
Hai wakkk.. sensi mau promo karya baru nih.. Jangan lupa luangkan waktu buat baca karya sensi yang baru ya...
Bandung, 25 September 2000.
Hujan turun dengan sangat derasnya, disertai angin dan juga petir yang terus saja menyambar. Menciptakan hawa dingin yang begitu menusuk hingga ke dalam tulang. Membuat siapa saja yang merasakannya memilih untuk bersembunyi di bawah selimut untuk mendapatkan kehangatan.
Namun, tidak dengan seorang perempuan yang sedang berjuang antara kehidupan atau kematian. Dia terbaring di sebuah brankar, peluh membasahi sekujur tubuhnya, berjuang untuk melahirkan satu nyawa yang akan menjalani kerasnya kehidupan.
"Iya buk, terus bu, terusss.. Tarik nafas, buang.. Tarik nafas buang."
__ADS_1
Ucap sang Bidan yang terus memberikan arahan pada perempuan itu.
"Hah, hah, hah, eeeeeeenghhhhh...."
"Oeeeeeeeeekkkk.."
"Selamat bu, anak keduanya sudah lahir jam 23.50. Perempuan, semuanya lengkap ya buk, mukanya juga cantik."
Tapi sayang, bukan senyum bahagia yang wanita itu pancarakan, melainkan tangis pilu yang terdengar sangat menyakitkan.
*****
__ADS_1
"Kok mamah malah nyalahin Dewi si sih!!! Itu salah mamah sendiri, coba aja dulu mamah ga kekeh nyuruh Dewi buat mempertahankan anak itu, kejadiannya ga bakal kaya gini mah!!"
"Dewi!!! Dia itu juga darah daging kamu"
"Tapi Dewi ga mengharapkan anak itu lahir mah, udah bagus Dewi dulu mau gugurin anak itu. Sekarang kalo kaya gini mau gimana mah? Mamah aja udah mulai sakit-sakitan. Dewi sampe mati pun ga sudi buat ngurusin anak itu pembawa sial itu!!!"
*****
spoilernya segitu aja ya..
Jangan lupa di baca..
__ADS_1
salam sayang dari sensi π
bye bye...