
...Happy reading π...
...Hope you enjoyed.....
...----------...----------...
Sebelumnya.....
"Maafkan aku, aku hanya bisa menolong nyawamu semampuku"
Ucapan Athena membuat wajah si pria yang sudah pucat semakin bertambah pucat.
Athena berbalik untuk melihat ke 4 pria yang ada di hadapannya, lalu menodongkan gunting yang di pegangnya.
.....
"Kalian lihat??? Dia menjawabku dengan mudah hanya dengan satu kali bertanya"
Athena melemparkan gunting itu ke sembarang arah hingga membuat Leon meringis ngilu karena gunting itu adalah gunting kesayangannya.
"Kalian para pria hanya tau cara memaksa" Ucapnya lalu berjalan mendekati Yama.
Dia menengadahkan tangannya di depan wajah Yama.
"Kau harus memberikanku bayaran karena telah membantumu"
Yama menatap Athena dengan tajam
"Alih-alih bayaran, sepertinya kau harus mendapatkan hukuman"
Yama pun berdiri lalu mengangkat Athena di bahunya seraya berlalu pergi dari sana tanpa memberikan perintah apapun. Karena tanpa memberikan perintah pun, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Athena memukul-mukul punggung Yama
"Yaaaakkkkk.. Kau harusnya berterima kasih padaku, bukannya menghukumku"
"Diamlah baby, hukumanmu akan sedikit nikmat" Ucap Yama lalu memukul pantat Athena.
*Mau tau apa hukumannya?? Ga usah yaa.. Biarkan Yama, Athena, sensi, danTuhan aja yang tahu.. Kalo kalian pengen tahu.. inget kata dilan.. "Jangan, nanti berat." Tapi jangan mikir ke skidipapap dulu ya, belum waktunya Yama sama Athena buat skidipapap.. Nanti ada episodenya sendiri.. Whokeyyyy...
.....
Pagi harinya..
"Apa kau baik-baik saja?? Bukankah kau mengalami kecelakaan??" tanya Calista yang sedang berbaring bersama Athena di atas karpet.
Athena yang sedang berbaring pun memiringkan posisinya agar menghadap ke arah Calista..
"Hmmm, aku baik-baik saja"
"Tapi tunggu dulu, bagaimana bisa kalian tahu jika aku mengalami kecelakaan?" Athena bertanya seraya menatap kedua temannya yang sedang berada di atas sofa.
Bella duduk bersila di pojok sofa dengan toples kacang yang ada di pangkuannya. Dan Keisha yang berbaring di atas sofa dengan menjadikan paha Bella sebagai bantalnya.
Saat Athena sedang menikmati paginya dengan merendam kakinya di kolam renang, dia dikejutkan oleh seseorang yang mendorongnya masuk ke dalam kolam.
Athena yang awalnya merasa marah pun tergantikan dengan rasa senang karena yang mendorongnya adalah teman-temannya.
Berakhirlah dengan mereka yang memutuskan untuk menonton film di ruang tamu.
"Ken yang memberitahuku" Ucap Bella.
"Bella yang mengajakku kemari" Ucap Keisha cepat.
Calista pun ikut menyahut "aku juga Bella yang mengajak"
Bella melirik Athena lalu bertanya "Kau tahu siapa pelakunya?"
"Pria psicopath yang mengejarmu"
Bella mengerutkan keningnya
"Jangan bilang.."
"Hmmm.. Ibra" Athena membenarkan pemikiran Bella.
__ADS_1
"Lalu?? Apa yang selanjutnya?" tanya Calista.
"Mereka akan segera mendapatkannya" jawab Athena.
Ketiga gadis itu pun menganggukan kepala.
"Aku rindu menjalankan misi" Celetuk Athena tiba-tiba.
"Aku tidak" Ucap Calista.
"Aku juga Tidak" timpal Bella.
Keisha pun hanya terkekeh..
"Cih, kalian memang bukan temanku" Sungut Athena yang seketika mengundang tawa ke 3 temannya..
....
Di sisi lain..
"Aku mendapatkan lokasi terakhir ponselnya" Ucap Leon seraya mengarahkan remotnya pada layar yang terpasang di tembok.
Pict by : Pinterest
Saat ini mereka sedang berada di ruang senjata yang ada di markas.
Mereka pun melihat ke arah layar.
Yama yang tau posisi itu pun berdecih lalu berkata "Bodoh"
"Siapa yang akan menangkapnya?" tanya Alex.
"Biar aku saja, aku masih memiliki dendam terhadapnya" Ucap Ken lalu beranjak dari duduknya.
"Kau tidak butuh bantuan?" tanya Leon.
"Aku hanya membutuhkan 3 orang elite yang ada disana. Lagi pula, aku mengenal hutan itu dengan sangat baik" Ken menjawab seraya mengambil sebuah pistol yang berjejer disana.
