia memencet tombol pada ear phone yang terpasang ditelinganya


"Ken, sepertinya kau harus sedikit menunggu." Ucapnya


(Cepatlah) balas Ken di seberang sana.


Melihat orang asing berkeliaran di sana, penjaga itu bersiap akan menghajar Leon menggunakan sebuah tongkat yang di bawanya.


"Calm boy.. Mari kita berduel dengan tangan kosong" Ucap Leon pada penjaga itu lalu mulai meregangkan tangannya.


Si penjaga itu pun meletakkan tongkatnya di bawah.


Melihat hal itu, Leon langsung melayangkan satu pukulan yang mana berhasil di tangkis oleh si penjaga.


"Oh boy, dia terlalu cepat" Ucap Leon lalu memundurkan langkahnya.


Tanpa basa basi lagi, si penjaga itu melayangkan satu pukulan tepat mengenai wajah Leon dan membuatnya sedikit limbung.


"Hey, kau merusak wajah tampanku" Ucapnya.


"Cuih, kau terlalu banyak bicara" ucap penjaga itu kemudian muilai menyerang Leon lagi.

__ADS_1


Leon pun mulai memfokuskan dirinya untuk melawan. Dia menerjang si penjaga dengan sedikit brutal.


Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan di lakukan oleh Leon dan si penjaga. Hingga akhirnya pada satu kesempatan, Leon berhasil menendang kepala si penjaga hingga tumbang.


"Hah, aku lelah" Leon berkata seraya menyeka keningnya yang sedikit berkeringat.


Dia mulai berjalan kembali menuju ruang kendali.


Saat membuka ruangan itu


"1, 2, 3, 4.. Oh god, jumlahnya ada 17 orang. Alex, tidak bisakah kau sedikit mempercepat langkahmu?" ucap Leon melalui ear phonenya.


"Aku dibelakangmu" Ucap Alex yang memang baru saja sampai di sana.


Akhirnya, perkelahian 6 vs 17 pun tidak terhindarkan lagi. Mereka mulai saling menerjang untuk mengalahkan lawan.


.....


Di sisi lain...


Yama, Ken dan ke 7 elite itu sudah selesai menumbangkan para penjaga di bagian belakang. Mereka juga tidak lupa untuk menempelkan bom di beberapa titik disana.


Kini, mereka hanya tinggal menunggu Leon untuk membuka akses untuk mereka masuk. Mereka tidak bisa membobol pintu itu sembarangan, karena jika pintu itu mereka bobol maka akan secara otomatis menyampaikan sinyal pada pihak Kavin.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya terdengar suara Leon di seberang sana


(Done) ucapnya.


Mereka pun bergegas masuk ke dalam. Ke 7 elite itu mulai menumbangkan satu persatu penjaga yang ada disana.


Setelah ke 7 elite itu selesai menumbangkan semua penjaga, mereka mulai berpencar untuk membebaskan satu persatu wanita yang terkurung dan mengarahkan mereka keluar menuju mobil yang memang disiapkan untuk mereka.


Yama memutuskan untuk menyelamatkan para wanita itu. Karena meskipun dia juga berkecimpung di dunia gelap, dia tidak pernah menyakiti wanita dan anak-anak.


Saat Yama dan Ken sampai di depan kamar dimana Bella berada, Ken segera mendobrak pintu.


Ken melihat Bella yang terbaring menggunakan pakaian kurang bahan dengan masing-masing tangannya yang terikat ke sisi ranjang, juga ada seorang pria berusia setengah abad sedang berusaha untuk menjamah Bella yang terus saja memberontak.


Pria setengah abad itu terkejut begitu melihat Yama dan Ken yang menatapnya dengan tatapan tajam. Pria itu bergegas turun dari ranjang dan memunguti pakaiannya.


Melihat hal itu, seketika membuat emosi Ken semakin menjadi. Ken menghampiri pria itu lalu melayangkan satu pukulan pada wajah si pria hingga hidungnya mengeluarkan darah.


Saat Ken hendak melayangkan pukulannya lagi, Yama menghentikannya. Dia memberikan kode pada Ken dengan sebuah tatapan, agar Ken segera melepaskan Bella.


Dan tanpa basa basi lagi, Yama langsung menggorok leher pria itu hingga tewas. Yang mana hal itu membuat Yama lagi-lagi harus mendapatkan cipratan darah untuk ke sekian kalinya.


Setelah menewaskan pria itu, Yama berjalan ke arah pintu


"Waktumu tidak lebih dari 10 menit" Ucapnya seraya berlalu pergi meninggalkan Ken dan Bella.


Setelah ikatan Bella terlepas, gadis itu pun menyeruak masuk kedalam pelukan Ken lalu terisak pilu.


"hey, tenanglah, kau sudah aman sekarang. Maafkan aku, aku lalai menjagamu" Ucap ken seraya menepuk-nepuk punggung Bella dengan lembut.


"A,aku.. Dia, dia menjamahku. A,aku.. Aku..." Bella berkata dengan terbata-bata.


"Shhhttt.. Dengarkan aku, tidak ada yang menjamahmu, hmm" Ucap Ken berusaha menenangkan Bella.


"Tapi.. Aku.. Dia..."

__ADS_1


Ken pun melepaskan pelukannya lalu menangkup wajah Bella.


Pria itu membungkam Bella dengan menci..umnya.


Tidak mendapatkan penolakan, Ken mulai melu..mat bibir gadis itu dengan lembut.


Bukan sebuah ciuman nafsu yang Ken berikan, melainkan sebuah ciuman lembut yang menenangkan. Dia mencoba untuk menyalurkan semua perasannya melalui ciuman itu.


Bella yang menerima ciuman tiba-tiba dari Ken merasa sedikit terkejut. Namun dia segera menutup matanya dan menerima ciuman lembut yang Ken berikan. Yang mana hal itu mampu membuat Bella sedikit merasa lebih tenang.


Setelah beberapa saat, Ken melepaskan ciumannya lalu kembali menatap mata Bella dengan lembut


"It's okay, semua baik-baik saja. Cukup tatap mataku, dan jangan melihat ke arah lain, hmm" Ucap Ken seraya mengusap lembut pipi kanan Bella dengan ibu jarinya.


"Terimakasih karena sudah datang menyelamatkanku" ucap Bella dengan suara yang masih sedikit bergetar.


"Terimakasih juga karena sudah bertahan, hmm.." ucap Ken.


Ken melepaskan jaketnya lalu memakaikannya pada Bella.


"Ayo kita pergi, waktu kita mulai menipis" Ucap Ken.


Setelah mengatakan hal itu, Ken mengalungkan tangan Bella pada lehernya, lalu menggendong Bella ala bridal, dan segera bergegas keluar dari sana.


Bella yang memang masih merasa lemas pun hanya bisa menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ken.


....


Sesaat setelah berhasil menyelamatkan Bella..


Mobil yang didalamnya ada Ibra dan Louis sudah mulai memasuki kawasan rumah bordil. Ibra dan Louis yang belum mengetahui keadaan disana pun masih merasakan ketenangan.


Hingga saat mobil yang dikendarai oleh Louis itu akan memasuki gerbang, tiba-tiba saja


Duaaaaar....


Rumah bordil itu meledak dengan sangat kencang hingga terjadi kebakaran besar.


Louis yang terkejut akibat ledakan itu seketika menginjak rem dengan sangat kuat hingga ban mobil itu menimbulkan suara decitan yang sangat nyaring.


Ibra yang tidak siap dengan itu pun terjerembab ke depan hingga kepalanya membentur sandaran kursi di depannya dengan sangat keras.


"Sialan, apa yang terjadi?" Umpat Ibra seraya memegang kepalanya yang terasa berdenyut.


"Sepertinya, ini ulah Yama dan ke tiga temannya" Louis menjawab dengan nafas yang sedikit memburu karena terkejut.


Sungguh, dia tidak ingin mati konyol.


Ibra segera keluar dari dalam mobil lalu memandangi rumah bordil yang sedang terbakar itu dengan frustasi.


Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar


"Siaaaaaaaallll.. Apa yang harus aku katakan pada Mr.K." teriak Ibra frustasi. Lalu kembali mengusap wajahnya dengan kasar.


...-TBC-...


thanks for reading..


jangan lupa kritik dan saran..

__ADS_1


salam sayang dari sensi πŸ’•


bye bye..


__ADS_2