Posisi ibra saat ini berada di dalam hutan milik Yama. Oleh sebab itu Yama mengatainya bodoh. Yama hanya tidak habis fikir, bagaiman bisa dia bersembunyi di hutan itu. Apakah ibra tidak tahu jika hutan itu milik Yama.
"Jangan sampai Bella tahu" Ucapnya
Dan Ken pun segera pergi dari sana setelah mendapatkan anggukan dari yama.
Sesampainya di hutan, Ken memarkirkan mobilnya di tempat biasa. Pria itu turun dari mobil dan segera menghampiri 3 elite yang sudah menunggunya disana.
Ke 3 elite itu membungkukkan badannya saat melihat Ken yang sudah tiba.
"Kalian sudah mendapatkan detailnya?" tanya Ken.
"Sudah Tuan" jawab salah satu elite.
Ken pun mulai memberikan aba-aba "Baiklah, kita akan berpencar. aku ke arah utara, kau ke arah barat, kau ke arah selatan, dan kau ke arah timur. Jika salah satu dari kalian menemukan dia, segera beri sinyal seperti biasanya. Dan pastikan dia dalam keadaan hidup"
"Baik tuan" Ucap ke 3 elite itu serentak.
Mereka pun mulai berpencar untuk mencari keberadaan Ibra.
Setelah hampir 2 jam mencari, Ken mendapatkan sinyal dari salah satu elite yang ada di sebelah barat. Dia segera berlari menuju sinyal yang di berikan.
Sesampainya disana, dia melihat 1 elite itu sedang bertarung dengan Ibra.
Ken segera menghampirinya lalu ikut menghajar ibra.
Ibra yang merasa tersudut berusaha untuk kabur dari sana.
Ken pun mengejarnya Ibra hingga
"Aaaarrghhhhhhhh" Teriak Ibra saat Ken menembak kaki kanannya hingga Ibra jatuh tersungkur.
Namun Ibra tak pantang menyerah, dia kembali berdiri dan mencoba berlari dengan kakinya yang pincang.
"Sudah cukup bermain-mainnya, sekarang kau tak akan bisa lari lagi" Ucap Ken.
__ADS_1
Ken tidak lagi berlali, dia hanya mengikuti Ibra dengan berjalan.
Salah satu elit yang ada di sana langsung menyergap Ibra dengan sigap.
"Baji..ngan, lepaskan aku" Ibra berusaha memberontak.
"Bawa dia ke markas" Ken berkata dan berlalu pergi.
.....
Sementara itu..
Setelah makan siang, Keisha dan Calista memutuskan untuk pulang. Sedangkan Bella, dia tetap dikediaman Yama sesuai dengan apa yang diminta oleh Ken.
Saat ini Athena sedang duduk di karpet seraya menyandarkan punggungnya pada kaki sofa, dengan mata yang fokus melihat layar tv yang sedang menayangkan sebuah berita.
Athena menghela nafas bosan lalu menoleh pada Bella yang duduk di pojok sofa
Pict by : Pinterest
*Gambar hanya ilustrasi.
"Bellllll...."
"Hmmm"
"Aku bosan" ucap Athena
"Kau selalu merasa bosan" Bella berkata tanpa mengalihkan fokusnya dari ponsel.
"Kau tidak akan merasa bosan jika itu berkaitan dengan balapan" Ucap Yama yang datang dari arah ruang kerjanya.
Yama menghampiri Athena, lalu duduk di atas sofa yang di jadikan sandaran oleh Athena dan memposisikan badan Athena di antara kedua kakinya.
Pict by : Pinterest
*Gambar hanya sekedar ilustrasi.
Athena hanya berdecih, lalu menyandarkan kepalanya pada paha Yama. Mata gadis itu kembali fokus melihat layar tv.
Sedangkan Bella, dia yang melihat hal itu sedikit heran. Sejak kapan Athena mulai dekat dengan Yama? Bukankah terakhir kali dia masih memaki-maki Yama? Bella pun akhirnya hanya mengangkat bahunya acuh.
"Entahlah, biarkan Athena melakukan apa yang menjadi pilihannya" Ucap Bella dalam hati lalu kembali fokus pada ponselnya.
Tak lama kemudian, Ken datang lalu menghampiri mereka.
Ken melirik Yama lalu berkata "Aku sudah membawanya"
Yama pun menganggukan kepalanya, dia memegang pundak Athena
"Baby, berdirilah.. Ikut aku"
Athena mendongakkan kepalanya
"Kemana?"
"Ikut saja" Yama menjawab seraya membantu Athena untuk berdiri.
Yama menoleh pada ken
"Kau juga, bawalah Bella"
Ken pun hanya mengangguk.
Setelahnya, mereka pun segera beranjak dari sana, dan entah pergi kemana.
...-TBC-...
Thanks for reading..
jangan lupa kritik dan saran..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye...